Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menghadiri kegiatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Majalengka yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Majalengka, pada Jumat (7/8/2026). Kehadiran Kapolres menjadi bagian dari komitmen Polres Majalengka dalam mendukung sinergitas lintas sektoral demi terciptanya stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan di Kabupaten Majalengka. Kegiatan rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Majalengka H. Didi Supriadi, S.H., didampingi Wakil Ketua DPRD Deden Hardian Narayanto, S.T., Wakil Ketua DPRD Asep Eka Mulyana, S.P., serta Wakil Ketua DPRD Dr. H. Juhana Zulfan, M.M. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M., Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Wakapolres Majalengka, perwakilan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Majalengka, Dansubdenpom, perwakilan Kodim 0617/Majalengka, perwakilan Lanud Sugiri Sukani, serta perwakilan Yonif Raider 321/Galuh Taruna, beserta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Rapat paripurna berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai forum resmi dalam membahas agenda strategis pemerintahan daerah. Kehadiran unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya sinergitas antar lembaga dalam mendukung jalannya roda pemerintahan serta pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa Polres Majalengka siap mendukung setiap program pemerintah daerah dan DPRD yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan wilayah. ”Sinergi yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Majalengka yang aman, maju, dan sejahtera. Polres Majalengka akan terus mendukung berbagai kebijakan dan program pembangunan melalui pemeliharaan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kapolres. Kehadiran Kapolres Majalengka dalam rapat paripurna tersebut juga menjadi bentuk dukungan Polri terhadap proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui momentum ini, diharapkan koordinasi dan komunikasi yang telah terjalin baik antara Polres Majalengka, Pemerintah Kabupaten Majalengka, DPRD, serta unsur Forkopimda lainnya semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Asep Rusliman)
Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.Polda Jabar berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat mengintensifkan operasi pemberantasan peredaran gelap narkotika serta obat keras tertentu. Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang mulai menyasar kelompok usia remaja di berbagai daerah. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyatakan bahwa jajarannya tidak hanya berfokus pada penindakan kurir atau pengedar di tingkat hilir. Penyidikan kini diarahkan untuk membongkar jaringan utama serta dalang di balik rantai pasokan obat berbahaya tersebut. “Kami terus akan melakukan upaya-upaya pengungkapan bukan hanya sekadar para pengedarnya tapi kepada otak-otak pelaku yang mendistribusikan dari mana pun walaupun itu lintas provinsi,” tegas Irjen Pipit, di Polda Jabar, Jumat (7/8/2026). Pengembangan kasus ini menjadi fokus utama pihak kepolisian guna memutus jalur peredaran sintesis yang kerap memicu berbagai tindakan kejahatan jalanan maupun kriminalitas lainnya. Irjen Pipit menekankan pentingnya sinergitas antarlembaga dalam menangani ancaman peredaran gelap zat adiktif tersebut secara komprehensif, mulai dari pengawasan jalur distribusi hingga penindakan hukum secara terpadu. “Ini juga hadir di sini dari BNN juga BNNP tentunya kita harus memperkuat kolaborasi kepada semua pihak,” pungkasnya. Bandung, 7 Agustus 2026 Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar
Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,. …– Cirebon tanda tanya besar kini menyelimuti pelaksanaan proyek yang tertulis sebagai Pemeliharaan Berkala Jalan Kabupaten Cirebon, yang tertulis di atas kertas rencananya jelas adalah pemeliharaan jalan, namun yang tampak dikerjakan di lapangan ternyata jauh berbeda dari yang dijanjikan. Padahal, anggaran yang disiapkan tidaklah sedikit, yaitu Rp581.850.000 (lima ratus delapan puluh satu juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah), yang dilaksanakan oleh CV. Seruni Jaya Abadi. Berdasarkan informasi yang berkembang dan dilihat langsung di lokasi pekerjaan, pelaksanaan yang dilakukan justru tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang seharusnya. Yang seharusnya dikerjakan adalah pemeliharaan jalan raya, namun yang berlangsung di lapangan justru berupa pembangunan atau normalisasi saluran drainase (selokan) di pinggir jalan. Lebih mencurigakan lagi, yang dipasang adalah Saluran U-Ditch, yaitu beton pracetak berbentuk huruf U yang berfungsi mengalirkan air hujan. Bukan perbaikan badan jalan, bukan