JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng- Kota Semarang | Tim Satgas Anti-Premanisme yang tergabung dalam Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah menangkap Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora, tersangka adalah MJ (44). Pria yang akrab disapa Mbah Mun itu diamankan petugas lantaran diduga terlibat kasus Penipuan yang merugikan korbannya hingga ratusan juta rupiah. Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menyebut peristiwa penipuan ini dialami oleh WA, asal Kradenan Kab. Blora. Dalam keterangan pada Senin (19/5/2025) pagi Kombes Pol Dwi Subagio menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang dibuat pada 11 Mei 2025, lantaran merasa tertipu dengan janji pengadaan solar industri fiktif yang dilakukan oleh pelaku. “Penangkapan yang bersangkutan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2025 oleh tim gabungan Satgas Gakkum Ops Aman Candi 2025,” ungkapnya. Senin (19/5) Selain MJ, petugas juga mengamankan WH, wanita berusia 45 tahun asal Todanan Blora. Dirinya ikut ditangkap lantaran diduga turut membantu tersangka untuk meyakinkan korban. “Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah meyakinkan korban untuk menjalin kerja sama bisnis pengadaan solar dengan mengaku sebagai Humas dari sebuah perusahaan dan menjanjikan pengiriman solar industri, padahal gudang perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak Juli 2022,” jelasnya. Keduanya disebut secara bersama-sama memberikan iming-iming dan janji palsu serta meminta korban untuk menyetor uang sebagai deposit pengiriman solar industri. Total kerugian dialami korban mencapai lebih dari Rp 333 juta. “Pada sekira bulan Agustus hingga September 2022, korban dijanjikan pengiriman solar industri secara lancar apabila menyetorkan uang deposit kepada pelaku. Bahkan pelaku mengklaim punya jaringan dengan Komisaris perusahaan tersebut untuk meyakinkan korban,” lanjut Kombes Dwi Subagio. Dari tangan tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa surat perjanjian kerja sama, laporan transaksi keuangan, dan dokumen lainnya terkait kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa MJ juga merupakan residivis kasus Penadahan, sedangkan WH juga pernah tersangkut kasus Penggelapan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun penjara. Kombes Dwi Subagio menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini sebagai bagian dari komitmen Polda Jateng memberantas aksi premanisme terutama yang dilakukan oleh preman berkedok ormas yang kerap merugikan dan meresahkan masyarakat. “Ini bagian dari upaya kami membersihkan ruang publik dari praktik premanisme berkedok ormas atau profesi. Siapa pun yang merugikan masyarakat akan kami tindak tegas sesuai hukum,” tegas Kombes Pol Dwi Subagio. Menutup keterangannya, Kombes Dwi Subagio mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji bisnis yang tidak jelas legalitasnya dan melaporkan segala bentuk dugaan penipuan ke aparat kepolisian terdekat.(Wely-jateng) Sumber:humas Polda jateng
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati gencar melakukan tindakan pre-emtif dalam Operasi Kepolisian Kewilayahan Aman Candi 2025. Sebanyak 4 personil Satuan Tugas (Satgas) Binmas Polresta Pati, pada Senin, 19 Mei 2025 pukul 08.00 WIB hingga selesai, melaksanakan serangkaian kegiatan yang menyasar berbagai elemen masyarakat dengan tujuan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya terkait aksi premanisme. Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, melalui Kasatgas Binmas Kompol Sunar menerangkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada berbagai elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga Kamtibmas. Salah satu sasaran utama adalah Ormas Lindu Aji DPC Pati, dimana petugas memberikan sosialisasi untuk menghindari aksi-aksi premanisme yang dapat meresahkan masyarakat. Selain itu, kepolisian juga membuka jalur komunikasi dengan memberikan nomor call center 110 untuk pelaporan cepat jika menemukan indikasi tindakan premanisme. Lebih lanjut, Kompol Sunar menegaskan bahwa Satgas Binmas tidak hanya fokus pada Ormas. Upaya pre-emtif juga menyasar sektor industri dengan melakukan koordinasi bersama Pemangku PT HWI Batangan. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah pencegahan premanisme di lingkungan perusahaan. Kepolisian menekankan pentingnya kerjasama antara pihak perusahaan dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menjangkau kelompok yang lebih rentan, Satgas Binmas memberikan pembinaan dan edukasi kepada anak punk dan juru parkir di Jalan Dr. Susanto, Pati. Pesan Kamtibmas disampaikan dengan pendekatan persuasif, mengajak mereka untuk tidak terlibat dalam aksi premanisme dan segera melapor jika mengetahui adanya potensi gangguan Kamtibmas. Kegiatan Satgas Binmas tidak hanya terpusat di satu lokasi. Petugas juga melaksanakan sambang dan sosialisasi di kawasan Pasar Puri dan pertokoan GOR Puri Pati. Area publik ini menjadi fokus perhatian untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Operasi Aman Candi 2025 Polresta Pati menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga Kamtibmas melalui upaya pre-emtif yang komprehensif. Dengan menyasar berbagai elemen masyarakat dan menggandeng peran serta aktif, diharapkan tercipta situasi yang kondusif dan aman di wilayah Pati. Polresta Pati menghimbau kepada seluruh masyarakat Pati untuk melaporkan kegiatan yang berbau premanisme kepada kepolisian terdekat atau call center 110.(Kasnadi) Sumber:(Humas Resta Pati)
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Bupati Pati, Sudewo, memimpin rapat intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 bersama para camat dan anggota PASOPATI di Kantor Bupati Pati pada Minggu (18/5/2025). Dalam rapat tersebut, disepakati penyesuaian tarif PBB-P2 sebesar ±250%, mengingat tarif sebelumnya belum mengalami kenaikan selama 14 tahun. Bupati Pati menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah guna mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. “Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi Bangunan (PBB). Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” ujar Sudewo. Ia juga menyoroti bahwa penerimaan PBB Kabupaten Pati saat ini hanya sebesar Rp 29 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Jepara yang mencapai Rp75 miliar, Kabupaten Rembang dan Kudus masing-masing Rp 50 miliar, padahal secara geografis dan potensi, Kabupaten Pati lebih besar dari ketiga kabupaten tersebut. “PBB Kabupaten Pati hanya sebesar 29 Miliar, di Kabupaten Jepara 75 miliar. Padahal, Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Jepara. Kabupaten Rembang itu 50 miliar, padahal Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Rembang. Kabupaten Kudus 50 miliar, padahal Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Kudus,” tambahnya. Penyesuaian tarif PBB-P2 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, serta sektor pertanian dan perikanan yang membutuhkan dana besar. “Beban kami pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, pertanian, perikanan, semuanya membutuhkan anggaran yang sangat tinggi. Alhamdulillah, para camat dan kepala desa sepakat untuk melaksanakan ini,” kata Sudewo. Bupati Pati juga meminta dukungan dari seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Pati atas kebijakan ini, yang semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pembangunan daerah, bukan untuk kepentingan pribadi. “Mohon dukungan seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Pati, ini adalah upaya untuk meningkatkan pembangunan, tidak untuk pribadi saya,” ujarnya. Dengan penyesuaian ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan, sehingga berbagai program pembangunan dapat terlaksana dengan lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat. (Kasnadi)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 18 Mei 2025 – Organisasi Masyarakat (Ormas) Squad Nusantara Kabupaten Jepara menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan kepada dua warga yang sedang mengalami kondisi kesehatan serius akibat stroke. Kedua penerima bantuan tersebut adalah Ibu Sutipah dan Bapak Rukan, warga RT 03 RW 01, Desa Mambak Gesing, Kecamatan Pakis Aji. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Mei 2025, dengan dihadiri oleh sejumlah pengurus Ormas Squad Nusantara, termasuk Kepala Bidang Sosial dan Wakil Kepala Bidang Sosial, Bapak Wahyudi dan Ibu Dian. Turut hadir pula Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang secara langsung memberikan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Squad Nusantara yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi sakit atau memerlukan uluran tangan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga semangat dan perhatian yang tulus dari para relawan. “Ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat dalam proses pemulihan,” ujar Bapak Wahyudi dalam sambutannya. Ibu Riana Shofa juga menambahkan bahwa peran perempuan dalam