Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Polsek Banjang kembali melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (26/8/2026).
Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 11.30 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan yang menjadi bagian dari program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang.
Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan melalui kelompok tani Mandiri yang merupakan binaan Polri.
Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung telah memasuki usia 108 hari sejak ditanam pada 12 Mei 2026. Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram.
Perkembangan tanaman di lapangan diperkirakan cukup baik, dengan tinggi tanaman sekitar 2 hingga 2,10 meter. Dengan masa tanam tersebut, lahan jagung diproyeksikan memasuki masa panen sekitar 10 Oktober 2026.
Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara untuk pengendalian gulma digunakan herbisida Basmilang. Adapun pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih dilakukan secara manual.
Monitoring dilakukan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan dan pemantauan terhadap program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Banjang. Selain melihat perkembangan tanaman, kehadiran personel kepolisian di lapangan juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani dalam mengoptimalkan lahan pertanian produktif.
Polsek Banjang memastikan kegiatan monitoring berjalan aman dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau kondusif.
Melalui pemantauan secara berkala, diharapkan produktivitas lahan jagung dapat terus terjaga hingga memasuki masa panen, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
(Agus)