JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Agustus 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara terus mendorong peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembuatan pakan ternak fermentasi yang dilaksanakan oleh warga binaan di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis di bidang peternakan. Dalam pelaksanaannya, warga binaan mengikuti proses pembuatan pakan ternak secara bertahap, mulai dari menyiapkan bahan, melakukan pengolahan, hingga menghasilkan pakan yang siap digunakan.   Pembinaan kemandirian ini tidak hanya diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif, tetapi juga sebagai upaya memberikan bekal keterampilan yang dapat dikembangkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya dan kembali ke tengah masyarakat.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Rutan Jepara dalam memberikan pembinaan yang bermanfaat dan berorientasi pada kemandirian warga binaan. “Kami terus berupaya memberikan kegiatan pembinaan yang produktif dan memiliki manfaat bagi warga binaan. Melalui pembuatan pakan ternak fermentasi ini, kami berharap mereka mendapatkan keterampilan yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,”ujar Kepala Rutan.   Lebih lanjut, kegiatan pembinaan kemandirian juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta kreativitas warga binaan. Dengan demikian, program pembinaan di Rutan Kelas IIB Jepara tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan kerja.   Melalui kegiatan pembuatan pakan ternak fermentasi tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari proses mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

Bidik-kasusnews.com Jakarta-6-Agustus-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam agenda pemeriksaan pada Kamis (6/8), penyidik memanggil Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo sebagai saksi.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DNR Logistik) sekaligus Direktur Utama PT Dos-Ni-Roha (DNR). Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Menurut Budi, pemeriksaan saksi merupakan bagian dari upaya penyidik untuk melengkapi alat bukti serta mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran bansos beras PKH. “Kami meyakini saksi akan hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sesuai jadwal,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya kepada Bidik-kasusnews 6/8/2026. Kasus yang tengah diusut KPK merupakan pengembangan dari perkara dugaan korupsi bansos beras tahun 2020 di lingkungan Kementerian Sosial. Dalam penyidikan tersebut, KPK telah menetapkan lima tersangka yang terdiri atas tiga orang dan dua korporasi. Penyidik memperkirakan dugaan penyimpangan dalam program bansos itu telah menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp200 miliar. Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka dalam perkara ini. Ia sempat mengajukan gugatan praperadilan sebanyak dua kali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggugat keabsahan penetapan status tersangkanya. Namun, permohonan tersebut ditolak hakim. Melalui pemeriksaan yang kembali dilakukan, KPK berharap dapat memperoleh informasi yang memperkuat pembuktian perkara sekaligus mengungkap peran masing-masing pihak dalam dugaan korupsi penyaluran bansos beras bagi penerima Program Keluarga Harapan.(Wely)

JATENG – Bidik-Kasusnews.com – PATI – Program TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 yang dilaksanakan Kodim 0718/Pati di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Memasuki hari ke-22, Rabu (5/8/2026), sasaran utama berupa pengecoran jalan desa telah berhasil diselesaikan 100 persen.   Pengecoran jalan sepanjang 404 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan 0,15 meter telah rampung seluruhnya. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mendukung mobilitas warga Desa Sumbermulyo.   Selain sasaran fisik, seluruh program penyuluhan nonfisik juga telah terlaksana 100 persen. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan kesiapsiagaan menghadapi bencana, pencegahan pencemaran lingkungan, pencegahan stunting, pelayanan kesehatan dan KB, Posbindu dan Posyandu, Wawasan Kebangsaan, pengembangan usaha pertanian dan perikanan, serta pencegahan terorisme dan radikalisme.   Pada sasaran tambahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dikerjakan secara bertahap pada tujuh unit rumah warga sesuai progres di lapangan. Sementara itu, kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan telah selesai 100 persen.   Pelaksanaan TMMD pada hari ini melibatkan personel TNI AD dan warga masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan berbagai sasaran program.   Dandim 0718/Pati Letkol Arm Timotius Yogi M.Han. mengatakan bahwa capaian progres TMMD merupakan hasil sinergi yang baik antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam mempercepat penyelesaian seluruh sasaran program. “TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, kepedulian, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, memperlancar akses transportasi, meningkatkan aktivitas perekonomian warga, serta mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Sumbermulyo. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” ujar Dandim. Melalui program TMMD Sengkuyung Tahap III, Kodim 0718/Pati terus berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. (Kasnadi)

