SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Nama Nadia Putri Ramadhani kini menjadi salah satu harapan baru Kota Sukabumi di dunia modeling anak. Gadis belia sarat prestasi tersebut akan mewakili Jawa Barat dalam ajang Miss Bintang Indonesia (MBI) Kids 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus mendatang. Keikutsertaan Nadia dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu menjadi pencapaian yang membanggakan. Pasalnya, putri pasangan Ucup Supriatna dan Epi Sumanti tersebut berhasil lolos setelah mengikuti serangkaian proses seleksi dan audisi yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Bagi Nadia, kesempatan tampil di Miss Bintang Indonesia Kids 2026 bukan sekadar mengikuti kompetisi. Ajang tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, sekaligus membawa nama baik Kota Sukabumi ke tingkat yang lebih tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir, Nadia aktif mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi modeling. Pengalaman yang diperolehnya dari satu event ke event lainnya menjadi bekal berharga dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan tampil di depan umum, serta memperluas wawasan di bidang seni. Meski usianya masih muda, Nadia memiliki tekad besar untuk terus berkembang. Ia menyadari bahwa persaingan di dunia modeling dan seni tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, dan keberanian untuk terus mencoba. “Kerja keras saya dari event ke event untuk menggembleng diri dan menjadi inspirasi bagi kawula muda di bidang modeling. Persaingan di dunia seni ini tak datang tiba-tiba, tapi lewat kreativitas dan inovasi seni yang ditopang dengan keberanian dan keseriusan serta dukungan orang terdekat,” ujar Nadia, Rabu (24/6/2026). Semangat yang dimiliki Nadia mendapat dukungan penuh dari keluarga yang selama ini menjadi penyemangat dalam setiap langkahnya. Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi Nadia untuk tampil maksimal saat bersaing dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Selain mengejar prestasi, Nadia juga ingin membuktikan bahwa anak-anak Sukabumi memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan daerah lain. Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani mengejar mimpi dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Dengan persiapan yang terus dimatangkan menjelang pelaksanaan kompetisi, Nadia optimistis mampu memberikan penampilan terbaik. Ia pun berharap dapat membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama Jawa Barat dan Kota Sukabumi di ajang Miss Bintang Indonesia Kids 2026. Usep

Malang, Bidik-kasusnews.com – Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Malang). Semangat persatuan dan kebhinekaan Indonesia tercermin dalam prosesi pembaretan prajurit Korps Marinir, dari Sabang sampai Merauke, putra-putra terbaik bangsa dengan latar belakang yang berbeda-beda berhasil melewati berbagai tahapan pendidikan dan resmi menyandang Baret Ungu, simbol kehormatan Prajurit Korps Marinir, Pantai Baruna, Dusun Sumber Pucung, Desa Tulungrejo, Kec. Donomulyo, Malang. Senin (22/06/2026). Para prajurit muda tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk putra-putra daerah Papua yang dengan penuh semangat dan tekad berhasil menuntaskan pendidikan yang dikenal berat dan penuh tantangan. Mereka berdiri sejajar dengan rekan-rekannya dari berbagai suku, budaya, dan daerah lainnya sebagai satu keluarga besar Korps Marinir. Keberagaman juga terlihat dari latar belakang keluarga para prajurit, ada yang merupakan putra anggota TNI, Polri, Basarnas, maupun masyarakat umum, perbedaan tersebut bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan mereka dalam satu tujuan mulia, yaitu mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Korps Marinir. Bagi putra-putra Papua, keberhasilan mengenakan Baret Ungu menjadi kebanggaan tersendiri. Selain mengharumkan nama keluarga, mereka juga menjadi representasi semangat generasi muda Papua yang memiliki kesempatan dan kemampuan yang sama untuk berprestasi serta mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Suasana haru dan bangga tampak dari wajah para orang tua yang hadir menyaksikan putra-putranya resmi menjadi Prajurit Korps Marinir, air mata kebahagiaan mengiringi lahirnya generasi penerus bangsa yang siap mengemban tugas menjaga kedaulatan dan kehormatan NKRI. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Semangat kebersamaan dan keakraban mewarnai halaman Makodim 0410/Kota Bandar Lampung (KBL) saat ratusan warga bersama jajaran Babinsa mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026) dini hari WIB. Kegiatan yang digelar Kodim 0410/KBL tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui suasana santai namun penuh kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan pertandingan yang mempertemukan Portugal dengan Uzbekistan. Sorak-sorai penonton pecah sepanjang pertandingan, terutama saat Portugal tampil dominan dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 5-0. Penampilan gemilang Cristiano Ronaldo yang mencetak dua gol menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian para penonton. Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan bahwa kegiatan nobar tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana efektif untuk memperkuat komunikasi sosial dan mempererat silaturahmi antara aparat teritorial dengan warga binaan. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui suasana yang santai dan penuh kebersamaan, hubungan antara Babinsa dan masyarakat dapat semakin dekat dan harmonis,” ujarnya. Sepanjang pertandingan berlangsung, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para Babinsa dan warga duduk berdampingan menikmati jalannya laga sambil berbincang dan saling berinteraksi. Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperlihatkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Antusiasme warga semakin memuncak ketika Portugal terus menambah keunggulan. Setiap gol yang tercipta disambut tepuk tangan dan sorakan meriah dari para penonton yang memenuhi area nobar. Salah seorang warga mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena selain bisa menikmati pertandingan sepak bola kelas dunia, dirinya juga dapat berinteraksi langsung dengan para Babinsa dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Kegiatan nobar ini merupakan bagian dari Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 yang dilaksanakan di berbagai satuan jajaran Kodam di wilayah Lampung. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat persatuan, meningkatkan kebersamaan, serta membangun komunikasi yang positif antara TNI dan masyarakat. Acara ditutup dengan ramah tamah dan menikmati hidangan ringan yang telah disiapkan oleh Kodim 0410/KBL. Suasana hangat yang tercipta menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi media pemersatu sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berharap kemanunggalan TNI dan rakyat dapat terus terjaga serta semakin kuat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, harmonis, dan penuh semangat kebersamaan. (Agus)

Amuntai Selatan, Bidik-kasusnews.com, Warga Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan lanjut usia di aliran Sungai Telaga Silaba, Selasa (23/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Korban diketahui bernama Mursidah (68), warga Gang Penghulu RT 002 Desa Telaga Silaba. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Senin sore dan sempat dilakukan pencarian oleh warga setempat. Kapolsek Amuntai Selatan Iptu Harnowo, S.H. melalui laporan resminya menjelaskan, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Mardhani (43) yang saat itu sedang mencari ikan di sekitar Sungai Telaga Silaba. Saat berada di pinggir sungai dekat Jembatan Simpang Empat Desa Telaga Silaba, saksi melihat sesosok tubuh mengapung dalam kondisi tengkurap dan tersangkut pada salah satu tiang jembatan. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada warga sekitar dan aparat setempat. “Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui merupakan warga Desa Telaga Silaba yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga,” ungkap petugas. Informasi dari keluarga menyebutkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sehari-hari jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar karena faktor usia dan kondisi kesehatannya. Menurut keterangan adik kandung korban, Jamruni (66), keluarga bersama warga telah melakukan pencarian sejak sekitar pukul 18.00 WITA pada Senin (22/6/2026), namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia beberapa jam kemudian. Setelah menerima laporan, personel Polsek Amuntai Selatan bersama Tim Identifikasi dan Unit Reskrim Polres Hulu Sungai Utara langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benda tajam atau benda tumpul pada tubuh korban. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sebuah ember berwarna hitam dan selembar baju berwarna biru yang diketahui sering digunakan korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga terjatuh ke sungai dan terbawa arus sejauh kurang lebih 200 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi awal kejadian. Saat itu kondisi sungai memiliki kedalaman sekitar tiga meter dengan arus sedang. Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak berkenan dilakukan visum maupun autopsi. Pernyataan penolakan tersebut telah dibuat secara resmi dan diserahkan kepada pihak kepolisian. Jenazah selanjutnya dievakuasi oleh warga bersama aparat desa dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Kapolsek Amuntai Selatan Iptu Harnowo, S.H. memastikan seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pembuatan laporan polisi, olah TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti hingga koordinasi dengan Unit Identifikasi Polres HSU. Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga yang rentan, terutama lansia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. (Agus)

Amuntai, Bidik-kasusnews.com – Semarak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) semakin terasa dengan dibukanya secara resmi Turnamen Bola Voli Kapolres HSU Cup 2026 di Stadion Karias, Kecamatan Amuntai Tengah, Selasa (23/6/2026) sore. Turnamen yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Hulu Sungai Utara, AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh olahraga, serta masyarakat yang antusias menyaksikan pembukaan pertandingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Hulu Sungai Utara selaku Ketua KONI Kabupaten HSU, Dandim 1001 Amuntai-Balangan, Ketua Pengadilan Amuntai, perwakilan Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ketua Pelaksana Turnamen, Kasat Lantas Polres HSU Iptu Tri Widodo Setiawan, S.Pd, bersama jajaran Satlantas Polres HSU memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tertib sejak awal hingga selesai. Dalam sambutannya, Kapolres HSU menegaskan bahwa penyelenggaraan turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. “Melalui kegiatan olahraga seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat. Turnamen ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan semangat sportivitas, persatuan, dan kebersamaan,” ujarnya. Selain menjadi ajang pencarian bibit atlet bola voli potensial di daerah, Kapolres HSU Cup 2026 juga diharapkan mampu menghadirkan citra Polri yang semakin humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran Polri dalam kegiatan olahraga dinilai menjadi langkah positif untuk menghilangkan kesan kaku terhadap institusi kepolisian serta membangun rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya pembukaan turnamen. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan yang menjadi salah satu agenda olahraga terbesar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Turnamen Bola Voli Kapolres HSU Cup 2026 diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan prestasi olahraga daerah, serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat menuju Hulu Sungai Utara yang semakin maju dan harmonis. (Agus)

