Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Halaman Makodim 0410/Kota Bandar Lampung dipenuhi antusiasme warga saat jajaran TNI menggelar nonton bersama (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 Grup A antara Republik Ceko dan Afrika Selatan, Kamis malam (18/6/2026). Kegiatan yang dihadiri para Babinsa dan sekitar 125 warga tersebut berlangsung meriah sekaligus menjadi ajang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Sejak pertandingan dimulai, suasana kebersamaan begitu terasa. Warga dari berbagai kalangan tampak berbaur dengan para Babinsa menyaksikan laga yang berlangsung sengit melalui layar besar yang disiapkan di area terbuka Makodim. Komandan Kodim 0410/KBL menyampaikan bahwa kegiatan nobar tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara aparat teritorial dengan warga binaan. “Kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan sekaligus mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan penuh keakraban bagi seluruh warga,” ujarnya. Jalannya pertandingan pun mampu menyedot perhatian penonton. Republik Ceko membuka keunggulan lebih dulu pada menit keenam melalui gol Michal Sadilek. Gol tersebut membuat suasana nobar semakin hidup dengan sorak-sorai para penonton yang menikmati setiap momen pertandingan. Memasuki babak kedua, laga berlangsung semakin menarik. Sejumlah peluang tercipta dari kedua tim, sementara warga dan Babinsa tampak aktif berdiskusi mengenai strategi permainan yang diperagakan para pemain di lapangan. Afrika Selatan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83 melalui tendangan penalti yang dieksekusi Teboho Mokoena setelah wasit memberikan hukuman penalti akibat handball di area terlarang. Gol tersebut disambut riuh tepuk tangan dan sorakan para penonton yang larut dalam atmosfer pertandingan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Meski tidak ada pemenang dalam laga tersebut, suasana keakraban yang tercipta selama kegiatan menjadi nilai utama yang dirasakan seluruh peserta. Salah seorang warga yang hadir mengaku senang dapat menikmati pertandingan bersama Babinsa dan masyarakat lainnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Usai pertandingan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati kopi dan makanan ringan yang disediakan oleh Kodim 0410/KBL. Momen tersebut dimanfaatkan warga dan anggota TNI untuk berbincang santai serta memperkuat komunikasi yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kodim 0410/Kota Bandar Lampung berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada berbagai kesempatan sebagai sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata, menunjukkan bahwa hubungan yang harmonis menjadi salah satu modal penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial di tengah masyarakat. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Utara kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar berhasil diamankan di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Selasa (16/06/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/31/VI/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/Polres Hulu Sungai Utara/Polda Kalsel. Tersangka berinisial T alias Opik bin H. Mursyed (Alm), warga setempat yang bekerja sebagai wiraswasta dan tidak memiliki catatan residivis, diduga terlibat dalam peredaran narkotika golongan I jenis sabu. Sebelumnya, pada hari yang sama sekitar pukul 11.15 Wita, petugas juga telah mengamankan seorang pria lain berinisial DMY yang diketahui pernah terlibat kasus narkotika dan diduga memiliki keterkaitan dalam jaringan peredaran sabu. Dari hasil pemeriksaan awal, DMY mengaku pernah menyerahkan atau menjual narkotika kepada tersangka T, sehingga dilakukan pengembangan oleh Satresnarkoba Polres HSU. Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tersangka berinisial T di dalam sebuah rumah di Jalan Brigjen H. Hasan Basri RT. 003/002 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkotika yang disembunyikan secara rapi di dalam stopkontak listrik merek UTICON berwarna putih yang berisi dua paket sabu dengan berat bruto 5,00 gram dan berat bersih 4,60 gram. Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu, di antaranya seperangkat alat hisap (bong), pipet kaca, sedotan plastik yang dimodifikasi sebagai sendok, jarum, mancis warna hijau, serta kemasan bekas obat CDR yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan tersebut. Polisi juga mengamankan satu unit handphone Android merek Xiaomi 13T warna hitam yang diduga digunakan untuk transaksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah dan sekitarnya. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan adanya aktivitas peredaran gelap narkotika yang dilakukan secara terselubung dengan cara menyimpan barang haram tersebut di dalam peralatan listrik untuk mengelabui petugas. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres HSU dalam memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya di wilayah hukum Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Polres HSU tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan serta dukungan informasi dari masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Lebih lanjut, IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda. Menurutnya, narkotika merupakan ancaman serius yang harus diberantas secara bersama-sama antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Hulu Sungai Utara untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh Satresnarkoba Polres HSU. Polisi juga masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut. Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pemberantasan narkotika demi terciptanya Kabupaten Hulu Sungai Utara yang bersih dari narkoba. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com  Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Utara kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Seorang pria yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika diamankan saat berada di pinggir jalan Desa Sungai Sandung, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Senin (15/06/2026) sekitar pukul 17.50 Wita. Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/29/VI/2026/SPKT.SATRESNARKOBA/Polres Hulu Sungai Utara/Polda Kalsel. Tersangka diketahui berinisial **S**, yakni SUPIANOR alias Kai bin Tarmiji (Alm), warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, yang berdomisili di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan merupakan seorang residivis kasus narkotika tahun 2021. Dari hasil penangkapan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 6 paket narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan 1,45 gram bruto dan 0,25 gram neto. Selain itu, turut diamankan dua lembar plastik klip transparan, satu celana jeans pendek warna biru, uang tunai sebesar Rp100.000, satu unit handphone merek OPPO A18, serta satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna hijau dengan nomor polisi DA 6664 SO. Penangkapan bermula saat petugas melakukan observasi dan mendapati tersangka berada di lokasi kejadian dengan gerak-gerik mencurigakan. Setelah dilakukan pengamanan dan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti narkotika yang disimpan di saku celana pendek sebelah kiri depan yang dikenakan tersangka. Barang bukti tersebut terdiri dari beberapa paket kecil sabu yang siap edar. Selain narkotika, petugas juga mengamankan alat komunikasi serta kendaraan yang digunakan tersangka. Seluruh barang bukti tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh tersangka di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Selanjutnya tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres HSU untuk proses penyidikan lebih lanjut oleh Satresnarkoba. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres HSU dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya, khususnya terhadap pelaku yang telah berulang kali melakukan tindak pidana serupa. “Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan dalam menindaklanjuti laporan dan informasi masyarakat. Polres HSU akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya, terlebih terhadap pelaku yang sudah berstatus residivis,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Lebih lanjut, IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Menurutnya, narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak generasi muda dan mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Satresnarkoba Polres HSU untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang terlibat. Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap asal-usul barang haram tersebut. Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan narkotika demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan air bersih kepada warga Desa Danau Terate, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Banjang, AKP Robby Ansharie Bahasuan, SH., MM, bersama jajaran Polres HSU, pemerintah desa, serta pihak PT Tirta Agung Amuntai. Sebanyak 3.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan satu unit mobil tangki didistribusikan ke beberapa titik strategis di Desa Danau Terate untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Lokasi penyaluran meliputi RT 1 di area Kantor Desa Danau Terate, RT 2 di sekitar rumah bidan desa, serta RT 3 melalui tandon air desa yang menjadi pusat distribusi bagi warga sekitar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Danau Terate Abdullah, Kanit II Ekonomi Sat Intelkam Polres HSU Aipda Hadi Waluyo, aparat desa, personel Polsek Banjang, serta Asisten Manajer Penagihan dan Penertiban PT Tirta Agung Amuntai, Haris Fadhillah. Kapolsek Banjang mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”. Melalui program tersebut, Polri berupaya hadir secara nyata untuk membantu kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang berada di daerah yang memerlukan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan dasar. “Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polres HSU kepada masyarakat. Kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan warga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujarnya. Desa Danau Terate diketahui merupakan salah satu wilayah pelosok di Kecamatan Banjang. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan pekerjaan informal dengan kondisi ekonomi yang beragam. Karena itu, bantuan air bersih dinilai sangat bermanfaat bagi warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Kepala Desa Danau Terate menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polres HSU yang telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat desanya. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan akses air bersih. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias menyambut kedatangan mobil tangki air dan turut membantu proses distribusi ke titik-titik penampungan yang telah disiapkan sebelumnya. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polres HSU tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban, tetapi juga memperkuat peran kemanusiaan serta meningkatkan sinergi dengan masyarakat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 pun diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga di lapangan. Program bantuan air bersih ini menjadi salah satu bukti komitmen Polres HSU untuk terus hadir, melayani, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian. Melalui kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi dari Bank BRI Unit Amuntai, Polsek Danau Panggang mengajak masyarakat memanfaatkan akses permodalan usaha guna mendukung pengembangan sektor pertanian, khususnya budidaya jagung pakan. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Sungai Panangah, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (18/6/2026). Kegiatan dipimpin oleh Aipda A. Saipul Hadi, S.Sos dan diikuti masyarakat setempat, terutama kelompok tani yang menjadi sasaran utama program penguatan ketahanan pangan. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai tata cara pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR), persyaratan administrasi, hingga simulasi angsuran melalui tabel rafaksi yang disediakan pihak perbankan. Kapolsek Danau Panggang melalui personelnya menjelaskan bahwa program KUR dapat menjadi solusi permodalan bagi petani yang ingin mengembangkan usaha pertanian namun memiliki keterbatasan modal. Selain memberikan informasi mengenai mekanisme pinjaman, sosialisasi juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang disediakan pemerintah melalui perbankan, sehingga terhindar dari praktik pinjaman ilegal yang berisiko merugikan. “Kami ingin kelompok tani memahami bahwa program KUR dapat dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mendukung usaha pertanian, terutama penanaman jagung pakan yang saat ini menjadi salah satu komoditas prioritas dalam program ketahanan pangan,” ujar petugas saat kegiatan berlangsung. Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan dan sumber daya manusia, tetapi juga memerlukan dukungan permodalan yang memadai agar proses budidaya dapat berjalan optimal. Melalui sosialisasi ini, para petani didorong untuk memanfaatkan wadah kelompok tani sebagai sarana pengajuan bantuan permodalan dan pengembangan usaha secara kolektif. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan. Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi terkait prosedur pengajuan KUR serta peluang pengembangan usaha pertanian di wilayah mereka. Polsek Danau Panggang menegaskan akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui sinergi antara kepolisian, perbankan, dan kelompok tani, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai, mencerminkan tingginya semangat masyarakat dalam mendukung program pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Danau Panggang. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Upaya meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus dilakukan jajaran Polsek Banjang. Melalui kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan tabel rafaksi, masyarakat Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diberikan pemahaman mengenai akses pembiayaan usaha yang legal, aman, dan terjangkau. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) tersebut dipimpin oleh personel Polsek Banjang, yakni Aipda Herry S, Aipda Sukadi, dan Aipda Robby. Sosialisasi menyasar masyarakat umum serta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan mengenai program Kredit Usaha Rakyat yang merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh akses permodalan dengan bunga yang relatif rendah dan persyaratan yang lebih mudah dibandingkan pembiayaan komersial lainnya. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman terkait tabel rafaksi atau simulasi angsuran pinjaman sehingga calon penerima KUR dapat memahami besaran cicilan yang harus dibayarkan sesuai jumlah pinjaman yang diajukan. Kapolsek Banjang melalui personelnya menjelaskan bahwa pemahaman terhadap mekanisme pinjaman sangat penting agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara bijak dan sesuai kebutuhan usaha yang dijalankan. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa akses permodalan yang legal dapat menjadi solusi untuk mengembangkan usaha. Dengan memahami skema pinjaman dan angsuran, masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dan terhindar dari praktik pinjaman ilegal yang merugikan,” ujar salah satu petugas saat kegiatan berlangsung. Sosialisasi tersebut mendapat perhatian positif dari warga yang hadir. Sejumlah masyarakat mengaku memperoleh informasi baru mengenai tata cara pengajuan KUR, termasuk syarat administrasi yang harus dipenuhi sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga perbankan. Meski demikian, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan masih ada sebagian warga yang memerlukan pendampingan lebih lanjut terkait proses administrasi dan mekanisme pengajuan kredit usaha. Untuk itu, Polsek Banjang berencana melanjutkan kegiatan serupa secara bertahap di berbagai desa yang berada dalam wilayah hukumnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses pelaku UMKM terhadap sumber permodalan yang resmi dan terpercaya. Selain melakukan edukasi kepada masyarakat, Polsek Banjang juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif dengan pihak perbankan agar informasi terkait program KUR dapat tersampaikan secara menyeluruh dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Melalui sosialisasi ini, Polsek Banjang tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi warga. Diharapkan semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan fasilitas pembiayaan yang tepat sasaran. (Agus)

HSU, Bidik-kasusnews.com – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian di wilayah pedesaan. Kali ini, personel Polsek Banjang melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pada lahan swasembada pangan di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kamis (18/6/2026). Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh Aipda Herry S, Aipda Sukadi, dan Aipda Robby sebagai bagian dari upaya pengawasan sekaligus pendampingan terhadap kelompok tani binaan Polri dalam mendukung program swasembada jagung. Kapolsek Banjang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung berjalan sesuai target, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, lahan jagung yang dikelola oleh Sadikin selaku pemilik lahan memiliki luas sekitar 4 hektare atau 40.000 meter persegi. Lahan tersebut tergabung dalam Kelompok Tani Mandiri yang merupakan binaan Polri di wilayah Kecamatan Banjang. Tanaman jagung yang ditanam pada 12 Mei 2026 tersebut kini memasuki usia 38 hari dengan tinggi tanaman berkisar antara 42 hingga 55 sentimeter. Kondisi tanaman terpantau tumbuh dengan baik dan menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Petani menggunakan benih jagung hibrida Bisi 18 sebanyak 100 kilogram atau setara 100 bungkus untuk mendukung produktivitas lahan. Sementara untuk pemupukan digunakan pupuk NPK 16-16-16 serta dolomit guna menjaga kesuburan tanah. Pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Seluruh proses budidaya masih dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan pertanian sederhana. Meski demikian, petani optimistis hasil panen dapat memenuhi target produksi yang diharapkan. Jika tidak mengalami kendala cuaca maupun serangan hama, tanaman jagung pakan tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada 10 Oktober 2026 mendatang. Kapolsek Banjang menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program pemerintah di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. “Monitoring ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program swasembada pangan. Kami berharap para petani terus semangat mengelola lahannya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujarnya. Kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat respons positif dari petani setempat. Kehadiran personel Polsek di tengah aktivitas pertanian diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di bidang pangan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Polsek Banjang optimistis sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com  Suasana penuh antusiasme mewarnai Markas Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026) pagi WIB. Ribuan pasang mata larut dalam euforia kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Bola Gembira Piala Dunia 2026 saat menyaksikan duel sengit antara Ghana dan Panama yang berakhir dengan kemenangan dramatis Ghana 1-0. Sorak-sorai penonton pecah ketika Ghana mencetak gol penentu kemenangan pada masa injury time babak kedua. Gol tersebut sekaligus menjadi penutup laga penuh tensi dalam pertandingan perdana Grup L yang digelar di BMO Field, Toronto, Kanada. Kegiatan nobar yang berlangsung di Markas Kodim 0410/KBL, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung, tidak hanya menjadi tontonan olahraga semata, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat yang hadir dari berbagai wilayah di Kota Bandar Lampung. Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Panama tampil agresif dan langsung mengancam pertahanan Ghana melalui beberapa peluang berbahaya. Namun solidnya lini belakang Ghana serta penampilan disiplin penjaga gawang membuat skor tetap bertahan imbang sepanjang babak pertama. Memasuki babak kedua, Panama kembali menekan dan sempat memperoleh sejumlah peluang emas. Namun ketidakmampuan menyelesaikan peluang menjadi gol membuat mereka gagal memanfaatkan dominasi permainan. Di sisi lain, Ghana perlahan meningkatkan intensitas serangan. Pergantian pemain yang dilakukan pelatih Ghana terbukti membawa perubahan signifikan terhadap pola serangan tim berjuluk Black Stars tersebut. Puncak ketegangan terjadi pada masa tambahan waktu. Umpan matang dari sisi kiri yang dikirim pemain pengganti Brandon Thomas-Asante berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh gelandang Ghana, Caleb Yirenkyi. Tanpa pengawalan berarti, ia menceploskan bola ke gawang Panama dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol tersebut sontak memicu ledakan kegembiraan para penonton yang memadati area nobar di Markas Kodim 0410/KBL. Hingga peluit panjang dibunyikan, Panama gagal membalas dan Ghana sukses mengamankan tiga poin penting pada laga pembuka Grup L. Komandan Kodim 0410/Kota Bandar Lampung, Kolonel Arm Roni Hermawan, mengatakan kegiatan nobar Piala Dunia 2026 merupakan salah satu upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui olahraga yang memiliki daya tarik besar bagi semua kalangan. Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana yang positif dan penuh semangat kebersamaan. “Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Selain menikmati pertandingan sepak bola dunia, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Dandim. Program Nonton Bareng Bola Gembira Piala Dunia 2026 yang berada di bawah naungan Korem 043/Garuda Hitam dan didukung TVRI sebagai mitra penyiaran tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Bandar Lampung. Kodim 0410/KBL pun membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terus hadir dan meramaikan setiap pertandingan Piala Dunia 2026 yang ditayangkan di markas Kodim. Kehadiran ribuan warga dalam laga Ghana kontra Panama menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga pemersatu yang mampu menghadirkan kebersamaan lintas usia, profesi, dan latar belakang. Dengan atmosfer meriah dan penuh keakraban, nobar Piala Dunia di Kodim 0410/Kota Bandar Lampung tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat kedekatan TNI dengan masyarakat melalui semangat sportivitas dan persatuan. (Agus)

Pagar Alam | Bidik-kasusnews.com – Gejolak internal mengguncang tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Sejumlah pengurus dan kader secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas penunjukan Ludi Oliansyah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Pagar Alam. Kekecewaan tersebut bahkan berkembang menjadi ancaman pengunduran diri dari sejumlah pengurus dan kader yang merasa proses penetapan pimpinan partai di tingkat daerah tidak berjalan sesuai mekanisme organisasi yang selama ini menjadi tradisi di PKB. Sejumlah nama yang menyuarakan keberatan antara lain Sekretaris DPC Dempo Tengah M. Sa’an, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni, serta beberapa kader senior yang menilai keputusan tersebut telah menimbulkan keresahan di tingkat bawah. Menurut mereka, penetapan Ketua DPC seharusnya dilakukan melalui proses yang lebih terbuka dan melibatkan aspirasi kader serta pengurus di berbagai tingkatan organisasi. “Kami mempertanyakan keputusan tersebut karena dianggap tidak melalui proses musyawarah cabang sebagaimana yang selama ini menjadi mekanisme organisasi,” ujar kader senior PKB Kota Pagar Alam, Chandra, kepada wartawan, Senin (16/6/2026). Chandra menilai keputusan yang diambil tanpa melibatkan suara kader berpotensi menimbulkan jarak antara pengurus pusat dan struktur partai di daerah. Ia menyebut banyak kader merasa kontribusi dan pengabdian mereka selama ini seolah tidak menjadi pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan strategis. “Kami kecewa karena aspirasi kader di bawah tidak mendapatkan ruang yang cukup dalam menentukan arah kepemimpinan partai di daerah,” tegasnya. Senada dengan itu, M. Sa’an menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan siapa pun yang dipercaya memimpin PKB Kota Pagar Alam. Namun, menurutnya, kepemimpinan partai semestinya diberikan kepada figur yang memiliki rekam jejak panjang, loyalitas, serta kontribusi nyata dalam membesarkan partai. “Kami berharap kepemimpinan partai diberikan kepada kader yang selama ini aktif berjuang dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan PKB di Kota Pagar Alam,” katanya. Sementara itu, Ketua PAC Dempo Selatan Darul Qutni mengungkapkan bahwa kekecewaan kader kini semakin meluas. Bahkan, sejumlah pengurus disebut tengah mempertimbangkan langkah pengunduran diri apabila aspirasi mereka tidak mendapat perhatian dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Menurutnya, para kader yang selama ini bekerja membangun basis dukungan partai di akar rumput merasa layak dilibatkan dalam setiap keputusan penting yang menyangkut masa depan organisasi. “Kami ingin ada ruang dialog yang terbuka. Pengurus dan kader yang selama ini berjuang membesarkan partai tentu berharap pendapat mereka juga menjadi bagian dari pertimbangan,” ujarnya. Darul juga mengingatkan bahwa capaian politik PKB di Kota Pagar Alam tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh kader. Keberhasilan mengantarkan tiga kader PKB duduk di kursi DPRD, kata dia, merupakan hasil perjuangan panjang yang melibatkan seluruh struktur partai hingga tingkat kecamatan. Karena itu, ia berharap keputusan strategis yang menyangkut kepemimpinan partai dapat memperhatikan dinamika dan aspirasi yang berkembang di internal organisasi. Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pengurus DPC maupun pengurus tingkat kecamatan masih menunggu respons resmi dari DPP PKB terkait tuntutan evaluasi atas penunjukan Ketua DPC yang baru. Situasi tersebut kini menjadi ujian serius bagi soliditas PKB Kota Pagar Alam. Pengamat politik menilai langkah komunikasi dan rekonsiliasi perlu segera dilakukan untuk meredam ketegangan internal agar tidak berdampak pada konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang. Jika polemik ini tidak segera menemukan titik temu, bukan hanya berpotensi memicu eksodus kader, tetapi juga dapat memengaruhi kekuatan politik PKB yang selama ini dibangun melalui kerja kolektif dan militansi kader di tingkat akar rumput. (Agus)

Kader Pertanyakan Pergantian Nahkoda Partai di Tengah Capaian Politik Terbaik PKB Lubuklinggau Lubuklinggau, Bidik-kasusnews.com  Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 memunculkan dinamika yang cukup kuat di internal partai. Pergantian kepemimpinan dari Yulius, SE kepada Elvaria, SE memicu beragam respons dari kader, pengurus hingga simpatisan yang menilai perubahan tersebut terjadi setelah PKB mencatat prestasi politik terbaik sepanjang sejarah partai di daerah itu. Muscab yang berlangsung di Hotel Dwinda Lubuklinggau tersebut menetapkan Elvaria sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Lubuklinggau periode 2026–2031. Bersamaan dengan itu, Novita Angraini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris DPC PKB. Namun, keputusan pergantian kepemimpinan tersebut menjadi sorotan karena terjadi setelah kepengurusan sebelumnya di bawah komando Yulius berhasil mendongkrak perolehan kursi legislatif secara signifikan pada Pemilu 2024. Dari sebelumnya hanya meraih dua kursi DPRD, PKB sukses menggandakan kekuatannya menjadi empat kursi atau meningkat hingga 100 persen. Tak hanya mencatat lonjakan kursi legislatif, PKB juga berhasil menembus jajaran tiga besar partai politik dengan perolehan suara terbanyak di Kota Lubuklinggau. Capaian itu dinilai menjadi tonggak penting dalam perjalanan politik PKB di daerah tersebut. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari sejumlah kader terkait alasan pergantian kepemimpinan di tengah tren positif yang sedang dialami partai. “Banyak kader merasa terkejut. Di bawah kepemimpinan Pak Yulius, PKB mampu mencetak sejarah dengan empat kursi DPRD. Prestasi itu tentu menjadi catatan penting dan menimbulkan pertanyaan ketika terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar salah seorang kader yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Di tingkat akar rumput, sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) disebut mulai menyuarakan pentingnya komunikasi yang lebih terbuka antara kepengurusan baru dan seluruh elemen partai. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus menghindari potensi friksi internal menjelang agenda politik mendatang. Sementara itu, Ketua Dewan Syuro PKB Kota Lubuklinggau, Drs. Abd Hafidz Noeh, menegaskan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang wajar. Meski demikian, ia menilai setiap proses pergantian kepemimpinan perlu memperhatikan aspirasi kader di berbagai tingkatan agar semangat demokrasi internal tetap terpelihara. Menurutnya, kekuatan utama partai terletak pada kebersamaan dan kemampuan merangkul seluruh kader tanpa terkecuali. “Harapan kita PKB tetap menjadi partai kader yang besar, kuat, dan mampu menampung aspirasi seluruh kader di semua tingkatan. Kekompakan harus tetap menjadi prioritas agar perjuangan politik partai dapat terus berjalan,” ujarnya. Pengamat politik lokal menilai situasi pasca-Muscab saat ini menjadi momentum penting bagi PKB Lubuklinggau. Kepengurusan baru dituntut tidak hanya menjaga capaian yang telah diraih, tetapi juga mampu membangun konsolidasi internal yang kuat. Menurut mereka, keberhasilan mengelola perbedaan pandangan melalui komunikasi dan rekonsiliasi akan menjadi kunci bagi PKB untuk mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kota Lubuklinggau. Dengan berbagai respons yang muncul, hasil Muscab PKB Lubuklinggau kini tidak hanya menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan partai, tetapi juga menjadi ujian sejauh mana soliditas kader dapat dipertahankan di tengah perubahan arah kepemimpinan. Jika mampu dikelola dengan baik, dinamika tersebut justru dapat menjadi modal penting bagi PKB untuk menghadapi kontestasi politik di masa mendatang. (Agus)