Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Polsek Amuntai Tengah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukumnya. Monitoring kali ini dilaksanakan di Desa Palampitan Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (31/8/2026). Kegiatan monitoring dimulai sekitar pukul 11.00 Wita dan dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengetahui kondisi terkini lahan jagung milik petani sekaligus mendukung program ketahanan dan kemandirian pangan. Dalam kegiatan tersebut, petugas memantau kondisi lahan serta perkembangan tanaman jagung di wilayah Desa Palampitan Hulu. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah masih dalam kondisi tergenang air. Genangan tersebut menjadi salah satu kendala bagi petani untuk melakukan penanaman jagung dalam beberapa waktu ke depan. Kondisi lahan yang masih dipengaruhi tingginya debit air membuat sejumlah area belum memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai lahan penanaman. Polsek Amuntai Tengah menyatakan akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan jagung dan kondisi debit air di area pertanian. Pemantauan secara berkala diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan sekaligus menjadi bahan laporan kepada pimpinan. Selain pemantauan, hasil monitoring diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah maupun rekomendasi yang diperlukan sesuai kondisi lahan dan perkembangan situasi di lapangan. Program swasembada jagung sendiri diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan melalui peningkatan produksi pertanian, termasuk pemanfaatan lahan petani untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun pakan ternak. Kepolisian menilai pemantauan secara berkelanjutan penting dilakukan agar perkembangan program tersebut tetap terdata, meski kondisi alam menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Seluruh rangkaian kegiatan monitoring di Desa Palampitan Hulu berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Monitoring tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 Wita. Kegiatan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan binaan Polri yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Dalam pemantauan tersebut, petugas mengecek lahan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan masuk dalam kelompok tani mandiri binaan Polri. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia sekitar 112 hari. Tinggi tanaman berkisar antara 160 hingga 180 sentimeter dan diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Untuk kebutuhan penanaman, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih atau 100 bungkus. Sementara dalam perawatan tanaman, pupuk yang digunakan antara lain NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual. Kapolsek Banjang melalui personelnya menegaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk terus mengawal perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi tanaman secara langsung, sehingga perkembangan lahan dapat terus dipantau hingga memasuki masa panen. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Noryadi selaku Ka Jaga, bersama Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring lahan jagung pun berjalan dengan lancar. Program pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan kepada petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Kepolisian Resor Hulu Sungai Utara (Polres HSU). Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Monitoring tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang pada Minggu, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 Wita. Kegiatan dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan binaan Polri yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Dalam pemantauan tersebut, petugas mengecek lahan milik Sadikin dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi. Lahan tersebut dikelola secara perorangan dan masuk dalam kelompok tani mandiri binaan Polri. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia sekitar 112 hari. Tinggi tanaman berkisar antara 160 hingga 180 sentimeter dan diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Hibrida Bisi 18. Untuk kebutuhan penanaman, petani menggunakan sekitar 100 kilogram benih atau 100 bungkus. Sementara dalam perawatan tanaman, pupuk yang digunakan antara lain NPK 16.16.16 dan dolomit, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses pengelolaan lahan hingga saat ini masih dilakukan secara manual. Kapolsek Banjang melalui personelnya menegaskan bahwa kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk terus mengawal perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Monitoring juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi tanaman secara langsung, sehingga perkembangan lahan dapat terus dipantau hingga memasuki masa panen. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Noryadi selaku Ka Jaga, bersama Brigadir Fahmi Rachman dan Briptu M. Alfito Gusna. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring lahan jagung pun berjalan dengan lancar. Program pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan kepada petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com                        Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mengintensifkan kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang dinilai membutuhkan kehadiran personel kepolisian, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 Wita tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres HSU. Dalam pelaksanaannya, personel Unit Turjagwali melaksanakan patroli sekaligus pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan di kawasan Amuntai. Beberapa lokasi yang menjadi rute patroli di antaranya Jalan Kuripan, Jalan Jenderal A. Yani, Jalan Norman Umar, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Kesatuan, Jalan Bihmanvilla serta Jalan Suwandi Sumarta. Selain melakukan pemantauan arus kendaraan, personel juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran maupun bantuan anggota kepolisian di jalan raya. Kegiatan tersebut turut melibatkan fungsi penegakan hukum dan pembinaan keselamatan lalu lintas. Unit Gakkum menjalankan tugas melengkapi administrasi perkara penyidikan serta penginputan pada aplikasi terkait, sementara Unit Kamsel memberikan pendidikan masyarakat lalu lintas melalui imbauan dan sosialisasi keselamatan berkendara. Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah keselamatan anak dan pengguna kendaraan yang belum memenuhi ketentuan. Petugas mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak membiarkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Imbauan keselamatan juga diberikan terkait penggunaan sepeda listrik, sehingga penggunaannya tetap memperhatikan ketentuan dan keselamatan serta tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Kasat Lantas Polres HSU melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan saat berkendara. Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menekan potensi kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Patroli dan pengaturan dilaksanakan menggunakan kendaraan dinas Satlantas serta dilengkapi sarana komunikasi dan perlengkapan pendukung lainnya. Dari hasil kegiatan, situasi arus lalu lintas di sejumlah titik yang dipantau dilaporkan dalam kondisi tertib, aman, lancar, kondusif dan terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung. Melalui patroli rutin tersebut, Satlantas Polres HSU terus berupaya menghadirkan pelayanan kepolisian di tengah masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam berlalu lintas. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan. Keselamatan untuk Kemanusiaan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com        Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung binaan Polri di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Sabtu (29/8/2026). Monitoring yang dilaksanakan sekitar pukul 11.30 Wita tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung sekaligus memantau kondisi lahan yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Banjang memantau lahan milik Sadikin yang dikelola secara perorangan dan tergabung dalam kelompok tani Mandiri sebagai binaan Polri. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat ini telah memasuki usia sekitar 111 hari. Tanaman menggunakan benih jagung pakan jenis hibrida Bisi 18 dengan kebutuhan benih sebanyak 100 kilogram. Tanaman yang berada di lahan tersebut dilaporkan memiliki tinggi sekitar 2 hingga 2,10 meter. Dengan perkembangan tersebut, masa panen diperkirakan pada 10 Oktober 2026. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Untuk pengolahan maupun aktivitas di lahan, petani masih mengandalkan peralatan secara manual. Monitoring ini menjadi bagian dari pendampingan dan pengawasan terhadap perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Banjang. Selain melihat kondisi tanaman, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung perkembangan lahan yang dikelola masyarakat. Kegiatan monitoring dilakukan oleh Aiptu Herry Sutanto, Aiptu Slamet Rianto, dan Aiptu Sukadi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, sementara situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang dilaporkan aman dan terkendali. Melalui monitoring secara berkala, jajaran Polsek Banjang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan serta memastikan lahan binaan dapat berkembang hingga memasuki masa panen. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com          Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto turun langsung memantau perkembangan lahan jagung binaan Polsek Amuntai Tengah di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Dalam kegiatan tersebut, AKBP Agus Nuryanto didampingi Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulis. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten HSU. Lahan yang dipantau merupakan lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Berkat Usaha yang diketuai Bahri. Area pertanian tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare dan menjadi salah satu lokasi binaan Polsek Amuntai Tengah. Kegiatan monitoring ini sekaligus menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap sektor pertanian dan produktivitas lahan masyarakat. Dengan pemantauan secara langsung, perkembangan tanaman dapat diketahui dan berbagai kendala di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Kapolres HSU bersama jajaran terus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk melalui pendampingan dan pemantauan lahan pertanian yang dikembangkan masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian di tengah kelompok tani juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program swasembada pangan di wilayah hukum Polres HSU. Monitoring di Desa Pinangkara tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan lahan jagung di sejumlah lokasi yang dilakukan Kapolres HSU bersama jajaran Polsek Amuntai Tengah. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Polsek Banjang kembali melakukan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Jumat (28/8/2026). Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Banjang berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Dalam pemantauan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polsek Banjang mendatangi lahan jagung milik Sadikin yang berada di Desa Pulau Damar. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi dan dikelola secara perorangan melalui kelompok tani Mandiri yang merupakan binaan Polri. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung jenis pakan tersebut telah memasuki usia sekitar 110 hari setelah tanam. Tanaman menggunakan benih jagung hibrida Bisi 18 dengan jumlah sekitar 100 kilogram atau 100 bungkus. Saat dilakukan monitoring, tinggi tanaman telah mencapai sekitar 2 hingga 2,1 meter. Dengan kondisi tersebut, tanaman diperkirakan memasuki masa panen pada sekitar 10 Oktober 2026. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, pengelola menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam pengelolaannya, proses budidaya masih dilakukan secara manual. Monitoring ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jajaran Polsek Banjang dalam mengikuti perkembangan lahan pertanian yang menjadi binaan kepolisian. Pendampingan dan pemantauan di lapangan diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas pertanian masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aipda Nasrullah, Aipda Robbi Utama, S.H., dan Briptu Zakir. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan kondusif. Monitoring berjalan lancar tanpa adanya kendala berarti. Melalui kegiatan pemantauan secara berkala, jajaran Polsek Banjang menunjukkan komitmennya untuk turut mendukung penguatan ketahanan pangan sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui pendampingan di sektor pertanian. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Komitmen Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dalam mendukung program swasembada pangan terus diwujudkan melalui pemantauan langsung di lapangan. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melakukan monitoring perkembangan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah, didampingi Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulis. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Di lokasi tersebut, Kapolres HSU meninjau secara langsung lahan binaan Polsek Amuntai Tengah yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Cinta Tani. Lahan pertanian tersebut dipimpin oleh Ketua Poktan Cinta Tani, Ilham, dengan luas mencapai sekitar 2 hektare. Dalam kunjungannya, Kapolres HSU melihat kondisi lahan dan perkembangan tanaman jagung secara langsung. Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan lahan binaan berjalan optimal sekaligus mendukung produktivitas petani. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah kelompok tani juga menjadi bentuk pendampingan terhadap masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian. Selain memantau pertumbuhan tanaman, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara kepolisian dan petani dalam menghadapi berbagai kendala selama proses budidaya. Program swasembada pangan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk aparat di tingkat kewilayahan. Karena itu, Polres HSU melalui jajaran Polsek terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar lahan pertanian dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan. Monitoring di Desa Pinangkara menjadi salah satu bagian dari rangkaian pemantauan lahan jagung di tiga lokasi yang dilakukan Kapolres HSU bersama jajaran Polsek Amuntai Tengah. Dengan pendampingan dan pemantauan secara berkala, diharapkan hasil pertanian masyarakat semakin optimal sehingga turut memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Upaya mendukung program swasembada pangan terus mendapat perhatian jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto turun langsung melakukan monitoring perkembangan lahan jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Kapolres HSU didampingi Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulis. Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi serta perkembangan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Salah satu lokasi yang dikunjungi berada di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, yakni lahan binaan Polsek Amuntai Tengah yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Berkat Usaha. Lahan tersebut dipimpin oleh Ketua Poktan Berkat Usaha, Noripansyah, dengan luas area mencapai sekitar 3 hektare. Kapolres HSU dalam monitoring tersebut melihat kondisi lahan dan perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan pengelolaan lahan berjalan dengan baik. Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu para petani menjaga produktivitas lahan serta mendukung pencapaian target swasembada pangan. Kehadiran langsung jajaran kepolisian di tengah kelompok tani juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat, khususnya petani yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Monitoring tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengetahui berbagai perkembangan maupun kendala yang dihadapi petani di lapangan, sehingga dapat dilakukan koordinasi dan langkah pendampingan sesuai kebutuhan. Polres HSU berkomitmen untuk terus mendukung program ketahanan pangan melalui sinergi dengan kelompok tani dan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat produksi pertanian, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com      Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, Kabupaten HSU, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 12.30 Wita hingga selesai. Monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Amuntai Tengah, yakni Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, SH, Bripka Sugeng Ari Bowo, Bripka Eko Wahyudi, dan Brigpol Bayu Fitrianto. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan jagung sekaligus memastikan program ketahanan pangan di wilayah binaan terus berjalan. Hasil pemantauan selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan untuk mengetahui perkembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Selain melakukan pemantauan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan masyarakat. Produksi pertanian diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan domestik serta mendukung ketersediaan pakan ternak yang bersumber dari hasil produksi petani setempat. Untuk menunjang kegiatan, personel menggunakan satu unit kendaraan patroli Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000. Monitoring berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah juga akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)