JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus memperkuat sinergi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pati dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Pati terhadap warga binaan Rutan Jepara, Kamis (17/9). Dalam kegiatan tersebut, PK Bapas Pati melakukan wawancara dan penggalian informasi secara langsung dengan warga binaan. Proses Litmas mencakup pengumpulan data mengenai latar belakang pribadi, kondisi keluarga, serta perkembangan warga binaan selama menjalani masa pembinaan di Rutan Jepara. Rutan Jepara turut mendukung pelaksanaan kegiatan dengan memastikan proses berjalan tertib, aman, dan lancar. Hasil penggalian data tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi PK Bapas Pati dalam penyusunan Litmas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, Rutan Jepara dan Bapas Pati terus membangun koordinasi yang baik dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Sinergi antarsatuan kerja diharapkan dapat mendukung proses pembinaan warga binaan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com – Pengawasan keamanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus diperketat. Langkah tersebut dilakukan dengan menggelar razia gabungan yang melibatkan petugas Rutan, Polres Jepara, serta Kodim 0719/Jepara. Pemeriksaan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Jepara, Ilham Saputra Halilintar. Sasaran utama kegiatan adalah kamar hunian warga binaan dan barang-barang yang berada di dalam kamar. Dengan melibatkan unsur TNI dan Polri, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh. Petugas memastikan setiap bagian kamar diperiksa guna mengantisipasi adanya narkoba, handphone, maupun benda lain yang dilarang berada di lingkungan Rutan. Hasilnya, dalam razia tersebut petugas gabungan tidak mendapati narkoba dan handphone di kamar hunian warga binaan. Ilham Saputra Halilintar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan sekaligus deteksi dini. Menurutnya, pemeriksaan rutin diperlukan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. “Kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan. Sinergi bersama Polres Jepara dan Kodim 0719/Jepara sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Rutan,” ungkapnya. Ia menambahkan, sinergitas lintas institusi menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga situasi Rutan agar tetap kondusif. Pengawasan juga akan terus dilakukan secara berkala terhadap lingkungan hunian. Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen menjaga area hunian tetap bersih dari barang terlarang. Selain mendukung keamanan, langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi pelaksanaan pembinaan warga binaan. Razia bukan sekadar mencari pelanggaran, tetapi menjadi langkah pencegahan agar keamanan Rutan tetap terjaga.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com – Menjaga situasi tetap aman dan kondusif di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk membangun komunikasi yang lebih aktif di antara petugas dan warga binaan. Langkah tersebut kembali ditekankan Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, saat memberikan pengarahan kepada warga binaan, Rabu (16/9/2026). Dalam pengarahan itu, Renza meminta warga binaan tidak mengabaikan aturan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan, kebersihan lingkungan hunian, sikap saling menghormati, serta kepatuhan mengikuti program pembinaan menjadi beberapa hal yang kembali diingatkan. Tidak hanya warga binaan secara umum, Renza juga memberikan penekanan kepada kepala kamar. Posisi tersebut dinilai memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan penghuni kamar dalam aktivitas sehari-hari. Kepala kamar diminta membantu menciptakan suasana yang tertib, memberikan contoh perilaku yang baik, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan persoalan di lingkungan kamar. “Untuk kepala kamar, saya minta ikut menjaga dan mengingatkan teman-temannya agar tetap tertib, menjaga kebersihan, dan mengikuti pembinaan. Kalau ada permasalahan, komunikasikan dengan petugas sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Renza. Menurut Renza, persoalan yang muncul di lingkungan hunian perlu dikomunikasikan secara tepat agar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan maupun ketertiban. Di sisi lain, warga binaan juga diajak untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat. Kegiatan pembinaan yang diberikan Rutan diharapkan dapat dimanfaatkan secara positif. Rutan Jepara pun terus mendorong terciptanya lingkungan yang tertib melalui sinergi petugas dengan warga binaan. Peran kepala kamar diharapkan menjadi salah satu penghubung dalam membangun komunikasi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama di lingkungan hunian.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com – Menjaga situasi tetap aman dan kondusif di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dilakukan melalui berbagai langkah, termasuk membangun komunikasi yang lebih aktif di antara petugas dan warga binaan. Langkah tersebut kembali ditekankan Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, saat memberikan pengarahan kepada warga binaan, Rabu (16/9/2026). Dalam pengarahan itu, Renza meminta warga binaan tidak mengabaikan aturan yang telah ditetapkan. Kedisiplinan, kebersihan lingkungan hunian, sikap saling menghormati, serta kepatuhan mengikuti program pembinaan menjadi beberapa hal yang kembali diingatkan. Tidak hanya warga binaan secara umum, Renza juga memberikan penekanan kepada kepala kamar. Posisi tersebut dinilai memiliki peran penting karena berinteraksi langsung dengan penghuni kamar dalam aktivitas sehari-hari. Kepala kamar diminta membantu menciptakan suasana yang tertib, memberikan contoh perilaku yang baik, serta segera menyampaikan kepada petugas apabila menemukan persoalan di lingkungan kamar. “Untuk kepala kamar, saya minta ikut menjaga dan mengingatkan teman-temannya agar tetap tertib, menjaga kebersihan, dan mengikuti pembinaan. Kalau ada permasalahan, komunikasikan dengan petugas sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Renza. Menurut Renza, persoalan yang muncul di lingkungan hunian perlu dikomunikasikan secara tepat agar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan maupun ketertiban. Di sisi lain, warga binaan juga diajak untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat. Kegiatan pembinaan yang diberikan Rutan diharapkan dapat dimanfaatkan secara positif. Rutan Jepara pun terus mendorong terciptanya lingkungan yang tertib melalui sinergi petugas dengan warga binaan. Peran kepala kamar diharapkan menjadi salah satu penghubung dalam membangun komunikasi, kepedulian, dan tanggung jawab bersama di lingkungan hunian.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Dalam upaya memperkuat sinergi dan koordinasi keamanan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melaksanakan silaturahmi dan koordinasi dengan Komandan Kodim 0719/Jepara, Selasa (15/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Jepara, Ilham Saputra Halilintar, bersama staf KPR sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan meningkatkan komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Dalam pertemuan tersebut, dibahas penguatan pengamanan Rutan, peningkatan kewaspadaan, serta langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Koordinasi juga dilakukan terkait dukungan jajaran Kodim 0719/Jepara dalam kegiatan pengamanan, termasuk berkolaborasi dengan Rutan Jepara saat pelaksanaan razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH). Sinergi dengan TNI dan unsur APH lainnya dinilai penting untuk menciptakan kondisi Rutan yang aman dan kondusif. Dukungan lintas instansi diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan petugas sekaligus memastikan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat. “Sinergi dan komunikasi dengan jajaran TNI sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat, termasuk dalam mendukung kegiatan razia gabungan bersama APH,” ujar Ilham Saputra Halilintar. Melalui silaturahmi ini, Rutan Jepara dan Kodim 0719/Jepara berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung keamanan wilayah serta pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – (15/9) Semangat untuk terus berkarya ditunjukkan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui kegiatan Bimbingan Kerja (Bimker). Kegiatan ini menjadi salah satu sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan untuk mengasah keterampilan sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai guna. Dalam kegiatan Bimker, warga binaan mendapatkan pembinaan keterampilan di bidang pertukangan dan kerajinan kayu. Berbagai produk dikerjakan secara bertahap, mulai dari pembuatan ukiran papan nama, ukiran asbak, hingga pembuatan dan penghalusan kursi ayunan. Proses pengerjaan dilakukan dengan mengutamakan ketelitian dan kerapian. Pada pembuatan produk ukiran, warga binaan dituntut mampu mengolah kayu sekaligus memperhatikan detail motif agar menghasilkan karya yang rapi. Sementara pada pembuatan kursi ayunan, proses pengerjaan dilanjutkan dengan penghalusan permukaan kayu untuk menghasilkan produk yang lebih nyaman dan siap digunakan. Kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga melatih sikap disiplin, ketekunan, tanggung jawab, dan kerja sama. Setiap tahapan pekerjaan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar menyelesaikan sebuah produk dari awal hingga menjadi karya yang dapat dimanfaatkan. Bimker Bangkit juga menjadi bagian dari upaya Rutan Jepara dalam memberikan kegiatan yang positif dan produktif selama warga binaan menjalani masa pembinaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat dan membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Dengan adanya pembinaan keterampilan secara berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi warga binaan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – (15/9) Pendidikan menjadi salah satu jalan bagi warga binaan untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan pembelajaran agama bagi peserta Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket B dan C di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan bersama PKBM Jenggala tersebut diikuti dengan antusias oleh para warga binaan peserta didik. Pembelajaran agama tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, dan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan tersebut, pembelajaran agama disampaikan oleh Ustadz Wahyudi jebolan Aksi Indosiar dari PKBM Jenggala . Materi diberikan dengan pendekatan yang komunikatif sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan suasana yang lebih santai dan mudah dipahami. Para warga binaan terlihat aktif mengikuti proses pembelajaran, menyimak materi yang disampaikan, serta berinteraksi selama kegiatan berlangsung. Melalui pembelajaran tersebut, mereka diajak untuk memahami pentingnya introspeksi diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan pengalaman hidup sebagai motivasi untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket B dan C di Rutan Jepara sendiri menjadi salah satu bentuk pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan. Selain memperoleh pengetahuan akademik, peserta didik juga mendapatkan pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter dan kepribadian. Rutan Kelas IIB Jepara terus mendorong agar proses pembinaan berjalan secara menyeluruh, termasuk melalui pendidikan. Kolaborasi bersama PKBM Jenggala diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap belajar dan mengembangkan potensi selama menjalani masa pembinaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan menyasar sejumlah pihak di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan sedikitnya 17 orang. Mereka berasal dari berbagai pihak yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diselidiki lembaga antirasuah tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) turut diamankan. “Tim mengamankan sejumlah 17 orang. Di antaranya Dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN, kemudian Kepala Kantah di Kabupaten Bogor, dan juga Kepala Kantah di Tangerang, serta beberapa pihak lainnya,” ujar Budi kepada Bidik-kasusnews Saat Dikonfirmasi Via WhatsApp , Senin (14/9/2026). Yang menjadi perhatian, penyidik juga menemukan barang bukti uang dalam jumlah sangat besar. Uang tersebut terdiri dari mata uang rupiah maupun valuta asing (valas). Budi menyebut uang tersebut ditemukan dalam berbagai bentuk kemasan, mulai dari boks, kardus hingga koper. Jumlah koper yang diamankan bahkan mencapai sekitar 20-an. “Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti, di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper,” jelasnya. KPK masih melakukan penghitungan secara menyeluruh terhadap uang yang diamankan. Namun, berdasarkan estimasi awal, nilainya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. “Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Budi. KPK selanjutnya masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan serta mendalami asal-usul dan keterkaitan uang tunai maupun valas yang menjadi barang bukti dalam operasi tersebut. Masyarakat kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari KPK mengenai perkara yang menjadi dasar OTT, termasuk dugaan tindak pidana korupsi yang sedang disidik dan status hukum masing-masing pihak yang diamankan.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Tak sekadar menjalankan kegiatan organisasi, para anggota Srikandi juga aktif hadir ketika keluarga besar mereka membutuhkan perhatian dan dukungan. Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Ketua Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Riana Shofa, bersama sejumlah anggota Srikandi mendatangi kediaman Lukman, anggota Squad Nusantara Jepara, di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Susi, istri Lukman, yang saat ini sedang sakit. Kehadiran rombongan Srikandi mendapat sambutan hangat dari keluarga. Suasana penuh keakraban pun terlihat dalam kunjungan tersebut. Para anggota Srikandi memberikan semangat dan doa agar Susi segera diberikan kesembuhan serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Lukman mengaku tersentuh sekaligus bangga melihat kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar Squad Nusantara. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun di dalam organisasi bukan hanya terlihat dalam kegiatan formal, namun juga diwujudkan melalui kepedulian ketika salah satu anggota maupun keluarganya sedang mengalami kesulitan. “Saya sangat bangga menjadi bagian dari Squad Nusantara. Kebersamaan dan tali persaudaraan di dalamnya sangat kuat, termasuk kepedulian di bidang sosial seperti yang dilakukan Srikandi hari ini,” ujar Lukman. Ketua Squad Nusantara DPC Jepara, Eko Nasuki, memberikan apresiasi terhadap jajaran Srikandi yang dinilai selalu bersemangat dalam menjalankan kegiatan dan program organisasi. “Saya sangat mengapresiasi kegigihan Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Setiap kegiatan dan program yang diberikan selalu dijalankan dengan semangat dan penuh kepedulian, tanpa mengenal lelah,” kata Eko Nasuki. Sementara itu, Susi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan yang diberikan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Saya sangat senang dan terharu atas perhatian yang diberikan kepada saya,” ungkap Susi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari seberapa kuat rasa persaudaraan dan kepedulian yang tumbuh di antara anggotanya. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus berupaya menjaga semangat seduluran, kebersamaan dan kepedulian, sehingga tidak ada anggota maupun keluarga anggota yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi masa sulit.(Wely)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Rasa kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Tak sekadar menjalankan kegiatan organisasi, para anggota Srikandi juga aktif hadir ketika keluarga besar mereka membutuhkan perhatian dan dukungan. Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, Ketua Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara, Riana Shofa, bersama sejumlah anggota Srikandi mendatangi kediaman Lukman, anggota Squad Nusantara Jepara, di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan kepada Susi, istri Lukman, yang saat ini sedang sakit. Kehadiran rombongan Srikandi mendapat sambutan hangat dari keluarga. Suasana penuh keakraban pun terlihat dalam kunjungan tersebut. Para anggota Srikandi memberikan semangat dan doa agar Susi segera diberikan kesembuhan serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Lukman mengaku tersentuh sekaligus bangga melihat kepedulian yang ditunjukkan keluarga besar Squad Nusantara. Menurutnya, kebersamaan yang dibangun di dalam organisasi bukan hanya terlihat dalam kegiatan formal, namun juga diwujudkan melalui kepedulian ketika salah satu anggota maupun keluarganya sedang mengalami kesulitan. “Saya sangat bangga menjadi bagian dari Squad Nusantara. Kebersamaan dan tali persaudaraan di dalamnya sangat kuat, termasuk kepedulian di bidang sosial seperti yang dilakukan Srikandi hari ini,” ujar Lukman. Ketua Squad Nusantara DPC Jepara, Eko Nasuki, memberikan apresiasi terhadap jajaran Srikandi yang dinilai selalu bersemangat dalam menjalankan kegiatan dan program organisasi. “Saya sangat mengapresiasi kegigihan Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Setiap kegiatan dan program yang diberikan selalu dijalankan dengan semangat dan penuh kepedulian, tanpa mengenal lelah,” kata Eko Nasuki. Sementara itu, Susi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kunjungan yang diberikan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Saya sangat senang dan terharu atas perhatian yang diberikan kepada saya,” ungkap Susi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari seberapa kuat rasa persaudaraan dan kepedulian yang tumbuh di antara anggotanya. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus berupaya menjaga semangat seduluran, kebersamaan dan kepedulian, sehingga tidak ada anggota maupun keluarga anggota yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi masa sulit.(Wely)