Jakarta | Bidik-kasusnews.com – 23 September 2025 | Pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diyakini menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia. Digitalisasi dianggap sebagai anugerah Tuhan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pemerataan akses ilmu pengetahuan dan teknologi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam wacana yang berkembang, penerapan AI dan sistem digital bukan hanya mampu memangkas hambatan birokrasi, tetapi juga mengurangi pemborosan anggaran di berbagai sektor, mulai dari pertanian, transportasi, kesehatan, pendidikan, hingga pertahanan dan keamanan negara.
“Dengan digitalisasi dan AI, kita bisa memangkas lebih dari 50 persen jumlah aparatur sipil negara (ASN), kementerian, bahkan efisiensi di tubuh TNI-Polri. Anggaran yang ada dapat lebih difokuskan pada kesejahteraan rakyat,” ungkap salah satu penggagas gagasan revolusi digital dalam pemerintahan.
Selain itu, muncul dorongan agar ke depan pemerintah merumuskan kebijakan strategis bahkan regulasi berupa Undang-Undang yang mensyaratkan setiap calon pejabat publik—mulai dari Presiden, Menteri, Kapolri, Panglima TNI, hingga kepala daerah dan lurah—memiliki pemahaman mendalam mengenai digitalisasi dan kecerdasan buatan.
Menurutnya, hal ini penting agar para pengambil kebijakan tidak tertinggal dari perkembangan zaman dan mampu menjalankan pemerintahan yang adaptif terhadap tantangan global.
Revolusi digital diyakini dapat menciptakan birokrasi ramping, pelayanan publik cepat, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Jika dijalankan dengan serius, digitalisasi dan AI akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Maju. ( Agus)