Bidik-kasusnews.com Jakarta-4-Agustus-2026-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) periode 2020–2021. Sebagai bagian dari proses penyidikan, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka pada Selasa (4/8) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.   Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan kedua tersangka yang dipanggil adalah mantan Staf Ahli Menteri Sosial, Edi Suharto (ES), serta mantan Direktur Utama PT Dosni Roha Logistik (DNR Logistics) periode 2018–2022, Kanisius Jerry Tengker (KJT). “Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap ES dan KJT untuk kepentingan penyidikan perkara dugaan korupsi penyaluran bansos beras bagi KPM PKH,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangan kepada Bidik-kasusnews.   Selain kedua tersangka, penyidik juga memanggil enam saksi yang berasal dari unsur perusahaan logistik, pihak swasta, dan aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Sosial. Keterangan para saksi dinilai penting untuk memperkuat alat bukti dan memperjelas konstruksi perkara.   Hingga siang hari, KPK mencatat dua saksi telah memenuhi panggilan penyidik, sementara saksi lainnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan sesuai agenda yang telah ditetapkan.   Kasus ini merupakan pengembangan dari penyidikan dugaan korupsi penyaluran bansos beras PKH yang diumumkan KPK pada Agustus 2025. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo alias Rudy Tanoe, Edi Suharto, dan Kanisius Jerry Tengker.   Selain menetapkan tersangka perorangan, KPK juga menjerat dua korporasi, yaitu PT Dosni Roha Logistik dan DNR Logistics. Lembaga antirasuah menduga praktik korupsi dalam proyek tersebut menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar.   KPK menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan penyimpangan penyaluran bantuan sosial yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Agustus 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar rapat monitoring dan evaluasi (monev) Zona Integritas (ZI) sekaligus membahas persiapan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Rutan Kelas IIB Jepara sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan memastikan setiap agenda berjalan sesuai rencana. Dalam rapat monev ZI, jajaran Rutan Jepara melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan Zona Integritas serta membahas Pencanangan Hari Zona Integritas, Penandatanganan Surat Pernyataan Bebas dari Konflik Kepentingan; Pembentukan Tim Patroli Cyber Rutan Kelas IIB Jepara. Hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berintegritas, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.   Selain evaluasi ZI, rapat juga membahas persiapan rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81. Pembahasan meliputi kesiapan agenda, pembagian tugas, koordinasi antarjajaran, serta berbagai kebutuhan teknis agar seluruh kegiatan dapat terlaksana secara tertib dan optimal.   Kepala Rutan Kelas IIB Jepara menyampaikan bahwa rapat tersebut menjadi momentum penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas sekaligus persiapan kegiatan kemerdekaan berjalan secara terarah. “Monev ini menjadi sarana bagi kita untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pembangunan Zona Integritas telah berjalan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Di sisi lain, persiapan HUT Kemerdekaan RI ke-81 juga harus dilakukan dengan koordinasi yang baik agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara tertib dan maksimal,” ujar Kepala Rutan.   Melalui rapat tersebut, Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan pembangunan Zona Integritas serta memperkuat sinergi dan koordinasi antarjajaran. Evaluasi secara berkala diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan.   Sementara itu, persiapan HUT Kemerdekaan RI ke-81 diharapkan dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, kebersamaan, dan pengabdian seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Jepara.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 4 Agustus 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan penyampaian pedoman semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui media virtual Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran UPT Pemasyarakatan di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan berbagai agenda untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026. Dalam penyampaian pedoman tersebut, peserta memperoleh arahan dan informasi terkait rencana, ketentuan, serta rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan secara serentak di lingkungan UPT Pemasyarakatan Jawa Tengah.   Jajaran Rutan Kelas IIB Jepara mengikuti kegiatan secara aktif sebagai bentuk kesiapan dalam menindaklanjuti pedoman yang disampaikan. Informasi yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan koordinasi internal untuk menyusun dan mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara.   Melalui kegiatan penyampaian pedoman secara daring ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan koordinasi antarsatuan kerja sehingga pelaksanaan semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 dapat berjalan tertib, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.   Rutan Kelas IIB Jepara berkomitmen mendukung rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan mempersiapkan setiap agenda secara optimal serta menjunjung semangat kebersamaan, nasionalisme, dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.(Wely) Sumber:Humas Rutan Jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Pengurus dan anggota Pengurus Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara Pakis Aji menggelar kegiatan rutin bulanan pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat komunikasi, serta membangun kekompakan antaranggota dalam menjalankan roda organisasi. Acara berlangsung dengan penuh keakraban dan dihadiri langsung oleh Ketua DPC Squad Nusantara Jepara, Eko Basuki atau yang akrab disapa Mbah So, beserta jajaran pengurus dan anggota PAC Pakis Aji.   Dalam arahannya, Mbah So mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga persatuan, menjunjung tinggi rasa persaudaraan yang dilandasi keikhlasan, serta mengedepankan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.   Menurutnya, keberadaan Squad Nusantara harus mampu menjadi organisasi yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga solidaritas internal, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.   Sementara itu, Penasihat PAC Pakis Aji, Mbah Pin, turut memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar tetap menjaga kekompakan serta mengutamakan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap Squad Nusantara di wilayah Pakis Aji semakin solid dan terus mendapat kepercayaan dari masyarakat.   Pertemuan tersebut juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai hal terkait pemantapan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya anggota, hingga strategi pengembangan keanggotaan di wilayah Pakis Aji.   Ketua PAC Squad Nusantara Pakis Aji, Wanto, berharap seluruh anggota dapat saling mendukung dalam membesarkan organisasi sehingga keberadaan Squad Nusantara di Kecamatan Pakis Aji semakin dikenal dan jumlah anggotanya terus bertambah. Selain membahas pengembangan organisasi, rapat juga menghasilkan kesepakatan mengenai agenda kegiatan sosial dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pemberian santunan kepada anak yatim dan yatim piatu yang dijadwalkan pada 29 Agustus 2026.   Melalui kegiatan rutin tersebut, PAC Squad Nusantara Pakis Aji menegaskan komitmennya untuk terus mempererat kebersamaan, meningkatkan kualitas organisasi, serta menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Wely)

Bidik-kasusnews.com Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dalam pembayaran komisi jasa asuransi perkapalan antara PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) yang berlangsung pada periode 2015–2020. Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah itu menahan empat tersangka baru yang diduga memiliki peran penting dalam perkara tersebut.   Empat orang yang ditahan masing-masing berinisial UHS, mantan Direktur Pemasaran dan Korporasi PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), EYT yang pernah menjabat sebagai Manajer Manajemen Risiko PT Pelni, serta dua pihak swasta berinisial YHP dan ZC. Mereka ditahan selama 20 hari pertama sejak 30 Juli hingga 19 Agustus 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK.   Penyidik KPK menduga praktik korupsi terjadi melalui pembayaran komisi agen yang tidak semestinya dalam proyek asuransi kapal milik PT Pelni. Berdasarkan hasil penyidikan dan audit, skema tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp15,6 miliar.   Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang sebelumnya telah menjerat dua terdakwa lain dan telah memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap. Dengan adanya penahanan empat tersangka baru, KPK menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut.   Keempat tersangka disangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yakni Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP. Proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak lain apabila ditemukan alat bukti yang cukup.(Wely) Sumber:www,go,id,kpk

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Menyambut semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tim Hubungan Masyarakat (Humas) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menggelar coffee morning sebagai forum diskusi dan koordinasi internal, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penyusunan strategi publikasi agar seluruh agenda peringatan HUT RI di lingkungan Rutan Jepara dapat terdokumentasi dengan baik serta tersampaikan kepada masyarakat secara luas melalui berbagai media informasi resmi.   Dalam pertemuan itu, tim Humas membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pemetaan jadwal kegiatan, pembagian tugas dokumentasi foto dan video, penyusunan materi pemberitaan, hingga mekanisme publikasi yang efektif dan tepat waktu. Setiap anggota diberikan tanggung jawab sesuai bidangnya agar proses peliputan berjalan terkoordinasi.   Coffee morning juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan menyamakan persepsi di antara seluruh personel Humas. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan setiap kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dapat dipublikasikan secara profesional dan memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat.   Ketua Humas Rutan Kelas IIB Jepara mengatakan bahwa keberhasilan publikasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dokumentasi, tetapi juga oleh kekompakan tim dalam menjalankan tugas. “Melalui perencanaan yang matang dan komunikasi yang intensif, kami ingin memastikan setiap kegiatan peringatan HUT RI dapat terdokumentasi secara maksimal dan dipublikasikan tepat waktu. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan di Rutan Jepara,” ungkapnya.   Dengan persiapan yang dilakukan sejak awal, Humas Rutan Kelas IIB Jepara optimistis seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berjalan lancar. Publikasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, profesionalisme, serta komitmen Rutan Jepara dalam memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara melalui kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan rutan, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan nyaman. Petugas dan warga binaan bersama-sama membersihkan berbagai area, mulai dari halaman, blok hunian, ruang perkantoran, saluran air, hingga fasilitas umum. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban.   Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam menunjang pelaksanaan pembinaan. Menurutnya, lingkungan yang tertata dan bersih dapat memberikan suasana yang lebih nyaman bagi seluruh penghuni rutan. “Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga membentuk sikap disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Renza.   Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pembinaan karakter warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam menjaga kebersihan, diharapkan tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat mereka menjalani masa pembinaan.   Suasana penuh kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Petugas dan warga binaan saling bekerja sama menyelesaikan setiap titik yang menjadi sasaran pembersihan. Semangat gotong royong tersebut mencerminkan komitmen Rutan Jepara untuk terus menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman sebagai pendukung keberhasilan program pembinaan.(Wely) Sumber:Humas Rutan jepara