Majalengka,Bidik-kasusnews.com,.Kabar dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang perempuan di Desa Gunungmanik, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, yang viral di media sosial dipastikan tidak benar.
Informasi tersebut sebelumnya ramai beredar melalui unggahan di media sosial yang menyebut korban menjadi sasaran begal saat hendak pergi ke pasar pada Minggu (29/3/2026) dini hari. Dalam narasi yang beredar, korban disebut mengenakan perhiasan emas sehingga diduga menjadi target pelaku.
Selain itu, video yang turut beredar juga menyampaikan dugaan serupa, yakni korban dibunuh dengan motif perampokan karena rutinitasnya pergi ke pasar dan membawa uang maupun perhiasan. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Kasat Reskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto, mengatakan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Hasil pemeriksaan dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menegaskan tidak ada barang milik korban yang hilang, sehingga dugaan perampokan maupun pembegalan tidak terbukti.“Tidak ada barang yang hilang,” tegasnya.
Berdasarkan hasil penelusuran, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. Polisi pun menduga korban meninggal dunia akibat kondisi kesehatan, bukan karena tindak kriminal. “Korban mempunyai riwayat sakit hipertensi,” pungkasnya.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta lebih bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial.
(Asep Rusliman)