JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng-Kota Semarang | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap dua kasus besar terkait kejahatan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor dan penadahan sepeda motor tanpa kelengkapan surat-surat resmi. Tiga orang tersangka berikut puluhan barang bukti kendaraan hasil kejahatan diamankan petugas dari dua tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda. Hal ini diungkapkan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dalam sebuah konferensi pers ungkap kasus di Loby Ditreskrimum Polda Jateng pada hari Senin, (28/4/2025) pukul 09.30 WIB. Dalam konferensi pers tersebut, diungkapkan bahwa kasus pertama adalah tindak pidana pemalsuan surat kendaraan bermotor yang terjadi di Desa Watukumpul, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Dua tersangka berinisial KP alias Kukuh (35) dan A alias Toni (43) berhasil diamankan, dengan modus membuat STNK palsu untuk menggadaikan mobil Honda Jazz kepada korban. “Pelaku dengan sengaja membuat STNK palsu dan menggadaikan mobil kepada korban untuk mendapatkan uang, setelah mobil digunakan dan diparkirkan di parkiran mall di Pekalongan, pelaku mengambil mobil dengan menggunakan kunci cadangan dan mengubah plat mobil dengan identitas aslinya,” ujar Dirreskrimum. Adapun peran dari masing-masing pelaku adalah KP selaku pemilik kendaraan sekaligus yang memiliki ide melakukan aksi kejahatan, sedangkan A merupakan orang yang memiliki kemampuan membuat surat kendaraan (STNK) palsu. Aksi kejahatan ini sudah dilakukan pelaku sejak tahun 2023, setidaknya sudah ada 5 kendaraan milik pelaku yang digunakan dengan aksi serupa. “Secara materiil (bahan) STNK tersebut asli, dari STNK bekas kendaraan lain yang diubah melalui komputer untuk diprint ulang dan ditimpa data kendaran palsu. Pelaku A mengaku kemampuan tersebut didapatnya secara otodidak,” jelasnya. Atas perbuatan tersebut kedua pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. Kasus kedua adalah tindak pidana penadahan yang melibatkan seorang tersangka berinisial DG (41) warga Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang. Pelaku yang juga pemilik sebuah bengkel kendaraan itu ditangkap setelah kedapatan menyimpan 38 unit sepeda motor berbagai merk tanpa dokumen resmi di bengkelnya. “Modus yang digunakan pelaku adalah membeli kendaraan tanpa STNK dan BPKB dari perorangan (gadai) serta peran dari oknum debt collector dari sejumlah leasing. Kendaraan yang didapatkan kemudian disimpan pelaku di bengkelnya untuk dibongkar dan dijual suku cadangnya secara ilegal,” terang Kombes Dwi Subagio. Terkait dengan dugaan keterlibatan oknum DC sejumlah leasing dalam kasus kejahatan ini, Dirreskrimum menegaskan pihaknya sedang melakukan pendalaman. Terhadap oknum tersebut sudah dilakukan pemanggilan dan apabila tidak kooperatif, pihaknya tidak segan untuk mengambil tindakan tegas. Pihak leasing turut mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan Polda Jateng. Sebagaimana disampaikan perwakilan karyawan dari leasing Adira Finance sdr. Bandel Prasetyo dan Untung Hermawan dari FIF usai menerima penyerahan secara simbolis kendaraan yang merupakan aset dari kedua perusahaan leasing tersebut. “Kami berterimakasih atas upaya Polda Jateng khususnya Tim Jatanras Ditreskrimum yang telah mengungkap kasus ini sehingga aset dari perusahaan leasing berupa sepeda motor bisa diamankan dan dikembalikan ke kami,” tutur Bandel Prasetyo. Atas perbuatannya, pelaku DG dijerat dengan pasal 481 KUHP jo pasal 480 KUHP tentang Penadahan dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Dikesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan. Dirinya berpesan agar masyarakat tidak tergiur iming-iming harga miring dan memastikan kelengkapan serta keaslian surat-surat kendaraan yang akan dibeli. “Jangan tergiur harga miring. Pastikan kelengkapan dan keaslian surat kendaraan sebelum membeli. Apabila menemukan atau pernah membeli kendaraan tanpa surat resmi, segera serahkan kepada pihak kepolisian. Menggunakan atau memiliki kendaraan tanpa dilengkapi dokumen yang sah merupakan bentuk pelanggaran hukum dan bisa dikenai sanksi pidana,” tandasnya.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati – Polresta Pati – Polda Jateng | Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Pati-Juwana pada hari Minggu (27/4/2025), mengakibatkan hilangnya nyawa seorang warga. Peristiwa nahas yang terjadi di Desa Cangkring tersebut bermula sekitar pukul 14.30 WIB dan melibatkan melibatkan sebuah bus Hino dengan sepeda motor Honda PCX yang mengakibatkan satu orang mengalami luka berat, dan satu korban meninggal duniaatas nama Sulistiyana (P) warga Desa Agung Mulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Berdasarkan keterangan saksi mata, Imam Rofi’i menyebutkan, kecelakaan bermula saat bus Hino melaju dari arah timur ke barat. Ketika berusaha mendahului kendaraan lain dari sisi kanan, bus tidak mendapatkan ruang yang cukup sehingga menabrak sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Setelah menerima laporan dari Masyarakat pada pukul 19.15 WIB , Sat Polairud Polresta Pati beserta Kapal BKO Ditpolairud Polda Jateng, segera bergerak cepat menuju TKP untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban Sulistyana (P) yang hilang yang diduga terpental dan jatuh kesungai. Tim penyelamat gabungan, termasuk anggota Sat Polairud dan Tim SAR, melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai Desa Cangkring. Setelah beberapa jam melakukan pencarian, akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 22.15 WIB, Sulistiyana ditemukan di wilayah Clangapan Sinoman, sebuah lokasi yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari titik awal kecelakaan. Sayangnya, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat pupus. Sulistiyana ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi melalui Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengambil tindakan cepat. Dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan pencarian dan evakuasi korban dari sungai, mencatat keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi serta berkoordinasi dengan Tim SAR untuk mempercepat proses pencarian, jelasnya. Lebih lanjut Kompol Hendrik Irawan menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan lalu lintas yang berujung pada hilangnya nyawa Sulistiyana. pungkasnya. Polresta Pati mengimbau kepada seluruh warga Pati dan pengguna jalan, untuk selalu waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas. Perhatikan kondisi kendaraan, fisik pengemudi, serta situasi jalan sekitar. Keselamatan adalah tanggung jawab kita Bersama. ( kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati
JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati – Polresta Pati – Polda Jateng | Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati melalui Polsek Tambakromo melaksanakan siaga penuh dalam rangka mengamankan kunjungan Bupati Pati H. Sudewo beserta rombongan ke posko pengungsian dan lokasi terdampak angin puting beliung di Dukuh Sono, Desa Tambahagung, Kecamatan Tambakromo pada Minggu (27/4/2025), mulai pukul 09.50 WIB hingga acara selesai. Pengamanan ketat ini bertujuan untuk menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan Bupati selama berada di wilayah Tambakromo. Kapolsek Tambakromo AKP Muhlishon memimpin langsung jalannya pengamanan kunjungan tersebut. Sinergi dan koordinasi juga terjalin erat dengan Komando Rayon Militer (Koramil) 20 Tambakromo, di mana Danramil 20 Tambakromo Lettu Suko Giantoro turut hadir dan berpartisipasi dalam pengamanan. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sejak kedatangan Bupati Pati hingga selesainya acara, personel Polsek Tambakromo tampak berjaga di berbagai titik strategis. Area-area tersebut meliputi posko pengungsian, jalur yang dilalui rombongan Bupati, hingga lokasi rumah warga yang terdampak amukan angin puting beliung. Kehadiran aparat kepolisian ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Bupati, rombongan yang mendampingi, serta warga masyarakat yang turut hadir. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, melalui Kapolsek Tambakromo AKP Muhlishon menyampaikan bahwa pengamanan ini menjadi prioritas utama pihaknya untuk memastikan kunjungan Bupati berjalan dengan lancar dan kondusif. “Kami menerjunkan personel untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan Bapak Bupati di Desa Tambahagung. Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan anggota dan koordinasi yang baik dengan Koramil, seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ungkap AKP Muhlishon. Lebih lanjut, AKP Muhlishon menjelaskan bahwa pengamanan yang dilakukan meliputi pengawalan lalu lintas, pengamanan lokasi kegiatan, serta antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan lainnya. Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Tambahagung, Bripka Iwan Sugiarto, juga turut memperkuat pengamanan di tingkat desa. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Sudewo memberikan bantuan secara simbolis kepada warga yang mengalami kerugian akibat bencana angin puting beliung. Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp 10.000.000,- untuk korban yang rumahnya mengalami kerusakan parah, dan Rp 5.000.000,- untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati juga turut memberikan bantuan sebesar Rp 30.000.000,- serta paket sembako kepada para korban. Dengan pengamanan yang terorganisir dan profesional dari Polsek Tambakromo, kunjungan Bupati Pati dalam rangka memberikan dukungan dan bantuan kepada warga terdampak angin puting beliung di Desa Tambahagung dapat berjalan dengan sukses dan diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang tengah menghadapi musibah.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara kembali membuktikan diri sebagai kota yang kaya budaya melalui pergelaran Bumi Kartini Menari, yang digelar meriah di Alun-Alun I Jepara, Minggu (27/4/2025). Ribuan warga, pejabat, dan pegiat seni tumpah ruah dalam perayaan yang bertepatan dengan peringatan Hari Tari Sedunia ini. Hadir langsung membuka acara, Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Wabup) menegaskan komitmen baru: menjadikan seni tari bukan sekadar pertunjukan, tapi bagian dari roda ekonomi kreatif Jepara. “Kita tidak boleh hanya mengandalkan panggung undangan. Para penari harus punya ruang tetap untuk berkembang dan sejahtera,” tegas Mas Wiwit dalam sambutannya. Untuk itu, Pemkab Jepara mengusung rencana besar: membangun sentra seni di tiap kecamatan. Dari 16 wilayah, akan dipilih lokasi-lokasi strategis yang dilengkapi panggung tetap dan fasilitas memadai, menjadi pusat pertunjukan sekaligus destinasi wisata baru. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan denyut perekonomian berbasis budaya di Jepara. Bumi Kartini Menari 2025 sendiri menampilkan lebih dari 170 penari dalam 20 grup, dengan variasi genre yang menggabungkan tradisi dan kekinian — dari tari Senterewe, Reyog, Nelayan Pesisiran, hingga Tari Saman dan bahkan sentuhan K-Pop. Penutupan acara menjadi semakin istimewa lewat Sendratari Ratu Kalinyamat yang diperankan oleh para generasi Z, serta atraksi barongan cilik yang memukau penonton. Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Sarjono (Mbah Jon), menyampaikan harapannya agar dukungan lebih besar bisa mengikutsertakan wilayah Karimunjawa dalam edisi mendatang. Salah satu penonton, Nurul dari Mlonggo, mengaku terkesan. “Spektakuler! Tariannya beragam, penampilannya keren. Semoga kesenian Jepara terus berkembang,” ungkapnya. Lebih dari sekadar pertunjukan, Bumi Kartini Menari menjadi simbol semangat baru Jepara: melestarikan budaya sekaligus membangun masa depan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA— Setelah sukses mengembalikan status internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus mengakselerasi sektor investasi dan pariwisata. Salah satu upayanya adalah dengan mengaktifkan Bandara Dewandaru di Jepara dan Bandara Ngloram di Blora sebagai bandara perintis. Menurut Luthfi, status internasional Bandara Ahmad Yani akan menjadi pintu gerbang baru untuk masuknya investasi di Jawa Tengah. Seiring dengan itu, pengembangan dua bandara perintis ini diharapkan memperluas konektivitas wilayah serta meningkatkan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. “(Status internasional) ini secara langsung akan menyiapkan Jateng sebagai pintu gerbang investasi,” kata Luthfi saat mengecek kesiapan Bandara Dewandaru di Karimunjawa, Jepara, Minggu (27/4/2025). Langkah ini juga berkaitan dengan agenda internasional yang akan berlangsung di Karimunjawa, yakni Internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA), pada 7–11 Mei 2025. Acara tersebut akan diikuti oleh peserta dari sekitar 59 negara, menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah ke dunia internasional. “Bandara perintis akan menambah daya dukung pariwisata di Jateng. Karimunjawa merupakan pariwisata zona hijau, yang sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik,” ungkap