CIREBON – BIDIK-KASUSNEWS.COM Aktivitas pengolahan batu alam di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi perhatian. Warga Desa Girinata dan Desa Bobos mengeluhkan kondisi lingkungan di sekitar kawasan usaha yang dinilai mengalami tekanan akibat aktivitas pengolahan batu alam dan pengelolaan limbah yang belum optimal.
Keluhan terutama berkaitan dengan air berlumpur yang disebut mengalir ke saluran air dan sungai di sekitar permukiman. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan lapangan, memastikan kepatuhan perizinan, serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
Warga Keluhkan Air Berubah Keruh
Berdasarkan keterangan warga dan hasil penelusuran di lapangan, sejumlah lokasi pengolahan batu alam berada di kawasan Desa Girinata dan Bobos.
Warga menyebut sisa proses pemotongan dan pengolahan batu berupa material lumpur halus atau slurry berpotensi terbawa aliran air ketika tidak dikelola dengan baik.
“Dulu airnya jernih, sekarang kondisinya keruh seperti susu,” ujar seorang warga Desa Girinata.
Menurut warga, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena sejumlah saluran air berada tidak jauh dari area permukiman dan lahan pertanian.
Keluhan lainnya berkaitan dengan material sisa pengolahan batu yang disebut menumpuk di sejumlah lokasi. Warga meminta pemerintah memastikan apakah pengelolaan limbah tersebut telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku.
Persoalan Perizinan Perlu Diverifikasi
Sejumlah pelaku usaha yang ditemui di lapangan disebut mengaku belum memiliki dokumen perizinan tertentu. Namun, informasi mengenai status legalitas masing-masing usaha tersebut perlu diverifikasi kepada instansi berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan status kegiatan masing-masing pelaku usaha, termasuk legalitas kegiatan, dokumen lingkungan, serta kewajiban pengelolaan limbahnya.
Langkah verifikasi dinilai penting karena setiap usaha memiliki karakteristik dan kewajiban perizinan yang dapat berbeda, tergantung jenis kegiatan serta skala usahanya.
Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Persoalan lingkungan tersebut membuat warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan administratif, tetapi juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi di lapangan.
Camat Dukupuntang Adang Suryana, S.Sos., sebagai salah satu unsur pemerintahan di wilayah kecamatan, turut menjadi perhatian warga. Sejumlah warga meminta adanya koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Cirebon, serta instansi teknis terkait.
Warga juga mengharapkan adanya penjelasan terbuka mengenai langkah pemerintah dalam menangani persoalan limbah pengolahan batu alam di Girinata dan Bobos.
Usulan IPAL Komunal
Salah satu solusi yang diharapkan masyarakat adalah penyediaan sistem pengolahan limbah yang memadai, termasuk kemungkinan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal apabila secara teknis dan regulasi dinilai memungkinkan.
Skema tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pelaku usaha skala kecil dalam mengelola limbah secara lebih terkontrol.
Selain persoalan limbah, warga juga mengusulkan penataan aktivitas usaha agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan kepentingan masyarakat sekitar.
“Harapannya masalah ini segera ditangani. Jangan sampai kondisi lingkungan semakin buruk dan baru mendapat perhatian setelah dampaknya semakin luas,” kata warga.
Menunggu Langkah Pemerintah
Persoalan pengolahan batu alam di Desa Girinata dan Desa Bobos kini menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui perangkat daerah terkait diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan, memverifikasi status perizinan usaha, serta menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Di sisi lain, keberadaan industri pengolahan batu alam juga memiliki aspek ekonomi karena menjadi salah satu sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, penataan kegiatan usaha perlu dilakukan secara terukur dengan tetap memperhatikan ketentuan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi warga.
Hingga berita ini disusun, keluhan masyarakat terkait kondisi aliran air dan pengelolaan limbah masih menjadi perhatian warga di Desa Girinata dan Desa Bobos.
(Asep Rusliman)