Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com          Curah hujan tinggi yang memicu banjir beberapa waktu lalu berdampak terhadap pertumbuhan tanaman jagung di Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Polsek Sungai Pandan yang melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah tersebut, Sabtu (5/9/2026). Monitoring dilaksanakan mulai pukul 09.30 hingga 10.30 Wita. Petugas turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi tanaman sekaligus memantau perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang berhasil tumbuh hanya sebagian. Sementara sejumlah tanaman lainnya mengalami kegagalan pertumbuhan setelah lahan terdampak banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan beberapa waktu sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor cuaca dan genangan air menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan tanaman jagung di wilayah tersebut. Karena itu, pemantauan lapangan diperlukan untuk mengetahui kondisi aktual lahan dan perkembangan tanaman. Kegiatan monitoring dilakukan oleh lima personel Polsek Sungai Pandan, yakni Aipda Robiannoor, Aipda Kapsin Noor, S.H., Bripka Gunawan Susanto, Bripka Abdul Muin, dan Briptu Aldy Ramadhani. Untuk menuju lokasi, personel menggunakan satu unit kendaraan R4 Polsek Sungai Pandan. Selain menjadi bagian dari pemantauan program swasembada pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk melihat secara langsung kondisi pertanian masyarakat di wilayah hukumnya. Monitoring berlangsung lancar. Selama kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan terpantau aman dan kondusif. (Agus)

Amteng, Bidik-kasusnews.com                            Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan di Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, mulai pukul 11.00 Wita hingga selesai. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan lahan jagung sekaligus mendukung program swasembada pangan di wilayah setempat. Sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, S.H., Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Bayu Fitrianto. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit kendaraan patroli Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT untuk menunjang kegiatan monitoring di lapangan. Monitoring perkembangan lahan jagung menjadi salah satu bentuk keterlibatan kepolisian dalam mendukung upaya kemandirian pangan. Produksi pertanian diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan domestik, termasuk kebutuhan pakan ternak dan bahan pangan yang berasal dari hasil produksi petani. Selain melakukan pemantauan secara langsung, hasil perkembangan lahan juga menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari pengawasan terhadap program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Jajaran Polsek Amuntai Tengah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah hukumnya sebagai bagian dari upaya mendukung masyarakat dan program ketahanan pangan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang melakukan monitoring perkembangan lahan program swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan terhadap perkembangan tanaman jagung di wilayah hukum Polsek Banjang sekaligus memastikan lahan yang dikelola masyarakat dapat berkembang sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Dalam monitoring tersebut, petugas mendatangi lahan milik Sadikin yang berada di wilayah Desa Pulau Damar. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi dan dikelola secara perorangan melalui kelompok tani mandiri yang menjadi binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung tersebut telah memasuki usia sekitar 118 hari. Tinggi tanaman berada pada kisaran 160 hingga 180 sentimeter. Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih hibrida Bisi 18. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, serta herbisida Basmilang. Lahan tersebut sebelumnya ditanami pada 12 Mei 2026. Dengan perkembangan tanaman saat ini, panen diperkirakan berlangsung pada sekitar 10 Oktober 2026. Dalam pengelolaannya, petani masih mengandalkan metode manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari Kanit Samapta Aiptu Soeyatmin, S.H., Ka Jaga Aiptu Noryadi, Brigadir Fahmi Rachman, serta Briptu M. Alfito Gusna. Kapolsek Banjang melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian yang menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala berarti. (Agus)

Amteng, Bidik-kasusnews.com                        Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah terus menunjukkan dukungannya terhadap program ketahanan pangan dengan melakukan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya. Kegiatan pemantauan tersebut berlangsung di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Jumat (4/9/2026), mulai sekitar pukul 11.00 Wita hingga selesai. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan budidaya jagung sekaligus memastikan program swasembada pangan di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah terus berjalan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Tengah melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan serta perkembangan tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan. Selain melakukan pengecekan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendataan dan pemantauan perkembangan lahan jagung yang nantinya dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Polsek Amuntai Tengah menilai keberadaan lahan pertanian produktif memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat. Produksi pertanian tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga berpotensi mendukung kebutuhan pakan ternak. Sebanyak lima personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Dalam pelaksanaan monitoring, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli R4 serta perangkat komunikasi HT untuk menunjang koordinasi di lapangan. Kegiatan monitoring berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas pertanian diharapkan turut memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polsek Amuntai Tengah juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat. Dengan monitoring yang dilakukan secara berkala, perkembangan sektor pertanian di wilayah Amuntai Tengah dapat terus terpantau sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam mendukung program ketahanan pangan secara berkelanjutan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya mendukung program swasembada jagung terus mendapat perhatian di wilayah Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Polsek Banjang melakukan monitoring langsung terhadap perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Jumat (4/9/2026). Monitoring yang dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita tersebut bertujuan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan kegiatan budidaya jagung di wilayah hukum Polsek Banjang berjalan dengan baik. Lahan yang dipantau berada di Desa Pulau Damar dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan oleh Sadikin dan merupakan lahan kelompok tani mandiri yang mendapat pembinaan dari Polri. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung telah berusia sekitar 117 hari sejak ditanam pada 12 Mei 2026. Tanaman yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan benih hibrida Bisi 18. Pertumbuhan tanaman saat dilakukan monitoring dilaporkan mencapai sekitar 2 meter hingga 2,10 meter. Dengan kondisi tersebut, panen diperkirakan dapat dilakukan pada 10 Oktober 2026. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida. Pengolahan dan perawatan lahan sejauh ini masih dilakukan secara manual. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Kehadiran personel kepolisian dalam monitoring pertanian ini menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Banjang. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan tanaman serta berbagai kondisi yang dihadapi petani selama proses budidaya hingga memasuki masa panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Polsek Banjang juga terus mendorong sinergi dengan masyarakat dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Personel Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, Rabu (3/9/2026). Monitoring tersebut berlangsung mulai sekitar pukul 11.30 WITA hingga selesai. Kegiatan dilakukan sebagai bagian dari pemantauan perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Lima personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, S.H., Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi dan Brigpol Bayu Fitrianto. Dengan menggunakan kendaraan patroli serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000, personel melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Karias Dalam. Monitoring dilakukan untuk memastikan perkembangan lahan tetap terpantau sekaligus menjadi bahan laporan kepada pimpinan mengenai kondisi program swasembada jagung di lapangan. Dorong Kemandirian Pangan Program pengembangan jagung menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Produksi dari lahan petani diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan domestik, termasuk mendukung ketersediaan pakan ternak. Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan monitoring juga menjadi bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus memastikan perkembangan lahan dapat diketahui secara berkala. Pemantauan secara rutin dinilai penting agar perkembangan tanaman dan kondisi lahan dapat terus terdata. Informasi dari lapangan selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi serta laporan kepada pimpinan. Selain melakukan pengecekan, personel juga memastikan situasi selama kegiatan berlangsung tetap aman dan kondusif. Hingga monitoring selesai, kegiatan di Desa Karias Dalam berjalan dengan tertib tanpa adanya gangguan keamanan. Polsek Amuntai Tengah menegaskan bahwa pemantauan program ketahanan pangan akan terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya peningkatan produksi pertanian dan kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Melalui kolaborasi antara aparat dan masyarakat, program swasembada jagung diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah HSU. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Kondisi sebagian besar lahan pertanian yang masih tergenang air menjadi tantangan dalam pengembangan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Meski demikian, jajaran Polsek Amuntai Selatan tetap melakukan sosialisasi dan pemantauan untuk mendukung program swasembada jagung serta ketahanan pangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita hingga selesai di Desa Telaga Hanyar, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU. Sejumlah personel Polsek Amuntai Selatan turun ke lapangan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Dedy Setiawan, Aiptu Maryono, Bripka Najib K, dan Bripda Yadi. Sosialisasi dilakukan untuk mendorong masyarakat, khususnya petani, agar dapat memanfaatkan lahan secara optimal dalam mendukung kemandirian pangan. Program swasembada jagung diharapkan turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan bahan pangan maupun pakan ternak. Namun, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Selatan masih dalam kondisi tergenang air. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rencana penanaman jagung dalam beberapa waktu ke depan. Apabila genangan belum surut, sebagian lahan diperkirakan belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman. Karena itu, kondisi debit air dan keadaan lahan menjadi perhatian dalam menentukan langkah selanjutnya. Jajaran Polsek Amuntai Selatan menyatakan akan terus memonitor perkembangan lahan pertanian serta kondisi genangan air di wilayah tersebut. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memperoleh gambaran terkini sekaligus menjadi bahan dalam menyusun rekomendasi dan langkah yang dapat dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam mendukung program ketahanan pangan. Petani diharapkan dapat menyampaikan perkembangan kondisi lahannya sehingga berbagai kendala yang muncul dapat diketahui lebih awal. Dengan pemantauan yang berkelanjutan, program swasembada jagung diharapkan tetap dapat dikawal meskipun menghadapi kendala kondisi lahan. Penyesuaian terhadap situasi di lapangan menjadi penting agar upaya pengembangan pertanian tetap berjalan secara realistis dan sesuai kemampuan lahan. Untuk menunjang kegiatan, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli R4 Polsek Amuntai Selatan serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000. Selama kegiatan sosialisasi dan pemantauan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan kondisi lahan jagung dan debit air di wilayah hukumnya. Hasil pemantauan selanjutnya akan menjadi bahan laporan dan evaluasi untuk menentukan langkah yang diperlukan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten HSU. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Selasa, 1 September 2026, mulai pukul 12.00 Wita hingga selesai. Kegiatan berlangsung di wilayah Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah turun langsung melakukan pemantauan di lapangan. Mereka terdiri dari Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan lahan jagung sekaligus memastikan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Selain melakukan pengecekan kondisi lahan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengawasan dan pendataan perkembangan pertanian yang nantinya dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi. Program swasembada jagung diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kemandirian pangan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan maupun pakan ternak. Karena itu, keberadaan lahan pertanian dan perkembangannya menjadi salah satu aspek yang terus mendapat perhatian. Dalam pelaksanaan monitoring, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli R4 Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000 untuk mendukung koordinasi selama kegiatan berlangsung. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan. Polsek Amuntai Tengah menegaskan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala terhadap perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya. Data dan kondisi lapangan menjadi bahan penting untuk melihat perkembangan program swasembada pangan secara berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Polsek Amuntai Tengah menunjukkan dukungan terhadap upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sekaligus memastikan perkembangan lahan jagung di wilayahnya tetap terpantau dengan baik. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Pada Selasa (1/9/2026), personel Polsek Banjang melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan yang menjadi bagian dari program swasembada jagung binaan Polri. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan tercatat dalam kelompok tani Mandiri sebagai lahan binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia sekitar 114 hari. Tanaman memiliki tinggi sekitar 2 hingga 2,10 meter. Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan, menggunakan benih Hibrida Bisi 18 dengan kebutuhan benih sebanyak sekitar 100 kilogram. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma menggunakan herbisida Basmilang. Untuk pengolahan lahan dan kegiatan pertanian, petani masih menggunakan metode manual. Berdasarkan perkembangan tanaman saat monitoring, panen diperkirakan berlangsung pada 10 Oktober 2026. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Banjang, yakni Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Selain memantau pertumbuhan tanaman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran kepolisian dalam menjaga komunikasi dengan petani serta mendukung keberlanjutan program ketahanan dan swasembada pangan di wilayah hukum Polsek Banjang. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan berjalan aman dan lancar. Monitoring diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan lahan tetap terpantau hingga memasuki masa panen. Dengan adanya pemantauan secara berkala, program budidaya jagung di Desa Pulau Damar diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang baik bagi petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya mendukung program swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Senin (31/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polsek Banjang melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU. Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan lahan binaan Polri tersebut terus terpantau hingga memasuki masa panen. Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin dengan luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan tercatat sebagai lahan kelompok tani Mandiri yang menjadi binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan, jagung ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia tanam sekitar 113 hari. Tanaman memiliki ketinggian antara 2 hingga 2,1 meter. Jenis jagung yang ditanam merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Untuk kebutuhan penanaman, digunakan sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus bibit. Dalam perawatannya, lahan tersebut menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan herbisida yang digunakan adalah Basmilang. Pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih dilakukan secara manual. Dengan perkembangan tanaman saat ini, panen diperkirakan berlangsung pada 10 Oktober 2026. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Monitoring lapangan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung program swasembada pangan, khususnya pengembangan komoditas jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan terkendali. Kepolisian berharap pengembangan lahan jagung tersebut dapat berjalan optimal hingga masa panen sehingga memberikan manfaat bagi pemilik lahan sekaligus mendukung ketersediaan pangan, khususnya komoditas jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)