JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Warga Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah kamar kos pada Kamis (25/6/2026) pagi. Korban diketahui telah meninggal dunia sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah menerima laporan dari warga, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Andika, saat dikonfirmasi Bidik-kasusnews, via WhatsApp 25/6/2026,menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri yang mengakibatkan henti napas. “Pihak kepolisian menerima laporan segera setelah kejadian diketahui warga. Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diduga meninggal akibat gantung diri hingga mengalami henti napas,” ujar AKP Andika. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, polisi juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang berada di sekitar tempat kejadian guna melengkapi proses penyelidikan. Menurut AKP Andika, pihak keluarga korban telah menerima hasil pemeriksaan awal yang dilakukan petugas. Hingga saat ini, kepolisian juga belum menemukan adanya dugaan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. “Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Sementara ini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut,” tambahnya. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang dilakukan aparat berwenang.(Wely)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dimaknai Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dengan aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial dan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi, Polres HSU menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Desa Tambak Panji Sari, Kecamatan Haur Gading, Kamis (25/6/2026), dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga dari Desa Jingah Bujur dan Desa Tambak Panji Sari. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., hadir langsung memimpin kegiatan bersama Wakapolres Kompol Sony F.L. Gaol, S.E., M.M., jajaran Pejabat Utama Polres HSU, para Kapolsek, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara diwakili oleh Asisten II Setda HSU Ahmad Rizani, S.T. Dalam sambutannya, Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto menyampaikan bahwa pembangunan dan peresmian Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga di wilayah pedesaan. “Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol kebersamaan, gotong royong, dan kehadiran Polri untuk masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat memberikan manfaat yang besar bagi warga,” ujar Kapolres. Selain meresmikan jembatan, Polres HSU juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Sebanyak 200 paket bantuan sosial diserahkan secara simbolis kepada Sabuk Kamtibmas Polres HSU yang terdiri dari pengemudi ojek online, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat kurang mampu yang berada di sekitar kawasan jembatan. Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, teh, kopi, mi instan, tepung, kecap, dan biskuit yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima. Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai prosesi penyerahan bantuan. Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi perhatian Polres HSU terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol resmi beroperasinya Jembatan Merah Putih Presisi. Peresmian tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini menantikan sarana penghubung yang lebih baik untuk mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi mereka. Kegiatan bakti sosial dan peresmian jembatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengedepankan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Hulu Sungai Utara terus berupaya menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata, baik melalui peningkatan pelayanan keamanan maupun kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun Hulu Sungai Utara yang lebih maju dan sejahtera. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kamis (25/6/2026). Kegiatan monitoring dilakukan langsung oleh personel Polsek Banjang guna memastikan pertumbuhan tanaman jagung binaan Polri berjalan sesuai harapan sekaligus memberikan pendampingan kepada kelompok tani yang terlibat dalam program swasembada pangan. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin yang dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri, salah satu kelompok tani binaan Polri di wilayah Kecamatan Banjang. Lahan seluas empat hektare tersebut ditanami jagung pakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pertanian dan mendukung ketersediaan bahan baku pakan ternak di daerah. Kapolsek Banjang melalui personel yang bertugas menjelaskan bahwa tanaman jagung di lokasi tersebut saat ini berusia sekitar 35 hari setelah tanam. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pertumbuhan tanaman tergolong cukup baik dengan tinggi rata-rata berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. “Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman secara langsung sekaligus memastikan program swasembada jagung yang menjadi bagian dari ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal,” ujar petugas di lokasi. Lahan pertanian yang mulai ditanam sejak 12 Mei 2026 itu menggunakan bibit jagung hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, petani memanfaatkan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida sesuai kebutuhan lahan. Meski pengelolaan lahan masih menggunakan peralatan pertanian manual, kondisi tanaman saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Jika tidak mengalami kendala cuaca maupun serangan hama, panen diperkirakan dapat dilakukan pada Oktober 2026 mendatang. Kegiatan monitoring dipimpin oleh Aiptu Noryadi bersama Aipda Robbi Utama dan Bripda M. Alfito Gusna. Selain melakukan pengecekan kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan petani untuk mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama masa pertumbuhan jagung. Program pendampingan yang dilakukan Polri ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi sektor pertanian di tingkat daerah. Dengan keterlibatan aktif aparat kepolisian dalam pendampingan dan pengawasan, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Pulau Damar terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Banjang menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan optimal hingga masa panen tiba. Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan zikir dan doa bersama sebagai wujud refleksi spiritual sekaligus upaya memuliakan nilai-nilai luhur Tribrata yang menjadi pedoman hidup insan Bhayangkara. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Hidayah Polres HSU pada Kamis (25/6/2026) pagi tersebut diikuti oleh Kapolres Hulu Sungai Utara, para Pejabat Utama (PJU), personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Polres HSU yang beragama Islam. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan mewarnai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, zikir bersama, serta doa untuk keselamatan bangsa, institusi Polri, dan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan keagamaan tersebut dipimpin oleh Ustadz Akhmad Rifa’i, S.Pd.I., yang memberikan tausiah dan memimpin doa bersama. Dalam kesempatan itu, para peserta diajak untuk menjadikan momentum Hari Bhayangkara sebagai sarana introspeksi diri serta memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto menyampaikan bahwa zikir dan doa bersama merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan moral seluruh personel. “Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota Polri dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Tribrata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” ujarnya. Menurutnya, nilai-nilai Tribrata menjadi fondasi utama dalam membangun Polri yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat. Karena itu, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya dimaknai sebagai perayaan institusi, tetapi juga momentum memperkuat integritas dan kualitas pengabdian personel. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan dan soliditas antaranggota Polres HSU dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Rangkaian zikir dan doa bersama berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual Polres Hulu Sungai Utara dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memohon keberkahan, keselamatan, dan kelancaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polres Hulu Sungai Utara terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta senantiasa mengedepankan nilai-nilai Tribrata demi mewujudkan keamanan dan ketertiban yang kondusif di tengah masyarakat. (Agus)
CIREBON,-Bidik-kasusnews.com,. Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Cirebon menggelar Upacara Ziarah dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cakrabuana, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut merupakan bagian dari Pembinaan Tradisi Polri sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Hadir mendampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Cirebon Ny. Mia Imara Utama, Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, personel Polri, ASN, serta Bhayangkari. Suasana penuh penghormatan dan refleksi tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan. Diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di monumen TMP Cakrabuana, hingga prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan yang telah mendahului. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengatakan bahwa ziarah dan tabur bunga bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan loyalitas kepada seluruh anggota Polri. Menurutnya, jasa para pahlawan menjadi fondasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan melalui pengabdian di bidang masing-masing, termasuk dalam tugas kepolisian yang mengedepankan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami ingin meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Para pahlawan telah memberikan teladan tentang keikhlasan berjuang tanpa pamrih. Nilai-nilai itulah yang harus terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas anggota Polri,” ujarnya. Ia menambahkan, tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri Untuk Masyarakat”, menjadi pengingat bahwa seluruh tugas dan pengabdian Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan dalam bentuk pelayanan yang humanis, profesional, responsif, dan berintegritas. Kegiatan ziarah dan tabur bunga juga menjadi sarana introspeksi bagi seluruh personel Polresta Cirebon untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan mengenang perjuangan para pendahulu, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa setiap tugas yang diemban merupakan bagian dari upaya menjaga amanah bangsa. Selain memperkuat nilai historis dan semangat kebangsaan, kegiatan tersebut menjadi simbol penghormatan Polri terhadap para pejuang yang telah mengorbankan segalanya demi tegaknya negara. Semangat patriotisme yang diwariskan para pahlawan diharapkan terus menginspirasi seluruh anggota Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di era modern. Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai institusi yang profesional, modern, dan terpercaya. Dengan meneladani nilai perjuangan para pahlawan, Polri diharapkan semakin mampu menjawab harapan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, mencerminkan rasa hormat yang mendalam kepada para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian Polri untuk masyarakat, bangsa, dan negara. (Asep Rusliman)
Jakarta, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mengantisipasi potensi bencana di sepanjang aliran sungai wilayah Jawa Barat, Korps Marinir TNI Angkatan Laut bersama Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat menggelar Apel Gelar Personel dan Material Satuan Tugas (Satgas) Patroli Sungai Tahun 2026 di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (24/06/2026). Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jawa Barat Dikky Ahmad Sidiq, S.T., M.T., selaku Inspektur Upacara, serta turut dihadiri Asisten Teritorial Panglima Korps Marinir (Aster Pangkormar) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Jasiman Purba, S.E., CHRMP. bersama jajaran perwira Korps Marinir dan pejabat Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat. Apel gelar dilaksanakan sebagai langkah untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas patroli sungai di wilayah Jawa Barat. Sebagai bagian dari kegiatan, turut ditampilkan berbagai material pendukung operasi di lapangan, di antaranya Perahu Karet (Rubber Boat), Rigid Buoyancy Boat (RBB), peralatan selam, serta alat komunikasi lapangan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan patroli, pencarian dan pertolongan (SAR), serta penanganan kondisi darurat di sepanjang aliran sungai. Dalam amanatnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat selaku Inspektur Upacara menegaskan bahwa kolaborasi antara Korps Marinir dan DSDA Jabar memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, seperti pencemaran lingkungan dan sedimentasi. Menurutnya, sungai-sungai di Jawa Barat merupakan salah satu urat nadi kehidupan masyarakat yang memerlukan perhatian, pengawasan, dan penanganan secara berkelanjutan. “Sinergitas antara Korps Marinir dan DSDA Jabar ini adalah langkah konkret negara hadir di tengah masyarakat. Satgas ini tidak hanya bertugas melakukan patroli keamanan, tetapi juga melakukan edukasi, pembersihan sampah, hingga pemetaan area rawan banjir,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Asisten Teritorial Panglima Korps Marinir (Aster Pangkormar) menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Korps Marinir dan DSDA Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, kolaborasi yang baik antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pelestarian lingkungan serta mitigasi bencana di wilayah sungai. Melalui pelaksanaan Apel Gelar Satgas Patroli Sungai Tahun 2026 ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat melaksanakan tugas secara optimal serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Selain itu, kehadiran Satgas diharapkan dapat meningkatkan upaya mitigasi bencana dan mendukung terwujudnya sungai-sungai di Jawa Barat yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman bencana. (Agus)
Mentawai, Bidik-kasusnews.com – Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno memimpin Upacara Penutupan Karya Bakti TNI Angkatan Darat Skala Besar Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Kodim 0319/Mentawai, Jl. Raya Tuapejat, Sipora Raya, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (24/6/2026). Dalam sambutannya, Danpusterad menyampaikan rasa bangga dan hormat dapat berada di tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam rangka menutup rangkaian kegiatan Karya Bakti TNI AD yang telah berlangsung selama 50 hari. Kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata TNI AD dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Danpusterad menegaskan bahwa Karya Bakti TNI AD merupakan implementasi komitmen TNI AD dalam mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui berbagai program pembangunan fisik maupun nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, berbagai sasaran fisik berhasil diselesaikan, di antaranya rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga di wilayah Sipora agar masyarakat dapat tinggal di tempat yang lebih layak dan nyaman, pembangunan 10 titik sumur bor dan 10 unit MCK guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, serta rehabilitasi 1 unit mushola dan 1 unit gereja agar dapat digunakan dengan lebih nyaman oleh masyarakat dalam menjalankan ibadah. Selain itu, Karya Bakti TNI AD juga berhasil melaksanakan pengerasan jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 3 meter di Jalan Puskesmas Bosua guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga. Tidak hanya itu, pembangunan 6 unit jembatan yang terdiri dari 5 jembatan beton dan 1 jembatan gantung turut menjadi sarana penting untuk memperlancar akses tarsportasi dan mobilitas warga. Sementara itu, rehabilitasi 1 unit sekolah diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa. Di bidang nonfisik, Karya Bakti TNI AD juga menyelenggarakan operasi katarak, sunatan massal, pengobatan gratis, pembagian 1.500 paket sembako, serta kegiatan sosialisasi pembinaan kesadaran bela negara dan rekrutmen TNI bagi masyarakat setempat. Danpusterad menyampaikan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bukti nyata semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan rakyat. Menurutnya, Karya Bakti TNI AD tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga menjadi wahana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami berharap seluruh hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui Karya Bakti TNI AD ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Sipora dan Kabupaten Kepulauan Mentawai secara umum. Mari kita jaga dan pelihara bersama seluruh fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Danpusterad. Pada kesempatan tersebut, Danpusterad juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya Bupati beserta jajaran, Ketua DPRD dan seluruh anggotanya, atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sukses. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem 032/Wirabraja, dan Dandim 0319/Mentawai, seluruh unsur terkait, serta para tokoh masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Mengakhiri sambutannya, Danpusterad berharap seluruh hasil Karya Bakti TNI AD dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta semakin mempererat persaudaraan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau kondisi tanaman jagung yang terdampak genangan air akibat tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh Aiptu Ferry A.P dan Bripka Eko dengan meninjau langsung lahan pertanian milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang menjadi salah satu lokasi pengembangan program swasembada jagung di wilayah tersebut. Dari hasil pemantauan, tanaman jagung yang telah memasuki fase pertumbuhan dengan tinggi berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter menunjukkan sejumlah kendala. Sebagian area lahan masih tergenang air sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi terlalu lembab dan berdampak pada pertumbuhan tanaman. Petugas menemukan sejumlah tanaman mengalami perubahan warna daun menjadi kekuningan. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat akar tanaman tidak memperoleh kondisi tanah yang ideal karena terendam air dalam waktu cukup lama. Kapolsek Amuntai Utara menjelaskan bahwa monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus untuk mengetahui secara langsung perkembangan tanaman jagung yang dibudidayakan masyarakat. “Pemantauan ini penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sehingga perkembangan tanaman jagung dapat terus dipantau dan dilaporkan sebagai bahan evaluasi dalam mendukung program swasembada pangan,” ujarnya. Menurut hasil pengamatan, tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama munculnya genangan pada sejumlah titik lahan pertanian. Selain memperlambat pertumbuhan tanaman, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi produktivitas panen apabila genangan berlangsung dalam waktu lama. Meski menghadapi tantangan cuaca, kelompok tani setempat tetap berupaya melakukan perawatan tanaman agar pertumbuhan jagung dapat kembali optimal setelah kondisi lahan berangsur membaik. Kegiatan monitoring juga menjadi sarana komunikasi antara petugas kepolisian dan petani dalam menyerap berbagai informasi terkait kendala yang dihadapi selama proses budidaya tanaman jagung. Polsek Amuntai Utara menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan dan swasembada jagung yang tengah digalakkan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Panangkalaan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi serta memperkuat sinergi dalam menjaga keberhasilan sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan daerah. (Agus)
PATI, Bidik-kasusnews.com – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Mohammad Saleh Mustafa mendampingi Wakil Panglima TNI (Wapang TNI) Jenderal TNI Tandyo Budi R. melaksanakan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 936/Satria Joyokusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (24/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kesiapan operasional satuan yang diproyeksikan menjadi kekuatan pertahanan sekaligus motor penggerak pembangunan di wilayah. Dalam kegiatan tersebut, Wapang TNI menerima paparan mengenai kondisi satuan, kesiapan personel, sarana dan prasarana pendukung, serta berbagai program teritorial yang telah dan akan dilaksanakan oleh Yonif TP 936/Satria Joyokusumo. Saat mendampingi Wapang TNI, Wakasad memastikan seluruh aspek pembinaan satuan berjalan sesuai rencana sehingga Yonif TP 936/Satria Joyokusumo memiliki kesiapan yang optimal dalam melaksanakan tugas pokoknya. Di hadapan para prajurit, Wapang TNI mengingatkan pentingnya rasa syukur, dedikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. “Syukuri kesempatan menjadi anggota TNI AD. Saat ini pembangunan kekuatan pertahanan terus ditingkatkan sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Laksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab,” tegas Wapang TNI. Sementara itu, Wakasad menegaskan bahwa keberadaan Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya berfungsi memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan wilayah melalui pembinaan teritorial, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan nasional dari tingkat desa. Menurut Wakasad, pembangunan satuan-satuan Yonif Teritorial Pembangunan merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk memperkuat pertahanan wilayah sekaligus membantu pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui konsep tersebut, Yonif Teritorial Pembangunan diharapkan mampu menjadi katalisator pembangunan di daerah, mendukung program-program pemerintah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah binaannya. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan peninjauan fasilitas satuan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Melalui kunjungan tersebut, TNI menegaskan komitmennya untuk terus membangun satuan yang profesional, modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus siap mendukung tugas pertahanan negara dan pembangunan nasional. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Jajaran Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan monitoring perkembangan swasembada jagung di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah. Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan di Desa Palampitan Hilir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi lahan pertanian jagung sekaligus memastikan keberlanjutan program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Monitoring lapangan dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah yang terdiri dari AIPTU Eko Yuli Setyawan, BRIPKA Roy Hermawan, BRIGPOL M. Fajar Adha, BRIGPOL Juliansyah, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Dengan dukungan kendaraan patroli dan sarana komunikasi lapangan, petugas menyusuri sejumlah area pertanian milik warga untuk mengevaluasi perkembangan tanaman dan kesiapan lahan tanam. Dari hasil pemantauan, petugas menemukan sebagian besar lahan pertanian yang direncanakan untuk budidaya jagung masih berada dalam kondisi tergenang air. Tingginya debit air yang masih bertahan di kawasan tersebut menyebabkan sejumlah lahan belum dapat diolah secara optimal untuk kegiatan penanaman. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para petani dalam mendukung program peningkatan produksi jagung sebagai komoditas strategis yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pakan ternak. Meski menghadapi kendala genangan air, Polsek Amuntai Tengah memastikan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi lahan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh data aktual di lapangan yang nantinya dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan strategi pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut. Kapolsek Amuntai Tengah menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan monitoring ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, sekaligus mendampingi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. “Pemantauan ini penting untuk mengetahui kondisi riil lahan pertanian serta memastikan program swasembada jagung tetap berjalan sesuai harapan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat guna mendukung ketahanan pangan di daerah,” ujarnya. Selain melakukan pemantauan, personel juga berdialog dengan warga dan petani setempat guna menyerap informasi terkait kondisi pertanian serta kendala yang dihadapi di lapangan. Secara keseluruhan, kegiatan monitoring berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dukungan moral sekaligus memperkuat sinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Melalui kegiatan ini, Polres Hulu Sungai Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan masyarakat. (Agus)