CIREBON-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Peristiwa kebakaran hebat mengguncang warga Desa Galagamba, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, pada Selasa pagi (14/04/2026).
Dalam hitungan menit, kobaran api melahap habis sebuah rumah milik warga bernama Sarkun, mengubah suasana tenang menjadi kepanikan.
Kejadian bermula sekitar pukul 07.45 WIB saat seorang saksi mata, Didi, melihat asap hitam pekat mengepul dari bagian atap rumah korban. Ia yang berada tak jauh dari lokasi langsung berupaya mendekat, namun api sudah terlanjur membesar dan menguasai area dapur.
Warga sekitar pun sempat berusaha melakukan pemadaman secara mandiri dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Situasi sempat menegangkan karena api terus membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Mendapat laporan, jajaran kepolisian dari Polsek Ciwaringin bersama petugas pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi. Dua unit mobil damkar diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api yang semakin ganas.
Proses pemadaman berlangsung dramatis. Petugas harus berjibaku dengan panas dan kepulan asap tebal selama hampir dua jam. Berkat upaya maksimal di lapangan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materi yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 200 juta. Seluruh bangunan rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan.
Kapolresta Cirebon, Imara Utama, memastikan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah penanganan lanjutan pascakejadian. Area lokasi telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Ia menyampaikan, tim kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
“Kami fokus memastikan sumber api serta menjamin keamanan lingkungan sekitar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Kini, puing-puing bangunan di RT 12/06 Desa Galagamba menjadi pengingat betapa cepat dan dahsyatnya kebakaran dapat melanda.
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi korsleting listrik maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah. (Asep Rusliman)