MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Bupati Majalengka, Eman Suherman, resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka, Rabu (13/5/2026). Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan di sejumlah perangkat daerah yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena memasuki masa pensiun. Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula BKPSDM Kabupaten Majalengka dan dihadiri Wakil Bupati Majalengka, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala BKPSDM, para kepala OPD, para camat, serta tamu undangan lainnya. Adapun pejabat yang dilantik yakni Yayan Sumantri, yang sebelumnya menjabat Kepala Bapedalitbang, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menggantikan Lalan Suherlan yang telah memasuki masa purna tugas. Posisi Kepala Bapedalitbang selanjutnya dijabat Arif Daryana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DisnakerKUKM). Sementara jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kini dipercayakan kepada Iwan Dirwan, yang sebelumnya menjabat Asisten Daerah III Setda Majalengka. Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa rotasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta penyegaran birokrasi. Menurutnya, jabatan yang diberikan bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas. “Pelantikan hari ini merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka menjaga kesinambungan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Saya berharap pejabat yang dilantik dapat langsung bekerja, cepat beradaptasi, dan mampu menghadirkan inovasi di perangkat daerah masing-masing,” ujar Bupati. Mutasi kali ini merupakan hasil perdana dari mekanisme Manajemen Talenta yang telah diluncurkan pada Desember 2025 lalu. Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur sipil negara di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Ia meminta seluruh pejabat untuk memperkuat koordinasi lintas OPD, menjaga kekompakan, serta bekerja berdasarkan target dan capaian yang terukur. Khusus kepada pejabat yang baru dilantik, Eman meminta agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. “Jabatan itu amanah. Jangan hanya mengejar posisi, tapi tunjukkan kinerja nyata. Masyarakat menunggu kerja cepat dan solusi konkret dari pemerintah,” tegasnya. Khusus kepada Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bupati menginstruksikan untuk memastikan setiap rupiah APBD dikelola dengan prinsip efisiensi dan transparansi. Selain itu, Bupati juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga disiplin, etika birokrasi, serta mengedepankan semangat melayani masyarakat dibanding dilayani. Pelantikan berlangsung khidmat dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, serta seluruh tamu undangan kepada para pejabat yang baru dilantik. (Asep Rusliman)
INDRAMAYU,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Kabupaten Indramayu kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Salah satu langkah mempertahankan predikat itu dengan melakukan gerakan Tanam Perdana Program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) seluas 100 hektare yang dilakukan di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (13/5/26). Program tersebut terdiri dari 70 hektare lahan Oplah (Optimalisasi Lahan) dan 30 hektare lahan reguler. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produksi pertanian, memaksimalkan pemanfaatan lahan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Husnain mengatakan, PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang diadopsi dari Arkansas, Amerika Serikat. Program ini menjadi pilot project nasional yang dilaksanakan di 14 provinsi di Indonesia, termasuk Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu lokasi utama di Jawa Barat selain Kabupaten Subang. Menurut Husnain, Program PM-AAS menerapkan teknologi modern pertanian melalui mekanisasi alat, efisiensi penggunaan pupuk dan air, serta pola tanam rapat untuk meningkatkan hasil produksi. Selain itu, penggunaan benih, pupuk, dan pengendalian hama juga harus diperhatikan sejak awal. “Kita targetkan hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektare. Kabupaten Indramayu memiliki luasan lahan sawah terbesar di Indonesia sehingga diharapkan dapat menjadi andalan pertanian nasional,” katanya. Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar menjelaskan, total lahan PM-AAS di Desa Plosokerep mencapai 100 hektare yang dibagi ke dalam empat titik kegiatan. “Untuk 30 hektare lahan reguler dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu 5 hektare kegiatan tanam, kemudian di bagian utara dilakukan penyemprotan herbisida menggunakan drone sprayer, dan 20 hektare lainnya masih dalam proses pengolahan lahan,” jelasnya. Dr. Detia mengatakan, program ini melibatkan 83 anggota kelompok tani yang tergabung dalam 10 poktan dan satu brigade pangan. Menurutnya, Indramayu menjadi satu-satunya lokasi PM-AAS yang melibatkan brigade pangan secara langsung. Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan semua pihak atas berbagai bantuan serta dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Indramayu. Menurutnya, pertanian di Indramayu sudah menjadi budaya dan bagian dari denyut kehidupan masyarakat Indramayu. Dengan luas sawah yang mencapai hampir 125 ribu hektare, tidak salah bila predikat lumbung padi nasional menjadi milik Indramayu. Terkait dengan program PM-AAS, Bupati Lucky menyatakan, program ini membantu petani supaya tidak terlalu capek. “Proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien. Kalau kita tidak melakukan modernisasi, pertanian kita bisa stagnan,” ujarnya. Bupati Lucky juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap mendukung penuh modernisasi pertanian dan meminta seluruh kelompok tani menjaga bantuan yang diberikan dengan baik. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pupuk petroganik secara simbolis dari PT. Pupuk Indonesia kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim. Selain itu, Kementerian Pertanian turut memberikan bantuan benih, pupuk, alsintan, serta 100 unit pompa air untuk mendukung program PM-AAS. Tanam perdana dilakukan bersama para petani, kelompok tani, brigade pangan, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, hingga berbagai stakeholder pertanian lainnya. Semangat kolaborasi terus dibangun untuk menciptakan pertanian yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan. Melalui program PM-AAS, Kabupaten Indramayu terus bergerak mendukung swasembada pangan nasional sekaligus membawa pertanian menuju era yang lebih modern dan berdaya saing. (Asep Rusliman)
Indramayu,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Suasana semangat anak muda menggelora di Sekretariat Karang Taruna Cerdas Berkarya, Rabu (13/05/2026). Puluhan pemuda dari berbagai Blok/RT/RW berkumpul dalam momentum bersejarah yaitu Pelantikan Pengurus Karang Taruna Cerdas Berkarya Masa Bakti 2026–2031. Acara dihadiri Muspika,Karang Taruna Kabupaten,RT RW tamu Undangan,dalam Acara yang penuh energi itu menjadi semakin hidup ketika Kuwu Desa Limbangan H Nurwenda memberi Sambutan danpesan siap untuk mendukung Karang taruna yang baru hadir memberikan pesan tajam, jujur, dan penuh motivasi. Kita tidak ada waktu lagi utk bertikai mari kita satukan tujuan untuk memajukan karang taruna di Desa Limbangan Dari sambutan Ketua Karang Taruna Rasono mengajak semua anggota dan elemen masyarakat saling bersinergi. Dan di sambung lagi dari perwakilan karang taruna kecamatan dan kabupaten yang memberikan Motifasi utk bersatu membangun desa Karang taruna Legal formalnya sdh ada payung hukum Lewat Permendagri No 18 THN 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Permensos No 9 th 2025 memperkuat peran karang taruna sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda dan pencegahan masalah sosial di tingkat desa atau kelurahan dengan profesional dan akuntabilitas Kalimat itu langsung mendapatkan tepuk tangan panjang dari peserta yang hadir. Menurut Nurwenda, masa depan Desa tidak boleh terjebak dalam konflik ego antargenerasi maupun organisasi. Desa Limbangan membutuhkan energi kebersamaan, bukan persaingan yang melemahkan. Karang Taruna disebut bukan sekadar organisasi sosial, tetapi mesin perubahan. Dengan gaya khas yang humoris namun berbobot, Nurwenda sempat bercanda soal usianya. “Saya ini pemuda Menginjak 50tahun. Kelihatannya masih Mudah kan?” “Saya belajar dari kalian yang berusia 20, 30, 40 tahun. Karena kalianlah masa depan Limbangan” katanya. Nurwenda menyinggung fenomena generasi digital yang mudah mengkritik, tetapi sering kali berhenti di