BIDIK-KASUSNEWS.COM
Jakarta – Kreativitas yang lahir dari kepedulian terhadap pelestarian budaya kini menjelma menjadi peluang usaha bernilai tinggi. Hal itu tercermin dari hadirnya produk “Be El Be”, karya inovatif yang digagas oleh Ny. Ayu Rama, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XI Brigif 1 PD Jaya.
Sebagai istri prajurit TNI, pengalaman berpindah tugas dari satu daerah ke daerah lain memberikan kesempatan bagi Ny. Ayu untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya Nusantara, termasuk seni ukir tradisional.
Namun di balik kekaguman tersebut, muncul kegelisahan akan semakin berkurangnya minat terhadap seni ukiran yang merupakan warisan leluhur bangsa.
Berangkat dari keprihatinan itu, Ny. Ayu Rama berinisiatif menghadirkan inovasi dengan mengangkat motif ukiran khas daerah ke dalam produk kerajinan berbahan kulit dengan desain modern. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberdayakan waktu luang para istri prajurit.
Produk yang diberi nama “Be El Be” tersebut dikerjakan secara dominan handmade, mulai dari proses memahat, melukis, hingga menjadi produk siap pakai. Berbagai hasil karya pun dihasilkan, seperti tas, dompet, hingga aksesoris yang memiliki nilai seni tinggi sekaligus daya saing di pasar.
Keunikan dan kualitas produk Be El Be mendapat apresiasi serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran Persit Kartika Chandra Kirana. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para anggota untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.
Tak hanya itu, Be El Be juga terpilih sebagai salah satu pelaku UMKM dalam kegiatan “Persit Bisa” yang digelar dalam rangka peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong pengembangan usaha anggota Persit.
Melalui program tersebut, diharapkan UMKM yang digerakkan oleh anggota Persit dapat semakin berkembang, mandiri, dan mampu menjadi kebanggaan, tidak hanya bagi keluarga prajurit TNI AD, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Kehadiran Be El Be menjadi bukti bahwa dari kepedulian terhadap budaya dapat lahir karya kreatif yang tidak hanya melestarikan warisan bangsa, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
(Agus)