pengaspalan, bukan pemadatan, melainkan pembuatan saluran air yang sama sekali berbeda dari maksud awal anggaran. Ini tentu sangat janggal dan memprihatinkan. Di atas kertas tertulis jelas Pemeliharaan Berkala Jalan Bobos–Cikalahang. Artinya, uang ratusan juta rupiah itu dialokasikan khusus untuk memperbaiki, memelihara, dan meningkatkan kualitas jalan raya yang dilalui warga setiap hari. Namun kenyataannya, pekerjaan yang berjalan adalah pemasangan saluran beton U-Ditch yang seharusnya masuk dalam kategori lain, misalnya pembangunan drainase atau normalisasi saluran, bukan pemeliharaan jalan raya. Ini jelas menunjukkan ketidaksesuaian yang nyata antara rencana anggaran dengan pelaksanaan di lapangan. Mengapa anggaran yang ditujukan untuk jalan dialihkan untuk membuat selokan? Apakah memang sengaja direncanakan demikian dengan mengubah nama proyek demi menyesuaikan anggaran? Ataukah ada kesalahan perencanaan yang fatal sehingga spesifikasi pekerjaan tidak sesuai dengan judul dan maksud anggarannya? Atau yang lebih parah lagi, apakah ini sekadar kedok agar anggaran cair, lalu pelaksanaannya diubah sesuka hati demi keuntungan sendiri tanpa mempedulikan peruntukan yang sebenarnya? Jika memang benar demikian, maka hal ini sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, warga sudah lama berharap jalan Bobos–Cikalahang yang kondisinya memprihatinkan akhirnya diperbaiki dengan anggaran Rp. 581.850.000 juta tersebut. Namun ternyata, yang dikerjakan bukan perbaikan jalan, melainkan hal lain yang sama sekali berbeda dari yang dijanjikan. Artinya, warga tetap harus menelan kenyataan pahit melintas di jalan yang belum tentu membaik, sementara uang ratusan juta rupiah rakyat telah habis digunakan untuk pekerjaan yang tidak sesuai peruntukannya. Padahal, pembangunan saluran drainase itu sendiri adalah pekerjaan yang terpisah dan seharusnya memiliki anggaran tersendiri, bukan “dipaksakan” masuk ke dalam anggaran pemeliharaan jalan. Jika memang butuh selokan, seharusnya diusulkan dan dianggarkan sebagai proyek pembangunan drainase, bukan menyamarkan namanya sebagai pemeliharaan jalan agar anggarannya bisa didapatkan. Cara seperti ini sangat meragukan transparansi dan kejujuran dalam pengelolaan keuangan daerah. Terkesan seolah-olah anggaran jalan dipakai untuk membiayai pekerjaan lain yang seharusnya tidak dibiayai dari pos itu. Kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon selaku pemegang program, masyarakat menuntut penjelasan yang terbuka dan jujur. Mengapa pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan spesifikasi dan maksud anggaran? Apakah ada perubahan perencanaan yang sah? Jika ada, mengapa tidak diinformasikan kepada publik? Jika tidak ada perubahan resmi, berarti pelaksanaan ini menyimpang dari ketentuan dan wajib diluruskan, bahkan dapat dipertanggungjawabkan sesuai peraturan yang berlaku. Jangan sampai anggaran yang tercatat untuk pemeliharaan jalan justru habis untuk hal lain, sementara jalan tetap rusak dan warga tertipu oleh laporan yang tidak sesuai kenyataan. Begitu juga kepada pihak pelaksana CV. Seruni Jaya Abadi, sudah menjadi kewajiban melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kontrak dan spesifikasi yang telah disepakati. Jika yang dikerjakan berbeda dari perjanjian, maka itu merupakan pelanggaran yang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jangan menerima pekerjaan yang bukan ranahnya, apalagi dibayari dari anggaran yang bukan peruntukannya. Hal ini dapat merugikan negara dan masyarakat luas, yang pada akhirnya nama baik pelaksana pun ikut tercemar. Masyarakat berhak waspada dan mengawasi pelaksanaan proyek ini. Jangan biarkan anggaran sebesar Rp. 581.850.000 juta itu ludes untuk pekerjaan yang seharusnya tidak dibiayai dari pos pemeliharaan jalan. Jangan biarkan nama pemeliharaan jalan hanya dijadikan kedok untuk mencairkan dana, padahal yang dibangun adalah selokan yang seharusnya diurus dari anggaran lain. Rakyat sudah semakin pintar membedakan mana perbaikan jalan dan mana pembuatan saluran air. Jangan mencoba membodohi publik dengan menyamarkan dua hal yang berbeda menjadi satu nama yang mengelabui. Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan, memeriksa kesesuaian antara kontrak kerja dan pelaksanaan di lapangan. Jika memang terbukti tidak sesuai, maka harus ada tindak lanjut yang tegas: pekerjaan dikembalikan sesuai peruntukannya, atau ada penyesuaian anggaran yang sah dan terbuka. Uang rakyat Rp. 581.850.000 juta lebih itu bukan mainan yang boleh dialihkan sesuka hati tanpa pertanggungjawaban yang jelas. Jangan sampai jalan tetap rusak, selokan pun belum tentu selesai baiknya, sementara uang ratusan juta rupiah sudah terlanjur habis tak berbekas. Semoga hal ini segera diluruskan demi keadilan dan kepercayaan masyarakat Kabupaten Cirebon. (Asep Rusliman)
