SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kota Sukabumi terus mengakselerasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai harapan, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki turun langsung meninjau sejumlah rumah yang tengah dalam proses renovasi pada Jumat (31/7/2026).

Adapun beberapa titik lokasi yang dikunjungi berada di Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, dan Kelurahan Baros, Kecamatan Baros.
Orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap pelaksanaan program yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain melihat progres pembangunan, wali kota juga berdialog dengan warga penerima bantuan mengenai proses pelaksanaan di lapangan.
Dia menilai penyediaan rumah layak huni merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan kata dia, tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan yang lebih baik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
“Keberhasilan BSPS merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, sinergi seluruh unsur harus terus dipertahankan agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi Sony Hermanto beserta jajaran.
Selain itu hadir pula unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang ikut memastikan pembangunan berlangsung sesuai ketentuan.
Pada bagian lain dia menjelaskan, setiap penerima memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp20 juta.
Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan material bangunan sekaligus membayar jasa tukang, sehingga proses renovasi rumah dapat dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat.
Melalui program tersebut, perbaikan difokuskan pada bagian-bagian rumah yang sudah tidak memenuhi standar kelayakan, seperti atap, lantai, maupun dinding.
Dengan demikian, rumah yang sebelumnya kurang layak dapat menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi penghuninya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan penanganan sebanyak 1.025 unit Rutilahu.
Program tersebut mendapat tambahan dukungan berupa 33 unit bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta 88 unit dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sehingga cakupan penerima manfaat semakin luas.
Menurut Ayep Zaki, pembenahan kawasan permukiman memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan daerah.
Rumah yang layak akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus bekerja secara profesional dengan mengedepankan integritas, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai penting agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Mengakhiri kunjungannya, Ayep Zaki menegaskan bahwa peningkatan kualitas permukiman akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Sukabumi.
Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan mampu menciptakan lingkungan yang lebih layak, sehat, dan produktif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Usep)