SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Inggu Sudeni, mengambil langkah nyata untuk menghidupkan kembali peran generasi muda dalam aktivitas kemasjidan. Melalui pembentukan Pemuda dan Remaja Masjid Citamiang (PRMC), ia mendorong masjid kembali menjadi ruang berkumpul, belajar, berkarya, sekaligus pusat pemberdayaan generasi muda. Sebagai penggagas sekaligus pendiri PRMC ia mengungkapkan, pembentukan organisasi tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya keterlibatan remaja dalam kegiatan masjid. Padahal, masjid memiliki potensi besar untuk membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kemandirian anak muda. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan masa sebelumnya, ketika kegiatan keagamaan dan pengajian selepas Magrib ramai diikuti kalangan remaja. Kini, aktivitas masjid di sejumlah lingkungan lebih banyak diisi kalangan orang tua, sementara keterlibatan generasi muda cenderung menurun. “Dulu masjid ramai dengan kegiatan anak-anak muda, terutama pengajian setelah Magrib. Sekarang sudah mulai bergeser. Remaja masjid juga semakin berkurang, sementara kegiatan pengajian lebih didominasi bapak-bapak dan ibu-ibu. Kita ingin masjid kembali hidup oleh para remaja,” ujar Inggu. Berangkat dari kepedulian tersebut, Inggu bersama rekan-rekannya yang aktif di Yayasan Cinta Sedekah menggagas pembentukan PRMC sebagai wadah untuk membangun kembali keterlibatan generasi muda dalam kehidupan masjid. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan remaja masjid yang menjangkau seluruh wilayah Kota Sukabumi. Untuk tahap awal, kegiatan PRMC dimulai dari Kecamatan Citamiang. Inggu berharap inisiatif tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan gerakan serupa di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi. “Ini menjadi langkah awal untuk menyusun program dan menggerakkan kembali remaja masjid di tingkat RW. Harapan kita, gerakan ini tidak hanya berkembang di satu kecamatan, tetapi nantinya bisa menjangkau tujuh kecamatan di Kota Sukabumi,” katanya. Setelah peluncuran PRMC, Inggu bersama jajaran penggagas telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi sekaligus memastikan kegiatan berjalan secara berkelanjutan. Pada Januari mendatang, pihaknya merencanakan pelantikan pengurus yang akan dilaksanakan di Masjid Pemuda Sejuta Pemuda. Setelah itu, PRMC akan menjalankan kegiatan rutin setiap bulan dengan melibatkan perwakilan remaja masjid dari berbagai kelurahan. Model kegiatan tersebut dirancang secara bergilir dari satu masjid ke masjid lainnya. Dengan demikian, para remaja tidak hanya berkumpul di satu lokasi, tetapi juga dapat membangun jaringan, bertukar pengalaman, dan memperluas kolaborasi lintas wilayah. Kegiatan bulanan itu akan diisi dengan pengajian, aksi bersih-bersih masjid, pelatihan pemberdayaan ekonomi, serta aktivitas lain yang relevan dengan kebutuhan dan minat generasi muda. Inggu menilai, pembinaan remaja masjid perlu dikembangkan secara lebih luas. Masjid tidak cukup hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah dan pengajian, tetapi juga perlu menghadirkan ruang pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan anak muda, termasuk pengembangan keterampilan, kreativitas, dan potensi ekonomi. Karena itu, PRMC diarahkan menjadi wadah yang memungkinkan generasi muda terlibat langsung dalam pengelolaan masjid, mengikuti pelatihan, mengembangkan hobi, hingga membangun kegiatan produktif yang bermanfaat bagi lingkungan. Salah satu target besar yang ingin diwujudkan Inggu adalah penyelenggaraan Jambore Remaja Masjid se-Kota Sukabumi dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi bagi remaja masjid dari seluruh kecamatan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun gerakan kemasjidan yang lebih aktif dan progresif. Inggu menargetkan jambore tersebut dapat diikuti lebih dari 1.000 peserta. Jumlah itu diharapkan mencerminkan besarnya potensi generasi muda yang dapat dilibatkan dalam pengembangan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan. “Cita-cita besarnya, dalam satu tahun ke depan kita bisa mengadakan jambore remaja masjid se-Kota Sukabumi. Harapannya, lebih dari 1.000 remaja bisa mengikuti kegiatan tersebut dan program ini nantinya berjalan di setiap kecamatan,” ungkapnya. Ia menegaskan, keberhasilan gerakan tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir dalam suatu kegiatan. Lebih dari itu, yang ingin dibangun adalah keberlanjutan aktivitas remaja masjid serta tumbuhnya kesadaran generasi muda untuk mengambil peran dalam memakmurkan masjid. Inggu memiliki pandangan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat peradaban yang dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha. Menurutnya, tantangan saat ini bukan semata-mata mengajak anak muda datang ke masjid, melainkan