JATENG:Bidik-kasusnews.com ‎JEPARA, 05 Mei 2026 – Komitmen Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara dalam mengelola lahan produktif terus berlanjut. Pada Selasa (05/05/2026), area branggang Rutan kembali menjadi pusat aktivitas pembinaan kemandirian melalui serangkaian kegiatan pemeliharaan tanaman pertanian. Kegiatan rutin dengan fokus utama pada pemeliharaan tanaman kacang dan pare, serta menjaga lingkungan area branggang agar tetap bersih dan rapi. ‎ ‎Dalam kegiatan pagi ini, warga binaan melakukan pruning atau pemangkasan pada tanaman kacang. Teknik ini bertujuan untuk membuang bagian tanaman yang tidak produktif agar nutrisi terserap maksimal oleh buah dan daun utama. ‎ ‎Selain itu, dilakukan pula pembuatan dan pemasangan lanjaran (media rambat) untuk tanaman pare. Lanjaran yang kokoh sangat diperlukan agar tanaman pare dapat tumbuh merambat dengan teratur, memudahkan proses pemanenan, serta menjaga kualitas buah agar tidak menyentuh tanah secara langsung. ‎ ‎Sembari melakukan perawatan tanaman, warga binaan juga melakukan pembersihan area branggang secara menyeluruh. Selain aspek estetika dan pertanian, kebersihan area branggang merupakan bagian penting dari protokol keamanan untuk memastikan zona sterilisasi tetap terpantau dengan jelas oleh petugas pengamanan.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Kasus dugaan penipuan dan penggelapan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Jepara. Seorang pria berinisial BS (38), warga Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo, dilaporkan ke Polsek Pakisaji oleh warga Desa Tanjung, Kecamatan Pakisaji, setelah diduga menggadaikan mobil rental yang bukan miliknya.   Laporan tersebut dibuat oleh AFI (24), yang merasa menjadi korban setelah menerima jaminan kendaraan roda empat dari BS untuk pinjaman uang sebesar Rp20 juta. Transaksi itu terjadi pada 16 April 2026, di mana BS mengklaim bahwa mobil dengan nomor polisi K 9008 KC adalah milik pribadinya.   Namun, beberapa hari berselang, situasi berubah ketika sejumlah orang mendatangi rumah AFI. Salah satu di antaranya mengaku sebagai pemilik sah kendaraan tersebut dan menunjukkan bukti kepemilikan berupa BPKB. Mereka meminta agar mobil segera dikembalikan.   Merasa dirugikan, AFI kemudian meminta agar persoalan tersebut dimediasi melalui Pemerintah Desa Tanjung. Saat itu, kendaraan yang menjadi objek sengketa diketahui sedang digunakan untuk keperluan pengiriman barang milik Petinggi Desa Tanjung.   Petinggi Desa Tanjung, Hariyanto, menyarankan agar kasus ini dibawa ke ranah hukum. Ia bahkan turut mendampingi AFI bersama sejumlah warga ke Polsek Pakisaji untuk membuat laporan resmi.   Menurut keterangan warga lain yang ikut mendampingi, BS diduga bukan kali pertama melakukan aksi serupa. Sebelumnya, ia disebut pernah menggadaikan mobil jenis Grand Max di beberapa tempat berbeda. Dalam salah satu kasus, kendaraan dengan nomor polisi F 8340 HH sempat digadaikan kepada warga Desa Senenan dan kemudian diambil kembali oleh pemilik aslinya setelah menunjukkan bukti kepemilikan.   Kasus lain juga melibatkan warga bernama Yono, yang mengaku menerima gadai kendaraan Grand Max bernomor polisi K 9294 HC senilai Rp30 juta. Kendaraan tersebut pun akhirnya ditarik kembali oleh pemilik sahnya.   Hariyanto menilai pola yang dilakukan BS mengarah pada tindak pidana penipuan. Ia menyebut pelaku diduga sengaja memanfaatkan kendaraan rental untuk dijadikan jaminan, lalu menggantinya dengan surat pernyataan utang saat kendaraan ditarik oleh pemilik aslinya.   “Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan karena merugikan masyarakat. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.   Sementara itu, Kapolsek Pakisaji, Iptu Sutrisno, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan yang telah masuk dari warga.   “Laporan sudah kami terima dan akan segera kami proses lebih lanjut,” ujarnya singkat.   Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi pinjam-meminjam dengan jaminan kendaraan, terutama dengan memastikan keabsahan kepemilikan aset yang dijadikan agunan.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA, 4 Mei 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan dengan menghadirkan pelatihan pangkas rambut sebagai salah satu kegiatan unggulan. Program ini mendapat respons positif, terlihat dari tingginya minat dan keseriusan peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan. Kegiatan yang dipusatkan di area kerja rutan ini tidak sekadar mengajarkan teknik mencukur rambut, tetapi juga membentuk keterampilan profesional yang siap diterapkan di dunia kerja. Warga binaan dibimbing untuk mengenal berbagai peralatan barbershop, memahami teknik dasar hingga lanjutan, serta mengikuti tren gaya rambut yang berkembang di masyarakat.   Dalam pelaksanaannya, instruktur memberikan pendampingan secara langsung agar peserta mampu menguasai teknik dengan baik. Praktik secara bergantian juga menjadi metode efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan ketelitian para peserta. Suasana pelatihan pun berlangsung dinamis dan penuh semangat.   