HSU | BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Musholla Pondok Pesantren (Ponpes) Kasypul Anwar, Desa Rantau Bujur, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), pada Rabu (24/9/2025) atau bertepatan dengan 01 Rabiul Akhir 1447 H. Ratusan jamaah dari berbagai daerah menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Acara yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut dihadiri sekitar 400 orang, terdiri dari santri, wali santri, tokoh agama, serta masyarakat dari Desa Rantau Bujur, Lok Bangkai, dan Teluk Buluh. Hadir pula Kapolsek Banjang, AKP Robby Ansharie Bahasuan, SH., MM, yang turut menyemarakkan kegiatan keagamaan tersebut.
Tokoh yang Hadir
Sejumlah ulama turut memberikan warna dalam acara ini, di antaranya:
- KH. M. Rabbani dari Ponpes Ibnu Amil Pamangkih HST sebagai penceramah utama.
- H. Abdul Bari dari Alabio.
- KH. Halim, Lc., KH. Malik, serta Mualim Sam’uni dari Majelis Ta’lim Assirajul Muniir Amuntai.
- KH. Kasypul Anwar, pimpinan Majelis Ta’lim sekaligus tuan rumah acara.
- Mualim Muhammad Noor dari Rakha Amuntai.
Rangkaian Acara
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai dengan pembukaan dan lantunan syair-syair maulid oleh grup hadrah Ponpes Kasypul Anwar. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Rahmadi dari STAI Rakha Amuntai, ceramah agama oleh KH. M. Rabbani, doa bersama, dan ditutup dengan syukur kebersamaan.
Isi Ceramah
Dalam tausiyahnya, KH. M. Rabbani menegaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid adalah kesempatan mempererat ukhuwah Islamiyah. Nilai-nilai Rasulullah hendaknya dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan kehidupan modern,” ujarnya.
Aman, Tertib, dan Lancar
Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 Wita ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Masyarakat terlihat antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Kasypul Anwar Rantau Bujur menjadi bukti semangat kebersamaan umat Islam dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat. ( Agus)

