HSU | Bidik-kasusnews.com – Tingginya debit air yang menggenangi sejumlah lahan pertanian menjadi perhatian serius dalam upaya menjaga program swasembada jagung dan ketahanan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Untuk memantau kondisi tersebut, jajaran Polsek Amuntai Tengah melakukan monitoring perkembangan lahan jagung milik petani di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WITA tersebut merupakan bagian dari langkah pengawasan dan pendampingan terhadap sektor pertanian guna memastikan keberlanjutan program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Amuntai Tengah. Monitoring dilakukan oleh AIPTU Eko Yuli Setyawan, BRIPKA Roy Hermawan, BRIGPOL M. Fajar Adha, BRIGPOL Juliansyah, dan BRIPDA M. Zainal Hilmi. Dengan menggunakan kendaraan patroli dan perangkat komunikasi lapangan, personel melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan pertanian yang terdampak genangan air. Dari hasil pemantauan, sebagian besar lahan jagung milik petani di wilayah Amuntai Tengah saat ini masih berada dalam kondisi tergenang. Tingginya curah hujan dan lambatnya surut air menyebabkan aktivitas pertanian mengalami hambatan, terutama untuk penanaman jagung pada musim tanam berikutnya. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan memengaruhi produktivitas lahan dalam beberapa bulan ke depan. Sejumlah area yang biasanya digunakan untuk budidaya jagung sementara waktu belum memungkinkan untuk dilakukan penanaman karena tingkat genangan air yang masih cukup tinggi. Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan lahan pertanian dan perubahan debit air di kawasan terdampak. Data hasil monitoring tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan serta dasar dalam menentukan langkah-langkah pendampingan yang diperlukan bagi para petani. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Amuntai Tengah menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan program strategis yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kondisi lahan pertanian akan terus dilakukan agar potensi kendala dapat terdeteksi lebih dini dan solusi yang tepat dapat segera dirumuskan. Selain mendukung produksi jagung sebagai salah satu komoditas penting untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak, kegiatan monitoring ini juga bertujuan menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di pedesaan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Palampitan Hilir terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Amuntai Tengah berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat serta mengawal program ketahanan pangan demi mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat swasembada pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

HSU | Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat”, Polres Hulu Sungai Utara melaksanakan kegiatan “Ground Breaking” Pembuatan dan Perbaikan Sumur Bor yang berlokasi di halaman TPA Sirajul Huda, Desa Banjang RT. 01, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (17/06/2026) pukul 13.30 Wita. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial kemasyarakatan Polri yang dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan dan diawali dengan pelaksanaan Zoom Meeting pembukaan Ground Breaking yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. sebagai simbol dimulainya pembangunan dan perbaikan sumur bor di seluruh jajaran Polda Kalsel. Acara di Kabupaten Hulu Sungai Utara dihadiri oleh Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si, Wakapolres HSU KOMPOL Sony F. L. Gaol, S.E., M.M, Bupati HSU yang diwakili Kepala Dinas PUPR Kabupaten HSU Ir. Amus Silitonga, S.T., M.T, Danramil Banjang PELTU Abdul Wahid, Kepala KUA Banjang Azhari Arsyad, S.Q., perwakilan Camat Banjang, perwakilan Puskesmas Banjang, Ketua Perkades Kecamatan Banjang Abdul Basit, Kepala Desa Banjang Yusni, Babinsa Desa Banjang SERTU Amrullah, para tokoh masyarakat, seluruh Pejabat Utama Polres HSU, para Kapolsek jajaran, serta pihak kontraktor dan konsultan pelaksana proyek. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Banjang. Selanjutnya Kapolres Hulu Sungai Utara menyampaikan sambutan mengenai pentingnya penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diwakili Kepala Dinas PUPR serta penyerahan simbolis pipa, helm proyek, dan rompi kerja sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan dan perbaikan sumur bor. Program pembangunan sumur bor ini memiliki nilai strategis bagi masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan air bersih di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sebagian besar memiliki karakteristik lahan rawa dan gambut. Pada musim kemarau, tidak sedikit masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh sumber air bersih yang layak untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Selain mendukung kebutuhan dasar masyarakat, penyediaan akses air bersih juga memiliki dampak besar terhadap aspek kesehatan. Ketersediaan air bersih dapat membantu mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh sanitasi yang kurang baik, seperti diare, penyakit kulit, maupun penyakit berbasis lingkungan lainnya. Program ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kualitas kesehatan dan sanitasi masyarakat. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80. “Melalui program pembangunan dan perbaikan sumur bor ini, Polri ingin hadir memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Oleh karena itu, kami berharap keberadaan sumur bor ini nantinya dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang layak, meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, serta menjadi sarana yang bermanfaat bagi warga dalam jangka panjang,” ujar IPTU Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU. Lebih lanjut, IPTU Asep Hudzainur menambahkan bahwa tema “Polri Untuk Masyarakat” bukan hanya sebuah slogan, melainkan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan sejahtera. Kegiatan “Ground Breaking”Pembuatan dan Perbaikan Sumur Bor Polres HSU dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Diharapkan setelah selesai dibangun, fasilitas sumur bor ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Banjang dan sekitarnya, sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi tantangan bagi petani jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Untuk memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau, jajaran Polsek Amuntai Utara melakukan monitoring lahan swasembada jagung di Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus bentuk pendampingan kepada petani yang tengah menghadapi kendala akibat genangan air pada sebagian lahan pertanian. Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang selama ini aktif mengembangkan budidaya jagung di wilayah Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Namun, kondisi cuaca yang didominasi hujan menyebabkan beberapa bagian lahan terendam air. Akibatnya, tingkat kelembaban tanah meningkat dan berdampak pada perubahan kondisi tanaman, yang ditandai dengan menguningnya sebagian daun jagung. Personel Polsek Amuntai Utara yang terdiri dari AIPTU Ferry A.P dan BRIPDA Dio melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi tanaman sekaligus berkoordinasi dengan kelompok tani terkait langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak genangan terhadap pertumbuhan jagung. Kapolsek Amuntai Utara menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara berkala guna mengetahui perkembangan tanaman dan mengidentifikasi berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil panen. Pendampingan ini juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Menurut hasil pemantauan, meskipun sebagian tanaman mengalami gejala stres akibat tingginya kadar air di lahan, secara umum pertumbuhan jagung masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Para petani diharapkan terus melakukan perawatan dan pengawasan agar tanaman dapat kembali tumbuh optimal ketika kondisi lahan mulai mengering. Melalui kegiatan monitoring ini, Polsek Amuntai Utara menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan daerah. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman, tertib, dan kondusif. Monitoring akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca sekaligus memastikan program swasembada jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara berjalan sesuai harapan. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap akses permodalan usaha terus dilakukan jajaran Polsek Banjang. Melalui kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi, masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Beringin mendapatkan edukasi mengenai skema pembiayaan usaha yang legal, terjangkau, dan produktif. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (1/6/2026) pukul 17.00 WITA tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sosialisasi dipimpin oleh personel Polsek Banjang, yakni AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai program Kredit Usaha Rakyat, mekanisme pengajuan pinjaman, tabel rafaksi, hingga simulasi angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usaha masyarakat. Melalui penyampaian materi yang komunikatif, masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi dari lembaga perbankan sebagai alternatif pengembangan usaha. Program KUR dinilai dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas usaha. Selain menjelaskan manfaat KUR, petugas juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam mengelola pinjaman dan memastikan penggunaan dana benar-benar diarahkan untuk kegiatan usaha produktif. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Dari hasil kegiatan, masih ditemukan sejumlah warga yang memerlukan pendampingan terkait persyaratan administrasi pengajuan KUR. Oleh karena itu, Polsek Banjang berencana melanjutkan sosialisasi secara bertahap ke desa-desa lain agar informasi mengenai akses permodalan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Polsek Banjang juga menilai perlunya sinergi yang lebih kuat dengan pihak perbankan guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta pelayanan yang mudah dalam proses pengajuan pembiayaan usaha. Melalui kegiatan ini, Polsek Banjang berharap masyarakat semakin memahami berbagai peluang akses modal yang tersedia dan mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan di sektor pertanian. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Polsek Banjang yang melaksanakan monitoring perkembangan lahan swasembada jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (17/6/2026). Kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung binaan berjalan optimal sekaligus mengetahui kondisi terkini lahan yang menjadi bagian dari program swasembada pangan di wilayah hukum Polsek Banjang. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi kelompok binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas unggul Hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 kini telah berusia 37 hari dengan tinggi rata-rata berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan fase pertumbuhannya. Dalam proses budidaya, petani memanfaatkan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Pengolahan lahan hingga pemeliharaan tanaman masih dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga petani setempat. Personel Polsek Banjang yang terlibat dalam kegiatan monitoring terdiri dari AIPTU Soeyatmin, S.H., AIPDA Nasrullah, dan BRIPTU Zakir. Selain melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan pengelola lahan untuk mengetahui perkembangan budidaya serta berbagai kendala yang dihadapi selama masa tanam. Berdasarkan estimasi yang telah disusun, tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Dengan perawatan yang berkelanjutan dan kondisi cuaca yang mendukung, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran anggota Polri di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mendorong keberhasilan program swasembada jagung menuju terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. (Agus)

Cirebon, Bidik-kasusnews.com – Perpustakaan 400 Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di Gedung Perpustakaan 400 Kota Cirebon, Jalan Brigjen Dharsono (Bypass), Cirebon. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini 17/06/2026. Lomba yang diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah dasar di Kota Cirebon tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta menampilkan kemampuan bertutur dengan membawakan cerita yang sarat nilai pendidikan, budaya, serta pesan moral yang inspiratif. Salah satu pendamping peserta dari SDN Argasunya, Mamah, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bertutur bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah yang sangat positif untuk mengembangkan potensi anak-anak dalam bidang literasi dan public speaking. “Kami sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan Kota Cirebon yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Lomba bertutur memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mengasah kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya. Ia berharap peserta didik yang didampinginya mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil yang membanggakan. Namun lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi dinilai menjadi bekal penting dalam membentuk karakter serta mental yang kuat bagi para siswa. “Kami tentu berharap anak didik kami dapat meraih prestasi terbaik dalam ajang ini. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana mereka mendapatkan pengalaman berharga, belajar berkompetisi secara sehat, serta memiliki mental yang tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya. Melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan nilai-nilai positif kepada masyarakat dengan cara yang komunikatif dan inspiratif. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah sebagai fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Amin

HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar kegiatan Blue Light Patrol di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan, pelanggaran, dan kemacetan, Rabu (17/6/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Amuntai dan sekitarnya, antara lain Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Brigjen H. Hasan Baseri, Jalan Murung Sari, Jalan Rakha, Jalan Bayur Bypass, Jalan Pelampitan, hingga Jalan Jermani Husein di Kecamatan Banjang. Patroli malam ini dipimpin oleh personel Satlantas Polres HSU yang terdiri dari AIPDA Edi Hariono, S.H., BRIGADIR Ahmad Fikriyadi, BRIPDA Akmal Wira, BRIPDA M. Rio D, dan BRIPDA Riza Saputra. Selain melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di kawasan rawan kecelakaan, petugas juga memberikan teguran secara humanis kepada pengguna jalan yang berpotensi membahayakan keselamatan berlalu lintas. Sasaran penindakan meliputi pelanggaran penggunaan lampu strobo pada kendaraan pribadi yang dapat mengganggu pandangan pengendara lain, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berisiko menimbulkan kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan. Kasat Lantas Polres HSU menegaskan bahwa kegiatan Blue Light Patrol merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, khususnya pada malam hari ketika mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. “Patroli ini tidak hanya bertujuan mengantisipasi kecelakaan dan pelanggaran, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas di jalan raya,” ujarnya. Dari hasil kegiatan, kehadiran personel di lapangan mampu meningkatkan kesadaran pengguna jalan terhadap pentingnya mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, patroli juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Hulu Sungai Utara berharap dapat menekan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, sekaligus mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres HSU. Dengan mengusung semangat “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan”, Satlantas Polres HSU terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat demi terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Amuntai Utara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan lahan swasembada jagung di wilayah binaannya. Pada Selasa (16/6/2026), anggota Polsek Amuntai Utara turun langsung ke Desa Panangkalaan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), untuk memonitor kondisi tanaman jagung yang terdampak tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan perkembangan tanaman jagung tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat. Lahan yang dipantau merupakan milik Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bayan yang berada di Desa Panangkalaan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan tinggi berkisar antara 90 hingga 110 sentimeter. Namun demikian, tingginya intensitas hujan menyebabkan sebagian area lahan mengalami genangan air. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kelembaban tanah yang meningkat dan mengakibatkan sejumlah tanaman menunjukkan gejala daun menguning. Situasi ini menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman apabila tidak segera ditangani. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Amuntai Utara yang terdiri dari AIPTU Ferry A.P dan BRIPKA Sri Sugiarto melakukan pemantauan langsung sekaligus berkoordinasi dengan kelompok tani terkait langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak genangan air terhadap tanaman jagung. Kapolsek Amuntai Utara menegaskan bahwa monitoring secara berkala akan terus dilakukan guna mengetahui perkembangan tanaman serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani di lapangan. Pendampingan ini merupakan bagian dari sinergi Polri dengan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program swasembada pangan. Meski menghadapi tantangan cuaca, para petani tetap optimistis tanaman jagung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila kondisi lahan segera membaik. Dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian, diharapkan mampu membantu petani menjaga produktivitas lahan pertanian di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara terpantau aman dan kondusif. Monitoring ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar penting ketahanan pangan daerah dan nasional. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Jajaran Polsek Banjang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian jagung di wilayah binaan. Pada Selasa (16/6/2026), personel Polsek Banjang melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada para petani yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan dan swasembada jagung. Lahan yang dipantau merupakan milik Sadikin dan dikelola secara perorangan bersama Kelompok Tani (Poktan) Mandiri yang menjadi binaan Polri. Dengan luas mencapai 4 hektare atau sekitar 40.000 meter persegi, lahan tersebut ditanami jagung pakan varietas hibrida Bisi 18 yang dikenal memiliki produktivitas tinggi. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 itu kini memasuki usia 35 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter. Pertumbuhan tanaman dinilai cukup baik dan sesuai dengan target budidaya yang telah direncanakan. Dalam pengelolaannya, petani menggunakan pupuk NPK 16-16-16 dan dolomit untuk menjaga kesuburan tanah, sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Sebanyak 100 kilogram benih atau setara 100 bungkus telah ditanam di lahan tersebut dengan sistem pengolahan yang masih menggunakan peralatan manual. Petugas memperkirakan masa panen akan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang. Apabila kondisi cuaca dan perawatan tanaman tetap optimal, hasil panen diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi jagung di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Monitoring lapangan dilaksanakan oleh AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga bersama BRIGADIR Fahmi Rachman dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Selain memantau perkembangan tanaman, personel juga berdialog dengan petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran anggota kepolisian di sektor pertanian diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan lahan produktif dan meningkatkan hasil panen. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Banjang terpantau aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara petani dan kepolisian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung terwujudnya swasembada jagung menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Melalui Polsek Banjang, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pertanian jagung digelar di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung sektor pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas lahan jagung di wilayah pedesaan. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Banjang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya budidaya jagung sebagai salah satu komoditas strategis yang berperan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Selain itu, warga juga mendapatkan pemahaman terkait teknik budidaya yang baik, pemanfaatan lahan produktif, serta pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kegiatan penyuluhan tersebut dipimpin oleh personel Polsek Banjang yang terdiri dari AIPTU Noryadi selaku Kepala Jaga, BRIGADIR Fahmi Rachman, dan BRIPDA M. Alfito Gusna. Kapolres Hulu Sungai Utara melalui jajaran Polsek Banjang menegaskan bahwa pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian jagung sekaligus memberikan motivasi kepada warga untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Selain mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kehadiran anggota kepolisian di tengah para petani diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi mitra dalam pembangunan sektor pertanian. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat Desa Pulau Damar menyambut positif penyuluhan yang diberikan karena dinilai bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian jagung. Melalui kegiatan seperti ini, Polsek Banjang terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan Kabupaten Hulu Sungai Utara yang tangguh dalam sektor pangan menuju Indonesia Emas 2045. (Agus)