menciptakan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman untuk berinteraksi, mengembangkan kemampuan, dan menghasilkan karya positif. Melalui PRMC, masjid diharapkan menjadi ruang yang terbuka bagi berbagai aktivitas produktif tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah dan pembinaan keagamaan. “Jadi, kita ingin masjid menjadi basis pusat peradaban bagi Gen Z dan Gen Alpha ke depan. Anak-anak muda yang sekarang mulai jarang ke masjid diharapkan bisa kembali, karena masjid menjadi tempat yang nyaman bagi mereka untuk berkumpul dan berkarya,” tuturnya. Untuk memperkuat langkah tersebut, Inggu juga melibatkan Cecep, penggagas gerakan Cleaner Masjid asal Kota Sukabumi yang disebutnya memiliki hampir dua juta pengikut di media sosial. Kehadiran Cecep diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus memperkuat kapasitas pengurus PRMC, terutama dalam aspek manajemen organisasi dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi serta pengembangan kegiatan. Inggu menyebutkan, Cecep telah menyatakan kesediaannya untuk membantu pengembangan manajemen dan media sosial PRMC. Ia juga bersedia terlibat sebagai pembina organisasi tersebut. Dukungan itu dinilai penting agar PRMC tidak hanya berkembang sebagai komunitas berbasis kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki tata kelola yang baik dan kemampuan menjangkau generasi muda melalui pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan berbagai rencana tersebut, Inggu berharap pembentukan PRMC menjadi titik awal kebangkitan gerakan remaja masjid di Kota Sukabumi. Melalui kegiatan rutin, pemberdayaan, pengembangan kreativitas, serta penguatan manajemen organisasi, masjid diharapkan kembali menjadi ruang strategis bagi lahirnya generasi muda yang religius, mandiri, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Usep)

CIREBON, Bidik-kasusnews.com Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Raudlah, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolresta Cirebon hadir langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman dan nyaman. Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa Shalat Subuh Keliling bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Imara. Ia juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Kapolresta Cirebon juga berharap komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dapat terus terjalin sehingga setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi sejak dini. Sebagai bentuk konsistensi dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum Polresta Cirebon. Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon terus mengedepankan pendekatan religius dan humanis sebagai bagian dari upaya memelihara kamtibmas, memperkuat persatuan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan kondusif. (Asep Rusliman)

Cirebon Kota, Bidik-kasusnews.com Atmosfer peringatan Hari Jadi Humas Polri yang ke-75 pada Jumat, 30 Oktober 2026, terasa istimewa di Mapolres Cirebon Kota. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, institusi kehumasan Polri kembali menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan publik. Kapolres Cirebon Kota, AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., bersama Wakapolres Kompol Ari Nugroho, S.I.K., M.Si., serta seluruh pejabat utama dan staf jajaran, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Humas Polri selama tiga perempat abad mengabdi. Dalam sambutannya, AKBP Bimantoro menyoroti relevansi tema Polisi Bersama Masyarakat”yang diusung tahun ini. Menurut mantan perwira muda yang dikenal visioner ini, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan manifestasi dari pola pikir collaborative policing di tahun 2026. “Tujuh puluh lima tahun adalah usia yang matang. Humas Polri hari ini bukan lagi sekadar penyampai informasi satu arah, melainkan mitra dialogis bagi masyarakat. Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ mengingatkan kita bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi hasil dari kolaborasi yang dibangun melalui komunikasi yang efektif,” ujar AKBP Bimantoro. Tantangan Disinformasi dan Peran Humanis Kapolres juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi Humas Polri di era keterbukaan informasi saat ini. Banjir informasi di media sosial menuntut kecepatan dan ketepatan. Oleh karena itu, peran Humas menjadi krusial sebagai “tameng” bagi masyarakat dari paparan disinformasi dan hoaks yang dapat memecah belah persatuan. “Humas Polri harus terus berkomitmen menjadi sumber informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya. Di tengah riuhnya suara di media sosial, Humas harus hadir sebagai penengah yang menyejukkan, menangkal disinformasi dengan fakta, dan meluruskan persepsi yang keliru,” tambahnya. Lebih jauh, AKBP Bimantoro menekankan pentingnya sentuhan humanis dalam setiap narasi yang dibangun. Pesan-pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) tidak boleh lagi disampaikan dengan bahasa kaku yang berjarak, melainkan dengan pendekatan yang merangkul dan menyentuh hati masyarakat. “Kami berharap Humas Polri semakin profesional namun tetap humanis. Sentuhan kemanusiaan dalam setiap rilis dan kegiatan sosial adalah kunci untuk memenangkan hati masyarakat. Ketika masyarakat merasa dilindungi dan dihargai, maka mereka akan menjadi mata dan telinga polisi di lingkungannya,” tegasnya. Jaga Baik Cirebon Kota Peringatan ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh jajaran Polres Cirebon Kota untuk mendukung kinerja Humas Polri, khususnya di tingkat wilayah. Kapolres mengajak seluruh elemen untuk bersinergi menjaga kondusivitas wilayah. “Sebagai penutup, mari kita wujudkan semangat ini dalam tindakan nyata di wilayah kami. Jaga Baik Cirebon Kota. Mari kita jadikan Cirebon Kota sebagai contoh nyata bagaimana polisi dan masyarakat hidup berdampingan, saling asah, asih, dan asuh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas AKBP Bimantoro. Selamat Hari Jadi ke-75 Humas Polri. Teruslah menjadi jembatan penghubung yang kokoh, pelita di tengah kabur informasi, dan sahabat masyarakat Indonesia. (Asep Rusliman)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com          Sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Masjid Baitir Rochman, Rusun Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok KOMPOL Yudi Permadi, S.S., S.I.K., Kasat Binmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Arif Fadil, S.E., M.M., Waka Polsek Sunda Kelapa AKP Yudi Hermawan, S.H., sejumlah personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa, serta Imam Masjid Baitir Rochman, Ustaz H. Danubi. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya melaksanakan salat Subuh berjamaah, tetapi juga bertindak sebagai imam dan menyampaikan tausiah keagamaan dengan mengangkat tema “Ikhtiar dan Qanaah dalam Kehidupan untuk Meraih Ridha Allah SWT.” Dalam tausiahnya, AKBP Alrasyidin Fajri mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memahami pentingnya ikhtiar atau usaha dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan bahwa setiap manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh, senantiasa memohon petunjuk dan kemudahan kepada Allah SWT, serta bertawakal atas segala hasil yang telah ditetapkan-Nya. “Sesungguhnya manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Oleh karena itu, jangan pernah berhenti berikhtiar. Ada tiga hal yang harus kita lakukan, yaitu memohon petunjuk kepada Allah SWT, memohon kemudahan dalam setiap urusan, dan berserah diri atas segala hasil yang telah ditakdirkan oleh Allah SWT,” tutur Kapolres. Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa ikhtiar hendaknya tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian kehidupan dunia, melainkan juga diarahkan untuk memperoleh ridha Allah SWT dan menjadi bekal kehidupan akhirat. Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan sikap qanaah, yakni merasa cukup atas segala rezeki yang diberikan Allah SWT, selalu bersyukur, dan tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan. “Ada tiga hal yang harus kita tanamkan dalam kehidupan, yaitu rasa cukup, rasa syukur, dan tidak berlebihan. Sebanyak apa pun harta yang kita miliki, apabila tidak diiringi dengan rasa syukur, maka kita tidak akan pernah merasa cukup,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan jamaah agar tidak terus-menerus meratapi kegagalan dan menyesali sesuatu yang telah terjadi. “Janganlah kita terlalu larut dalam kata ‘andai’ untuk meratapi kegagalan atau menyesali sesuatu yang sudah berlalu. Jadikan setiap kejadian sebagai pelajaran, tetap berusaha, memperbaiki diri, dan senantiasa bertawakal kepada Allah SWT,” pesannya. Menurutnya, sikap merasa cukup merupakan salah satu bentuk kekayaan yang sesungguhnya. Dengan membiasakan diri untuk bersyukur, hidup sederhana, dan tidak berlebihan, seseorang akan lebih mudah memperoleh ketenangan serta keberkahan dalam kehidupannya. Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap lingkungan tempat ibadah, dalam kesempatan tersebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok juga menyerahkan bantuan kepada Imam Masjid Baitir Rochman, Ustaz H. Danubi. Kegiatan Subuh Keliling ini merupakan bentuk implementasi program prioritas Kapolri melalui kehadiran langsung pimpinan Polri di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah membangun komunikasi yang harmonis, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Melalui kegiatan ini, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta sinergi yang kuat dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban yang aman, damai, dan kondusif. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami’ Khodamuttaqwa, Pelabuhan Tanjung Priok, (30/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok tidak hanya hadir untuk melaksanakan ibadah salat Jumat bersama masyarakat, tetapi juga bertindak sebagai khatib sekaligus imam salat Jumat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 600 jamaah, turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok KOMPOL Yudi Permadi, S.S., S.I.K., Kabag SDM KOMPOL Supriyadi, S.H., Kasat Binmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H., personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok, serta pengurus dan jamaah Masjid Jami’ Khodamuttaqwa. Dalam khutbahnya, AKBP Alrasyidin Fajri mengangkat tema “Ikhtiar”, yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa berusaha, berdoa, bersyukur, dan bertawakal kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan. Kapolres menyampaikan bahwa setiap manusia harus senantiasa berikhtiar dalam mencapai tujuan hidup, dengan tetap menyadari bahwa segala hasil akhir merupakan ketentuan Allah SWT. “Sesungguhnya manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berusaha, memohon petunjuk dan kemudahan kepada Allah SWT, kemudian berserah diri atas segala hasil yang telah ditetapkan-Nya,” ungkap AKBP Alrasyidin dalam khutbahnya. Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa terdapat tiga hal penting yang harus menjadi pedoman dalam menjalankan ikhtiar, yaitu memohon petunjuk kepada Allah SWT, memohon kemudahan dalam setiap usaha, serta berserah diri atas hasil yang diberikan oleh Allah SWT. Selain membahas ikhtiar, Kapolres juga mengingatkan pentingnya menerapkan sikap qanaah, yakni merasa cukup dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Qanaah bukan berarti berhenti berusaha, melainkan bagaimana kita mampu merasa cukup, senantiasa bersyukur, dan tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan. Sebab, kekayaan sejati bukan hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari hati yang selalu merasa cukup,” tuturnya. Ia juga mengajak jamaah agar tidak larut dalam penyesalan terhadap sesuatu yang telah terjadi, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ikhtiar ke depannya. Usai penyampaian khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah.Setelah salat Jumat selesai, Kapolres bersama rombongan melaksanakan silaturahmi dengan pengurus masjid dan para jamaah sebelum meninggalkan lokasi. Kegiatan Jumat Keliling ini merupakan salah satu bentuk implementasi program prioritas Kapolri melalui kehadiran langsung jajaran kepolisian di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berupaya mempererat hubungan silaturahmi, membangun komunikasi yang harmonis, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya warga di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. (Agus)

BANDUNG – Bidik-kasusnews.com Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., menghadiri undangan kegiatan Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan peresmian tersebut berlangsung di SMA Taruna Bhayangkara Kampus Cimahi dan menjadi momentum penting dalam pengembangan dunia pendidikan, khususnya dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat kebangsaan. Kehadiran Kapolda Jabar dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki integritas, kecerdasan, dan rasa cinta Tanah Air. Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. Melalui lembaga pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara, diharapkan dapat lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, kedisiplinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Lebih lanjut, Polda Jawa Barat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Dengan diresmikannya SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi oleh Presiden Republik Indonesia, diharapkan lembaga pendidikan ini dapat semakin berkontribusi dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang berwawasan kebangsaan, berintegritas, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju. (Asep Rusliman)

CIREBON, Bidik-kasusnews.com Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., terus memperkuat kedekatan antara Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling. Kali ini, Kapolresta hadir langsung di Masjid Jami Al Makmur, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi dengan para ulama, tokoh agama, serta masyarakat. Kehadiran Kapolresta bersama jajaran juga menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolresta Cirebon didampingi Kabag Ren Kompol Acep Anda, S.H., M.H., Kasat Lantas AKP Yudha Satyo Rahardjo, S.T.K., S.I.K., M.H., Kapolsek Astanajapura AKP Suwito, S.H., Kasi Propam IPTU Hari Wardoyo, Kasi Humas IPDA Toga Marolop, S.Sos., CPHR., serta sejumlah perwira dan anggota Polresta Cirebon. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ketua DKM Masjid Jami Al Makmur, Kuwu Desa Mertapada Kulon, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat. Usai menunaikan Sholat Jumat berjamaah, Kombes Pol. Imara Utama melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi bersama Ketua DKM dan tokoh masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban tersebut, Kapolresta berdialog sekaligus memperkuat komunikasi dengan elemen masyarakat sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan, kepedulian, dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. “Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui komunikasi, kebersamaan, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat menjaga lingkungan tetap aman, damai, dan kondusif,” ungkapnya. Menurutnya, kedekatan antara Polri dengan ulama, tokoh agama, dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan penting dalam membangun situasi kamtibmas yang harmonis. Karena itu, Polresta Cirebon akan terus mengedepankan langkah preventif dan pendekatan persuasif melalui kegiatan keagamaan, silaturahmi, serta komunikasi langsung dengan masyarakat. Kegiatan Sholat Jumat Keliling ini sekaligus menjadi implementasi semangat Jawa Barat Aman, yakni membangun keamanan melalui kebersamaan dan sinergi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya dilaksanakan oleh Kapolresta, kegiatan Sholat Jumat Keliling tersebut juga digelar secara serentak oleh para pejabat utama (PJU) dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum masing-masing. Melalui kegiatan tersebut, Polresta Cirebon berharap terbangun hubungan yang semakin erat antara kepolisian, ulama, dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan yang aman, sejuk, harmonis, serta kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon. (Asep Rusliman)

MAJALENGKA, Bidik-kasusnews.com Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 Humas Polri Polres Majalengka diperingati dengan suasana keakraban antara jajaran Polres Majalengka dan insan media Pokja Polres Majalengka yang ditandai dengan syukuran bersama, silaturahmi dan sinergitas yang bertempat di Cafe 99 Cibatu Kecamatan Majalengka pada Jumat siang, (30/10/26), diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Majalengka. Dalam sambutannya, Kasi Humas Polres Majalengka AKP Yayan Suripna mengucap syukur ke hadirat Allah Swt karena bisa berkumpul bersilaturahmi dalam rangka peringatan Hut Humas Polri yang ke 75 Polres Majalengka pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2026 dengan penuh keakraban. “Adapun untuk tema Hut Humas Polri kali ini yakni polisi bersama nasyarakat, menjaga reputasi Polri. Ucapan terimakasih kepada Bapak Kapolres dan rekan rekan jurnalis yang ada di Kelompok Kerja (Pokja) Polres Majalengka atas kehadirannya, atas waktu yang diberikan kepada kami, ‘ ujar Kasi Humas, AKP Yayan. Sambungnya, mengucapkan terimakasih kepada awak media sejak tanggal 1 Januari 2026 bertugas di Humas Polres Majalengka , awak media sudah membersamai dalam pemberitaan Polres Majalengka baik kegiatan Kapolres, jajaran PJU dan lainnya di Polres Majalengka. “Awak media sebagai pelayanan publik atau yang memberikan informasi informasi yang baik kepada masyarakat Kabupaten Majalengka. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan media untuk membantu kehumasan Polres Majalengka. Ke depan semakin erat kebersamaan dalam melayani informasi informasi khususnya yang terkait kegiatan Polres Majalengka, ” pungkasnya. Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman mengatakan bahwa sesuai tema yang diusung, dalam hal ini media memiliki peran yang sangat strategis dan merupakan mitra strategis kerja Polres Majalengka. “Hal hal positif yang Polri lakukan kalau tidak dinaikin di media, maka kinerja polisi tidak akan terlihat. Antara Polri dan media adalah simbiosis mutualisme. Harapannya, kemitraan, persaudaraan yang selama ini terjalin, di momentum ini kami ingin meningkatkan kembali yang namanya soliditas, kekompakan antara Polres Majalengka dan rekan rekan insan media Polres Majalengka,.mari kita tangkal bersama berita berita hoax yang beredar di masyarakat, ” paparnya. (Asep Rusliman)

KUNINGAN-Bidik-kasusnews.com Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan jajaran Polres Kuningan. Kali ini, Polres Kuningan turun langsung membantu masyarakat terdampak bencana angin puting beliung di Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan. Tidak sekadar memberikan bantuan, jajaran kepolisian juga ikut bergotong royong membersihkan puing-puing rumah warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung. Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Polres Kuningan menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan untuk membantu proses perbaikan rumah warga yang terdampak bencana dan pengobatan gratis. Personel kepolisian bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa material bangunan dan puing-puing yang berserakan. “ Jadi kemarin sore terjadi hujan deras yang disertai angin puting beliung hingga menyebabkan rumah warga rusak. Kemarin sore tim awal sudah kami terjunkan. Hari ini kami meninjau langsung ke lokasi. Dan sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat, kami hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah akibat bencana angin puting beliung di Desa Mekarsari. Kami berharap bantuan bahan bangunan ini dapat meringankan beban warga dan membantu mempercepat perbaikan rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama dalam keterangan persnya, Jum’at (30/10/2026) Ia menambahkan, kehadiran personel Polres Kuningan tidak hanya untuk memberikan bantuan material, tetapi juga ikut bergotong royong membersihkan puing-puing rumah warga. “Bagi kami, membantu masyarakat tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan. Kami ingin hadir langsung, bergotong royong dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Semoga warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, serta dapat segera bangkit kembali,” tuturnya. Kehadiran Kapolres bersama jajarannya menjadi gambaran bahwa di tengah musibah, kepedulian tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Di tengah kondisi warga yang sedang menghadapi musibah, kehadiran Kapolres bukan hanya membawa bantuan secara materi, tetapi juga memberikan dukungan moril dan semangat kepada para korban. Kehadiran polisi di Desa Mekarsari menjadi bukti bahwa kepedulian dan kebersamaan merupakan bagian penting dari pengabdian Polri kepada masyarakat, terutama saat warga menghadapi situasi sulit akibat bencana alam. Bencana alam berupa hujan deras yang disertai angin puting beliung menerjang wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, terjadi pada Kamis (29/10/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa dahsyat tersebut mengakibatkan kerusakan pada pemukiman warga. Kepala Desa Mekarsari, Carwan, menjelaskan bahwa kurang lebih sekitar 80 rumah warga di wilayahnya mengalami kerusakan akibat musibah tersebut. Kerusakan tersebar di tiga dusun, dengan kondisi terparah melanda Dusun 1 Kadatuan. Secara keseluruhan, ada sekitar 7 rumah yang mengalami rusak berat dan total sekitar 80 rumah terdampak. (Asep Rusliman)

Tangerang – Bidik-kasusnews.com Kebijakan mutasi dan rotasi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Selasa (27/10/2026) memicu kontroversi. ‎ ‎Gelombang pergeseran jabatan Administrasi (JA), Pengawas (JP), dan Fungsional (JF) tersebut dinilai sarat kejanggalan serta diduga menabrak sejumlah regulasi demi mengakomodasi kedekatan personal, dikutib dari Targetberita.co.id ( Jumat, 30/10/2026). ‎ ‎Dugaan pelanggaran aturan yang paling mencolok terlihat pada pengabaian syarat masa bakti minimum. ‎ ‎Berdasarkan regulasi yang berlaku, mutasi dan rotasi idealnya dilakukan bagi ASN yang telah menduduki jabatan minimal dua tahun hingga maksimal lima tahun. ‎ ‎Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya sejumlah pejabat yang belum genap dua tahun menjabat sudah dirotasi dan dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi. ‎ ‎Sebaliknya, banyak ASN yang telah mengabdi lebih dari dua hingga lima tahun di posisi yang sama justru luput dari penyegaran organisasi dan tidak mendapatkan kesempatan rotasi. ‎ ‎Sorotan tajam juga mengarah pada alih fungsi jabatan fungsional ke struktural yang dinilai tidak akuntabel. ‎ ‎Salah satu kasus yang menjadi perbincangan hangat adalah pengangkatan seorang Guru Ahli Madya dari SMPN 1 Jayanti. ‎ ‎Tanpa rekam jejak struktural yang berjenjang, guru tersebut langsung melesat menduduki posisi strategis sebagai Kepala Pengelola Pendidikan Sekolah Menengah Pertama pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. ‎ ‎Pergeseran jabatan yang kilat ini memicu spekulasi kuat di kalangan internal birokrasi mengenai adanya praktik jual beli jabatan dan nepotisme berbasis kedekatan dengan pemegang kebijakan, bukan berdasarkan sistem meritokrasi. ‎ ‎Begitu juga dengan pengangkatan guru ahli muda SDN Rancailat 02 Kecamatan Kresek yang diangkat menjadi Kepala seksi pembangunan dan rehabilitasi dan pemeliharaan sekolah menengah pertama pada bidang pengelolaan pendidikan sekolah menengah pertama Dinas Pendidikan. ‎ ‎Saat dikonfirmasi kepada Beni Rahmat selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kab. Tangerang melalui pesan singkat WhatsApp dan telpon, redaksi Targetberita.co.id tidak mendapat respon,Jumat (30/10/2026). ‎ ‎Hingga berita ini diturunkan, publik mendesak Inspektorat Kabupaten Tangerang untuk memberikan klarifikasi transparan terkait indikasi pelanggaran aturan dalam pelantikan massal tersebut.(Red) ‎ ‎Sumber : Targetberita.co.id ‎