Kuningan – Bidik-kasusnews.com Di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin cepat, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan peran serta mutu pendidik senantiasa menjadi kunci utama kemajuan pendidikan. Hal tersebut beliau sampaikan saat membuka secara resmi Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial, yang berlangsung di lingkungan SMPN 5 Kuningan, Selasa, (22 September 2026).
Kegiatan bertema “Membangun Pendidik yang BerkarakterKomunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta berserta PGRI Kabupaten Kuningan.
Bupati menyampaikan pesan yang mendalam: sebelum berharap dapat membentuk dan menempa karakter peserta didik — para pendidik sendirilah yang terlebih dahulu harus kokoh dan matang kepribadiannya.
“Kalau hendak menanamkan akhlak serta membentuk watak kepada murid — gurunyalah yang terlebih dahulu harus memiliki keteguhan hati, keteladanan, serta kemampuan bersosialisasi yang kuat. Tanpa itu, ajaran belum tentu berbekas,” ujar beliau tegas.
Di samping itu, kemajuan zaman dan teknologi berubah dengan kecepatan yang luar biasa — termasuk pesatnya penyebaran serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan atau AI. “Perubahan dulu butuh puluhan tahun — kini cukup berbulan‑bulan saja sudah berubah wajahnya. Siapa yang tak memahami, tak mau belajar dan memanfaatkannya — kelak justru akan tertinggal oleh murid‑muridnya sendiri,” peringatannya.
Namun demikian, Bupati menegaskan hal yang tak akan pernah tergantikan: “Segala kemajuan alat, kecanggihan ilmu pengetahuan — semuanya tak akan pernah mampu menggantikan hati nurani, keteladanan, kasih sayang, empati, serta hubungan kemanusiaan yang tulus antara guru dan murid. Itulah keunggulan kita yang tak tergantikan mesin apa pun,” ujarnya. “Maka kuncinya: kuatkanlah ilmu pengetahuan dan ikutlah berkembang bersama zaman — namun kokohkanlah pula watak, budi pekerti, dan jiwa kemanusiaan itu.
Jangan sampai maju pengetahuannya, namun goyah karakternya — lalu apa yang akan diajarkan kepada generasi muda kelak?” tambahnya. Perubahan pun tak dapat dipaksakan serentak dan seketika — hendaknya berjalan bertahap, disesuaikan keadaan, serta dibiasakan hingga tumbuh menjadi kebiasaan dan budaya yang kokoh.
Sementara itu, Rektor Universitas Indraprasta PGRI, Prof. Dr. H. Sumaryoto, menyampaikan sepenuhnya sejalan dengan pandangan tersebut — di era yang penuh perubahan ini, kemampuan profesional saja belum cukup, melainkan mutlak diperlukan kematangan kepribadian serta kemampuan bermasyarakat dan berkomunikasi yang baik. Selaku perguruan tinggi yang berafiliasi dengan organisasi pendidik, pihaknya berkomitmen senantiasa turut meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan demi kemajuan pendidikan di daerah ini.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., M.M., dalam laporannya menyampaikan pelatihan ini diikuti sekitar 150 orang — terdiri atas kepala sekolah serta guru yang mewakili 32 cabang organisasi se‑Kabupaten Kuningan — dan dibagi menjadi empat kelompok agar pembelajaran berlangsung lebih akrab, mendalam, serta saling bertukar pengalaman. Kegiatan ini juga dirangkaikan kuliah umum bagi mahasiswa pascasarjana Unindra.
Turut hadir pula jajaran pimpinan dinas terkait, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Semoga semangat memperbaiki diri ini senantiasa tumbuh — demi pendidik yang makin bermutu, dan murid yang kelak tumbuh menjadi insan yang cerdas sekaligus berbudi luhur.
(Asep Rusliman)