JATENG:Bidik-kasusnews.com
Jepara — Dalam upaya memperkuat sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, hadir sebagai narasumber dalam talkshow interaktif di Radio R-Lisa FM Jepara, Selasa (4/11/2025). Talkshow ini mengangkat tema “Pentingnya Kemandirian dan Keterampilan Hidup bagi Warga Binaan”, yang menjadi fokus utama dalam pembinaan di Rutan Jepara.

Selama siaran yang berlangsung sekitar satu jam, suasana perbincangan terasa santai namun penuh makna. Renza menjelaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi lebih kepada pemberdayaan dan perubahan perilaku positif agar mereka siap kembali ke masyarakat.
> “Rutan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan wadah pembelajaran hidup. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Renza.
Menurutnya, Rutan Jepara terus mengembangkan berbagai program pelatihan kerja dan keterampilan, seperti pembuatan kerajinan tangan, pertanian, barista, hingga tata boga. Kegiatan tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak swasta, pemerintah daerah, dan komunitas lokal.
> “Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak agar pembinaan tidak berjalan sendiri. Dengan dukungan masyarakat, pembinaan akan lebih efektif dan hasilnya bisa dirasakan secara luas,” jelasnya.
Selain pembinaan kemandirian, Renza juga menyoroti pentingnya pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Menurutnya, perubahan karakter merupakan fondasi utama agar seseorang mampu menjalani hidup dengan lebih baik setelah bebas.
Talkshow yang disiarkan langsung ini mendapat respon positif dari pendengar. Banyak yang mengapresiasi keterbukaan Rutan Jepara dalam menyampaikan proses pembinaan di balik tembok pemasyarakatan, yang selama ini jarang diketahui publik.
Kepala Rutan Jepara juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung proses reintegrasi sosial mantan warga binaan. Ia menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi lingkungan.
> “Setelah menjalani masa hukuman, mereka butuh kesempatan kedua. Dukungan masyarakat menjadi kunci agar mereka bisa benar-benar berubah dan berdaya,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberhasilan pembinaan bukan hanya tanggung jawab lembaga pemasyarakatan, tetapi juga hasil dari kerja sama dan empati semua pihak.
Talkshow di Radio R-Lisa FM ini menjadi langkah nyata Rutan Jepara dalam memperkuat komunikasi publik serta menegaskan komitmennya terhadap pembinaan humanis dan berkelanjutan bagi warga binaan.(Wely-jateng)
Sumber:Humas Rutan jepara