Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di kawasan Bundaran Kota, Jalan A. Yani, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres HSU Iptu Tri Widodo S., bersama personel Sat Lantas. Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk pelayanan sekaligus respons kepolisian terhadap kondisi kabut asap yang muncul sebagai dampak kebakaran lahan. Sejumlah pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut mendapatkan masker secara cuma-cuma. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengurangi paparan asap dan debu selama beraktivitas di luar ruangan. Kasat Lantas Polres HSU Iptu Tri Widodo S. mengatakan, pembagian masker merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang terdampak kondisi udara akibat kabut asap. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Polantas yang tidak hanya berfokus pada kelancaran dan keselamatan lalu lintas, tetapi turut memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan” menjadi semangat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Melalui kegiatan sederhana namun bermanfaat ini, Sat Lantas Polres HSU berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan dan kesehatan saat beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik. Kegiatan pembagian masker berlangsung dengan tertib dan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polantas HSU yang berupaya memberikan pelayanan secara langsung, dekat, dan humanis kepada masyarakat. (Agus)
Bidik-kasusnews.com – Johor Bahru, Malaysia, Ketua Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat, Aliyuddin, S.Ag., M.H., memanfaatkan kunjungannya ke Johor Bahru, Malaysia, tidak hanya untuk melaksanakan agenda sidang isbat nikah bagi warga negara Indonesia (WNI), tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi sekolah yang dikelola Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, 5 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Aliyuddin memberikan motivasi serta semangat kepada para siswa agar terus mencintai tanah air meskipun sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Ia menekankan bahwa identitas sebagai bangsa Indonesia harus tetap dijaga dan menjadi kebanggaan di mana pun berada. “Kalian harus selalu bangga menjadi anak Indonesia. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, karena kelak kalian adalah generasi penerus yang akan membawa nama baik bangsa dan negara. Raihlah cita-cita setinggi mungkin agar menjadi kebanggaan keluarga dan Indonesia,” ujar Aliyuddin di hadapan para siswa. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri tetap harus memperoleh motivasi agar memiliki semangat belajar, disiplin, dan karakter yang kuat. Aliyuddin mengatakan perhatian terhadap generasi muda tidak boleh berhenti hanya karena mereka berada di luar wilayah Indonesia. Justru, mereka merupakan bagian penting dari masa depan bangsa yang harus terus mendapatkan dukungan, pembinaan, dan dorongan untuk berkembang. “Kita sebagai anak bangsa harus memperhatikan regenerasi muda sejak dini. Mereka perlu terus dimotivasi agar memiliki rasa percaya diri, semangat belajar, dan kecintaan terhadap Indonesia. Generasi muda inilah yang nantinya akan menentukan masa depan bangsa,” katanya. Selain memberikan motivasi kepada para pelajar, Aliyuddin juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke Johor Bahru memiliki misi yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan sidang isbat nikah. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib administrasi negara dan kepatuhan terhadap hukum. Ia menilai, legalitas dokumen perkawinan melalui sidang isbat nikah memiliki arti penting bagi perlindungan hak-hak warga negara, termasuk kepastian hukum bagi pasangan suami istri maupun anak-anak mereka. “Fokus kami bukan hanya melaksanakan sidang isbat nikah. Kami juga ingin mendorong warga negara Indonesia yang berada di luar negeri agar selalu taat dan patuh terhadap administrasi negara serta hukum syariat. Dengan demikian, mereka memiliki kepastian hukum dan dapat menjadi contoh yang baik di lingkungan tempat mereka tinggal,” ungkap Aliyuddin. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan cerminan karakter bangsa. Menurutnya, WNI di luar negeri membawa nama Indonesia sehingga perilaku yang tertib dan menghormati hukum akan memberikan citra positif di mata masyarakat internasional. “Jangan sampai bangsa lain memandang rendah Indonesia hanya karena masih ada warga negara yang mengabaikan administrasi maupun aturan hukum. Sebaliknya, kita harus menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah bangsa yang tertib, taat hukum, serta memiliki akhlak yang baik,” tuturnya. Kunjungan ke sekolah KJRI Johor Bahru tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para siswa tampak antusias mengikuti arahan serta motivasi yang disampaikan. Kehadiran Ketua PA Jakarta Pusat diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak Indonesia di Malaysia untuk terus berprestasi, menjaga identitas kebangsaan, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Agenda kunjungan ini sekaligus mencerminkan sinergi pelayanan kepada warga negara Indonesia di luar negeri, yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian aspek hukum keluarga melalui sidang isbat nikah, tetapi juga pada pembinaan karakter, peningkatan kesadaran hukum, dan penguatan rasa nasionalisme bagi generasi muda Indonesia. (Heri)