Cirebon,-Bidik-kasusnews.com,.Polresta Cirebon menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) laga final Piala Presiden 2026 yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya, Kamis (6/8/2026) malam. Acara yang berlangsung meriah, hangat, dan sarat jiwa sportivitas tersebut dipusatkan di Point Break Cafe & Resto, Jalan Pangeran Cakrabuana, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Kegiatan nobar akbar ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., serta didampingi Pejabat Utama (PJU) Polresta Cirebon, Kapolsek Talun, jajaran perwira, dan personel Polresta Cirebon. Suasana kebersamaan semakin terasa kental dengan hadirnya ratusan suporter dari komunitas Bobotoh, Viking, serta warga masyarakat sekitar yang memadati lokasi acara. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa nobar ini digelar sebagai wadah untuk merawat kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta mengokohkan sinergitas antara institusi Polri dan masyarakat melalui momentum pesta olahraga sepak bola. Untuk menambah kemeriahan acara, Polresta Cirebon juga menyediakan puluhan doorprize menarik dengan Grand Prize utama berupa satu unit motor listrik. ”Melalui nobar ini, kami ingin menciptakan ruang kebersamaan yang hangat antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para pencinta sepak bola di Cirebon. Kita buktikan bahwa menikmati pertandingan besar seperti Persib melawan Persebaya dapat berlangsung dengan penuh kegembiraan, aman, tertib, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujarnya. Guna memelihara kondusivitas wilayah sebelum, saat, hingga seusai pertandingan, Polresta Cirebon menerjunkan pengamanan secara menyeluruh. Sebanyak 378 personel gabungan yang terdiri dari satuan fungsi operasional dan seluruh Polsek jajaran Polresta Cirebon dikerahkan serta disiagakan di berbagai titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon. Langkah antisipatif ini diambil guna mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat luas. Lebih lanjut, Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan di lapangan diinstruksikan untuk bertindak secara humanis, profesional, dan responsif sebagai wujud komitmen kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik. Berkat kesadaran bersama dan pengamanan yang terstruktur, seluruh rangkaian kegiatan nobar hingga euforia seusai pertandingan final Piala Presiden 2026 di wilayah Kabupaten Cirebon berlangsung dengan sangat lancar, aman, dan kondusif. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna dan Bobotoh Persib di Majalengka bersama Komunitas Viking Alengka berkumpul bersama nobar final Piala Presiden 2026 tidak ketinggalan Bupati Majalengka Eman Suherman dan jajaran, Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman dan jajaran yang bertempat di Saung Nganteur Kahayang Desa Salagedang Kecamatan Sukahaji Majalengka pada Kamis malam, (06/08/26). “Alhamdulillah nobar final Persib vs Persebaya dihadiri Bupati Majalengka dan jajaran serta Kapolres Majalengka dan jajaran, walaupun hasilnya kalah Namun kita semua tetap semangat, tempat ini, Saung Nganteur Kahayang Salagedang tetap untuk kita semua untuk melakukan kreatifitas,” ujar Anggota DPR RI, Ateng Sutisna usai nobar kepada sejumlah media. Maaih kata Ateng, tidak menyangka Persib kalah, saya tadinya optimis Persib menang. “Pesan yangdisampaikan untuk viking alengka Majalengka tetap semangat, tentu kita akan jadi juara lagi,” paparnya. Sementara itu Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengajak viking alengka untuk tetap santun, semangat dan berkreatifitas. Nobar di Saung Nganteur Kahayang ini diikuti 500 an penonton dengan layar raksana lebar dan dijaga oleh pihak kepolisian. Di sela sela acara Kapilres Majalengka memberikan beberapa helm kepada penonton yang bisa menjawab pertanyaan dan ada kaos kaos menarik Persib Bandung. Kemudian ada hadiah dari quiz yang digelar panitia. Di hari sebelumnya juga dilaksanakan nobar Persib vs Tampines Rovers dengan berbagai hiburan yang dilaksanakan mulai dari seni Sunda Rancage, penampilan DJ, festival UMKM, dialog interaktif hingga menikmati alam terbuka. Kegiatan nobar final Persib vs Persebaya berlangsung aan dan tenang tidak ada keributan sehingga kondusif. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,-Bidik-kasusnews.com,. Suasana penuh semangat dan kehangatan menyelimuti acara Nonton Bareng (Nobar) laga final Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya dalam ajang sepakbola Piala Presiden tahun 2026. Acara berlangsung meriah di Saung Nganteur Kahayang Ateng Sutisna, anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang beralamat di Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka pada Kamis malam, (06/08/26), acara dilaksanakan dengan kerjasama bersama komunitas Bobotoh Persib Viking Alengka Majalengka. Kegiatan ini turut dihadiri langsung Anggota DPR RI Bapak Ateng Sutisna, Bupati Majalengka, Eman Suherman serta Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman serta anggota DPRD Majalengka fraksi PKS dan undangan lainnya. Kehadiran para tokoh pimpinan daerah semakin menambah semarak dan kebersamaan seluruh pendukung yang hadir. Dalam sambutannya, Ateng Sutisna menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat. “Semoga laga ini berjalan indah dan penuh sportivitas. Dukung tim kesayangan dengan semangat, tetap jaga ketertiban, keamanan, serta kebersamaan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah. Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan harapan agar kegiatan ini makin mempererat persaudaraan. “Sepak bola bukan sekadar pertandingan, melainkan sarana menyatukan hati. Tetap rukun, saling menghormati, dan jaga nama baik daerah,” ujarnya. Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengajak seluruh pendukung untuk tetap santun, menjaga ketertiban, dan menjamin suasana aman hingga acara selesai. Sejak sore hari warga mulai berdatangan dengan penuh semangat. Selama pertandingan sorak-sorai bergema, namun suasana tetap tertib dan akrab — menunjukkan persatuan yang kuat di tengah masyarakat Majalengka. Panitia dari Viking Alengka Majalengka menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ateng Sutisna, Bupati, Kapolres, dan seluruh warga yang hadir. “Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan semoga Persib meraih hasil terbaik, menang atau kalah tetap kompak, ” ujar perwakilan panitia. Acara pun berakhir dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh warga di Saung Nganteur Kahayang, Salagedang, Majalengka. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,-Bidik-kasusnews.com,. Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan terus ditunjukkan Polres Kuningan. Bekerja sama dengan PAM Tirta Kamuning, Polres Kuningan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Blok Dalam Desa, Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026). Sebanyak 12.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan air bersih warga yang mengalami kesulitan akibat musim kemarau. Penyaluran air bersih tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memanfaatkan bantuan itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi. Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak musim kemarau. “Kami hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan PAM Tirta Kamuning, kami berharap kebutuhan air bersih warga Desa Pakembangan dapat terbantu selama musim kemarau ini,” ujar AKBP Bellen Anggara Pratama dalam keterangan persnya. Kapolres menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BUMD, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk krisis air bersih saat musim kemarau. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar setiap permasalahan di tengah masyarakat dapat diatasi bersama,” tambahnya. Polres Kuningan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait agar bantuan air bersih dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain memberikan bantuan air bersih, Polres Kuningan juga memberikan bantuan paket sembako kepada warga. Sementara itu, Dr. Ukas Suhafaputra, melalui Staf Humas dan Komunikasi Publik PAM Tirta Kamuning, Gery Aditya Pratama, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk sinergi antara Perumda Air Minum Tirta Kamuning dan Polres Kuningan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau. Menurut Gery, distribusi air bersih ke Desa Pakembangan dilakukan setiap hari dengan kapasitas tiga tangki atau sekitar 12.000 liter air. Selama dua hari pelaksanaan, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 24.000 liter air. “Kolaborasi dengan Polres Kuningan menjadi wujud sinergi antar lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kuningan,” kata Gery. PAM Tirta Kamuning memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan berdasarkan hasil pendataan serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. (Asep Rusliman)
Majalengka,-Bidik-kasusnews.com,.Guna memastikan stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memperkuat sinergitas antara aparat kepolisian dengan elemen mahasiswa dan pemuda, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar mengoptimalkan komunikasi dua arah secara berkelanjutan. Langkah proaktif yang dikemas dalam wujud pelayanan prima kepolisian di bidang kemitraan masyarakat ini difokuskan pada pemeliharaan kondusifitas wilayah melalui perangkulan aspirasi serta peran aktif generasi muda, Kamis (06/08/2026) Dalam pelaksanaannya di lapangan, Kapolres Majalengka AKBP M. Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si. menerima secara langsung kunjungan silaturahmi dari jajaran Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Majalengka bertempat di Ruang Kerja Kapolres Majalengka. Melalui suasana audiens yang hangat, inklusif, dan penuh kekeluargaan, Kapolres Majalengka berdiskusi interaktif bersama para perwakilan mahasiswa dan pimpinan organisasi pemuda. Pertemuan strategis ini menjadi wadah pertukaran gagasan dalam mengawal isu-sesu sosial-kemasyarakatan, pembangunan daerah, serta penegakan hukum yang berkeadilan di Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)
Bandung,-Bidik-kasusnews.com,.Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Barat resmi membongkar kasus penyebaran ujaran kebencian di media sosial yang memanfaatkan rekayasa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pengungkapan ini bermula dari Laporan Polisi nomor LP/B/1498/VIII/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT tertanggal 4 Agustus 2026 yang ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Penyidikan pada 5 Agustus 2026. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan dua orang tersangka. Tersangka utama yakni AYP (49), seorang karyawan swasta yang berperan memanipulasi konten visual/lama menggunakan AI serta mengunggah narasi provokatif di media sosial. Sementara tersangka kedua, AF (40), ditangkap karena turut memprovokasi publik dengan menyebarkan komentar-komentar bernada hasutan di unggahan tersebut. Pengungkapan kasus yang berlokasi di Jl. Raya Cimahi, Cimahi Selatan, Kota Cimahi ini mengungkap adanya motif ekonomi di balik aksi para pelaku. AYP sengaja memicu kegaduhan demi mendulang engagement atau interaksi tinggi yang kemudian dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana masyarakat melalui platform fintech. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menegaskan bahwa penyidik kini tengah mendalami alur transaksi keuangan yang digunakan tersangka. “Penyidik sedang mengembangkan pemeriksaan ke penyedia jasa keuangan yang dipakai oleh pelaku dalam pengumpulan dana tersebut,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan. Dalam penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa bundel tangkapan layar akun media sosial, 1 unit ponsel Samsung S25FE warna silver, dan 1 unit ponsel OPPO F11 warna biru. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 dan/atau Pasal 29 Jo Pasal 45B UU ITE, serta Pasal 243 hingga Pasal 248 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 4 tahun penjara dan denda maksimal Rp200 juta. Bandung, 6 Juli 2026 Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar
Kuningan,-Bidik-kasusnews.com,.Dalam upaya memperkuat sinergitas antara instansi pemerintah dan insan pers, perwakilan Humas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Eska Nata Suryana, menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Kuningan yang dipimpin oleh Ketua Korwil Ahmad Nurcahya, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di kantor Balai TNGC yang beralamat di Jalan Raya Kuningan–Cirebon KM.9 No.1, Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara Balai TNGC dan insan pers di Kabupaten Kuningan. Dalam suasana penuh keakraban, kedua belah pihak membahas pentingnya kolaborasi dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya mengenai upaya pelestarian lingkungan, konservasi kawasan hutan, edukasi kepada masyarakat, serta berbagai program yang dijalankan Balai TNGC. Perwakilan Humas Balai TNGC, Eska Nata Suryana, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan membangun kepada masyarakat. Melalui hubungan yang harmonis dengan wartawan, diharapkan berbagai program konservasi dapat lebih dikenal dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Sementara itu, Ketua FWJI Korwil Kuningan, Ahmad Nurcahya, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Balai TNGC. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen FWJI untuk terus menjalin kerja sama yang positif dengan berbagai instansi, termasuk Balai TNGC, dalam menyampaikan informasi yang berimbang, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menambahkan bahwa FWJI Korwil Kuningan siap mendukung publikasi berbagai kegiatan positif Balai TNGC, terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup, perlindungan kawasan konservasi, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Pertemuan tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol terjalinnya sinergitas antara Balai TNGC dan FWJI Korwil Kuningan. Diharapkan, kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam penyampaian informasi yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai salah satu aset lingkungan yang sangat berharga di Jawa Barat. (Asep Rusliman)