kegiatan sosial sangat penting. “Kami dari Srikandi Squad Nusantara akan terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Semoga semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, Squad Nusantara Kabupaten Jepara berharap dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara –18-mei-2025, Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Ormas Squad Nusantara Kabupaten Jepara melalui kegiatan sosial penyaluran bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di RT 01 RW 05, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan semangat solidaritas, dengan dihadiri langsung oleh Kabid Sosial dan Wakadid Sosial, Ibu Dian dan Bapak Wahyudi. Mereka turut menyampaikan empati dan dukungan kepada korban yang terdampak musibah kebakaran. Hadir pula Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang memimpin jalannya penyaluran bantuan bersama para ketua PAC dari berbagai kecamatan seperti Bangsri, Mlonggo, Pakis Aji, dan Donorojo. Tidak ketinggalan, Humas Pemuda dan Olahraga – Bapak Gayor, Sulistiyo, Santo, dan Iswanto – ikut serta dalam mendampingi kegiatan ini. Keluarga besar PAC Kembang beserta para anggota Srikandi juga tampak aktif memberikan dukungan moril dan materiil. Bantuan yang disalurkan kepada korban berupa paket sembako dan sejumlah uang tunai, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari seluruh jajaran Ormas Squad Nusantara. “Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai keluarga besar yang siap membantu saudara-saudara kami yang sedang mengalami musibah,” ujar salah satu perwakilan PAC dalam kegiatan tersebut. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban korban kebakaran dan mempererat hubungan antaranggota serta masyarakat luas. Ormas Squad Nusantara terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata dan kegiatan positif.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Polrestabes Semarang melakukan inspeksi dan patroli di Terminal Penggaron, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, pada Minggu (18/5/2025) dini hari. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Operasi Aman Candi 2025 untuk mengantisipasi aksi premanisme dan kejahatan jalanan seperti 3C (curat, curas, dan curanmor). Dalam inspeksi tersebut, polisi menemukan dua orang yang melakukan pungutan liar terhadap para pengunjung karaoke di Terminal Penggaron. Kedua orang tersebut berinisial HS (30) dan HP (36), yang bekerja sebagai juru parkir. Mereka melakukan pungutan terhadap pengunjung karaoke sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil dari pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 69.000. Polisi melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap kedua orang tersebut, serta memberikan pembinaan untuk tidak melakukan pungutan liar lagi. Selain inspeksi, polisi juga melakukan patroli perintis presisi di sepanjang Jl. Penggaron Semarang Tengah untuk mengantisipasi aksi premanisme dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kegiatan patroli ini dipimpin oleh Kanit Turjawali AKP I Nengah Suamba, SE, dengan melibatkan 30 personel. Polisi akan terus melakukan patroli dan inspeksi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Semarang.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA:Mayong, 16 Mei 2025 – Wujud solidaritas dan rasa kekeluargaan kembali ditunjukkan oleh PAC Squad Nusantara Mayong dalam kegiatan sosial yang berlangsung hari ini, Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini berupa kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk istri dari salah satu anggota, Mas M. Ababil, yang merupakan Sekretaris PAC Squad Nusantara Mayong. Istri beliau, Rena Pancarena, yang berasal dari Desa Pelang RT 01/RW 02, Mayong, Jepara, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong. Kabar mengenai kondisi kesehatan Mbak Rena langsung ditindaklanjuti oleh jajaran pengurus dan anggota PAC Mayong sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral terhadap keluarga yang sedang diuji. Ketua PAC Mayong memimpin langsung rombongan kunjungan ini bersama sejumlah anggota. Dalam suasana yang penuh empati dan haru, mereka memberikan santunan kepada Mbak Rena sebagai bentuk dukungan moril dan materiil. Santunan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban yang tengah dihadapi oleh keluarga Mas M. Ababil. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keluarga besar PAC Squad Nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa dalam suka maupun duka, kami selalu hadir dan saling menguatkan,” ujar Ketua PAC Mayong dalam kesempatan tersebut. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa PAC Squad Nusantara tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga hadir secara langsung di tengah anggotanya yang membutuhkan. Semangat kebersamaan dan solidaritas menjadi nilai utama yang terus dijaga oleh seluruh anggota. Doa pun dipanjatkan bersama agar Mbak Rena segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Masyarakat Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, diimbau untuk tidak takut dan ragu untuk melaporkan apabila melihat atau mengalami tindak premanisme. Pelaporan dapat dilakukan secara langsung ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110 yang siap melayani 24 jam secara gratis atau WhatsApp Siraju di nomor 08112894040. Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno saat menggelar kegiatan Jumat Curhat di Rumah Bpk wawan Desa Cepogo,barat RT:03 RW:09 Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Jumat (16/15/2025). Selain Wakapolres, dalam kegiatan Jumat Curhat ini juga diikuti pejabat utama dan personel Polres Jepara, Forkopimcam Kembang, Petinggi Desa Cepogo beserta perangkat desa, Banser, Tomas, Toga, Toda hingga masyarakat desa setempat. Mengawali sambutannya, Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno mengatakan, bahwa Jumat Curhat merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan masukan terkait berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Jepara dalam melayani dan menyerap aspirasi warga. “Jumat Curhat ini merupakan sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat, menyerap keluhan, saran dan masukan dari warga terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar Kompol Edy Sutrisno. Tak hanya itu, Wakapolres Jepara juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak diam bila melihat tindakan premanisme. Segera laporkan ke Call Center 110 atau WhatsApp Siraju di nomor 08112894040. Layanan ini gratis dan tersedia 24 jam. Untuk identitas pelapor akan dirahasiakan,” ucapnya. Wakapolres Jepara juga menegaskan, premanisme merupakan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya juga terus melakukan berbagai kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD sebagai langkah preventif di seluruh wilayah hukum baik Polres Jepara maupun Polsek jajaran. “Personel kami rutin melaksanakan patroli, razia, dan sambang ke titik-titik rawan. Ini adalah upaya untuk mencegah aksi premanisme maupun gangguan kamtibmas lainnya,” tambahnya. Selain itu, kata Kompol Edy Sutrisno, pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat penting demi menciptakan lingkungan yang aman, sejuk, dan nyaman. Sementara itu, Petinggi Desa Cepogo Sunaryo yang turut hadir dalam kegiatan Jumat Curhat tersebut mengapresiasi Polres Jepara. Menurutnya, kegiatan Jumat Curhat itu sangat bermanfaat. “Kami berharap kegiatan ini terus ditingkatkan, karena sangat positif bagi masyarakat, terima kasih kepada Polres Jepara,” ucapnya. (Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng- Kota Semarang | Jajaran Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap kasus Premanisme yang berkedok sebagai wartawan. Empat orang pelaku berhasil diamankan usai memeras korban dengan mengaku sebagai jurnalis dari sejumlah media. Hal ini disampaikan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dalam sebuah Pers Conference ungkap kasus di Loby Mako Ditreskrimum Polda Jateng pada Jumat, (16/5/2025) siang. Dalam keterangannya Kombes Dwi Subagio mengungkapkan bahwa para pelaku terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, yakni HMG (perempuan) (33), AMS (26), KS (25), dan IH (30), seluruhnya berasal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. “Rombongan ini berjumlah tujuh orang. Empat orang berhasil kita amankan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran,” jelas Kombes Dwi Subagio Dari keterangan pelaku dan bukti percakapan di Handphone di ketahui ternyata para pelaku adalah kelompok dari suatu jaringan besar dengan modus serupa. Jaringan tersebut diduga memiliki 175 anggota aktif dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan karyawan swasta. “Wilayah operasi jaringan tersebut di seluruh pulau jawa mulai Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” lanjutnya. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan yang didapat dari para pelaku, jaringan ini telah beroperasi sejak tahun 2020 dan telah melakukan aksi pemerasan di berbagai kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Malang, dan Surabaya. Modus yang digunakan adalah mengintai korban yang umumnya merupakan publik figur dan tokoh masyarakat. Saat keluar dari hotel bersama pasangannya, para pelaku kemudian mendekati korban, mengaku sebagai wartawan, dan mengancam akan memberitakan aib pribadi atau skandal korban di media massa jika tidak menyerahkan sejumlah uang. “Salah satu korban yang melapor sempat diminta uang hingga ratusan juta rupiah, Namun setelah ber negosiasi, korban akhirnya mentransfer Rp. 12 juta ke rekening pelaku. Dari laporan inilah penyelidikan kami berkembang dan berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku di rest area KM 487 Tol Boyolali,” lanjut Dwi Subagio. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat kembali mengaku sebagai wartawan dari media-media terkenal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, mereka tidak dapat menunjukkan kartu identitas resmi dari media tersebut. Sebaliknya, ditemukan sejumlah kartu pers dari media yang tidak terdaftar di Dewan Pers, seperti Morality News, Nusantara Merdeka, Mata Bidik, dan Siasat Kota, serta kalung lencana bertuliskan Persatuan Wartawan Indonesia. “Dari hasil pengecekan yang kami lakukan ternyata seluruh media tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers. Sudah di cek oleh Pak Kabid Humas ke Dewan Pers ternyata tidak terdaftar secara resmi,” tegasnya. Dari para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa kartu pers, kartu ATM, handphone, dan satu unit mobil Daihatsu Terios warna hitam. Para tersangka kini dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian komitmen Polda Jateng dalam upaya memberantas aksi premanisme di Jawa Tengah. “Kami berkomitmen akan membongkar jaringan dalam kasus ini dan semoga tidak terjadi di daerah lain. Masyarakat harus waspada, terutama jika menemukan orang-orang yang mengaku wartawan tapi melakukan intimidasi atau pemerasan segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Kombes Artanto.(wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Jajaran Satuan Samapta Kepolisian Resor Pati menggelar serangkaian patroli dialogis dan preventif pada Jumat (16/5/2025), menyasar berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Pati. Fokus awal patroli tertuju pada kalangan pelajar yang rentan terlibat aksi tawuran. Anggota Sat Samapta menyambangi para siswa-siswi SMK Bani Muslim yang tengah berkumpul. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan himbauan tegas mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan tawuran serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya seperti premanisme. Harapannya, edukasi dini ini dapat menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi melalui Kasatgas Samapta Kompol Purwito menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah proaktif kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, dapat memberikan rasa aman dan mencegah potensi terjadinya pelanggaran hukum. Kegiatan patroli kemudian berlanjut ke wilayah Kecamatan Margorejo. Di sana, petugas menyasar masyarakat umum dengan memberikan sosialisasi dan himbauan terkait bahaya premanisme. Polisi berinteraksi langsung dengan warga, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Tak hanya menyasar masyarakat umum, patroli juga menyambangi kawasan industri di Kecamatan Margorejo. PT. Anugrah Grafika menjadi salah satu sasaran patroli dialogis. Petugas berinteraksi dengan para pekerja dan pihak manajemen perusahaan, menyampaikan himbauan mengenai pencegahan tindakan premanisme dan intimidasi di lingkungan kerja. Kehadiran polisi di tengah aktivitas industri ini diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan. Kompol Purwito menerangkan bahwa respons positif ditunjukkan oleh masyarakat terhadap kehadiran anggota Polri di tengah-tengah mereka. Warga merasa lebih tenang dan terlindungi dengan adanya patroli rutin yang dilaksanakan. Mereka mengapresiasi upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan. Lebih lanjut, Kompol Purwito menegaskan bahwa patroli bergerak menuju wilayah Kecamatan Sukolilo, yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan terjadinya perselisihan antar kelompok masyarakat. Di sana, petugas melakukan dialog dengan para pemuda yang berkumpul, menyampaikan pesan-pesan damai dan mengajak mereka untuk menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu terjadinya tawuran, pungkasnya.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati