Izin Belum Rampung, Galian Tanah di Desa Wanayasa Tetap Beroperasi: Ancaman Wartawan dan Bayang Kuasa di Balik Debu

CIREBON — Bidik-Kasusnews.com

Aktivitas galian tanah di Desa Wanayasa, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, kini menjadi sorotan publik. Di tengah proses perizinan yang disebut belum tuntas, kegiatan pengerukan tanah tetap berjalan lancar. Tak hanya persoalan administrasi, aroma intimidasi dan dugaan keterlibatan aparat pun turut membayangi lokasi galian tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika tim media mencoba mengonfirmasi legalitas aktivitas galian, namun justru mendapat perlakuan yang tidak pantas. Seorang pria yang diketahui sebagai RW setempat sekaligus mandor lapangan malah mengeluarkan ucapan bernada ancaman.

“Jangan macam-macam, nanti nggak bisa pulang,” ujarnya dengan nada tinggi kepada wartawan di lokasi.

Ucapan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai transparansi dan etika hukum di balik kegiatan pertambangan tanah yang seharusnya tunduk pada regulasi lingkungan dan perizinan resmi.

Di sisi lain, sebagian warga Desa Wanayasa memang memperoleh penghasilan dari aktivitas galian ini. Mereka mengaku lahan yang digali telah dibeli oleh pihak pengusaha. Namun, kerusakan lingkungan mulai tampak nyata: kontur tanah rusak, jalan desa berdebu dan rusak akibat lalu-lalang truk bertonase berat, serta meningkatnya polusi udara di sekitar pemukiman.

Lebih mengejutkan lagi, di lokasi galian terlihat seorang oknum anggota TNI berpangkat Peltu yang disebut bertugas sebagai pengaman lapangan. Kehadirannya menimbulkan pertanyaan serius: apakah aparat negara kini turut menjaga kegiatan yang belum berizin penuh?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, izin galian tersebut dikabarkan masih “menunggu tahap akhir”. Meski begitu, aktivitas di lapangan sudah berlangsung penuh — alat berat terus bekerja, truk keluar-masuk membawa tanah, dan warga sekitar harus menanggung dampak lingkungan setiap harinya.

Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan dinas terkait, terutama dalam menegakkan aturan mengenai kegiatan tambang rakyat. Bila praktik seperti ini terus dibiarkan, maka hukum hanya akan menjadi formalitas, sementara kepentingan ekonomi segelintir orang mengorbankan keselamatan lingkungan dan masyarakat.

Aktivitas galian di Wanayasa bukan sekadar persoalan tanah, melainkan potret bagaimana kekuasaan, keuntungan, dan ketakutan bisa menindas kebenaran.
Apabila aparat dan instansi terkait tidak segera bertindak, bukan hanya tanah yang terkikis — keadilan dan keberanian untuk bersuara pun akan terkubur di bawah debu galian.

(Tim Investigasi Bidik-Kasusnews.com)

Follow Us On

Trending Now​

Muhammad Jaenudin Tegaskan Hak Siswa, Sekolah Negeri Dilarang Pungut Biaya dan Tahan Ijazah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Muhammad Jaenudin...

Raden Koesoemo Dorong Warga Citamiang Peduli Kebersihan Sungai

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai, menjadi...

Polda Jabar Gulung Jaringan Penipuan Online ‘Pancasona Family’ di Sulsel, 12 Orang Jadi Tersangka

Bandung, Bidik-kasusnews.com,.Tim Subdit III Ditressiber Polda Jawa Barat berhasil membongkar...

Fahira Idris : Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta Untuk Indonesia

Jakarta, Bidik-kasusnews.com                      Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI...

Cek Ruang SPKT dan Penjagaan, Kapolres Majalengka Tekankan Pelayanan Humanis dan Kebersihan Ruangan

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal...

Pererat Sinergitas, Kapolres Majalengka Silaturahmi ke Rumah Dinas Wakil Bupati

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka menjaga kekompakan unsur Forum Koordinasi Pimpinan...

Recent Post​

Muhammad Jaenudin Tegaskan Hak Siswa, Sekolah Negeri Dilarang Pungut Biaya dan Tahan Ijazah

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Muhammad Jaenudin, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk...

Raden Koesoemo Dorong Warga Citamiang Peduli Kebersihan Sungai

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya sungai, menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi Fraksi PDIP...

Polda Jabar Gulung Jaringan Penipuan Online ‘Pancasona Family’ di Sulsel, 12 Orang Jadi Tersangka

Bandung, Bidik-kasusnews.com,.Tim Subdit III Ditressiber Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktek penipuan online dan penyalahgunaan identitas...

Fahira Idris : Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta Untuk Indonesia

Jakarta, Bidik-kasusnews.com                      Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menegaskan bahwa...

Cek Ruang SPKT dan Penjagaan, Kapolres Majalengka Tekankan Pelayanan Humanis dan Kebersihan Ruangan

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka memastikan kualitas pelayanan publik berjalan optimal dan profesional, Kepala Kepolisian Resor...

Pererat Sinergitas, Kapolres Majalengka Silaturahmi ke Rumah Dinas Wakil Bupati

Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam rangka menjaga kekompakan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta memperkuat sinergitas...

Semarak Kemerdekaan, Rutan Jepara Bagikan Hadiah Lomba 17-an kepada Warga Binaan

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Jumat, 21 Agustus 2026 Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus terasa di Rumah Tahanan...

BNN Gagalkan Sabu Cair 2,6 Ton di Kepri

BATAM, BIDIK-KASUSNEWS.COM                    Upaya penyelundupan narkotika dalam jumlah fantastis melalui jalur laut berhasil digagalkan aparat...

Pusterad Gelar Sosialisasi Lomba Binter, Wujudkan Kesamaan Persepsi dan Tingkatkan Kualitas Pembinaan Teritorial

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com                        Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar Sosialisasi Lomba Pembinaan Teritorial...