Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung kuartal III di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus mendukung upaya peningkatan produktivitas pertanian bersama masyarakat.
Monitoring dilakukan pada lahan pertanian seluas 3 hektare milik Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan tersebut ditanami jagung pakan dengan menggunakan benih varietas Bisi 18.
Berdasarkan data pemantauan, jagung ditanam pada 21 Juli 2026 dan telah memasuki usia 86 hari setelah tanam (HST). Tinggi tanaman tercatat mencapai sekitar 185 sentimeter, dengan estimasi masa panen pada 21 November 2026.
Dalam kegiatan budidaya tersebut, kelompok tani menggunakan sebanyak 75 kilogram benih jagung Bisi 18. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, pupuk yang digunakan adalah NPK Mutiara 16-16-16, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Adapun pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih menggunakan peralatan manual.
Monitoring ini menjadi bagian dari perhatian terhadap perkembangan sektor pertanian di wilayah pedesaan, khususnya budidaya jagung pakan yang memiliki peran dalam mendukung kebutuhan bahan baku pakan ternak.
Melalui kegiatan pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman dapat diketahui sehingga kondisi pertanaman dan perkiraan waktu panen dapat menjadi bahan evaluasi bagi kelompok tani.
Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan terus terjalin dalam mendukung kegiatan produktif di pedesaan, termasuk sektor pertanian yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Data Lokasi dan Pertanaman
Lokasi: Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah
Pemilik lahan: Bahri
Kelompok tani: Berkat Setia
Luas lahan: 3 hektare
Komoditas: Jagung pakan
Varietas benih: Bisi 18
Tanggal tanam: 21 Juli 2026
Usia tanaman: 86 hari setelah tanam
Tinggi tanaman: 185 sentimeter
Perkiraan panen: 21 November 2026
Kegiatan monitoring ini mencerminkan pentingnya perhatian terhadap perkembangan pertanian di tingkat desa. Dengan pemantauan yang berkelanjutan dan keterlibatan kelompok tani, diharapkan budidaya jagung dapat berjalan optimal hingga memasuki masa panen.
(Agus)