JATENG:Bidik-Kasus.com
Jepara – Ribuan masyarakat Jepara tumpah ruah di sepanjang Jalan Kartini hingga kompleks Pemakaman Mantingan, Rabu (9/4/2025), untuk menyaksikan Kirab Budaya dan prosesi Buka Luwur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara. Acara tahunan yang sarat makna budaya dan spiritual ini berlangsung khidmat dan meriah.
Kirab dimulai dari Pendapa Kartini Jepara dengan pementasan sendratari Ratu Kalinyamat, yang menggambarkan semangat kepahlawanan tokoh perempuan legendaris Jepara. Setelah pertunjukan, kain luwur secara simbolis diserahkan kepada Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, untuk kemudian diarak menuju Balai Desa Mantingan dan diserahkan kepada Camat Tahunan serta Petinggi Desa Mantingan.
Prosesi ini menjadi pembuka tradisi Buka Luwur di kompleks Pemakaman Masjid Mantingan, yang meliputi makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin, dan tiga tokoh lainnya. Sepanjang perjalanan kirab, perhatian masyarakat tertuju pada sosok Ratu Kalinyamat yang diperankan oleh Fatika Jovanka Syachtira (21) yang menaiki kereta kuda, menambah nuansa historis dan sakral dalam peringatan ini.
Mas Wiwit menyampaikan bahwa prosesi Buka Luwur merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus doa untuk keberkahan dan kemajuan daerah. “Ini adalah bentuk menghargai leluhur. Dengan adanya Buka Luwur, kita membuka ruang dan harapan baru untuk setahun ke depan, dan semoga kita mendapat ridha dari Allah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jepara untuk meneladani perjuangan Ratu Kalinyamat melalui kontribusi positif di masa kini, seperti pembangunan berkeadilan, peningkatan pendidikan, dan penguatan ekonomi. “Harapan kami, visi misi OTW Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, Religius) bisa segera terealisasi,” tambahnya.
Acara tahunan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan meneguhkan identitas budaya Jepara yang kaya sejarah dan nilai luhur.(Wely-jateng)