DABO SINGKEP, Bidik-kasusnews.com Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut di sela peninjauan Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) TNI Tahun 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026). Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi Kasad dalam memperkuat sinergi dan interoperabilitas antar matra TNI. Kasad hadir mendampingi Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Hor.) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. dalam peninjauan latihan yang bertujuan menguji kesiapan operasi gabungan TNI menghadapi berbagai dinamika ancaman. Prosesi pengukuhan dilaksanakan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali melalui penyematan brevet dan baret ungu khas Korps Marinir. Selain Kasad, penghargaan Warga Kehormatan Korps Marinir juga dianugerahkan kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto. Pengukuhan tersebut mencerminkan eratnya soliditas antarmatara TNI sekaligus komitmen bersama dalam membangun interoperabilitas yang semakin kuat guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pertahanan negara. Pada kesempatan yang sama, rombongan meninjau pelaksanaan Latihan Operasi Terintegrasi TNI Tahun 2026 yang menguji kemampuan komando dan pengendalian, koordinasi antar matra, serta kesiapan satuan dalam melaksanakan operasi gabungan. Salah satu materi latihan yang ditampilkan adalah penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar _drop zone_ Bandara Dabo Singkep. Kegiatan tersebut melibatkan unsur pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan Yonif 328 sebagai bagian dari skenario operasi gabungan untuk mengamankan daerah sasaran sebelum penerjunan pasukan utama. Momentum pengukuhan Warga Kehormatan Korps Marinir di tengah pelaksanaan Latopslagab TNI semakin menegaskan semangat kebersamaan, soliditas, dan sinergi antarmatara sebagai fondasi utama dalam mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Program swasembada jagung di wilayah Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), menghadapi kendala akibat genangan banjir yang terjadi setelah curah hujan tinggi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut diketahui saat personel Polsek Sungai Pandan melakukan monitoring perkembangan lahan jagung di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil, Rabu (5/8/2026). Monitoring yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 Wita tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi tanaman sekaligus memantau perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Dalam pemantauan tersebut, personel menemukan bahwa tanaman jagung yang berhasil tumbuh di sejumlah lahan hanya sebagian. Sebagian lainnya mengalami kegagalan pertumbuhan yang dalam laporan dikaitkan dengan genangan banjir akibat tingginya curah hujan beberapa waktu sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan lahan jagung di wilayah Sungai Pandan. Air yang menggenangi lahan dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi menyebabkan benih maupun tanaman muda tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi aktual lahan sebagai bahan laporan dan evaluasi terhadap perkembangan program swasembada jagung. Tiga personel Polsek Sungai Pandan yang melaksanakan kegiatan tersebut yakni Aiptu Agus Tri Saptiawan, S.Hut., Aipda Eddy Khairudin, S.H., dan Briptu Ahmad Hasan. Personel menggunakan satu unit kendaraan roda empat Polsek Sungai Pandan untuk menuju lokasi pemantauan di kedua desa tersebut. Meskipun terdapat kendala pada pertumbuhan tanaman, kegiatan monitoring berlangsung lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan juga dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Pemantauan secara berkala menjadi penting untuk mengetahui perkembangan lahan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan. Kondisi di Desa Sungai Pinang dan Desa Tambalang Kecil menunjukkan bahwa keberhasilan budidaya jagung tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan dan cuaca. Hasil monitoring tersebut selanjutnya menjadi bagian dari laporan perkembangan program swasembada jagung di wilayah hukum Polsek Sungai Pandan. Upaya pemantauan diharapkan dapat membantu memastikan perkembangan program tetap tercatat dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan pertanian berikutnya. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Amuntai Utara, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), melakukan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 Wita tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanaman sekaligus memantau perkembangan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara. Dua personel, yakni Aiptu Ferry A.P. dan Bripka Eko P., diterjunkan untuk melakukan pemantauan di lahan yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan. Berdasarkan hasil monitoring, tinggi tanaman jagung di lokasi tersebut berada pada kisaran 80 hingga 160 sentimeter. Namun, petugas juga menemukan kondisi tanaman yang perlu mendapat perhatian, yakni sejumlah daun jagung terlihat menguning. Kondisi tersebut dalam hasil pemantauan dikaitkan dengan keadaan tanah yang dinilai kurang subur sehingga pertumbuhan tanaman jagung mengalami gangguan. Temuan di lapangan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan monitoring. Pemantauan tidak hanya dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman, tetapi juga mengetahui berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi produktivitas lahan. Kondisi tanaman yang mengalami gangguan menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai bahan laporan dan evaluasi dalam pelaksanaan program swasembada jagung di wilayah tersebut. Program ketahanan pangan membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan karena kondisi tanaman dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk keadaan lahan dan tingkat kesuburan tanah. Melalui kegiatan monitoring tersebut, Polsek Amuntai Utara turut menunjukkan dukungan terhadap program swasembada pangan sekaligus memastikan perkembangan lahan pertanian di wilayah hukumnya tetap terpantau. Pemantauan oleh personel kepolisian juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan kelompok tani dalam mendukung keberlanjutan program pertanian masyarakat. Kegiatan monitoring berjalan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali. Dengan adanya pemantauan secara berkala, perkembangan tanaman jagung di Desa Panangkalaan diharapkan dapat terus terpantau, termasuk berbagai kendala yang dihadapi petani, sehingga menjadi bahan evaluasi untuk mendukung keberhasilan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Polsek Amuntai Tengah, Polres Hulu Sungai Utara (HSU), terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan program swasembada jagung sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah hukumnya. Monitoring tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) mulai sekitar pukul 11.30 Wita hingga selesai, dengan lokasi pemantauan berada di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sejumlah personel Polsek Amuntai Tengah diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni Aiptu Eko Yuli Setyawan, Bripka Roy Hermawan, Brigpol M. Fajar Adha, Brigpol Juliansyah dan Bripda M. Zainal Hilmi. Dengan menggunakan satu unit kendaraan patroli roda empat serta perangkat komunikasi HT Motorola APX 1000, personel melakukan pemantauan perkembangan lahan jagung di wilayah tersebut. Kegiatan monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap perkembangan program ketahanan pangan. Pemantauan juga menjadi sarana untuk memperoleh data perkembangan lahan yang selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan. Program swasembada jagung memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pangan, termasuk kebutuhan jagung sebagai bahan pakan ternak. Karena itu, perkembangan lahan pertanian perlu dipantau secara berkala agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai tujuan. Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang mengembangkan lahan pertanian. Selain melakukan monitoring, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Polsek Amuntai Tengah berupaya memastikan perkembangan program pertanian di wilayah hukumnya tetap terpantau. Data hasil pemantauan menjadi bahan laporan sekaligus bagian dari evaluasi perkembangan swasembada jagung. Kegiatan monitoring berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Tidak terdapat gangguan yang dilaporkan selama personel melaksanakan pemantauan di wilayah Palampitan Hilir. Melalui monitoring secara berkelanjutan, Polsek Amuntai Tengah menunjukkan dukungan terhadap upaya mewujudkan kemandirian pangan, sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pertanian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan secara berkelanjutan. (Agus)
Kutai Timur, Bidik-kasusnews.com Wujud pengabdian nyata Brigif TP 32/Mangkalihat kembali hadir untuk masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Rt 05 dan Rt 07 Desa Sepaso Selatan Kec. Bengalon Kutai Timur yang kesulitan mendapatkan akses air bersih. Rabu (5/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya satuan untuk meringankan beban masyarakat serta memenuhi kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari. Kekeringan dan keterbatasan sumber air bersih yang dialami masyarakat dalam waktu cukup lama mendorong prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat untuk segera turun ke lapangan menyalurkan air bersih langsung ke pemukiman warga. Dengan membawa 1 unit mobil tangki air dan 2 unit mobil Damkar, prajurit menyambangi rumah-rumah warga, titik-titik kerumunan, serta fasilitas umum agar air bersih dapat diterima secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Saat dikonfirmasi ditempat terpisah Komandan Brigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah rakyat, bukan sekadar menjaga keamanan, melainkan hadir membawa solusi dan kebaikan bagi masyarakat. “Air adalah sumber kehidupan. Ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih maka itu adalah panggilan tugas bagi kami untuk hadir. Kami tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tapi juga hadir membagi kehidupan dan kesejahteraan kepada rakyat yang kami lindungi,” tegas Danbrigif. Kami akan selalu berkomitmen untuk terus hadir, mendengar keluhan dan melayani masyarakat di seluruh wilayah yang dapat dijangkau. Di mana rakyat membutuhkan, disitu pula prajurit Mangkalihat akan hadir untuk Mengabdi kepada masyarakat Demi keutuhan NKRI. Tutup Kolonel Inf Agussalim Tuo. Warga menyambut kehadiran prajurit dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Banyak warga yang menyampaikan bahwa bantuan air bersih ini sangat membantu sekali, terutama untuk keperluan minum, mandi, dan kebersihan sehari-hari yang selama ini sulit dipenuhi. “Terima kasih kepada Brigif TP 32/Mangkalihat. Kami sudah lama kesulitan air, hari ini datang membawa air bersih sampai ke depan rumah. Ini benar-benar membawa kehidupan bagi kami,” ujar salah satu warga dengan penuh harapan dan kebanggaan. (Agus)
PALEMBANG, Bidik-kasusnews.com Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat kembali ditegaskan dalam kegiatan penyerahan Piagam Penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), penghargaan kategori Pelayanan Publik Prima, serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Pelayanan Publik Polda Sumatera Selatan Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Rabu (5/8/2026), turut dihadiri Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. James P. Hutagaol, S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda Sumatera Selatan sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja dan satuan wilayah yang dinilai berhasil mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan publik. Bagi Satbrimob Polda Sumsel, kehadiran dalam agenda tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas di lingkungan Polri. Tidak hanya berorientasi pada penghargaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Bimtek Inovasi Pelayanan Publik. Agenda ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas personel dalam mengembangkan pelayanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan inovasi, satuan kerja di lingkungan Polda Sumsel didorong untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, cepat, efektif, humanis dan berkelanjutan, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi serta transformasi digital. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi bahwa predikat WBK dan Pelayanan Publik Prima bukanlah tujuan akhir. Penghargaan harus dipandang sebagai amanah untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan standar integritas dan kualitas pelayanan. Komitmen tersebut mencakup penguatan budaya antikorupsi, peningkatan profesionalisme personel, transparansi dalam pelayanan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James P. Hutagaol menegaskan dukungan Satbrimob terhadap kebijakan Polda Sumsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan publik. Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, Satbrimob Polda Sumsel menunjukkan kesiapan untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, berintegritas dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Penguatan inovasi pelayanan publik diharapkan tidak berhenti pada forum bimtek, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, transformasi pelayanan dapat benar-benar dirasakan masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Polri yang semakin Presisi. Kegiatan di Palembang tersebut menjadi salah satu langkah untuk menjaga semangat reformasi birokrasi sekaligus memastikan penghargaan yang diraih dapat diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika. Seorang pria berinisial N (45), yang disebut merupakan residivis perkara narkotika, diamankan polisi di Jalan Desa Nelayan, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (4/8/2026). Dalam penindakan tersebut, polisi menyita dua paket sabu dengan berat kotor 10,00 gram dan berat bersih 9,54 gram. Barang diduga narkotika itu ditemukan di dalam sebuah helm berwarna hitam. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.15 Wita setelah personel Satresnarkoba Polres HSU melakukan penyelidikan terkait informasi dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut. Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu yang dibungkus menggunakan tisu putih dan ditempel dengan lakban hitam. Barang tersebut ditemukan tersimpan di dalam helm merek GM warna hitam. Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang lain yang berkaitan dengan penindakan tersebut. Di antaranya satu unit telepon seluler Android merek Vivo Y29 warna Coklat Cendana lengkap dengan kartu SIM serta satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam. Terduga N kemudian dibawa bersama seluruh barang bukti ke Kantor Satresnarkoba Polres HSU untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul barang diduga narkotika tersebut. Polisi juga membuka kemungkinan mengembangkan perkara guna mengungkap pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan peredaran sabu di wilayah Hulu Sungai Utara dan sekitarnya. Dalam perkara ini, N dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau ketentuan pidana sebagaimana disebutkan dalam laporan penyidikan terkait kepemilikan, penguasaan, penyediaan maupun peredaran narkotika golongan I bukan tanaman dengan berat lebih dari lima gram. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur, menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. “Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan Polres Hulu Sungai Utara dalam memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu. Kami akan terus melakukan upaya preventif, preemtif maupun represif terhadap setiap bentuk penyalahgunaan narkoba,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kerja sama antara kepolisian dan masyarakat diperlukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba sekaligus melindungi generasi muda dari dampak penyalahgunaan narkotika. Polres HSU mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Selain berdampak buruk terhadap kesehatan dan masa depan, keterlibatan dalam tindak pidana narkotika juga dapat membawa konsekuensi hukum serius. Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan. Polisi terus mendalami perkara untuk memastikan rangkaian peredaran barang diduga narkotika tersebut serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. (Agus)
PALEMBANG, Bidik-kasusnews.com Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan personel Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan melalui kegiatan Rabu Sedekah, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan personel Brimob sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel Batalyon D Pelopor mengumpulkan sedekah secara sukarela. Dana yang terkumpul selanjutnya direncanakan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Meski dilakukan melalui aksi sederhana, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata semangat berbagi yang ditanamkan di lingkungan Batalyon D Pelopor. Setiap personel diberikan ruang untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumsel mengatakan, Rabu Sedekah merupakan salah satu sarana untuk membangun rasa empati dan kepedulian personel terhadap kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan, tetapi juga bagaimana kehadiran personel dapat memberikan manfaat positif bagi lingkungan sekitar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian kepada sesama. Personel tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dalam menjalankan tugas, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” ujarnya. Dana yang dihimpun melalui kegiatan Rabu Sedekah diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Penyalurannya juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain memberikan manfaat kepada penerima, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di antara personel Batalyon D Pelopor. Semangat berbagi yang dibangun melalui Rabu Sedekah juga menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis dalam membangun kedekatan Polri dengan masyarakat. Kepedulian sosial diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya pelayanan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan tersebut, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Sumsel menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Rabu Sedekah pun menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui hal besar. Dari kontribusi sederhana yang dilakukan bersama, diharapkan lahir manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (Agus)