Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Semangat gotong royong kembali menguat di tengah masyarakat Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Aparat kewilayahan bersama pemerintah setempat dan warga bergotong royong membersihkan aliran kali di Jalan Kartini Gang Luwes, RT 3 Lingkungan II, Kamis (26/2/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dipimpin Babinsa Kelurahan Kaliawi, Serka Supriyadi, sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi potensi banjir dan munculnya penyakit saat musim penghujan.
Turut hadir dalam kegiatan itu unsur pemerintah kecamatan, Sekretaris BPBD Kota Bandar Lampung, Lurah Kaliawi Masyuri, aparat kelurahan, para ketua lingkungan, ketua RT, anggota Linmas, serta puluhan warga setempat.
Dengan menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, arit, dan karung, peserta gotong royong bersama-sama mengangkat sampah, membersihkan tanaman eceng gondok, serta mengeruk sedimentasi lumpur yang menghambat aliran air. Kehadiran aparat pemerintah dan TNI di tengah masyarakat turut menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan.
Serka Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus upaya preventif menghadapi dampak musim hujan.
“Aliran kali yang tersumbat sampah berpotensi menyebabkan banjir. Selain itu, genangan air juga bisa menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah. Karena itu, kebersihan lingkungan harus dijaga bersama,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Lurah Kaliawi Masyuri mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat serta sinergi antara aparat kewilayahan dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi kunci terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman bagi warga. Ia berharap kegiatan gotong royong dapat dilakukan secara rutin agar aliran air tetap lancar dan risiko bencana lingkungan dapat diminimalkan.
Kegiatan pembersihan kali berlangsung tertib dan lancar hingga selesai. Warga pun berharap semangat kebersamaan tersebut terus terjaga sebagai budaya positif dalam menjaga lingkungan permukiman.
(Agus)