Pihak Rutan Jepara menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen dalam menciptakan pembinaan yang berdampak nyata. Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri atau bekerja di bidang jasa setelah bebas nanti.   Lebih dari itu, pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung proses reintegrasi sosial. Melalui bekal keterampilan yang relevan, warga binaan memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani kehidupan yang produktif dan menjauh dari risiko mengulangi kesalahan di masa lalu.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Mei 2026 — Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara turut ambil bagian dalam kegiatan Sindoro Summit 3.135 MDPL. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan ketangguhan jajaran pemasyarakatan di Jawa Tengah. Pendakian menuju puncak Gunung Sindoro dengan ketinggian 3.135 meter di atas permukaan laut diikuti oleh pegawai dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT). Meski jalur yang dilalui cukup menantang, para peserta tetap menunjukkan semangat tinggi dan kekompakan hingga berhasil mencapai puncak.   Lebih dari sekadar aktivitas fisik, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan karakter pegawai. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan daya juang diuji dalam setiap langkah pendakian. Hal ini dinilai sejalan dengan tuntutan tugas pemasyarakatan yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima.   Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Rutan Jepara, Bachtiar Oktaffiandi, menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta. “Pendakian Sindoro Summit 3.135 MDPL bukan hanya tentang mencapai titik tertinggi, tetapi bagaimana membangun semangat kebersamaan dan ketahanan diri. Ini menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.   Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pegawai di lingkungan pemasyarakatan.   Dengan terlaksananya kegiatan ini secara aman dan lancar, Rutan Kelas IIB Jepara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Momentum HBP ke-62 pun menjadi pengingat pentingnya menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. (Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA, – Pertandingan sarat gengsi akan tersaji pada pekan ke-31 BRI Super League saat Persijap Jepara menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (4/5/2026). Duel ini menjadi penentu penting bagi tuan rumah yang tengah berjuang menjauh dari ancaman degradasi.   Bermain di hadapan publik sendiri, Persijap membawa misi besar untuk mengamankan poin penuh. Performa Laskar Kalinyamat di kandang pada putaran kedua terbilang impresif. Mereka belum tersentuh kekalahan dalam enam laga terakhir, sebuah catatan yang menjadi modal kepercayaan diri menghadapi tim sekelas Persija.   Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Persija Jakarta dikenal memiliki lini serang yang tajam dan agresif. Tekanan dipastikan akan banyak mengarah ke lini pertahanan Persijap yang harus tampil disiplin sepanjang pertandingan.   Duet pemain belakang seperti Diogo Brito dan Rubio diperkirakan akan menjadi kunci dalam meredam serangan tim tamu. Selain itu, performa penjaga gawang juga akan sangat menentukan dalam menjaga peluang Persijap meraih hasil positif,pungkasnya.   Kembalinya Persijap bermain dengan dukungan suporter menjadi faktor tambahan yang diharapkan mampu mendongkrak semangat tim. Setelah sempat menjalani dua laga kandang tanpa penonton akibat sanksi, atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini diprediksi kembali bergelora.   Pelatih Persijap menegaskan pentingnya dukungan suporter dalam laga krusial ini. Ia optimistis kehadiran para fans dapat memberikan energi tambahan bagi para pemain di lapangan.   Meski demikian, Persijap harus menghadapi laga ini tanpa salah satu pemain andalannya. Striker Carlos Franca dipastikan absen karena akumulasi kartu, yang tentu menjadi kerugian tersendiri bagi lini depan tim. Pada pertemuan sebelumnya di putaran pertama, Persijap harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 2-0. Hasil tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Laskar Kalinyamat untuk membalas kekalahan sekaligus mengamankan poin penting di kandang.   Dengan kondisi yang ada, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Persijap akan berusaha memanfaatkan momentum kandang, sementara Persija datang dengan ambisi mempertahankan dominasi. Pertandingan pun layak dinantikan sebagai salah satu duel menarik pekan ini.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – SQUAD NUSANTARA Ranting Pecangaan kembali melaksanakan kegiatan rutin bulanan sebagai upaya mempererat kebersamaan dan soliditas antar anggota. Kegiatan tersebut digelar pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, bertempat di kediaman Mas Fahrul, Desa Karang Sambung RT 03 RW 05, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.   Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Ketua SQUAD NUSANTARA Ranting Pecangaan, Amir Yahya, bersama para anggota. Tidak hanya dari wilayah Pecangaan, kegiatan ini juga diikuti oleh anggota SQUAD NUSANTARA dari Kecamatan Nalumsari dan Welahan, sehingga suasana kebersamaan semakin terasa.   Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koptu Rizqi Kurniawan dari Koramil Pecangaan yang memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh organisasi kemasyarakatan tersebut.   Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat teritorial dengan elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.   Dalam sambutannya, Amir Yahya menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi antar anggota sebagai pondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.   Pertemuan rutin ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk membahas berbagai program kerja ke depan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan SQUAD NUSANTARA dapat terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.   Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban hingga selesai, mencerminkan komitmen kuat seluruh anggota dalam menjaga persatuan serta mempererat hubungan antar sesama.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Jepara dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara pekerja dan pemangku kebijakan. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, hadir langsung untuk berdiskusi dengan ratusan buruh dari berbagai sektor industri. Acara yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026) di pondok makan Numan Jepara, Nantersebut diinisiasi oleh Aliansi Serikat Buruh Jepara dan dihadiri sejumlah tokoh daerah, termasuk Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno serta Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat. Beragam serikat pekerja turut ambil bagian, mulai dari KSPSI, SPTI, hingga SPN.   Dalam kesempatan itu, Lestari Moerdijat menyoroti pentingnya kesiapan buruh menghadapi perubahan besar di dunia industri. Ia menyebut perkembangan teknologi seperti otomatisasi dan digitalisasi sebagai tantangan sekaligus peluang yang harus disikapi dengan peningkatan kapasitas diri.   Menurutnya, selain kompetensi, pekerja juga perlu memiliki pijakan kuat dalam nilai-nilai kebangsaan. Empat pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—dinilai menjadi pedoman penting dalam menjaga keseimbangan antara perjuangan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. “Ketika buruh memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, maka perjuangan yang dilakukan akan lebih terarah dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya di hadapan peserta.   Ia juga mendorong agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui jalur yang produktif, dengan mengedepankan dialog dan kerja sama lintas pihak. Hal ini dinilai penting agar solusi yang dihasilkan dapat berkelanjutan dan tidak merugikan semua pihak.   Dari sisi pekerja, pertemuan ini menjadi momentum untuk menyuarakan berbagai persoalan yang masih dihadapi. Isu kesejahteraan, perlindungan kerja, hingga penetapan upah minimum menjadi topik yang mencuat dalam diskusi.   Para buruh berharap kehadiran perwakilan pimpinan MPR RI tidak hanya menjadi simbol perhatian, tetapi juga mampu mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada pekerja, khususnya di daerah. Melalui peringatan May Day ini, terbangun harapan akan terciptanya hubungan industrial yang lebih harmonis, dengan buruh sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.(Wely)

JATENG,BidikKasusnews.com | Pati – Pagi itu, suasana di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, terasa berbeda. Di bawah hangatnya sinar matahari, derap langkah prajurit TNI berpadu dengan semangat warga yang tak henti bergerak. Mereka berkumpul di satu titik—sebuah bangunan sederhana yang perlahan berubah menjadi fasilitas penting bagi masyarakat: MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di area Tempat Pemakaman Umum (TPU). Jumat(1/5/2026) Di lokasi tersebut, Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati tengah melanjutkan proses pengecoran atap. Ember demi ember adukan semen diangkat secara estafet, memperlihatkan kekompakan yang terjalin tanpa sekat. Tangan-tangan penuh semangat itu seolah tak mengenal lelah, meski peluh terus mengalir. Canda ringan sesekali terdengar, mencairkan suasana kerja keras yang berlangsung sejak pagi. Komandan SSK TMMD, Kapten Inf Andik S., menyampaikan bahwa pembangunan MCK ini merupakan bentuk kepedulian nyata TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Kami ingin fasilitas ini benar-benar bermanfaat, khususnya saat warga beraktivitas di TPU. Selain mendukung kebersihan, ini juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan layak,” ujarnya di sela kegiatan. Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan yang selama ini dirasakan. Keterbatasan sarana sanitasi kerap menjadi kendala, terutama saat kegiatan ziarah atau pemakaman berlangsung. Kini, dengan adanya MCK, warga tidak lagi kesulitan, bahkan turut merasa memiliki karena terlibat langsung dalam proses pembangunannya. Program TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kebersamaan yang terbangun dalam setiap proses kerja menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan desa yang lebih maju dan sejahtera. Dari atap yang sedang dicor di Desa Godo, tersirat harapan besar akan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan penuh kebersamaan. (Red/Kasnadi)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperluas penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Fadia Arafiq. Dalam pengembangan perkara ini, perhatian penyidik kini mengarah pada suami Fadia, Ashraff Abu, yang diduga memiliki keterkaitan melalui peran bisnisnya.   Pendalaman dilakukan terkait posisi Ashraff sebagai komisaris sekaligus pemegang saham utama di PT Raja Nusantara Berjaya (RNB). Perusahaan tersebut diduga memperoleh sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam kurun waktu 2023 hingga 2026.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penyidik tengah mengurai struktur kepemilikan perusahaan serta peran masing-masing pihak di dalamnya. Hal ini penting untuk mengetahui apakah terdapat konflik kepentingan atau penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengadaan. Selain menelusuri peran korporasi, KPK juga mendalami dugaan aliran dana dari proyek-proyek tersebut. Posisi Ashraff sebagai pemegang saham mayoritas dinilai strategis, sehingga berpotensi berkaitan dengan arus keuangan yang kini menjadi objek penyidikan. “Seluruh peran dan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kendali dalam perusahaan tentu akan kami telusuri, termasuk kaitannya dengan dugaan aliran dana,” ujar Budi dalam keterangan tertulis kepada Bidik-kasusnews 30/4/2026.   Ashraff Abu sendiri telah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, namun tidak memberikan pernyataan kepada awak media usai diperiksa.   Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 3 Maret 2026 di Semarang. Dalam operasi tersebut, Fadia diamankan bersama sejumlah pihak lainnya.   Keesokan harinya, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan proyek lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan.   Dari hasil penyidikan sementara, KPK menduga adanya penerimaan uang mencapai sekitar Rp19 miliar yang terkait dengan proyek-proyek tersebut. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta aliran dana yang terjadi dalam kasus tersebut.(Wely)

Bidik-kasusnews.com JAKARTA — Kebijakan reshuffle kabinet yang kembali dilakukan Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat sektor ekonomi nasional di tengah tantangan global.   Salah satu perubahan penting terjadi di tubuh Badan Karantina Indonesia (Barantin) dengan ditunjuknya Abdul Kadir Karding sebagai kepala yang baru.   Pergantian ini membawa harapan besar, terutama bagi pelaku usaha di sektor ekspor, termasuk industri sarang burung walet (SBW) yang selama ini menghadapi berbagai kendala.   Selama beberapa tahun terakhir, sektor SBW disebut mengalami tekanan cukup berat. Selain persoalan regulasi yang dinilai belum sinkron antar lembaga, hambatan juga muncul dari kebijakan negara tujuan ekspor yang memperketat standar masuk komoditas tersebut. Kondisi ini membuat daya saing produk Indonesia menurun meski secara produksi masih mendominasi pasar global.   Dewan Pembina PPSWN, Benny Hutapea, menilai bahwa peran Barantin selama ini belum maksimal dalam melindungi kepentingan eksportir nasional. Ia menyoroti lemahnya diplomasi serta kurangnya koordinasi lintas kementerian yang berdampak langsung pada tersendatnya arus ekspor. “Padahal Indonesia merupakan produsen utama sarang burung walet dunia. Potensi ini seharusnya bisa dimanfaatkan lebih optimal jika didukung kebijakan yang tepat dan terintegrasi,” ujarnya Beny kepada Bidik-kasusnews 30/4/2026.   Tak hanya itu, maraknya praktik ekspor ilegal juga menjadi persoalan serius. Diperkirakan ribuan ton SBW keluar melalui jalur tidak resmi setiap tahun, menyebabkan kerugian besar bagi negara serta menekan harga pasar bagi pelaku usaha yang patuh aturan.   Dengan kepemimpinan baru di Barantin, pelaku industri berharap adanya perubahan nyata. Penguatan koordinasi dengan kementerian terkait seperti sektor pertanian, kelautan, hingga perdagangan dinilai menjadi kunci untuk menciptakan sistem yang lebih efisien dan transparan.   Lebih jauh, Barantin diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai garda depan dalam diplomasi perdagangan, bukan hanya sebagai lembaga pengawas.   Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan kolaboratif, sektor sarang burung walet diyakini dapat kembali bangkit dan menjadi salah satu penopang devisa negara.   Optimisme pun mulai tumbuh di kalangan petani dan eksportir. Mereka berharap reshuffle ini benar-benar menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar pergantian figur, melainkan transformasi kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha di lapangan.(Wely)