Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com – Aksi cepat aparat kewilayahan bersama warga berhasil menggagalkan rencana tawuran antar remaja yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan di Jalan Imam Bonjol Gang Damai, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Jumat malam (27/2/2026).
Peristiwa tersebut bermula dari kecurigaan warga yang melihat sekitar 10 sepeda motor berboncengan melintas dan berkumpul di lokasi. Kelompok remaja yang diduga berasal dari luar wilayah itu dicurigai hendak melakukan aksi perang sarung. Situasi semakin mengkhawatirkan setelah muncul dugaan salah satu remaja membawa senjata tajam.
Mendapat laporan masyarakat, Babinsa Kelurahan Sumberejo Koramil 410-02/TBU, Serka Sutiyono, segera bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak kelurahan, ketua RT, serta warga sekitar untuk mengantisipasi potensi bentrokan.
“Berkat kewaspadaan warga dan kerja sama yang solid, kami berhasil mengamankan delapan remaja sebelum tawuran terjadi. Situasi sempat tegang, namun pendekatan persuasif membuat keadaan dapat dikendalikan,” ujar Serka Sutiyono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).
Delapan remaja yang diamankan diketahui berusia antara 15 hingga 17 tahun dan berstatus pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Kemiling untuk menjalani pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, para remaja mengakui rencana melakukan perang sarung dengan kelompok lain di wilayah tersebut. Aparat menilai kejadian ini merupakan bentuk kenakalan remaja sehingga langkah pembinaan menjadi prioritas utama.
Lurah Sumberejo yang turut berada di lokasi mengapresiasi respons cepat Babinsa dan aparat terkait dalam menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat sangat membantu menciptakan rasa aman sekaligus membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan negatif.
Setelah proses pembinaan dan pendataan selesai, kedelapan remaja tersebut diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing untuk mendapatkan pengawasan lebih intensif. Pihak TNI dan kepolisian juga mengimbau orang tua serta masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mencegah aksi kenakalan remaja sekaligus menjaga keamanan lingkungan tetap kondusif.
(Agus)