JAKARTA, Bidik-kasusnews.com — TNI Angkatan Darat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua melalui pengiriman dukungan logistik Program Manunggal Air dan Papua Terang menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pengiriman dilakukan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (23/6/2026), menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD menghadirkan akses air bersih dan energi listrik bagi masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Berbagai peralatan pengeboran air, mesin pendukung, serta perangkat pembangkit listrik dikirim guna mendukung pelaksanaan program di lapangan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa Program Manunggal Air dan Papua Terang merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan terluar. “Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, termasuk saudara-saudara kita di Papua. Melalui Program Manunggal Air dan Papua Terang, TNI AD tidak hanya membangun sarana, tetapi juga menghadirkan harapan, kesehatan, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Kasad. Untuk mendukung Program Manunggal Air, TNI AD mengirimkan berbagai peralatan pengeboran dan distribusi air, antara lain satu unit mesin bor air hidrolik, satu unit diesel pompa sirkulasi air, perangkat sirkulasi air, puluhan batang stang bor, berbagai jenis selang, mata bor khusus, serta perlengkapan teknis lainnya yang akan digunakan dalam pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat. Sementara itu, Program Papua Terang diperkuat dengan pengiriman sejumlah dinamo dan turbo generator guna mendukung penyediaan energi listrik di wilayah sasaran. Kehadiran listrik diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, mendukung proses belajar mengajar, serta memperluas akses informasi dan komunikasi. Selain itu, TNI AD juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa 12 unit televisi, 12 unit parabola, 24 unit radio mini bluetooth, serta 24 unit speaker portabel lengkap dengan mikrofon yang akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat. Peralatan tersebut direncanakan diberangkatkan pada penerbangan berikutnya menyesuaikan kapasitas angkut pesawat yang saat ini juga membawa perlengkapan satuan tugas dan dukungan lainnya. Program Manunggal Air dan Papua Terang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan dasar bagi masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Melalui sinergi TNI AD dan TNI AU, berbagai dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Pengiriman dukungan logistik ini menjadi bukti bahwa TNI AD tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan negara, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 23 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan yang diselenggarakan secara virtual bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pemasyarakatan dari seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. FGD dilaksanakan melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, beserta jajaran terkait. Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan program ketahanan pangan yang telah berjalan, sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai langkah penguatan program ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pengembangan kegiatan produktif lainnya yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan memiliki manfaat ganda, yakni mendukung kebijakan pemerintah sekaligus menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. “Program ketahanan pangan tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga menjadi media pembinaan untuk menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan produktivitas warga binaan. Oleh karena itu, penguatan dari pimpinan menjadi bekal penting bagi kami dalam mengembangkan program yang lebih optimal,” ujar Renza. Rutan Jepara sendiri terus mengembangkan berbagai program ketahanan pangan, seperti budidaya sayuran, cabai, kacang panjang, bayam, peternakan ayam, hingga budidaya ikan lele yang melibatkan warga binaan secara aktif. Kegiatan FGD berlangsung dengan tertib dan lancar, serta diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program-program produktif yang berkelanjutan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Semangat petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk mendukung program ketahanan pangan nasional tidak surut meski sempat menghadapi gagal tanam akibat banjir. Bersama Polsek Danau Panggang, kelompok tani (Poktan) Setia Usaha kembali melakukan penanaman jagung pakan di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Senin (22/6/2026). Kegiatan penanaman ulang tersebut dilakukan setelah tanaman jagung yang ditanam pada Mei 2026 lalu mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai yang merendam lahan pertanian. Jagung yang saat itu baru berusia sekitar 10 hari membusuk dan mati karena terendam air dalam waktu cukup lama. Kapolsek Danau Panggang bersama personel kepolisian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan anggota