Luthfi. Untuk mempercepat realisasi, Gubernur Luthfi telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Jawa Tengah untuk segera berkoordinasi terkait pengaturan jadwal dan rute penerbangan, termasuk membuka peluang penerbangan langsung dari berbagai negara. “Banyak negara yang akan membuka penerbangan ke Jateng,” tambahnya optimistis. Sebagai informasi, per 25 April 2025, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi kembali menyandang status internasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025. Penetapan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan konektivitas dan ekonomi di Jawa Tengah. Dengan kombinasi penguatan infrastruktur udara dan promosi event internasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat mempercepat pertumbuhan investasi sekaligus memperluas pasar pariwisata ke skala global. (Wely-jateng) Sumber:jatengprov.go.id
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara — Alun-alun 1 Jepara kembali menjadi saksi lahirnya gebrakan baru di dunia kreatif daerah. Melalui ajang Jepara In Fashion (JIF) 2025, Pemerintah Kabupaten Jepara tak hanya merayakan Hari Jadi ke-476, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai pusat budaya dan kreativitas di Indonesia. Dengan tema “Sentuhan Seni, Gaya Mendunia”, JIF 2025 membuka ruang luas bagi seniman, desainer, dan pelaku usaha untuk mengekspresikan karya terbaik mereka. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo atau yang akrab disapa Mas Wiwit, memimpin pembukaan acara dengan semangat kolaborasi dan optimisme tinggi. > “Jepara tidak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah ruang, dukungan, dan kesempatan. JIF adalah wujud nyata dari semua itu,” ujar Mas Wiwit dalam sambutannya. Dari Jepara, Untuk Dunia Panggung JIF 2025 menjadi arena unjuk kreativitas bagi para desainer lokal. Menggabungkan kekayaan wastra tradisional Jepara dengan tren mode global, para peserta berhasil menghadirkan koleksi yang tidak hanya memukau, tetapi juga menunjukkan identitas kuat sebagai anak bangsa. Mulai dari generasi muda hingga tokoh-tokoh daerah, semua tampil percaya diri di atas catwalk, seolah mengirimkan pesan: Jepara siap bersaing di kancah dunia. UMKM Bangkit, Ekonomi Bergerak Tidak hanya tentang mode, JIF 2025 juga menjadi etalase kebangkitan ekonomi kreatif. Puluhan pelaku UMKM menampilkan produk unggulan dalam bazar kuliner dan kerajinan. Sajian makanan tradisional khas Jepara berdampingan dengan inovasi kuliner modern, membuktikan bahwa kreativitas masyarakat terus tumbuh dinamis. Area bazar dipadati pengunjung, menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus mempererat hubungan antara pelaku usaha dan konsumen lokal. Ruang Inklusif untuk Semua JIF 2025 dikemas secara inklusif, menghadirkan berbagai pertunjukan dari beragam komunitas. Mulai dari Kartini Menari, parade musik, pameran otomotif, hingga pameran busana pengantin, semua kegiatan dirancang untuk memberi ruang bagi ekspresi dan kolaborasi tanpa batas. Hal ini sesuai dengan visi Pemkab Jepara untuk membangun daerah yang tidak hanya maju, tetapi juga berdaya saing dengan karakter budaya yang kuat. Inspirasi dari Semangat Kartini Dalam momentum yang juga bertepatan dengan HUT ke-146 R.A. Kartini, Bupati Jepara mengajak seluruh masyarakat, khususnya perempuan muda, untuk terus berkarya dan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah. > “Semangat Kartini adalah semangat perubahan. Kini saatnya kita lanjutkan perjuangan itu melalui kreativitas, inovasi, dan kolaborasi,” tegas Mas Wiwit. Masa Depan Jepara Dimulai dari Sini Peringatan Hari Jadi ke-476 Kabupaten Jepara dan JIF 2025 bukan sekadar nostalgia. Ia menjadi gerakan nyata menuju masa depan Jepara yang lebih mandiri, kreatif, dan mendunia. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Jepara membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan, menciptakan energi baru yang membawa daerah ini semakin bersinar di tingkat nasional bahkan global.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 27 April 2025 — Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas antar sesama, Srikandi KAB Jepara Squad Nusantara melaksanakan kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada keluarga almarhum Bapak Ngardani, yang merupakan bagian dari keluarga besar PAC Keling. Kegiatan santunan ini diadakan di kediaman almarhum yang berlokasi di Ngablak Soko, RT 3 RW 10, Desa Cluwak, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Srikandi, Bendahara Ibu Riana Shofa, Ibu Dian, serta beberapa anggota Srikandi PAC Keling. Dalam suasana penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan, rombongan Srikandi menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Selain memberikan doa bersama, rombongan juga menyerahkan santunan kepada keluarga almarhum sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril di tengah masa berduka. Ketua Srikandi dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir, tidak hanya dalam suka, tetapi juga dalam duka. Semoga apa yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi ladang amal bagi kita semua.” Srikandi KAB Jepara Squad Nusantara berharap, kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk nyata penguatan rasa kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian antar sesama. Semoga almarhum Bapak Ngardani diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com JEPARA:Bangsri, 26 April 2025 — Dalam semangat kepedulian sosial, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Bangsri mengadakan kegiatan bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada salah satu warga yang membutuhkan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua PAC Squad Nusantara bangsri, Bapak Mujahid, didampingi oleh Penasehat PAC Squad Nusantara bangsri, Bapak Sugeng Suroso, serta beberapa anggota dan Srikandi PAC Bangsri. Bantuan sosial kali ini diberikan kepada Mbah Ngasiah, warga RT 02 RW 16 Dukuh Krasak, Desa Bangsri. Kehadiran rombongan dari PAC Bangsri turut didampingi oleh Ketua RT setempat, Bapak Yasin, yang membantu memperlancar jalannya kegiatan dan memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Dalam sambutannya, Bapak Mujahid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PAC Squad Nusantara Bangsri untuk hadir di tengah masyarakat dan membantu sesama, terutama warga yang membutuhkan uluran tangan. “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Mbah Ngasiah dan menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar beliau. Penasehat PAC Squad Nusantara Bangsri, Bapak Sugeng Suroso, menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini akan terus digalakkan sebagai bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat. “PAC Bangsri tidak hanya berperan dalam bidang politik, tetapi juga sosial kemasyarakatan,” katanya. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan keakraban. Mbah Ngasiah beserta keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara PAC Bangsri dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan sekitar. (Wely-jateng)
JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati – Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Bupati Pati Sudewo didampingi Wakil Ketua I DPRD Hardi, Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, dan Sekda Jumani, melantik Riyoso sebagai Kepala DPUTR Kabupaten Pati. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, Kepala OPD, para camat dan tokoh masyarakat. “Pak Riyoso harus melaksanakan tugas ini sebaik-baiknya. Untuk menjalankan pekerjaan infrastruktur jalan harus bagus, sesuai spesifikasi, sesuai yang direncanakan, dan selesai tepat waktu”, tegasnya. Sudewo juga berpesan agar kualitas pekerjaan infrastrukturnya harus bagus dan detail. “Turun ke bawah, materialnya dicek, volumenya dicek, semuanya harus sesuai standar kualitas. Saya tidak ingin ada penyimpangan-penyimpangan”, tutur Bupati. Sudewo pun menegaskan bahwa dirinya tidak ingin melihat ada penyimpangan dalam proses pelaksanaan proyek. Ia meminta agar semua aspek pekerjaan diperhatikan secara detail. Di samping itu, Riyoso juga ditunjuk merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP untuk merampungkan tugas-tugas yang belum selesai. “Saya berharap Pak Riyoso ada rasa syukur, ada rasa lebih untuk bertanggungjawab dalam bekerja sebagai kepala DPUTR definitif dengan anggaran di tahun 2025 ini sangat besar dan tantangan sangat besar”, tutur Bupati. Sudewo menjelaskan bahwa komposisi belanja daerah harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan wajib tercapai pada tahun 2027. “Rinciannya, alokasi belanja pegawai maksimal 30 persen, belanja infrastruktur minimal 40 persen, dan belanja pendidikan minimal 20 persen”, tegas Sudewo. Menurutnya, hal itu merupakan mandat Undang-Undang yang harus dilaksanakan selambat-lambatnya tahun 2027. “Belanja pegawai harus kita tekan dari yang sekarang 47 persen menjadi maksimal 30 persen”, tegasnya. Ia menyoroti bahwa belanja pegawai yang terlalu tinggi selama ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Bahkan di beberapa unit seperti RSUD, belanja pegawai hampir mencapai 100 persen, tanpa ruang untuk pembangunan fisik maupun pelayanan yang lebih baik. “Penekanan kebijakan efisiensi belanja pegawai memang tidak populer. Tapi ini demi masa depan. Dan saya bersyukur mendapat dukungan penuh dari Menteri PAN-RB”, ujar Bupati. Sudewo juga menyebutkan bahwa dari total belanja pegawai Kabupaten Pati sebesar Rp 1,34 triliun, penghematan 5 persen saja bisa menghasilkan dana sekitar Rp 70 miliar yang sangat mungkin dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. “Inilah mengapa reformasi birokrasi tidak bisa ditunda. Kita perlu komitmen kuat dari pusat dan daerah agar arah pembangunan lebih produktif dan efisien”, pungkasnya. (Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng-Kota Semarang | Menyambut peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan sarasehan dan halal bihalal bersama perwakilan serikat buruh/pekerja se-Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung pada Jumat, (25/04/2025) pagi, bertempat di Ruang D’ATRIUM Lantai 5 Hotel MG Setos, Kota Semarang. Acara yang diikuti sekitar 100 peserta ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, didampingi sejumlah pejabat utama Polda dan Polrestabes Semarang. Turut hadir pula para ketua dan perwakilan dari berbagai organisasi serikat buruh tingkat provinsi, seperti FSPMI, SPN, KEP, FARKES, KSPN, KAHUTINDO, SPI, SPIP, KSPSI, KASBI, dan KSBSI. Mengawali sambutannya, Kapolda Jateng menyampaikan silaturahmi jangan hanya menjadi acara seremonial, namun menjadi ajang dialog damai guna memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh secara konstruktif. “Kita tahu bahwa di Indonesia banyak persoalan bisa diselesaikan dengan dialog yang damai. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua bergandengan tangan dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh tanpa menimbulkan ekses negatif,” ujar Irjen Ribut Hari Wibowo. Menjelang peringatan Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei mendatang, Kapolda berharap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara kondusif. Kapolda berpesan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan waspada jangan sampai penyampaian aspirasi ditumpangi pihak lain. “Terkait kegiatan tanggal 1 Mei besok, saya berharap dapat berjalan aman, tanpa meninggalkan ekses yang negatif, oleh karena itu mari kita bersama wujudkan penyampaian aspirasi secara tertib dan kondusif,” ujar Kapolda. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang masih menghantui kalangan pekerja. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam membentuk dan mengoptimalkan peran DES Ketenagakerjaan di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, Satgas PHK yang telah dibentuk oleh Presiden RI juga akan dikolaborasikan dengan kepolisian dalam menyerap dan menyelesaikan berbagai persoalan tenaga kerja. “Kesejahteraan buruh adalah prioritas kita bersama. Saya sudah sampaikan ke Pak Gubernur agar aspirasi dari rekan-rekan buruh bisa didengar secara langsung. Semoga dengan adanya investasi baru dari mitra internasional, lapangan kerja di Jawa Tengah bisa semakin terbuka,” tambah Kapolda. Usai sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka antara perwakilan serikat buruh dengan pejabat Polda Jateng. Kegiatan ditutup dengan pernyataan sikap bersama dari para ketua serikat buruh dilanjutkan dengan acara ramah tamah dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan mewarnai acara yang sekaligus menjadi ruang dialog konstruktif menjelang peringatan May Day. Melalui kegiatan ini, Polda Jateng berharap hubungan antara kepolisian dan komunitas buruh dapat terus terjalin harmonis, serta menjadi contoh dialog sosial yang damai dan berkelanjutan. “Kami akan terus membuka ruang dialog dan mencari solusi bersama atas setiap persoalan yang dihadapi. Mari kita jaga Jawa Tengah tetap aman dan guyub,” tutup Irjen Ribut Hari Wibowo.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng