AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Salah satunya melalui kegiatan monitoring perkembangan lahan jagung yang berada di Desa Tapus, Kecamatan Amuntai Tengah. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, mulai sekitar pukul 11.30 WITA hingga selesai. Kegiatan dilakukan oleh personel Polsek Amuntai Tengah sebagai bagian dari pemantauan perkembangan lahan pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan terhadap perkembangan lahan jagung yang berada di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan tanaman jagung yang selanjutnya dapat dilaporkan kepada pimpinan. Kegiatan monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Eko Yuli Setyawan bersama Bripka Roy Hermawan, Brigpol Juliansyah, dan Bripda M. Zainal Hilmi. Personel menggunakan satu unit kendaraan patroli Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pemantauan lahan jagung ini juga berkaitan dengan upaya mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan pertanian milik masyarakat. Produksi jagung memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun pakan ternak, sehingga perkembangan sektor pertanian menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam mendukung ketahanan pangan di daerah. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hasil monitoring selanjutnya menjadi bahan laporan kepada pimpinan sebagai bagian dari pemantauan perkembangan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Kegiatan ini merupakan bentuk pemantauan lapangan terhadap sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, sekaligus bagian dari dukungan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan panen jagung pakan mandiri kuartal III tahun 2026 di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (16/9/2026). Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan tahun 2026 melalui pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya tanaman pangan. Panen berlangsung mulai pukul 09.00 WITA di lahan Primkoppol Polres HSU yang berada di Desa Pulau Damar. Adapun lahan yang dipanen memiliki luas sekitar 1 hektare dengan komoditas berupa jagung pakan. Dari lahan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai sekitar 1 ton jagung pakan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan panen diikuti oleh pengelola lahan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan dalam kondisi aman serta kondusif. Berdasarkan keterangan pengelola, hasil panen kali ini belum mencapai potensi ideal. Untuk lahan seluas 1 hektare, hasil yang diharapkan berada di kisaran 4 ton. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor cuaca, terutama curah hujan yang relatif kurang. Selain itu, kondisi cuaca yang cukup panas dan keterbatasan sumber air turut memengaruhi pertumbuhan tanaman jagung sehingga hasil panen belum maksimal. Meski demikian, kegiatan panen tetap menjadi bagian dari pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus mendukung upaya ketahanan dan swasembada pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Polres HSU menyatakan kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif hingga selesai. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan melalui pemantauan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Polsek Amuntai Tengah melaksanakan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Karias Dalam, Kecamatan Banjang, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 Wita tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan program swasembada jagung sekaligus melihat perkembangan lahan pertanian yang dikelola masyarakat. Dalam pelaksanaannya, petugas Polsek Amuntai Tengah memantau kondisi dan perkembangan lahan jagung serta melakukan pengecekan secara langsung di lapangan. Monitoring tersebut menjadi bahan pemantauan dan pelaporan terkait perkembangan ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik maupun mendukung ketersediaan pakan ternak. Monitoring dilaksanakan oleh Aiptu Rofik PN, Aipda Sahat MTS, SH, Bripka Sugeng Ari Bowo, dan Bripka Eko Wahyudi. Petugas menggunakan satu unit kendaraan patroli Polsek Amuntai Tengah serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000 untuk menunjang kegiatan di lapangan. Pemantauan lahan pertanian dinilai penting untuk mengetahui perkembangan secara langsung sekaligus memastikan kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan dapat terus terpantau di tingkat wilayah. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga koordinasi dan pemantauan perkembangan sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Mabes TNI AD menggelar penyuluhan karhutla bagi masyarakat Desa Tambak Sari Panji, Kecamatan Haur Gading, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tambak Sari Panji mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA tersebut dipimpin Kolonel Laut KH Najib, S.Pd., M.M., dengan menghadirkan Mayor Inf Sanusi, S.IP., sebagai narasumber. Sebelum penyuluhan dimulai, tim terlebih dahulu melakukan pengecekan ke lokasi yang sebelumnya terjadi karhutla. Dari hasil pengecekan, akses menuju titik lokasi saat ini masih mengalami kendala karena jalur darat maupun jalur air tidak dapat dilalui. Setelah pengecekan lapangan, tim kemudian kembali ke Kantor Desa Tambak Sari Panji untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya pencegahan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Penyuluhan turut dihadiri Camat Haur Gading Mahyuni, S.KM., M.IP., Danramil 1001-06 Amuntai Utara Lettu Inf Syarifuddin, serta perwakilan Polsek Amuntai Utara yang diwakili Kanit Binmas Aiptu Ferry Aryo Permana. Selain unsur TNI dan Polri, kegiatan juga melibatkan Kepala Desa Tambak Sari Panji beserta perangkat desa, personel Koramil 1001-06 Amuntai Utara, serta warga setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Camat Haur Gading serta Kolonel Laut KH Najib. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi penyuluhan karhutla oleh Mayor Inf Sanusi, sesi tanya jawab, foto bersama dan penutupan. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran bersama mengenai pencegahan karhutla. Terlebih, kondisi akses menuju lokasi kejadian yang sulit dilalui menjadi salah satu hal yang perlu menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan. Kegiatan penyuluhan berlangsung dengan lancar. Situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara selama kegiatan dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Panen raya jagung Kuartal III Tahun 2026 digelar di lahan pertanian Desa Tambalang Kecil, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WITA tersebut merupakan hasil kerja sama Polsek Sungai Pandan dengan Kelompok Tani Mawar III Desa Tambalang Kecil dalam mendukung pengembangan budidaya jagung di wilayah tersebut. Panen dilakukan pada lahan seluas sekitar 0,5 hektare milik Syaifullah yang selama proses budidayanya mendapat pembinaan dari Polsek dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sungai Pandan. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 26 Mei 2026 dan memasuki masa panen pada pertengahan September. Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 1 ton. Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan varietas hibrida F1. Benih sebanyak 18 bungkus berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten HSU dan dikelola bersama oleh Kelompok Tani Mawar III Tambalang Kecil. Panen raya tersebut turut dihadiri Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., Kapolsek Sungai Pandan Ipda Rahmadi Anshar, S.H., M.H., sejumlah pejabat utama Polres HSU, perwakilan Dinas Pertanian HSU, Camat Sungai Pandan Fajriyanur, S.IP., perwakilan Koramil Sungai Pandan, unsur Pemerintah Desa Tambalang Kecil, serta anggota Kelompok Tani Mawar III. Dalam kegiatan tersebut, para pihak juga melakukan panen jagung secara bersama-sama sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pertanian dan pemberdayaan kelompok tani di wilayah Kecamatan Sungai Pandan. Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 yang dikelola Kelompok Tani Mawar III Tambalang Kecil. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya. Kelompok Tani Mawar III melalui kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program pengembangan pertanian jagung. Kelompok tani juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan cakupan lahan yang lebih luas sehingga semakin banyak lahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya jagung. Selain panen bersama, kegiatan diisi dengan sambutan dari BPP Sungai Pandan, Camat Sungai Pandan, Kapolres HSU, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten HSU. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Rangkaian panen raya berakhir sekitar pukul 11.45 WITA. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar. Melalui panen tersebut, lahan pertanian seluas setengah hektare di Desa Tambalang Kecil menunjukkan hasil budidaya jagung yang diperkirakan mencapai sekitar satu ton. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara kelompok tani, pemerintah, kepolisian, TNI dan unsur terkait dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
AMUNTAI, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kepolisian Sektor (Polsek) Babirik melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung sebagai bagian dari pemantauan sektor pertanian di wilayah hukum setempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan terhadap lahan pertanian milik Bahri yang sekaligus merupakan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare dan ditanami jagung pakan. Berdasarkan hasil pemantauan, tanaman jagung yang ditanam pada 21 Juli 2026 itu kini memasuki usia 54 hari setelah tanam (HST). Tinggi tanaman tercatat mencapai sekitar 150 sentimeter. Tanaman jagung tersebut menggunakan benih varietas Bisi 18 dengan kebutuhan benih sebanyak 75 kilogram atau sekitar 75 bungkus. Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16 dan herbisida Basmilang. Untuk pengolahan lahan dan kegiatan pertanian, petani masih mengandalkan metode manual tanpa menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan usia tanaman yang saat ini memasuki lebih dari tujuh pekan, masa panen diperkirakan berlangsung pada 21 November 2026. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memperoleh gambaran kondisi pertanian jagung di wilayah tersebut. Kegiatan pemantauan pertanian ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mendukung aktivitas pertanian di daerah. Polsek Babirik berharap pemantauan secara berkala dapat membantu mengetahui perkembangan tanaman sejak masa pertumbuhan hingga mendekati waktu panen, serta mendorong komunikasi yang baik antara petani dan aparat di lapangan. (Agus)
HSU, BIDIK-KASUSNEWS.COM Kepolisian Sektor (Polsek) Danau Panggang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan. Salah satunya melalui monitoring perkembangan tanaman jagung pakan yang dikelola Kelompok Tani Setia Usaha di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Monitoring dan pengecekan tanaman jagung tersebut dilaksanakan pada 13 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WITA. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh Kapolsek Danau Panggang IPDA Parmanto bersama Bhabinkamtibmas Polsek Danau Panggang AIPDA A. Saipul Hadi. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengecek secara langsung kondisi dan pertumbuhan tanaman jagung yang menjadi bagian dari program pembinaan Polri melalui Polsek Danau Panggang. Tanaman jagung yang dikelola Kelompok Tani Setia Usaha tersebut memiliki luas sekitar 3 hektare. Berdasarkan hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman terpantau cukup baik dan subur. Tanaman yang kini berusia sekitar dua setengah bulan itu memiliki tinggi rata-rata antara 160 hingga 180 sentimeter. Sejumlah tanaman juga telah mulai menunjukkan pertumbuhan tongkol jagung. Kapolsek Danau Panggang bersama Bhabinkamtibmas turut memastikan proses pemeliharaan tanaman terus dilakukan oleh kelompok tani. Pemeliharaan tersebut juga mendapat pendampingan dari petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan diharapkan dapat membantu para petani menjaga pertumbuhan tanaman hingga memasuki masa panen, sehingga hasil produksi jagung yang diperoleh dapat maksimal. Kegiatan monitoring ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara kepolisian, kelompok tani, dan petugas pertanian dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui pembinaan Kelompok Tani Setia Usaha di Desa Pinangkara, Polsek Danau Panggang berupaya mendorong pemanfaatan lahan pertanian sekaligus mendukung penguatan produksi pangan, khususnya komoditas jagung pakan. Polsek Danau Panggang juga berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap perkembangan tanaman jagung tersebut hingga masa panen sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Pertumbuhan tanaman jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), terus dipantau sebagai bagian dari monitoring sektor pertanian pada kuartal III 2026. Monitoring tersebut dilakukan personel Polsek Babirik pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini menyasar lahan pertanian milik Bahri yang dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Berkat Setia. Lahan jagung yang dipantau memiliki luas sekitar 3 hektare. Tanaman tersebut ditanam pada 21 Juli 2026 dan saat dilakukan pemantauan telah memasuki usia sekitar 51 hari setelah tanam (HST). Berdasarkan data hasil monitoring, komoditas yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih varietas Bisi 18. Untuk kebutuhan penanaman, petani menggunakan sekitar 75 kilogram benih. Dalam perawatannya, tanaman jagung tersebut menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16, sementara pengendalian gulma dilakukan dengan herbisida Basmilang. Adapun proses pengolahan lahan dan kegiatan pertanian masih dilakukan secara manual. Tanaman jagung tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 21 November 2026. Monitoring pertanian ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memperoleh gambaran perkembangan tanaman jagung di wilayah hukum Polsek Babirik, sekaligus mendukung pemantauan sektor pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan monitoring dilakukan dengan mencatat sejumlah indikator, mulai dari luas lahan, jenis benih, usia tanaman, kebutuhan pupuk hingga perkiraan waktu panen. Dengan adanya pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman jagung di tingkat kelompok tani dapat terdokumentasi dengan baik hingga memasuki masa panen. (Agus)
AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Upaya mendukung program swasembada pangan terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui monitoring perkembangan lahan jagung yang dikelola masyarakat di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang. Pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita, personel Polsek Banjang melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung di lahan milik Sadikin yang menjadi bagian dari kelompok tani (poktan) Mandiri binaan Polri. Lahan yang dipantau memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Tanaman jagung tersebut ditanam pada 12 Mei 2026 dan saat dilakukan monitoring telah memasuki usia 124 hari. Dari hasil pemantauan, pertumbuhan tanaman jagung terpantau cukup tinggi dengan ukuran sekitar 2 hingga 2,1 meter. Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan dengan menggunakan bibit hibrida Bisi 18. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, lahan tersebut menggunakan pupuk NPK 16.16.16 dan dolomit. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Dalam proses pengelolaannya, petani masih menggunakan metode manual tanpa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ditargetkan Panen Oktober Berdasarkan data hasil monitoring, tanaman jagung di lahan tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026. Dengan luas lahan mencapai 4 hektare, hasil panen nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan komoditas jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah setempat. Personel yang melaksanakan monitoring terdiri dari Aiptu Noryadi, Aiptu Soeyatmin, S.H., dan Briptu Zakir. Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman sekaligus memastikan proses budidaya berjalan sesuai kondisi di lapangan. Kehadiran personel kepolisian juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan melalui pendampingan dan pemantauan sektor pertanian di wilayah hukum Polsek Banjang. Kapolsek Banjang melalui personelnya terus mendorong komunikasi dengan masyarakat dan kelompok tani dalam mendukung program ketahanan pangan. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan lahan hingga memasuki masa panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman dan terkendali. (Agus)
AMUNTAI, Bidik-kasusnews.com Dua titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Desa Murung Panggang, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, Jumat (11/9/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Amuntai Selatan melakukan ground check ke lokasi sekaligus upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan pengecekan lapangan dimulai sekitar pukul 09.30 Wita. Pemantauan awal menunjukkan adanya dua titik hotspot di Desa Murung Panggang yang terdeteksi melalui aplikasi Sipongi. Titik pertama terdeteksi pada pukul 00.39 Wita dengan tingkat kepercayaan medium dan berada di koordinat -2.34496, 115.1748. Sementara titik kedua terpantau pada pukul 00.56 Wita dengan tingkat kepercayaan medium di koordinat -2.3439, 115.17299. Kedua titik tersebut terdeteksi oleh satelit NASA-SNPP dan NASA-NOAA20. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lokasi berada di kawasan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Personel Polsek Amuntai Selatan yang melakukan pengecekan terdiri dari Aipda Budi Herri, Bripka Rusdi, dan Bripda Noor Alim. Tim mendatangi lokasi berdasarkan koordinat hotspot untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dari hasil ground check, petugas menemukan dua titik api di wilayah Desa Murung Panggang. Berdasarkan keterangan aparatur desa, api diperkirakan mulai terlihat paling lama sejak sehari sebelum dilakukan pengecekan. Area yang terdampak merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, bondong, dan purun. Fungsi kawasan tersebut tercatat sebagai Area Penggunaan Lain (APL). Akses menuju titik api menjadi kendala Upaya petugas untuk menjangkau titik hotspot secara langsung menghadapi kendala medan. Lokasi berada di tengah area padang gambut dan tidak memiliki akses jalan yang dapat dilalui menuju titik api. Jarak dari titik terakhir yang dapat diakses kendaraan menuju lokasi hotspot diperkirakan mencapai sekitar 5 kilometer. Kondisi tersebut membuat tim tidak dapat menjangkau titik hotspot secara langsung untuk melakukan penanganan pemadaman di titik api. Berdasarkan hasil pengecekan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 6 hektare. Polsek Amuntai Selatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi karhutla di wilayah tersebut. Ground check dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan informasi titik panas sekaligus mengetahui kondisi faktual di lapangan. Kondisi lahan gambut yang memiliki vegetasi semak dan purun menjadi perhatian dalam upaya pencegahan meluasnya kebakaran. Pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. (Agus)