JEMBER, Bidik-kasusnews.com Dengan penuh kebanggaan dan semangat jiwa korsa, Yonif 509/Balawara Yudha/9/2 Kostrad melaksanakan Tradisi Penerimaan Warga Baru Letkol Inf Apit Yulianto, S.Hub. Int., sebagai Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyambut pemimpin baru sekaligus memperkokoh soliditas dan semangat pengabdian seluruh prajurit Condromowo. Tradisi penerimaan warga baru bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kehormatan, loyalitas, dan ikatan persaudaraan dalam keluarga besar Balawara Yudha. Setiap rangkaian kegiatan mencerminkan nilai-nilai luhur keprajuritan, kedisiplinan, serta tekad untuk senantiasa menjaga kehormatan dan nama baik satuan. Kehadiran Letkol Inf Apit Yulianto, S.Hub. Int. Abituren Akmil 2007 dibumi kota Jember diharapkan semakin memperkuat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta membangkitkan semangat juang prajurit dalam menghadapi setiap tantangan tugas. Dengan jiwa korsa yang kokoh dan semangat pantang menyerah, prajurit Yonif 509/Balawara Yudha siap melanjutkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Momentum ini menjadi awal langkah baru untuk terus mengukir prestasi dan menjaga kehormatan satuan. Balawara Yudha akan selalu berdiri tegak, berjiwa ksatria, dan pantang menyerah dalam setiap medan pengabdian. Condromowo Berhasil Cakra…!! (Agus)

HSU – Bidik-kasusnews.com            Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kali ini, Polsek Babirik melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di lahan pertanian milik kelompok tani Berkat Setia, Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (1/11/2026). Kegiatan monitoring yang dimulai sekitar pukul 09.10 WITA tersebut bertujuan memantau secara langsung pertumbuhan tanaman jagung sekaligus memastikan program swasembada pangan berjalan dengan baik di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Berdasarkan hasil pemantauan, lahan pertanian seluas 3 hektare milik Bahri yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Berkat Setia itu ditanami jagung pakan sejak 21 Juli 2026. Tanaman jagung yang kini memasuki usia 103 hari setelah tanam (HST) tersebut memiliki tinggi rata-rata sekitar 182 sentimeter. Dengan kondisi pertumbuhan tersebut, masa panen diperkirakan berlangsung pada 21 November 2026. Dalam kegiatan budidaya tersebut, kelompok tani menggunakan benih jagung varietas Bisi 18 sebanyak 75 kilogram atau 75 bungkus. Sementara itu, pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara 16.16.16, dengan herbisida Basmilang untuk mendukung perawatan tanaman. Adapun proses pengolahan dan pemeliharaan lahan masih menggunakan peralatan manual. Monitoring ini menjadi salah satu bentuk perhatian Polri terhadap perkembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakan ternak. Melalui kegiatan pemantauan secara berkala, diharapkan kendala yang mungkin dihadapi petani dapat diketahui lebih awal sehingga perkembangan tanaman hingga masa panen dapat berjalan optimal. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat juga merupakan wujud sinergi dalam mendukung para petani serta memperkuat program pemerintah menuju swasembada pangan tahun 2026. Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Babirik terus mendorong terjalinnya kerja sama antara kepolisian dan kelompok tani guna mendukung pertanian yang produktif serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM          Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pemantauan perkembangan program swasembada jagung sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 11.30 WITA, personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan swasembada jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh AIPDA Dwi Hartono, BRIPKA Sugeng Ari Wibowo, BRIPKA Roy Hermawan, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat serta alat komunikasi HT untuk menunjang kelancaran tugas di lapangan. Monitoring ini bertujuan memantau perkembangan lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah sekaligus memastikan informasi terkait kondisi pertanian dapat disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pemantauan dan evaluasi. Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendorong kemandirian pangan melalui peningkatan produksi dalam negeri, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dan pakan ternak. Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan, sekaligus memperkuat koordinasi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian. Berdasarkan laporan kegiatan, monitoring berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan program swasembada pangan tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Polsek Amuntai Tengah diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan serta mendorong terwujudnya kemandirian pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Agus)

Jakarta Utara, Bidik-kasusnews.com    Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Muara Angke Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Aiptu Moh. Sutiyono, melaksanakan kegiatan sambang dan kunjungan kepada warga di RT 06/RW 01, Pelabuhan Muara Angke. (01/11/2026). Kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya gangguan keamanan. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Moh. Sutiyono menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas kepada warga, antara lain agar meningkatkan pengawasan lingkungan guna mengantisipasi aksi pencurian. “Kami mengimbau kepada warga untuk tetap melakukan kontrol dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas, termasuk pencurian,” ujar Aiptu Moh. Sutiyono. Selain itu, warga juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kerukunan, kekompakan, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui musyawarah dan mufakat. “Apabila terjadi permasalahan di lingkungan, mari kita selesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Jangan melakukan tindakan main hakim sendiri,” imbaunya. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi minuman keras serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkoba. Warga diminta turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Tidak hanya itu, kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan juga menjadi perhatian dalam kegiatan sambang tersebut. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang mencurigakan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak kejahatan. “Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga wilayah Muara Angke agar tetap aman dan kondusif,” kata Aiptu Moh. Sutiyono. Kepolisian juga mengingatkan warga bahwa apabila terjadi gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110, mendatangi kantor polisi terdekat, maupun berkoordinasi langsung dengan Bhabinkamtibmas setempat. Kegiatan sambang berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta meningkatkan sinergi antara kepolisian dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. (Agus)

KUNINGAN – Bidik-kasusnews.com Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengintensifkan sosialisasi dan himbauan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada masyarakat. Upaya edukatif dan preventif ini digelar dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di berbagai titik strategis di wilayah hukum Kabupaten Kuningan, meliputi pusat keramaian, pangkalan transportasi umum, perempatan lampu merah, hingga menyasar langsung komunitas masyarakat dan sekolah. Petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan membagikan brosur, pamflet himbauan keselamatan, serta memberikan penyuluhan langsung mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Kapolres Kuningan menyampaikan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 berfokus pada upaya persuasif, edukatif, dan humanis guna menekan angka fatalitas kecelakaan serta meningkatkan kesadaran pengendara. Penindakan hukum, baik secara tilang elektronik (ETLE) maupun teguran simpatik, difokuskan pada sejumlah pelanggaran prioritas yang kerap menjadi pemicu utama kecelakaan. *Sasaran prioritas dalam operasi ini antara lain:* • Pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara. • Pengemudi atau pengendara di bawah umur. • Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang. • Pengendara dan penumpang sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar SNI. • Pengemudi roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengamanan (safety belt). • Pengendara yang melawan arus lalu lintas. • Berkendara di bawah pengaruh alkohol atau zat terlarang. • Melampaui batas kecepatan yang ditentukan. • Penggunaan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi teknis (knalpot brong/bising). Melalui momentum Operasi Patuh Lodaya 2026, Polres Kuningan mengajak seluruh lapisan warga Kuningan untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban karena adanya petugas di lapangan. Disiplin berkendara yang dimulai dari diri sendiri merupakan langkah paling efektif untuk melindungi diri dan pengguna jalan lainnya. (Asep Rusliman)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Persoalan perubahan desil kesejahteraan masyarakat dan keterbatasan fasilitas penunjang pekerjaan kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi dua aspirasi yang mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Golkar, Agus Rachman, saat menggelar reses Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2026–2027, Minggu (1/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Agus mengungkapkan bahwa kebutuhan fasilitas Posyandu menjadi salah satu persoalan yang disampaikan masyarakat. Ketersediaan sarana kerja dinilai penting seiring dengan semakin luasnya tugas dan tanggung jawab kader dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pekerjaan kader Posyandu kini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pelayanan di lapangan, tetapi juga mencakup urusan administrasi dan pelaporan. Kondisi tersebut membuat dukungan peralatan kerja menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan. “Untuk sementara, yang mereka butuhkan masalah fasilitas. Sekarang tugas Posyandu lebih dari tugas RW, sehingga mereka memerlukan alat untuk pelaporan, antara lain laptop dan printer,” ungkap Agus. Ia menilai, ketersediaan laptop dan printer dapat membantu kader menyelesaikan pekerjaan administrasi sekaligus memperlancar penyusunan laporan kegiatan. Karena itu, kebutuhan tersebut diharapkan masuk dalam perhatian pemerintah daerah agar aktivitas Posyandu dapat berjalan lebih optimal. Meski demikian, Agus menyadari bahwa pemenuhan fasilitas tersebut harus mempertimbangkan kondisi keuangan daerah. Menurutnya, pengadaan sarana penunjang pekerjaan perlu direncanakan secara bertahap dengan memperhatikan skala prioritas dan kemampuan anggaran yang tersedia. “Ya, kebutuhan mereka terpenuhi secara bertahap, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya. Selain menyoroti fasilitas Posyandu, Agus juga buka suara mengenai keluhan masyarakat terkait perubahan desil kesejahteraan yang berkaitan dengan kepesertaan dan pelayanan kesehatan BPJS. Persoalan ini menjadi perhatian karena perubahan kategori kesejahteraan dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab status mereka mengalami kenaikan ataupun penurunan. Agus menilai, pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pendataan dan indikator penentuan desil perlu diperjelas. Informasi yang transparan mengenai dasar penetapan kategori kesejahteraan dinilai penting agar masyarakat memahami alasan di balik perubahan status yang dialaminya. Ia juga menaruh perhatian pada pesan yang disampaikan perwakilan Kementerian Sosial dalam pembahasan tersebut mengenai pentingnya menjaga kesehatan masyarakat. Hal itu menjadi pengingat bahwa persoalan pendataan kesejahteraan dan akses terhadap pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian serius. Menurut Agus, aspirasi mengenai fasilitas Posyandu maupun perubahan desil merupakan masukan yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait. Pemenuhan kebutuhan sarana kerja harus diupayakan sesuai kemampuan keuangan daerah, sementara persoalan perubahan desil memerlukan penjelasan yang memadai agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas. Melalui kegiatan reses ini, ia berharap berbagai kebutuhan dan keluhan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas. Dengan begitu, aspirasi yang dihimpun tidak sekadar menjadi catatan, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Sukabumi. (Aher)

CIREBON – Bidik-kasusnews.com Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon. Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung. Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern. Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon. “Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif,” ungkapnya. Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar. Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon. (Asep Rusliman)

CIREBON, Bidik-kasusnews.com Wujudkan kehadiran Polri yang humanis dan semakin dekat dengan masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama jemaat Gereja Pantekosta Di Indonesia (GPDI), Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolresta Cirebon tersebut menjadi salah satu upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya jemaat Nasrani, sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon didampingi Kabag Ops Polresta Cirebon Kompol Sutarja, S.H., M.H., Kasat Intelkam Kompol Erwinsyah Putra Rambe, S.H., M.M., Kapolsek Klangenan Iptu Diding, S.H., M.H., serta personel Polresta Cirebon. Melalui kegiatan Minggu Kasih, Kapolresta Cirebon berinteraksi langsung dengan jemaat untuk mendengarkan aspirasi, masukan, keluhan, serta berbagai harapan masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan tempat tinggal maupun tempat ibadah. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa Polri hadir untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan. Oleh karena itu, komunikasi dan silaturahmi harus terus dibangun sebagai fondasi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Menurutnya, menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama merupakan tanggung jawab bersama. Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang memberikan rasa aman, membangun kepercayaan, serta menghadirkan pelayanan yang humanis. “Kami ingin memastikan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat dan terbuka untuk mendengarkan setiap aspirasi maupun permasalahan yang disampaikan. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk mempererat persaudaraan. Justru melalui kebersamaan dan saling menghormati, kita dapat menjaga kerukunan serta menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” ujar Kombes Pol. Imara Utama. Kapolresta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga toleransi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan berpotensi mengganggu persatuan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan Minggu Kasih secara serentak oleh para Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah yang terdapat gereja. Langkah ini merupakan bentuk konsistensi Polresta Cirebon dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk memastikan umat Nasrani dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang harmonis, penuh toleransi, serta terjaga dari berbagai potensi gangguan kamtibmas. Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan laporan terkait gangguan keamanan dapat menghubungi layanan Hotline Polri 110 yang siap menjadi sarana pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian. Dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang humanis, Polresta Cirebon terus berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah serta menghadirkan Polri yang dekat, responsif, dan selalu hadir untuk masyarakat. (Asep Rusliman)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com      Dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas), Polres Pelabuhan Tanjung Priok Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) secara mobile di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang tersebut dipimpin oleh IPTU Arif Widodo, S.H., selaku Perwira Pengawas (Pawas), yang menjabat sebagai Kasubbagbekpal Baglog Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dengan melibatkan 14 personel gabungan serta didukung lima unit kendaraan dinas roda empat (KR4) Polri. Patroli menyasar sejumlah titik strategis dan objek vital di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, meliputi PLTU Indonesia Power, Pelabuhan Inggom, Pelabuhan Nusantara 001, Terminal Penumpang Nusantara Pura, hingga Jalan Raya Pelabuhan. Dalam pelaksanaannya, personel patroli melakukan dialogis dan menyampaikan imbauan kamtibmas kepada petugas keamanan (security) serta para pekerja di Pelabuhan Nusantara 001. Mereka diingatkan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada malam hari, melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap tamu dan kendaraan, serta menghindari pelaksanaan tugas seorang diri. Petugas juga mengimbau agar setiap permasalahan di lingkungan kerja diselesaikan dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila ditemukan adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, personel melaksanakan monitoring aktivitas masyarakat di Terminal Penumpang Nusantara Pura. Kepada calon penumpang dan pengguna jasa pelabuhan, petugas mengingatkan agar selalu menjaga barang bawaan serta membeli tiket kapal Pelni maupun kapal Roro melalui agen atau loket resmi guna menghindari penipuan. Pemantauan juga dilakukan di sepanjang Jalan Raya Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun hambatan lalu lintas, sekaligus memastikan kelancaran aktivitas kendaraan yang keluar dan masuk kawasan pelabuhan. IPTU Arif Widodo, S.H., selaku pimpinan kegiatan, menyampaikan bahwa patroli cipta kondisi merupakan salah satu upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di kawasan pelabuhan yang memiliki aktivitas operasional sepanjang waktu. “Melalui kegiatan patroli ini, kami berupaya memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, meningkatkan kewaspadaan masyarakat maupun petugas keamanan, serta mengantisipasi sedini mungkin potensi terjadinya gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya. Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan langkah-langkah preventif sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pekerja, pengguna jasa, serta seluruh masyarakat di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com      Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui personel Polsek Kawasan Sunda Kelapa melaksanakan kegiatan pelayanan dan pengamanan akses wisatawan menuju Kepulauan Seribu melalui Dermaga Dishub Kali Adem, Pelabuhan Muara Angke, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kanit Lantas Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Aguk, dengan melibatkan lima personel. Pengamanan dan pelayanan dilakukan untuk memastikan aktivitas keberangkatan wisatawan berjalan tertib, aman, dan lancar. Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengaturan arus lalu lintas mulai dari pintu masuk kawasan Pelabuhan Muara Angke hingga Dermaga Dishub Kali Adem. Selain itu, petugas juga memberikan pelayanan serta melakukan pengawasan terhadap tiket dan barang bawaan wisatawan sebelum memasuki area dermaga. Tidak hanya berfokus pada kelancaran arus keberangkatan, personel kepolisian juga mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Aipda Amin Tapis memberikan imbauan kepada para wisatawan agar selalu menggunakan jaket keselamatan (life jacket) selama perjalanan, memperhatikan dan mengawasi anak-anak, serta tidak merokok di dalam maupun di atas kapal. Petugas juga mengingatkan para wisatawan agar senantiasa mematuhi ketentuan keselamatan selama perjalanan laut demi terciptanya perjalanan yang aman hingga tiba di tempat tujuan. “Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju Kepulauan Seribu, menggunakan life jacket, serta memastikan anak-anak tetap dalam pengawasan orang tua atau pendamping,” ujar Aipda Amin Tapis saat memberikan imbauan kepada wisatawan. Selain kepada wisatawan, imbauan keselamatan juga disampaikan kepada nahkoda dan kru kapal. Petugas mengingatkan agar seluruh perlengkapan keselamatan diperiksa sebelum keberangkatan serta memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal yang telah ditentukan. Sementara itu, Iptu Aguk bersama Aipda Wahyu turut membantu para wisatawan saat menaiki kapal guna memastikan proses keberangkatan berlangsung tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini, Polsek Kawasan Sunda Kelapa menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para wisatawan yang akan berlibur menuju Kepulauan Seribu. Kehadiran personel kepolisian di kawasan dermaga diharapkan dapat meningkatkan rasa aman, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta memastikan kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan Pelabuhan Muara Angke. (Agus)