SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Inggu Sudeni, mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali peran generasi muda dalam aktivitas kemasjidan.
Melalui pembentukan Pemuda dan Remaja Masjid Citamiang (PRMC), ia mendorong masjid kembali menjadi ruang berkumpul, belajar, berkarya, sekaligus pusat pemberdayaan generasi muda.
Sebagai penggagas sekaligus pendiri PRMC ia mengungkapkan, pembentukan organisasi tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya keterlibatan remaja dalam kegiatan masjid.
Padahal, masjid memiliki potensi besar untuk membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kemandirian anak muda.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan masa sebelumnya, ketika kegiatan keagamaan dan pengajian selepas Magrib ramai diikuti kalangan remaja.
Kini, aktivitas masjid di sejumlah lingkungan lebih banyak diisi kalangan orang tua, sementara keterlibatan generasi muda cenderung menurun.
“Dulu masjid ramai dengan kegiatan anak-anak muda, terutama pengajian setelah Magrib. Sekarang sudah mulai bergeser. Remaja masjid juga semakin berkurang, sementara kegiatan pengajian lebih didominasi bapak-bapak dan ibu-ibu. Kita ingin masjid kembali hidup oleh para remaja,” ujar Inggu.
Berangkat dari kepedulian tersebut, Inggu bersama rekan-rekannya yang aktif di Yayasan Cinta Sedekah menggagas pembentukan PRMC sebagai wadah untuk membangun kembali keterlibatan generasi muda dalam kehidupan masjid.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan remaja masjid yang menjangkau seluruh wilayah Kota Sukabumi.
Untuk tahap awal, kegiatan PRMC dimulai dari Kecamatan Citamiang. Inggu berharap inisiatif tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan gerakan serupa di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi.
“Ini menjadi langkah awal untuk menyusun program dan menggerakkan kembali remaja masjid di tingkat RW. Harapan kita, gerakan ini tidak hanya berkembang di satu kecamatan, tetapi nantinya bisa menjangkau tujuh kecamatan di Kota Sukabumi,” katanya.
Setelah peluncuran PRMC, Inggu bersama jajaran penggagas telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan kegiatan berjalan secara berkelanjutan.
Pada Januari mendatang, pihaknya merencanakan pelantikan pengurus yang akan dilaksanakan di Masjid Pemuda Sejuta Pemuda.
Setelah itu, PRMC akan menjalankan kegiatan rutin setiap bulan dengan melibatkan perwakilan remaja masjid dari berbagai kelurahan.
Model kegiatan tersebut dirancang secara bergilir dari satu masjid ke masjid lainnya. Dengan demikian, para remaja tidak hanya berkumpul di satu lokasi, tetapi juga dapat membangun jaringan, bertukar pengalaman, dan memperluas kolaborasi lintas wilayah.
Kegiatan bulanan itu akan diisi dengan pengajian, aksi bersih-bersih masjid, pelatihan pemberdayaan ekonomi, serta aktivitas lain yang relevan dengan kebutuhan dan minat generasi muda.
Inggu menilai, pembinaan remaja masjid perlu dikembangkan secara lebih luas. Masjid tidak cukup hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah dan pengajian, tetapi juga perlu menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan anak muda, termasuk pengembangan keterampilan, kreativitas, dan potensi ekonomi.
Karena itu, PRMC diarahkan menjadi wadah yang memungkinkan generasi muda terlibat langsung dalam pengelolaan masjid, mengikuti pelatihan, mengembangkan hobi, hingga membangun kegiatan produktif yang bermanfaat bagi lingkungan.
Salah satu target besar yang ingin diwujudkan Inggu adalah penyelenggaraan Jambore Remaja Masjid se-Kota Sukabumi dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi remaja masjid dari seluruh kecamatan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun gerakan kemasjidan yang lebih aktif dan progresif.
Inggu menargetkan jambore tersebut dapat diikuti lebih dari 1.000 peserta. Jumlah itu diharapkan mencerminkan besarnya potensi generasi muda yang dapat dilibatkan dalam pengembangan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan.
“Cita-cita besarnya, dalam satu tahun ke depan kita bisa mengadakan jambore remaja masjid se-Kota Sukabumi. Harapannya, lebih dari 1.000 remaja bisa mengikuti kegiatan tersebut dan program ini nantinya berjalan di setiap kecamatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir dalam suatu kegiatan.
Lebih dari itu, yang ingin dibangun adalah keberlanjutan aktivitas remaja masjid serta tumbuhnya kesadaran generasi muda untuk mengambil peran dalam memakmurkan masjid.
Inggu memiliki pandangan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat peradaban yang dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha.
Menurutnya, tantangan saat ini bukan semata-mata mengajak anak muda datang ke masjid, melainkan menciptakan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman untuk berinteraksi, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya positif.
Melalui PRMC, masjid diharapkan menjadi ruang yang terbuka bagi berbagai aktivitas produktif tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah dan pembinaan keagamaan.
“Jadi, kita ingin masjid menjadi basis pusat peradaban bagi Gen Z dan Gen Alpha ke depan. Anak-anak muda yang sekarang mulai jarang ke masjid diharapkan bisa kembali, karena masjid menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berkumpul dan berkarya,” tuturnya.
Untuk memperkuat langkah tersebut, Inggu juga melibatkan Cecep, penggagas gerakan Cleaner Masjid asal Kota Sukabumi yang disebutnya memiliki hampir dua juta pengikut di media sosial.
Kehadiran Cecep diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat kapasitas pengurus PRMC, terutama dalam aspek manajemen organisasi dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi serta pengembangan kegiatan.
Inggu menyebutkan, Cecep telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pengembangan manajemen dan media sosial PRMC. Ia juga bersedia terlibat sebagai pembina organisasi tersebut.
Dukungan itu dinilai penting agar PRMC tidak hanya berkembang sebagai komunitas berbasis kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik dan kemampuan menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan berbagai rencana tersebut, Inggu berharap pembentukan PRMC menjadi titik awal kebangkitan gerakan remaja masjid di Kota Sukabumi.
Melalui kegiatan rutin, pemberdayaan, pengembangan kreativitas, serta penguatan manajemen organisasi, masjid diharapkan kembali menjadi ruang strategis bagi lahirnya generasi muda yang religius, mandiri, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Usep)