SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM- Hidup serba kekurangan masih dirasakan Rosad (56), warga Kampung Cimenteng, Desa Bunwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Bersama keluarganya, ia terpaksa tinggal di rumah tak layak huni yang rawan ambruk dan selalu kebanjiran saat hujan deras.
Kondisi Rosad kian berat sejak ia divonis menderita diabetes sehingga tak lagi mampu bekerja mencari nafkah. Praktis, keluarganya hanya bisa bertahan dari bantuan sosial PKH dan belas kasih warga sekitar.
“Benar, rumahnya sangat memprihatinkan. Rosad memang penerima PKH, tapi tetap saja belum cukup,” kata Hendi, tetangga dekatnya.
Prihatin dengan keadaan itu, pemerhati sosial Dedi Kurniadi tengah menggalang donasi untuk membantu perbaikan rumah Rosad. “Saya berharap pemerintah daerah hingga pusat ikut turun tangan, agar keluarga ini bisa hidup lebih layak,” ujarnya.
Lebih ironis, rumah yang ditinggali Rosad sejatinya bukan hanya sekadar tempat berteduh, tetapi kini justru menjadi ancaman keselamatan. Atap bocor, dinding lapuk, dan kondisi lantai yang tidak rata membuat setiap hujan turun selalu disertai rasa was-was.
Situasi ini bukan hanya masalah satu keluarga, melainkan cermin dari masih lemahnya perhatian terhadap warga miskin di pelosok. Banyak dari mereka yang harus berjuang sendiri, meski sebenarnya negara menjamin hak tempat tinggal yang layak bagi seluruh rakyat.
Cerita Rosad seharusnya bisa mengetuk hati banyak pihak. Sudah saatnya masyarakat, pemerintah, dan para dermawan bergandeng tangan, agar kisah menyayat hati seperti ini tidak terus terulang di bumi Sukabumi maupun di daerah lain. (Dicky)