komentar tanpa aksi nyata. “Sampaikan kritik, tapi kritik yang menjaga amanah. Bukan yang membakar, tapi membangun,” ujarnya. Ia menuturkan, pemerintah butuh pemuda yang aktif mengawasi, bukan aktif menghujat. Kuwu Limbangan H Nurwenda juga mengingatkan identitas Limbangan sebagai pelopor Desa Bahari Bandung berhenti menjadi kota yang terbuka terhadap gagasan baru,” ujar Farhan. “Pegang nilai agama, nilai kebenaran, nilai kepatutan. Moral itu fondasi, bukan aksesori.” “Kalian bukan generasi pengikut. Kalian generasi yang menentukan arah Desa ini,” ujarnya. Ia berharap pengurus Karang Taruna yang baru tak hanya aktif mengadakan kegiatan seremonial, tetapi hadir dalam isu sosial, kemiskinan, anak muda rawan, lingkungan, edukasi dan solidaritas warga. Dengan resminya Rasono sebagai Ketua Karang Taruna Desa Limbangan periode 2026-2031 organisasi ini kini mengemban peran strategis, menjadi jembatan solidaritas sosial, ruang kolaborasi lintas generasi, dan pabrik pemimpin masa depan. Karang Taruna Desa Limbangan kini punya tantangan besar, bukan hanya ramai di panggung pelantikan tapi hadir nyata di kehidupan masyarakat. Untuk bisa menggali potensi ekonomi yang ada di Desa Limbangan menjalin kemitraan dengan Perusahaan setempat. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Jajaran pengurus dan anggota organisasi Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Majalengka melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, pada Senin (12/04/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat di Pendopo Kabupaten Majalengka ini bertujuan untuk mempererat kemitraan antara awak media dengan jajaran Pemerintah Daerah. Apresiasi terhadap Capaian Pemerintah Dalam kesempatan tersebut, DPC PJI Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai capaian dan kinerja nyata yang telah ditunjukkan oleh Bupati Eman Suherman dalam membangun Majalengka. PJI menilai, di bawah kepemimpinan Bupati Eman, banyak program pembangunan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Kami mengapresiasi dedikasi Bapak Bupati. Kehadiran kami di sini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga bentuk komitmen PJI untuk ikut serta mensukseskan program-program strategis Pemerintah Kabupaten Majalengka ke depannya,” ujar Ketua PJI DPC Majalengka Rudy Hutasoit. Pesan Bupati: Jurnalis sebagai Penjembatan Informasi Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menyambut baik kehadiran organisasi PJI. Beliau menekankan bahwa peran media sangat krusial dalam keberhasilan sebuah pembangunan daerah. Bupati berharap PJI dapat menjaga profesionalisme dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah. Poin penting arahan Bupati: * Transparansi Informasi: PJI diharapkan mampu menjadi wadah penyampai informasi yang akurat mengenai kebijakan publik. * Penjembatan Publik: Media harus mampu menerjemahkan program pemerintah kepada masyarakat agar tidak terjadi disinformasi. * Kolaborasi Positif: Membangun narasi pembangunan yang optimis demi kemajuan Majalengka. “Saya berharap PJI dapat menjadi penjembatan informasi yang efektif antara Pemda Majalengka dan publik. Sampaikanlah program-program kami secara objektif agar masyarakat mengetahui apa yang sedang dan akan kami kerjakan untuk mereka,” pesan Bupati Eman. Harapan Kedepan Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi yang intensif. PJI menyatakan kesiapannya untuk mengawal setiap kebijakan Bupati yang berpihak pada kepentingan rakyat melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif. (Asep Rusliman)
SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pemerintah Kecamatan Surade menggelar acara pembubaran kepanitiaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Surade yang dirangkaikan dengan syukuran serta pemberian penghargaan kepada peserta MTQ Kabupaten Sukabumi 2026/1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Surade, Selasa (12/5/2026). Acara dipimpin langsung Sekretaris Kecamatan Surade, E’ah Nurlaela, S.Ag., dan dihadiri Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, S.Pd., Kepala KUA Kecamatan Surade Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag., pengurus DMI, para kiai, ustadz pembimbing, serta seluruh panitia dan peserta MTQ. Dalam sambutannya, E’ah Nurlaela menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pembimbing yang telah bekerja keras sejak tahap seleksi hingga pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten. Ia menilai keberhasilan para peserta menjadi kebanggaan bagi Kecamatan Surade. “Terima kasih kepada seluruh panitia, pembimbing, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Prestasi yang diraih peserta MTQ menjadi bukti bahwa Surade memiliki potensi besar dalam bidang keagamaan dan pembinaan Al-Qur’an,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, pemerintah kecamatan juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para peserta yang telah berjuang mewakili Kecamatan Surade di ajang MTQ Kabupaten Sukabumi. Adapun sejumlah peserta berhasil menorehkan prestasi, di antaranya Aang Nawawi Abdurrahman dari cabang Tilawah Golongan Anak Putra yang meraih Juara 1, Tilawah Golongan Dewasa Putri meraih Juara 2, serta Tahfidz 10 Juz Putera yang berhasil meraih Juara 3. Kepala KUA Kecamatan Surade, Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag., mengapresiasi komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung pembinaan generasi Qurani. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak dan santri di Surade untuk terus mendalami ilmu agama. Sementara itu, Kapolsek Surade Iptu Ade Hendra, S.Pd., menegaskan dukungan pihak kepolisian terhadap kegiatan keagamaan yang dinilai mampu membentuk karakter masyarakat yang religius, damai, dan tertib. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar para peserta terus berprestasi dan mampu membawa nama baik Kecamatan Surade di tingkat yang lebih tinggi. (Dicky)
Indramayu,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Polemik proses rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, terus menjadi sorotan publik. Setelah muncul keluhan warga terkait kewajiban mengikuti pelatihan kerja melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dengan biaya hingga Rp3 juta lebih, kini berbagai pihak mulai angkat bicara dan meminta pemerintah turun tangan, kata Atim Sarwono ini -sdh melanggar UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2 Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan layak bagi kemanusiaan, dan sdh melanggar UU No -13 THN 2003 tentang ketenagakerjaan (Pasal 38 Ayat 1) Perusahaan tidak diijinkan memungut biaya apapun ke pencari kerja -Permenaker No 18 THN 2024 berbunyi bahwa biaya penempatan tenaga kerja melalui perekrutan sendiri oleh pemberi kerja ditanggung oleh pemberi kerja -Praktek Pungutan Biaya jika ada perusahaan meminta uang saat melamar kerja,hal tersebut dikategorikan sebagai tindakan penipuan dapat dijerat dengan pasal 378 KUHP. Sejumlah warga pencari kerja mengaku keberatan dengan sistem perekrutan yang dinilai memberatkan masyarakat kecil. Pasalnya, calon pekerja disebut tidak bisa langsung melamar ke perusahaan, melainkan harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan berbayar melalui LPK sebelum memiliki peluang masuk kerja di salah satu pabrik sepatu di kawasan industri Losarang. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dan fasilitas makan selama pelatihan berlangsung. Namun, tidak ada jaminan peserta pasti diterima bekerja setelah menyelesaikan pelatihan tersebut. “Kalau dipanggil atau tidak itu urusan perusahaan,” ujar seorang yang diduga menjadi perantara pelatihan saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp. Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat. Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan, warga menilai sistem seperti ini justru semakin membebani calon tenaga kerja lokal yang berharap bisa bekerja di kawasan industri daerahnya sendiri. Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kabupaten Indramayu, Atim Sawano, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia mengaku heran apabila warga lokal justru dipersulit untuk mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri. “Saya merasa aneh, kok warga Kecamatan Losarang yang notabene putra daerah malah diminta harus masuk LPK dan mengeluarkan sejumlah uang. Ini kan kawasan industri di wilayah mereka sendiri. Jangan sampai masyarakat kecil justru jadi korban sistem yang tidak jelas,” tegas Atim, Selasa 12 Mei 2026. Menurutnya, jika memang perusahaan mewajibkan pelatihan keterampilan tertentu, maka mekanismenya harus