JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 20 Juli 2025 – Dalam upaya mendorong perkembangan olahraga beladiri di Jepara, Squad Nusantara PAC Kota memberikan dukungan penuh terhadap gelaran Jepara Fight Season 1 yang akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Juli 2025 di Gedung Wanita Jepara. Event ini menjadi ajang bergengsi yang bertujuan untuk meningkatkan jam terbang dan prestasi para petarung binaan sasana-sasana yang ada di wilayah Jepara dan eks-Karesidenan Muria Raya. Tidak hanya petarung lokal, event ini juga diikuti oleh petarung dari Semarang yang berasal dari Sasana Rambing Camp, menambah daya saing dalam pertandingan boxing dan kick boxing yang akan digelar. Sebagai panitia pelaksana, saya menegaskan bahwa kehadiran event ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi menjadi langkah nyata untuk memberikan pengalaman bertanding bagi para petarung muda. “Kami ingin memberikan ruang bagi para petarung binaan sasana-sasana lokal agar memiliki jam terbang yang cukup dan mental bertanding yang matang untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya KONI Jepara, Pengcab Kick Boxing Jepara, dan Pertina Jepara yang memberikan semangat penuh terhadap pengembangan olahraga beladiri di daerah. Dukungan dari Squad Nusantara PAC Kota menjadi bukti komitmen organisasi ini dalam mendorong kegiatan positif yang mampu membangun prestasi generasi muda. Event ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya meningkatkan kualitas petarung, tetapi juga mempererat hubungan antar sasana, menumbuhkan sportivitas, dan memperkuat jaringan pembinaan atlet di wilayah Jepara dan sekitarnya. Dengan semangat persatuan dan sportivitas, Squad Nusantara siap menjadi bagian penting dalam mencetak petarung tangguh dan berprestasi untuk Jepara dan Indonesia.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Dua cerita kelam dari Jawa Tengah berhasil diurai satu per satu oleh jajaran Reserse Polda Jateng. Dalam waktu berdekatan, polisi menangkap pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan muda di Demak dan membekuk komplotan pencuri yang menyasar toko-toko ritel di Kendal. Kedua kasus ini menggemparkan publik karena menyentuh sisi paling rentan dalam masyarakat: keamanan pribadi dan kelangsungan usaha kecil. Di hadapan wartawan, Kamis pagi (3/7/2025), Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio mengisahkan bagaimana timnya bersama Polres Demak dan tim Resmob Ditreskrimum menyusun potongan demi potongan hingga terungkap siapa pelaku di balik dua kejahatan berbeda ini. Dari Sawah ke Sel Tahanan Tragedi pertama datang dari hamparan sawah Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Pagi itu, 24 Juni lalu, seorang warga menemukan sesosok tubuh perempuan muda terbujur kaku di antara tanaman padi. “Korban dibunuh dengan cara dicekik. Setelah itu pelaku membawa kabur sepeda motor dan barang-barang korban,” jelas Kombes Dwi. Luka memar di leher dan tubuh korban menjadi petunjuk awal yang membawa polisi pada pengejaran intensif. Dalam waktu singkat, pelaku berhasil dibekuk. Ia kini dijerat Pasal 338 dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHP, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Minimarket Disatroni, Empat Ditangkap Tak lama berselang, tim Resmob kembali bergerak setelah laporan tentang pencurian besar-besaran di sejumlah toko kelontong dan minimarket di Kendal. Salah satunya terjadi pada dini hari, 22 April 2025. Modusnya cukup canggih: para pelaku berpura-pura menjadi pembeli pada siang hari untuk mengamati situasi, lalu beraksi di malam hari dengan membobol atap dan masuk lewat gudang. “Kerugian ditaksir lebih dari Rp450 juta. Mereka menyasar rokok berbagai merek untuk dijual kembali,” ungkap Dwi Subagio. Empat pelaku berhasil ditangkap. Satu lainnya masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari tangan mereka, polisi menyita mobil Daihatsu Xenia, alat-alat seperti linggis dan obeng, serta puluhan bungkus rokok. Atas peran mereka, para pelaku dijerat Pasal 363 KUHP (pencurian dengan pemberatan) dengan ancaman 9 tahun penjara. Seorang penadah hasil curian dikenai Pasal 480 KUHP, dengan ancaman 4 tahun penjara. Tanggapan dan Tekad Keberhasilan polisi menuai apresiasi. Salah satu perwakilan manajemen Alfamart, Daru, menyatakan rasa terima kasih kepada Polda Jateng. “Pengungkapan ini sangat cepat. Kami sebagai pelaku usaha merasa aman dan terlindungi,” katanya. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pengungkapan ini adalah bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Kami terus tingkatkan patroli, penindakan, dan juga kerja sama dengan warga. Kami minta masyarakat tidak ragu untuk melapor jika melihat atau mengalami tindak kejahatan,” tegasnya. Keamanan Itu Hak Semua Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik statistik kriminalitas, ada nyawa dan nasib yang terenggut. Tapi juga ada kerja keras aparat, dan harapan dari masyarakat bahwa keadilan akan selalu menemukan jalannya.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan defisit anggaran sebesar Rp173 miliar. Informasi tersebut dinilai tidak sepenuhnya akurat dan dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Kepala Bidang Anggaran BPKAD Jepara, Ardian Danny Saputra, menegaskan bahwa defisit yang dimaksud dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan Tahun Anggaran 2025 merupakan kondisi yang wajar dalam penyusunan anggaran dan sudah ditutup dengan sumber pembiayaan yang sah. “Dalam KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2025 memang terdapat defisit sebesar Rp259,9 miliar. Namun defisit tersebut sudah ditutup dengan pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp173,9 miliar dan penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp86 miliar,” jelas Ardian, Kamis (3/7/2025). Ardian menegaskan bahwa angka Rp173 miliar yang ramai diberitakan sebagai defisit sesungguhnya adalah SiLPA Tahun Anggaran 2024. SiLPA tersebut merupakan hasil pelampauan pendapatan dan efisiensi belanja daerah pada tahun sebelumnya yang, sesuai ketentuan, harus digunakan kembali pada tahun anggaran berikutnya. “Jadi, bukan defisit yang tidak tertutup. Itu adalah saldo lebih dari anggaran sebelumnya yang memang digunakan kembali pada tahun ini,” ungkapnya. Terkait isu bahwa defisit disebabkan oleh kebijakan diskon tarif listrik 50 persen, Ardian juga memberikan penjelasan tegas. Ia menyebutkan bahwa kebijakan tersebut tidak berdampak pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) karena program tersebut telah dibatalkan dan tidak menggunakan pos belanja daerah. “Diskon tarif listrik itu bukan bagian dari belanja APBD, bahkan program tersebut batal dilaksanakan. Jadi tidak bisa dijadikan alasan atas terjadinya defisit,” ujarnya. Selain itu, Ardian juga mengungkapkan bahwa penurunan target pendapatan daerah dalam KUA-PPAS Perubahan 2025 disebabkan oleh berkurangnya transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat, khususnya untuk sektor pekerjaan umum. Namun, ia menegaskan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) dan sumber pendapatan sah lainnya justru mengalami peningkatan. Dengan adanya penjelasan ini, BPKAD Jepara berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang tepat terkait kondisi keuangan daerah. Ardian juga mengimbau agar setiap pemberitaan disampaikan berdasarkan data yang akurat dan sesuai dengan kerangka regulasi yang berlaku. “Kami harap informasi yang disampaikan ke publik dapat dipertanggungjawabkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah,” pungkasnya. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 Juli 2025 – Srikandi Squad Nusantara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dalam agenda sosial yang dilaksanakan pada Kamis (3/7/2025) pukul 14.00 WIB. Agenda tersebut berupa kunjungan ke rumah orang tua dari M. Agus, salah satu anggota Squad Nusantara PAC Kembang, yang berlokasi di Desa Balongbeji RT 03 RW 06, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan solidaritas Srikandi Squad Nusantara kepada keluarga almarhum Purwanto, ayah dari M. Agus. Dalam kesempatan tersebut, donasi secara simbolis diserahkan oleh Bapak Kabid Sosial Squad Nusantara yang turut hadir memberikan dukungan langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Penyerahan donasi tersebut juga didampingi oleh Ibu Ketua Srikandi bersama para anggota Srikandi lainnya. Ibu Ketua Srikandi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus menjaga rasa kebersamaan dan saling peduli, khususnya kepada keluarga besar Squad Nusantara yang sedang mengalami duka. “Kami hadir tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan sedikit ketenangan dan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkapnya. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu agenda rutin Srikandi Squad Nusantara dalam menjalin silaturahmi dan membangun solidaritas sosial di lingkungan internal maupun masyarakat sekitar. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ikatan kekeluargaan di dalam tubuh Squad Nusantara semakin erat dan membawa manfaat bagi semua pihak.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara, 3 Juli 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Squad Nusantara Tahunan terus menunjukkan eksistensinya di wilayah Kecamatan Tahunan. Melalui silaturahmi dan penyerahan berkas kepengurusan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), PAC Tahunan mempertegas komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dan aparat setempat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelegalan organisasi sekaligus bentuk penghormatan PAC kepada Forkopimcam. Berkas pemberitahuan dan struktur kepengurusan terbaru yang telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi diserahkan langsung kepada pihak terkait. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pengukuhan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Squad Nusantara Eko Basuki yang dilaksanakan pada 11 Mei 2025 di Café Timberland, serta Rapat Kerja Kecamatan (Rakercam) yang digelar pada 27 Juni 2025 di Pendopo Desa Langon. Sinergi dengan Forkopimcam Penyerahan berkas dilakukan pada Kamis, 3 Juli 2025 pukul 11.00 WIB oleh perwakilan pengurus PAC Tahunan yang terdiri dari unsur sekretaris, humas, dan Srikandi, dipimpin oleh Sri Ambarwati dan Ani Shofia. Berkas tersebut diserahkan kepada tiga instansi penting di Kecamatan Tahunan: 1. Polsek Tahunan Berkas diterima langsung oleh Kapolsek Tahunan, Bapak Sugiyono. Dalam suasana hangat, PAC Squad Nusantara Tahunan dan Srikandi turut memberikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79. Ucapan tersebut disambut penuh keakraban oleh Kapolsek beserta jajarannya. Mereka bahkan bersama-sama menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” sebagai wujud kebersamaan dan sinergi. 2. Koramil Tahunan Penyerahan berkas dilanjutkan ke jajaran Koramil Tahunan. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang baik dan mempererat hubungan dengan pihak TNI di wilayah Kecamatan Tahunan. 3. Kecamatan Tahunan Berkas resmi kepengurusan juga diserahkan kepada pihak Kecamatan Tahunan untuk memastikan keabsahan administratif organisasi di tingkat pemerintahan kecamatan. Komitmen Membangun Lingkungan Harmonis Melalui kegiatan ini, PAC Squad Nusantara Tahunan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis dan kondusif. Sinergi yang dibangun dengan Forkopimcam diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran PAC di tengah masyarakat. PAC Tahunan juga menaruh harapan besar agar ke depan dapat semakin solid, aktif dalam kegiatan sosial, serta menjadi mitra positif bagi pemerintah dan aparat keamanan di wilayah Kecamatan Tahunan. (Wely – Jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 Juli 2025 – Dalam rangka meningkatkan sinergi dan keamanan di wilayah Jepara, Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, melakukan pertemuan dengan Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso. Pertemuan di polres jepara ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan antara Rutan Jepara dan Polres Jepara. Pertemuan yang berlangsung hari ini membahas berbagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Jepara. Kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam rangka mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. “Sinergi antara Rutan Jepara dan Polres Jepara sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jepara,” ujar Renza Maisetyo. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif antara Rutan Jepara dan Polres Jepara dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jepara. Dengan demikian, Rutan Jepara dan Polres Jepara dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Jepara. (Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 03 Juli 2025 – Rutan Kelas IIB Jepara bekerja sama dengan Puskesmas Jepara Kota dan TNI melakukan tes urin kepada pegawai dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam rangka mengantisipasi adanya peredaran narkoba di dalam rutan. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo menyampaikan, “Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap bulan sekali dan bertujuan untuk memastikan bahwa Pegawai dan WBP tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, serta untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam rutan”, imbuhnya. Tes urin ini dilakukan secara random kepada pegawai dan WBP. Adapun hasilnya akan dijadikan bahan evaluasi dan tindak lanjut untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Rutan Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran narkoba di dalam rutan. Dengan melakukan tes urin kepada pegawai dan WBP, Rutan Jepara menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam rutan, serta mencegah penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pegawai, WBP, dan masyarakat.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 3 Juli 2025 – Karya bakti sosial renovasi Yayasan Tresno Ing Swi di Desa Kelet, Kabupaten Jepara, resmi diresmikan dalam sebuah acara yang penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara TNI dan Squad Nusantara dalam meningkatkan fasilitas sosial bagi masyarakat. Ketua Ormas Squad Nusantara, Eko Basuki yang akrab disapa Mbah So, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat. “Squad Nusantara bukan hanya hadir sebagai organisasi, tetapi hadir sebagai mitra rakyat yang peduli dan siap bekerja bersama demi kebaikan bersama,” ujar Ketua Squad usantara Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo, Dandim Jepara Letkol Khoirul, Pembina Squad Nusantara Bapak Ponco Sujarwo, Ketua Srikandi Squad Nusantara beserta anggota, Ketua PAC Squad Nusantara Keling Bapak Wawan beserta anggota, serta Ketua PAC Squad Nusantara Donorojo Bapak Yoyok dan jajarannya. Ketua Squad Nusantara menegaskan bahwa karya bakti sosial seperti ini akan terus menjadi program prioritas organisasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. “Kami akan terus bersinergi dengan TNI, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk terus berbuat baik,” tambahnya. Bupati Jepara dalam sambutannya juga memberikan apresiasi kepada Ketua Squad Nusantara dan seluruh anggotanya atas kepedulian serta semangat gotong-royong yang telah ditunjukkan. Kegiatan peresmian berlangsung dengan khidmat, dilanjutkan dengan doa bersama serta ramah tamah sebagai simbol persatuan dan kepedulian sosial antar seluruh pihak yang hadir. Squad Nusantara, di bawah kepemimpinan Ketua Eko Basuki (Mbah So), membuktikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadi motor penggerak kegiatan sosial di Kabupaten Jepara.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA – Proses seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara resmi memasuki tahap akhir. Pada Kamis (3/7/2025), Bupati Jepara H. Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati H. Muhammad Ibnu Hajar menerima hasil seleksi dari Tim Panitia Seleksi (Pansel) di ruang kerja Bupati. Penyerahan hasil seleksi disampaikan oleh perwakilan Tim Pansel yang terdiri dari Asesor SDM BKD Provinsi Jawa Tengah, Wisnu Zaroh, dan tokoh masyarakat Ahmad Junaidi, serta didampingi Kepala BKD Jepara, Sridana Paminto. “Alhamdulillah, hari ini kami menerima hasil dari Tim Pansel. Dari lima nama yang mengikuti seleksi, kini tersisa tiga besar,” ujar Bupati Witiarso Utomo. Tiga kandidat yang lolos ke tahap akhir adalah Ary Bachtiar (Pj Sekda Jepara), Hery Yulianto (Asisten II Sekda Jepara), dan Aris Setiyawan (Kepala Dinas Lingkungan Hidup). Sementara dua nama lainnya, Ratib Zaini dan Hasannudin Hermawan, belum direkomendasikan untuk melanjutkan proses berikutnya. Menurut Bupati, hasil seleksi ini selanjutnya akan diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendapatkan persetujuan pelantikan. “Prosesnya kami serahkan ke BKN dan Kemendagri. Harapan saya, pelantikan Sekda definitif bisa dilaksanakan pada akhir Juli agar jalannya pemerintahan semakin efektif,” tambahnya. Wisnu Zaroh menjelaskan bahwa seleksi ini telah melalui berbagai tahapan yang meliputi uji kompetensi, rekam jejak, ujian gagasan tertulis, dan wawancara. Penilaian juga dilakukan dengan indikator ketat, seperti integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengambilan keputusan, hingga pengelolaan perubahan. “Semua peserta mendapatkan hasil ‘masih memenuhi syarat’, tetapi kami mengambil tiga besar dengan nilai tertinggi,” ungkap Wisnu. Ia menambahkan, keempat aspek penilaian memiliki bobot berbeda, yakni gagasan tertulis 20%, rekam jejak 20%, uji kompetensi 25%, dan wawancara 35%. Selanjutnya, BKN akan melakukan verifikasi untuk memastikan proses seleksi sudah sesuai prosedur. Wisnu menegaskan bahwa ketiga nama yang diajukan ke BKN berpeluang sama untuk dipilih. Penentuan akhir berada di tangan Bupati sesuai dengan visi dan kebutuhan pemerintah daerah. “Bupati memiliki kewenangan penuh untuk memilih siapa yang paling sesuai memimpin Sekretariat Daerah Jepara ke depan,” tutupnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya mendukung program nasional pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Salah satu langkah nyata yang sedang dipersiapkan adalah pendirian Sekolah Rakyat (SR) yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu dan anak-anak jalanan.2/7/2025 Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, meninjau langsung calon siswa SR di Desa Ngeling, Kecamatan Pecangaan. Ia menyebutkan, pendirian Sekolah Rakyat di Jepara merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Sosial RI dalam rangka mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. “Kami mendapat arahan langsung dari Pak Menteri Sosial untuk mengecek langsung kondisi calon siswa. Kami harus memastikan bahwa mereka benar-benar dari keluarga tidak mampu dan layak mendapatkan pendidikan gratis di Sekolah Rakyat,” ujar Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara. Sekolah Rakyat di Jepara nantinya akan menampung minimal empat rombongan belajar dengan target awal 100 siswa. Rinciannya terdiri dari dua rombel untuk jenjang SD, satu rombel SMP, dan satu rombel SMA. Namun, jumlah ini masih menyesuaikan dengan hasil verifikasi data calon siswa. Rencananya, Sekolah Rakyat akan dibuka di area Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan dan Jepara menjadi salah satu daerah yang masuk dalam 100 Sekolah Rakyat pertama di Indonesia. Mas Wiwit menyampaikan bahwa Jepara mendapatkan prioritas karena dianggap serius dalam menjalankan program ini. Selain untuk anak-anak kurang mampu, Sekolah Rakyat juga akan menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak jalanan dan anak punk yang selama ini tidak tersentuh pendidikan. “Kalau Sekolah Rakyat sudah berdiri, kami berharap Jepara bisa bersih dari anak-anak punk dan anak jalanan. Mereka bisa kembali sekolah dan punya masa depan,” tegasnya. Mas Wiwit juga menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum. Di SR, usia bukan menjadi halangan. “Anak usia 15 tahun yang baru mau masuk SD tetap diperbolehkan. Ini sekolah khusus yang memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang membutuhkan,” katanya. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara, Edy Marwoto, menjelaskan bahwa pendataan calon siswa akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tim Dinsos akan memetakan rumah tangga pada desil 1 dan 2 dan melakukan asesmen untuk mengetahui anak-anak yang layak menjadi siswa di SR. Rusmi, orang tua dari calon siswa SR, Mirza Ramadani, mengungkapkan rasa syukurnya atas program ini. “Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Ini kesempatan besar bagi anak saya agar tetap bisa bersekolah,” ujarnya. Dengan pendirian Sekolah Rakyat, Pemkab Jepara berharap mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan menjadi langkah nyata untuk memutus rantai kemiskinan di Jepara.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara