Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Program swasembada jagung di wilayah Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menghadapi kendala akibat genangan banjir yang terjadi setelah curah hujan tinggi beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut diketahui saat personel Polsek Sungai Pandan melakukan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil, Rabu (5/8/2026).
Monitoring yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 Wita tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman sekaligus memantau perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan.
Dalam pemantauan tersebut, personel menemukan bahwa tanaman jagung yang berhasil tumbuh di sejumlah lahan hanya sebagian. Sebagian lainnya mengalami kegagalan pertumbuhan yang dalam laporan dikaitkan dengan genangan banjir akibat tingginya curah hujan beberapa waktu sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan lahan jagung di wilayah Sungai Pandan. Air yang menggenangi lahan dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi menyebabkan benih maupun tanaman muda tidak berkembang sebagaimana diharapkan.
Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual lahan sebagai bahan laporan dan evaluasi terhadap perkembangan program swasembada jagung.
Tiga personel Polsek Sungai Pandan yang melaksanakan kegiatan tersebut yakni Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan.
Personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat Polsek Sungai Pandan untuk menuju lokasi pemantauan di kedua desa tersebut.
Meskipun terdapat kendala pada pertumbuhan tanaman, kegiatan monitoring berlangsung lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan juga dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.
Pemantauan secara berkala menjadi penting untuk mengetahui perkembangan lahan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
Kondisi di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil menunjukkan bahwa keberhasilan budidaya jagung tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan dan cuaca.
Hasil monitoring tersebut selanjutnya menjadi bagian dari laporan perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Upaya pemantauan diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan program tetap tercatat dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pertanian berikutnya.
(Agus)