SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Program unggulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Satu Truk Satu Kelurahan (Satsatlur), belum berjalan optimal.
Penyebabnya, delapan armada truk pengangkut sampah mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi.
Akibatnya, ratusan ton sampah per hari tidak terangkut maksimal, memicu penumpukan dan bau tidak sedap di sejumlah titik.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, membenarkan kondisi tersebut. Ia memastikan perbaikan armada menjadi prioritas agar layanan pengangkutan kembali normal.
“Benar, ada delapan truk dalam kondisi rusak. Saya sudah perintahkan agar segera diperbaiki secepatnya,” kata Bobby, Kamis (22/1/2026).
Ia menegaskan, program Satsatlur dirancang untuk menuntaskan persoalan sampah di permukiman warga.
Pemerintah berharap kendala armada dapat segera diatasi sehingga program berjalan sesuai target.
Keluhan juga datang dari warga sekitar TPA Cikundul, tepatnya di Kampung Saluyu, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu.
Warga mengeluhkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan lingkungan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab As’syari menyatakan, setiap hari sekitar 190 ton sampah masuk ke TPA Cikundul dengan tinggi timbunan mencapai sekitar 20 meter.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian serius. Pemkot perlu segera menindaklanjuti keluhan warga,” tegasnya.
Rojab meminta Pemerintah Kota Sukabumi lebih fokus dan serius menangani persoalan sampah karena telah berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat.
“Ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Harus ada langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan agar dampak lingkungan tidak semakin meluas,” pungkasnya. (Usep)