Poktan Setia Usaha turun langsung ke lokasi untuk memberikan pendampingan sekaligus melakukan penanaman kembali pada lahan yang telah mengering. Desa Pinangkara merupakan salah satu desa binaan Polsek Danau Panggang dalam program penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan pemerintah. Poktan Setia Usaha yang beranggotakan 23 orang mengelola lahan pertanian seluas 3 hektare yang dipersiapkan untuk budidaya jagung pakan. Setelah kondisi banjir berangsur surut, petani kembali memanfaatkan sekitar 2 hektare lahan yang sudah siap tanam. Sementara 1 hektare lainnya direncanakan akan ditanami pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 setelah kondisi genangan air benar-benar stabil dan lahan dapat diolah secara optimal. Dalam kegiatan tersebut, dilakukan koordinasi antara Polsek Danau Panggang sebagai pembina, penyuluh pertanian, dan kelompok tani guna menyusun langkah strategis agar proses budidaya jagung dapat berjalan lebih baik. Setelah koordinasi, seluruh peserta melaksanakan penanaman jagung secara bersama-sama sebagai bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Kapolsek Danau Panggang menyampaikan bahwa pendampingan terhadap kelompok tani akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan nasional. “Meski sempat mengalami kegagalan akibat faktor cuaca dan banjir, semangat petani untuk kembali menanam menjadi bukti kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Polri akan terus hadir memberikan pendampingan dan motivasi agar hasil pertanian dapat maksimal,” ujarnya. Kegiatan penanaman ulang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan gotong royong. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Upaya tanam ulang yang dilakukan Poktan Setia Usaha bersama Polsek Danau Panggang ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas pertanian yang sempat terdampak banjir sekaligus memperkuat kontribusi sektor pertanian dalam mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian. Seperti yang dilakukan personel Polsek Banjang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), dengan melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WITA tersebut dipimpin oleh personel Polsek Banjang sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada jagung yang menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di daerah. Lahan yang dimonitor merupakan milik Sadikin dan tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri. Lahan seluas 4 hektare tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida BISI 18 sejak 12 Mei 2026. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang telah berusia 43 hari menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 51 sentimeter. Para petani memanfaatkan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa monitoring rutin dilakukan guna memastikan kondisi tanaman tetap terjaga serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi petani selama masa pertumbuhan. “Pendampingan ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami berharap tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh optimal hingga masa panen nanti,” ujarnya. Dengan penggunaan sekitar 100 kilogram benih jagung hibrida BISI 18 dan pengelolaan lahan secara intensif, panen diperkirakan akan berlangsung pada 10 Oktober 2026 mendatang. Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Soeyatmin, SH, Aipda Nasrullah, dan Briptu Zakir. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Melalui pengawasan dan pendampingan berkelanjutan, Polsek Banjang berharap produktivitas pertanian masyarakat terus meningkat sehingga mampu berkontribusi terhadap terwujudnya swasembada pangan serta peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Selasa, 23 Juni 2026 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menerima kedatangan tiga taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) untuk melaksanakan kegiatan praktik lapangan sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengembangan kompetensi calon aparatur pemasyarakatan. Penerimaan taruna dilaksanakan di Rutan Jepara dan disambut langsung oleh Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, beserta jajaran pejabat struktural. Selama masa praktik lapangan, para taruna akan memperoleh pengalaman langsung mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan, mulai dari aspek pelayanan, pembinaan, pengamanan, hingga administrasi perkantoran. Kegiatan praktik lapangan ini menjadi sarana bagi taruna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan sekaligus memahami dinamika pelaksanaan tugas di satuan kerja pemasyarakatan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa praktik lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk calon insan pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas. “Praktik lapangan menjadi kesempatan bagi para taruna untuk belajar secara langsung di lapangan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Rutan Jepara dapat menambah wawasan, keterampilan, dan pemahaman mengenai tugas pemasyarakatan secara nyata,” ujar Renza. Selain mendapatkan pengalaman teknis, para taruna juga diharapkan dapat memahami nilai-nilai integritas, kedisiplinan, serta profesionalisme yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemasyarakatan. Kehadiran taruna Poltekip ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik sebagai sarana pembelajaran bagi taruna maupun sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman di lingkungan Rutan Jepara. Kegiatan penerimaan berlangsung dengan tertib dan lancar, menandai dimulainya rangkaian praktik lapangan yang akan dijalani oleh para taruna di Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara