JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara –22-November-2025 Operasi Zebra Candi 2025 resmi digelar di seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 November 2025 ini, menyasar peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kasat Lantas Polres Jepara AKP Rahandani Gusti Pradana Saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews via WhatsApp Sabtu 22/11/2025 menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini mengusung tujuan utama untuk menurunkan jumlah pelanggaran, kecelakaan, serta fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu, operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara di jalan raya.
“Operasi Zebra tahun ini kami laksanakan untuk mewujudkan Kamseltibcar yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pengguna jalan, terutama menjelang momentum Natal dan Tahun Baru,” ujar Kasat Lantas.
Pelanggaran Terbanyak: Helm, Rambu, dan Knalpot Brong
Berdasarkan analisa dan evaluasi selama enam hari pelaksanaan, pelanggaran yang paling banyak ditemukan di lapangan antara lain:
Pengendara tidak menggunakan helm,
Pelanggaran rambu-rambu lalu lintas,
Penggunaan knalpot tidak sesuai standar atau knalpot brong.
Tiga jenis pelanggaran tersebut menjadi fokus penindakan lantaran berkontribusi pada meningkatnya potensi kecelakaan dan keresahan masyarakat.
Edukasi Lebih Diutamakan Dibanding Penindakan
Meski demikian, Kasat Lantas menegaskan bahwa Operasi Zebra 2025 tidak semata-mata menonjolkan penindakan. Polres Jepara justru lebih mengedepankan langkah pembinaan dan pencegahan.
“Operasi ini kami fokuskan pada edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu, kami optimalkan kegiatan preventif seperti pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat sejak dini sehingga pelanggaran dapat ditekan tanpa harus selalu bergantung pada penindakan.
Tujuan Utama: Keselamatan Masyarakat
Kasat Lantas menekankan bahwa inti dari Operasi Zebra adalah keselamatan. Masyarakat diharapkan lebih sadar bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban, namun juga kebutuhan demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Dengan semakin tingginya kesadaran, kita bisa menekan angka kecelakaan dan kerugian materiil maupun jiwa,” tambahnya.
Harapan untuk Masyarakat Jepara
Menutup penjelasannya, Kasat Lantas Jepara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib selama operasi berlangsung.
“Kamseltibcar yang aman dan kondusif hanya bisa terwujud apabila ada sinergi antara Polantas, stakeholder, dan masyarakat. Mari kita jadikan keselamatan berkendara sebagai kebutuhan, dan bersama-sama menjadikan Kabupaten Jepara kota yang aman dan selamat,” ujar kasat lantas jepara AKP Rahandi Gusti Pradana.
(Wely-jateng)