Bidik-kasusnews.com
Jakarta, 19- Oktober 2025 —
Gelombang protes datang dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) setelah program Xpose Uncensored yang tayang di Trans7 pada Senin (13/10/2025) dinilai melecehkan pesantren dan para kiai. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun menyatakan akan menempuh jalur hukum atas kasus ini.
Dilansir dari VIVA.co.id (14/10/2025), Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyebut tayangan tersebut telah mencederai martabat pesantren dan menyesatkan publik.
> “Saya telah menginstruksikan kepada Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan terkait hal ini,” ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, dikutip dari VIVA.co.id.
Menurutnya, narasi dalam tayangan itu jelas-jelas tidak menghormati nilai-nilai keagamaan dan tradisi pesantren yang sudah mengakar kuat di Indonesia.
> “Isi tayangan itu terang-terangan menghina pesantren, menghina tokoh-tokoh pesantren yang sangat dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.
Program Xpose Uncensored menayangkan adegan para santri yang disebut harus ngesot untuk menyalami kiai sambil memberikan amplop. Bahkan, narator menyebut seharusnya kiai yang memberikan amplop kepada santri karena dianggap lebih kaya.
Narasi ini memicu kecaman luas di media sosial. Banyak pihak menilai Trans7 telah melanggar etika jurnalistik dan menyinggung perasaan jutaan santri di seluruh Indonesia.
PBNU menuntut Trans7 dan induk perusahaannya, Trans Corporation, segera meminta maaf secara terbuka dan melakukan perbaikan atas kerusakan yang telah ditimbulkan.
> “Kami menuntut Trans7 dan Trans Corporation membuat langkah nyata dan jelas untuk memperbaiki kerusakan yang sudah ditimbulkan akibat tayangan tersebut,” tegas Gus Yahya, seperti dikutip dari VIVA.co.id.
Sementara itu, reaksi keras juga datang dari kalangan pesantren. Sejumlah santri dan alumni dari berbagai daerah, termasuk Lirboyo, mendesak DPR dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan meninjau ulang regulasi penyiaran.
Tak hanya itu, aksi protes pun muncul di beberapa kota. Santri dilaporkan mendatangi Transmart Jember dan Trans Studio Bandung sebagai bentuk kekecewaan atas tayangan yang dianggap menghina para kiai dan lembaga pendidikan Islam tersebut.(Wely)