Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Semangat kemanunggalan aparat teritorial bersama masyarakat kembali terlihat melalui kegiatan gotong royong bertajuk Grebek Grenase yang digelar pada Sabtu (14/02/2026) pagi di Jalan Tunas Kelapa Dua, Kampung Cidadap RT 04 RW 02, Kelurahan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Campang Jaya, Serka Agus Triawan dari Koramil 410-01/PJG, sebagai bagian dari upaya nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir di musim penghujan.
Menurut Serka Agus Triawan, kegiatan gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial antara aparat dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebersamaan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi warga.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada normalisasi saluran air atau drainase yang selama ini rawan tersumbat. Warga bersama aparat membersihkan rumput liar, mengangkat tumpukan sampah dan daun kering, memangkas ranting pohon yang menutup aliran air, hingga membuka gorong-gorong yang mengalami penyumbatan.
Langkah tersebut dinilai penting karena saluran air yang tidak berfungsi optimal kerap menjadi penyebab genangan hingga banjir di kawasan permukiman, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur pemerintah wilayah, mulai dari Camat Sukabumi, Lurah Campang Jaya, para kepala lingkungan, ketua RT, personel Linmas, hingga masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam menjaga lingkungan.
Salah satu Ketua RT setempat mengaku kehadiran Babinsa mampu memotivasi warga untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun membuat masyarakat semakin peduli menjaga kebersihan saluran air secara berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung selama sekitar dua jam dan berakhir pada pukul 09.30 WIB dalam suasana tertib, aman, dan penuh keakraban. Dengan bersihnya drainase di kawasan tersebut, diharapkan risiko banjir dapat diminimalisir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, peran aparat kewilayahan diharapkan terus menjadi penggerak semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan.
(Agus)