transparan, resmi, dan tidak membebani masyarakat pencari kerja. “Aturannya harus jelas. Kalau memang ada kerja sama resmi dengan LPK, harus dibuka secara transparan ke publik. Jangan sampai muncul kesan ada pungutan berkedok pelatihan,” katanya. Atim juga meminta Pemerintah Kabupaten Indramayu serta dinas terkait segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap proses rekrutmen tenaga kerja di kawasan industri Losarang. “Pemerintah jangan diam. Harus ada pengawasan supaya masyarakat tidak dirugikan dan tidak muncul praktik-praktik yang meresahkan warga,” ujarnya. Sementara itu, warga berharap perusahaan dapat membuka proses rekrutmen secara terbuka dan memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar tanpa membebani biaya tinggi sebelum bekerja. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait kewajiban mengikuti pelatihan LPK maupun biaya yang dibebankan kepada calon pekerja. (Asep Rusliman)
KUNINGAN,BIDIK-KASUSNEWS.COM,.Viral video sejumlah kerusuhan terjadi di Jalan Raya Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Insiden itu terjadi usai nonton bareng yang berlangsung di daerah setempat, pertandingan Persib vs Persija Super League 2025/2026. Menanggapi video viral tersebut, AKP Mugiyono yang juga Kasi Humas Polres Kuningan mewakili Kapolres AKBP Muhamad Ali Akbar, mengatakan, sebanarnya pengamanan dalam laga berlangsung sudah menjadi perhatian petugas keamanan. “Sudah kondusif, dan kemarin pun sejumlah petugas Polres di susul dengan Anggota kepolisian sektor setempat melakukan Patroli di sejumlah titik lokasi nonton bareng,” kata AKP Mugiyono saat di konfirmasi. Bentrokan terjadi usai laga Persib vs Persija akibat dari kalangan mereka ada seseorang yang mengenakan kaos salah satu pendukung. “Kalau dugaan akibat keributan dari adanya seseorang yang mengenakan kaos pendukung bola, kita hingga kini terus melakukan pendalaman. Namun, permalasahan tersebut sudah aman setelah di lerai sekaligus di mediasi petugas Polsek,” katanya. Berita sebelumnya, menghadap pertandingan Persib vs Persija yang berlangsung di Stadion Samarinda, tidak sedikit titik nonton bareng terjadi di Kuningan. “Jumlah titik nonton bareng pertandingan Persib vs Persija, tentu akan mendapat perhatian dan pengawasan. Petugas kami pasti patroli,” kata Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono saat memberikan keterangan kepada awak media. Selain melakukan pengawasan melalui Patroli, kata Mugiyono mengklaim bahwa Polres Kuningan juga melakukan pelarangan terhadap komunitas atau para pendukung Persib menggunakan knalpot brong dan konvoi. “Ya larang selain tidak boleh konvoi dan menggunakan knalpot brong, juga tidak boleh menyalakan petasan atau flare. Juga, tidak boleh melakukan kegiatan anarkis lainnya,” katanya. Informasi sebelumnya, jelang pertandingan Persib vs Persija di Stadion Samarinda dalam laga Liga 1 BRI musim 2025 – 2026. “Sejumlah titik di Kuningan menyiapkan lokasi untuk nonton bareng,” kata Hendra yang juga Bobotoh Persib yang tergabung dalam Biking Distrik Kuningan. Hendra menyebut lokasi nonton bareng saat laga Persib berlangsung. “Sebenarnya sering dilakukan oleh komunitas tertentu di Kuningan. Dan hampir merata titik nobar di Kuningan di adakan saat laga Persib,” katanya. Untuk persiapan agenda nobar sekarang, Hendra mengklaim bahwa kegiatan ini rencanakan sedemikian mewah. Pasalnya, laga Persib vs Persija yang berlangsung di Samarinda tidak boleh di tonton langsung. (Asep Rusliman)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menyalurkan bantuan stimulan untuk penyelesaian pembangunan Masjid Atta’awun yang berlokasi di lingkungan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, Kamis (7/5/2026). Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana. Ia didampingi Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan Embed Humed, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Drs. H. Idi Purnama, serta Kepala Divisi Humas dan Protokoler Fijay Muhamad Faozan. Rombongan BAZNAS disambut Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Sukma Djaya Negara, di ruang kerjanya sebelum pelaksanaan penyerahan bantuan. Agus Asri Sabana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam mendukung sarana peribadatan sekaligus apresiasi kepada jajaran Kejari Majalengka yang telah rutin menyalurkan zakat profesi melalui BAZNAS. “Ini bagian dari tanggung jawab kami dalam menyalurkan amanah kepada mustahik, sekaligus bentuk apresiasi atas konsistensi zakat profesi dari pegawai Kejari Majalengka,” ujarnya. Sementara itu, Sukma Djaya Negara menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat proses penyelesaian pembangunan masjid sehingga segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah. Ia juga menilai kinerja BAZNAS Majalengka saat ini semakin baik, khususnya dalam hal realisasi program dan pelaporan keuangan. “Transparansi dan akuntabilitas BAZNAS Majalengka sangat baik dan patut dipertahankan,” katanya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis di depan bangunan Masjid Atta’awun, disaksikan oleh jajaran dari kedua lembaga. (Asep Rusliman)
Indramayu,-BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Kenaikan harga bahan bakar dinilai berpotensi memicu meningkatnya pengangguran masyarakat pesisir wilayah Pantura Jawa Barat. Kondisi tersebut muncul setelah aktivitas melaut sejumlah kapal nelayan mulai terhenti akibat tingginya biaya operasional. Ketua Gerakan Nelayan Pantura, Kajidin, mengaku khawatir dampak kenaikan bahan bakar semakin meluas terhadap masyarakat pesisir. Menurutnya, banyak awak kapal hanya mengandalkan pekerjaan melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya selama ini. “Yang paling menakutkan adalah ketika kapal mandek,” ujarnya kepada Media pada Jumat, 8 Mei 2026. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menyebabkan ribuan pekerja pesisir kehilangan sumber penghasilan utama keluarga mereka. Kajidin menjelaskan sebagian besar awak kapal tidak memiliki kemampuan kerja lain selain menjadi nelayan tradisional sehari-harinya. Menurutnya, keterbatasan pendidikan membuat masyarakat pesisir sulit memperoleh pekerjaan alternatif ketika kapal berhenti beroperasi. Ia menilai pemerintah perlu segera menghadirkan langkah konkret mengatasi persoalan kenaikan harga bahan bakar nelayan saat ini. Langkah tersebut dinilai penting demi mencegah memburuknya kondisi sosial masyarakat pesisir berbagai daerah wilayah Pantura. “Ribuan orang akan menjadi pengangguran,” katanya. Ia khawatir kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial akibat meningkatnya tekanan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan harga bahan bakar serta pendapatan hasil tangkapan ikan para nelayan. Ia berharap aktivitas ekonomi nelayan tetap berjalan sehingga kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terus terjaga stabil. (Asep.R)
MAJALENGKA,BIDIK-KASUSNEWS.COM,. Anggota DPR RI Dapil Jabar IX dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Majalengka tepatnya di Komplek Kebon Dalem Desa Lengkonag Wetan Kecamatan Sindangwangi untuk bertemu dengan DPD Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Majalengka. “Hari ini saya memfasilitasi untuk pelatihan penyembelihan hewan secara halal dan toyiban untuk anggota juru sembelih halal,DPD Juleha Kabupaten Majalengka. Harusnya kan penyembelihan hewan itu berada di rumah potong tetapi kebiasaan di kita itu boleh tidak di rumah potong sehingga bida dilaksanakan di masing masing tempat tetapi sebaiknya yang sudah mengikuti pelatihan karena bukan hanya bisa memotong dan membacakan doa nya saja. Yang baik itu bagaimana menyembelih hewan dalam posisi hewannya tidak stres, secara hewani harus diperlakukan dengan baik jangan sampai disembelih saat hewan sudah lari lari,” papar Ateng, Minggu (10/05/26). Sambung dia, kalau kita melihat di beberapa media, ada sapi yang mau disembelih malah sapinya lari lari dulu atau dalam kondisi ngos ngos an kan berarti itu hewan tersebut dalam keadaan stres. Nah sebaiknya hewan itu disembelih dalam keadaan rileks. “Dan ini ada pelatihannya yang kita lakukan,” imbuhnya. Masih kata Ateng, keberadaan Juru Sembelih Halal atau Jukeha saya dukung pembentukan juleha di Kab Majalengka, kan sebelum itu yang menyembelih hewan itu siapa saja yang penting dia berani bisa baca doa dan lainnya. Akan tetapi bukan hanya bisa memotong dan baca doa saja akan tetapi ada teknik teknik cara menyembelih yang baik. Nampk peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut yang dikolaborasikan dengan dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. (Asep Rusliman)