HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Babirik melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Selasa (3/11/2026) pukul 08.00 WITA.
Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi dan perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan program pertanian yang dikelola kelompok tani berjalan dengan baik.
Berdasarkan hasil monitoring, lahan pertanian milik Bahri yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia memiliki luas sekitar 3 hektare. Lahan tersebut ditanami jagung pakan sejak 21 Juli 2026 dan pada saat pemantauan telah memasuki usia 105 hari setelah tanam (HST).
Tanaman jagung yang dibudidayakan menggunakan benih varietas Bisi 18 tersebut tercatat memiliki tinggi rata-rata sekitar 185 sentimeter. Adapun kebutuhan benih yang digunakan sebanyak 75 kilogram atau 75 bungkus.
Dalam proses perawatannya, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16 serta herbisida Basmilang. Sementara itu, pengolahan dan pemeliharaan lahan masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan peralatan sederhana.
Berdasarkan perkiraan dalam laporan monitoring, tanaman jagung tersebut dijadwalkan memasuki masa panen pada 21 November 2026.
Melalui kegiatan monitoring ini, Polsek Babirik turut menunjukkan dukungan terhadap para petani sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kehadiran personel kepolisian di tengah kegiatan pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kelompok tani untuk terus mengembangkan sektor pertanian serta meningkatkan produktivitas hasil panen.
Program Polisi Bersama Masyarakat ini menjadi salah satu bentuk dukungan Polri terhadap pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Dengan adanya pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman dapat diketahui sehingga berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil produksi dapat lebih cepat diidentifikasi.
(Agus)