SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan kebersihan lingkungan dan minimnya penerangan jalan umum (PJU) menjadi aspirasi yang mengemuka dalam kegiatan reses persidangan ke-1 anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Golkar, Suhud Jaya Kusumah, di Ciaul Gang Mahmud RT 2 RW 5, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (1/11).
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah daerah. Selain meminta penambahan PJU di kawasan gang dan permukiman, masyarakat juga menyoroti pengelolaan sampah serta kondisi tiang listrik yang dilaporkan mengeluarkan suara mendengung ketika hujan.
Suhud mengatakan, berbagai aspirasi tersebut menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui koordinasi dengan instansi terkait. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman harus menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satu persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan kebutuhan penerangan jalan. Keberadaan PJU dinilai penting, terutama di kawasan permukiman yang membutuhkan pencahayaan memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang tidak dikenal.
“Dengan penerangan yang memadai dapat mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan berlalu-lalang di lingkungan warga,” kata Suhud.
Selain PJU, persoalan sampah juga menjadi perhatian dalam kegiatan reses tersebut. Pengelolaan sampah yang baik diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah persoalan yang sama terus berulang di tengah masyarakat, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.
Suhud menegaskan, aspirasi yang disampaikan warga akan diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
Ia berharap kebutuhan masyarakat tidak berhenti sebatas usulan, tetapi dapat berlanjut pada upaya penyelesaian yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Keluhan mengenai tiang listrik yang mengeluarkan suara mendengung saat hujan juga menjadi perhatian tersendiri. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan keamanan instalasi kelistrikan di lingkungan permukiman.
“Persoalan PJU akan disampaikan kepada Dinas Perhubungan, sedangkan keluhan mengenai tiang listrik akan dikoordinasikan dengan pihak PLN untuk mendapatkan penanganan sesuai kewenangan DPUTR,” ujarnya.
Menurut Suhud, koordinasi dengan instansi terkait menjadi langkah penting agar setiap persoalan memperoleh penanganan yang tepat. Ia berharap kebutuhan penerangan jalan, pengelolaan sampah, dan keamanan kelistrikan di wilayah Cisarua dapat menjadi perhatian sehingga kondisi lingkungan masyarakat semakin baik.
Terkait tindak lanjut aspirasi dari reses sebelumnya, Suhud menjelaskan bahwa sebagian usulan masyarakat telah terealisasi. Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi karena pemerintah daerah harus mempertimbangkan keterbatasan anggaran dan menentukan skala prioritas pembangunan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat secara bersamaan. Meski demikian, ia berharap usulan yang belum terpenuhi tetap mendapat perhatian agar dapat diperjuangkan secara bertahap berdasarkan tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Melalui reses persidangan ke-1 ini, Suhud menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah Cisarua. Aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk mendorong perbaikan pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar di lingkungan permukiman.
Warga pun berharap persoalan yang mereka sampaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga kebutuhan akan lingkungan yang bersih, penerangan jalan yang memadai, serta keamanan instalasi listrik tidak sekadar menjadi catatan dalam forum reses, tetapi benar-benar berujung pada solusi nyata. (Usep)