JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 30 Juni 2025 — Suasana pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara tampak lebih sibuk dari biasanya. Dua anggota Polsek Kota Jepara melakukan patroli khusus dengan pengawasan ketat di sejumlah titik strategis dalam lingkungan rutan. Muncul pertanyaan, ada apa di balik patroli tersebut? Kegiatan ini ternyata merupakan bagian dari patroli rutin yang menjadi agenda bersama antara Polsek Kota Jepara dan pihak Rutan. Tujuannya jelas, memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga serta mendorong lingkungan pembinaan yang aman dan terkendali. Patroli dimulai dari area penerimaan pengunjung (P2U), dilanjutkan ke pintu dua, hingga ke dapur tempat warga binaan menjalankan aktivitas harian. Seluruh rangkaian patroli diawasi secara langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Karupam pagi, staf KPR, dan petugas dapur. Selain pengamanan, patroli ini juga dimanfaatkan oleh petugas untuk memberikan pesan-pesan pembinaan moral kepada warga binaan. Salah satu anggota Polsek Kota Jepara menyampaikan pesan penting, “Kami mengajak para warga binaan untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Gunakan waktu di sini untuk memperbaiki diri agar dapat kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.” Hasil patroli menyatakan bahwa situasi di dalam Rutan Kelas IIB Jepara terpantau aman, kondusif, dan tidak ditemukan pelanggaran ataupun potensi gangguan keamanan. Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Renza Maisetyo, memberikan apresiasi atas sinergi ini. Ia menilai patroli bersama seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas dan menciptakan rasa aman baik bagi warga binaan maupun petugas. “Ini adalah bagian dari komitmen kami bersama Polsek Kota Jepara untuk membangun lingkungan pembinaan yang lebih baik, aman, dan manusiawi,” ujar Renza. Dengan patroli rutin seperti ini, diharapkan lingkungan Rutan Kelas IIB Jepara tetap menjadi tempat yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan yang positif bagi seluruh warga binaan.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –29-juni-2025- Warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, akhirnya mendapat angin segar setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyatakan kesiapannya membantu pembangunan jembatan penghubung yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Meski secara administratif jembatan tersebut bukan tanggung jawab kabupaten, Pemkab Jepara tetap menunjukkan kepedulian. Jembatan yang menjadi akses vital bagi warga itu kini kondisinya kian memprihatinkan. Lubang besar di badan jembatan mengancam keselamatan pengguna jalan. Bahkan, struktur jembatan dari batu bata yang mulai melengkung dinilai sudah tidak mampu lagi menopang beban. “Jembatan itu adalah jalan poros desa, bukan jalan kabupaten, sehingga sebenarnya menjadi tanggung jawab desa. Tapi kami tidak tinggal diam karena keselamatan warga jauh lebih penting,” ujar Kepala Dinas PUPR Jepara, Ary Bachtiar, Sabtu (28/6/2025). Menurut Ary, perbaikan sementara sudah dilakukan dengan menutup lubang menggunakan pelat besi agar kendaraan ringan masih bisa melintas. Namun, upaya itu tidak bertahan lama. Kerusakan terus memburuk, apalagi jalan tersebut sering dilalui truk bermuatan berat. “Sering dilewati kendaraan kayu bermuatan besar, itu yang mempercepat kerusakan. Kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak sama sekali,” jelasnya. Melihat urgensi situasi tersebut, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,55 miliar melalui APBD tahun 2026 untuk membangun jembatan baru. Pemerintah berharap pembangunan jembatan yang lebih kokoh ini dapat memulihkan akses transportasi dan mendorong perekonomian warga Sinanggul. “Melalui APBD 2026, Bupati berkomitmen memberikan bantuan untuk membangun jembatan yang lebih layak dan aman bagi masyarakat,” pungkas Ary. Langkah Pemkab Jepara ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat, bahkan untuk persoalan yang secara kewenangan berada di luar tanggung jawabnya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, — Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Kabupaten Jepara memasuki babak baru yang penuh semangat perubahan. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) II yang berlangsung hangat dan demokratis di Vinn Villa Coffee & Resto,Sabtu-28-juni-2025- Adv. T. Mangaratua Simbolon, SH., MH., CTA., CPCLE., CCA., CPM., CINP terpilih sebagai Ketua DPC IKADIN Jepara periode 2025–2028. Era Digital Bukan Ancaman, Tapi Peluang Dalam Muscab yang bertemakan “E-Litigation, E-Court, Advosquare: Kesiapan Profesi Advokat Menghadapi Perkembangan Teknologi Informasi”, para peserta sepakat: dunia hukum sedang berubah cepat, dan advokat harus ikut berlari, bukan tertinggal. Ketua terpilih, Adv. T. Mangaratua Simbolon, menyampaikan visi yang tegas. Baginya, era digital bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Justru ini adalah peluang besar bagi advokat untuk meningkatkan pelayanan hukum yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. > “Kita tidak boleh hanya jadi penonton. IKADIN Jepara harus menjadi pemain utama dalam transformasi digital peradilan. Kita harus siap, harus cakap, dan tetap berpegang pada integritas,” tegasnya.T.Mangaratua Simbolon kepada Bidik-kasusnews Minggu 29/6/2025 Program Nyata untuk Advokat Jepara Tak hanya berhenti pada visi, Muscab II juga menghasilkan sejumlah langkah konkret yang langsung menyasar kebutuhan advokat saat ini: ✅ Pelatihan penguasaan sistem e-court dan peradilan elektronik. ✅ Pembentukan tim pendamping teknologi untuk membantu advokat beradaptasi dengan digitalisasi. ✅ Membangun sinergi yang lebih erat dengan lembaga peradilan dan penegak hukum di Jepara. ✅ Memperkuat solidaritas dan etika profesi di tengah perubahan zaman. IKADIN Jepara Siap Melompat Lebih Jauh Acara Muscab II ini dihadiri oleh anggota IKADIN Jepara, perwakilan DPD IKADIN Jawa Tengah, serta tamu undangan dari berbagai lembaga hukum dan pemerintah daerah. Antusiasme peserta mencerminkan semangat baru bahwa advokat Jepara siap melangkah ke masa depan yang lebih modern. Dengan kepemimpinan Adv. T. Mangaratua Simbolon, IKADIN Jepara diharapkan mampu menjadi motor penggerak advokat yang tidak hanya cakap hukum, tetapi juga melek teknologi dan responsif terhadap perkembangan zaman. Penutup Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Melalui Muscab II ini, IKADIN Jepara telah membuktikan diri siap menghadapi tantangan dan menciptakan peluang baru bagi dunia advokat. Selamat bertugas untuk Ketua terpilih. Advokat Jepara, mari bersiap, saatnya kita menjadi bagian dari perubahan besar ini. (Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta — 28-juni-2025-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membuka penyidikan baru terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI), khususnya dalam pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC). KPK telah memanggil dan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan pengadaan tersebut. Dugaan awal menyebutkan adanya pengkondisian dalam proses pengadaan yang melibatkan pejabat internal BRI. Juru Bicara KPK Budi Prasteyo saat di konfirmasi Bidik-kasusnews 28/6/2025 via WhatsApp menyapaikan Pada Kamis, 26 Juni 2025, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di dua lokasi penting, yakni Kantor Pusat BRI di Jalan Sudirman dan kantor BRI di Gatot Subroto, Jakarta. Penggeledahan ini bertujuan untuk mengamankan dokumen dan bukti elektronik yang berkaitan dengan proses pengadaan mesin EDC. Meski saat ini belum ada tersangka yang diumumkan, KPK telah menemukan bukti awal yang mengarah pada dugaan keterlibatan sejumlah pejabat di BRI ketika pengadaan mesin EDC tersebut berlangsung. “Kami terus mendalami dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengkondisian pengadaan ini. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik,” ujar Budi Terkait detail teknis seperti siapa yang memimpin penggeledahan, KPK belum dapat memberikan keterangan demi menjaga integritas dan kerahasiaan proses penyidikan. Kasus ini menjadi perhatian mengingat pengadaan mesin EDC berperan penting dalam mendukung layanan transaksi perbankan untuk masyarakat luas.(Wely)

JATENG:Bidik-kasusnews.com SEMARANG —28-juni-2025- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menyiapkan langkah khusus dalam bentuk operasi intelijen untuk mengawal pelaksanaan program strategis nasional Koperasi Merah Putih. Langkah ini bertujuan memastikan program berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta bebas dari potensi penyimpangan sejak tahap awal. Kajati Jateng, Dr. Hendro Dewanto, menegaskan pengawalan tidak hanya akan dilakukan dari sisi penegakan hukum pidana, tetapi juga melalui pendekatan intelijen, perdata, dan hukum usaha. “Biasanya nanti kalau secara internal, Kejaksaan Tinggi akan membuat satu operasi, tapi istilahnya intelijen tertentu awal-awalnya itu,” ujar Hendro kepada Bidik-kasusnews, Sabtu (28/6/2025) Hendro menjelaskan, program koperasi ini merupakan bagian dari Astacita Presiden dan berpijak pada semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan pentingnya peran koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat. Menurutnya, pengawalan terhadap program ini tidak bisa hanya dibebankan pada aparat penegak hukum. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk memastikan implementasi koperasi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga. “Pengawalan bukan hanya tugas aparat hukum, melainkan juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan publik sangat dibutuhkan agar tujuan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat tercapai,” katanya. Sebagai bentuk komitmen konkret, Kejati Jateng telah menginstruksikan seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah Jawa Tengah untuk aktif terlibat dalam pengawalan program ini. Hendro memastikan bahwa arahan tersebut telah disampaikan melalui pertemuan daring dengan para Kajari. Kawal Program Strategis Lain Seperti didketahui, program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menargetkan terbentuknya 80.000 koperasi secara nasional. Di tahap awal, setiap koperasi akan mendapatkan dukungan modal sebesar Rp 3 miliar yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam bentuk pinjaman. Karena menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), program ini dipandang memerlukan pengawalan berlapis serta mitigasi risiko agar tidak terjadi penyelewengan. “Semua program yang menggunakan dana negara wajib dikawal secara ketat,” tegas Hendro. Tak hanya koperasi, Kejati Jateng juga aktif mengawal pelaksanaan program strategis lain, seperti pengendalian inflasi daerah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keduanya dianggap sebagai bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun fondasi sosial ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Dengan pendekatan pengawalan yang menyeluruh, Kejati Jateng berharap seluruh program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat memberikan hasil nyata dan berkelanjutan tanpa menyisakan masalah hukum di kemudian hari.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 28 Juni 2025 – Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial, Ormas DPC Squad Nusantara Srikandi melaksanakan kegiatan santunan kepada keluarga almarhum Bapak Karwito, ayahanda dari Wely, yang merupakan bagian dari media Squad Nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 28 Juni 2025 di kediaman almarhum yang berlokasi di Saripan RT 04 RW 06, Jepara. Acara santunan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Srikandi Squad Nusantara, di antaranya Ketua Srikandi Ibu Riana, Wakil Ketua Ibu Anni, Bendahara Ibu Dian, Wakil Ketua Harian 2 Bapak Sugeng, serta para anggota Srikandi Squad Nusantara lainnya. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata rasa empati dan kekeluargaan yang terjalin erat di dalam tubuh organisasi Squad Nusantara. Dalam sambutannya, Ibu Riana menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari komitmen Srikandi Squad Nusantara dalam membangun rasa kebersamaan dan kepedulian sosial, khususnya kepada keluarga besar Squad Nusantara yang sedang mengalami musibah. “Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan moral dan membantu meringankan beban keluarga almarhum. Kami ingin menunjukkan bahwa Squad Nusantara bukan hanya sebuah organisasi, melainkan sebuah keluarga besar yang saling menguatkan dalam suka maupun duka,” ungkap Ibu Riana. Melalui kegiatan ini, Srikandi Squad Nusantara berharap tali silaturahmi dan rasa persaudaraan antar anggota semakin erat, serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 28 Juni 2025 – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Jepara kembali menunjukkan kreativitasnya melalui produksi kerupuk pisang yang kini menjadi produk unggulan dan mulai menarik perhatian masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang bertujuan membekali WBP dengan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyampaikan bahwa kegiatan produksi kerupuk pisang ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang dirancang untuk mempersiapkan WBP agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para WBP dapat memperoleh keahlian yang bermanfaat, memiliki jiwa wirausaha, dan mampu membangun masa depan yang lebih baik setelah bebas,” ujar Renza. Dengan bimbingan intensif dari petugas Rutan Jepara, para WBP tidak hanya memproduksi kerupuk pisang yang lezat, tetapi juga belajar tentang manajemen produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran. Hasil produksi mereka kini mulai dikenal dan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Selain meningkatkan keterampilan, program ini juga menjadi sarana untuk membentuk karakter WBP agar lebih disiplin, tekun, dan mampu bekerja sama dalam tim. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan harapan baru dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif. Rutan Jepara terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan yang bermanfaat, agar para WBP dapat lebih mudah beradaptasi ketika kembali ke tengah masyarakat dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan sekitarnya.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Squad Nusantara PAC Tahunan sukses melaksanakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAM) pada Jumat, 27 Juni 2025, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H. Kegiatan ini berlangsung di rumah pendopo Desa Langon dan menjadi forum penting untuk menyusun rencana kerja serta memperkuat struktur organisasi. RAKERCAM ini dibuka secara resmi oleh perwakilan DPC Kabupaten Jepara, yaitu Bapak Sholeh yang menjabat sebagai Kepala Bidang Perekonomian. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa RAKERCAM adalah kesempatan berharga bagi seluruh kader untuk menghimpun ide, menyatukan visi dan misi, serta memperkuat peran organisasi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat. Pemateri yang Menginspirasi Kegiatan ini diisi dengan pembekalan dari narasumber yang ahli di bidangnya: H. M. Habli Mubarok, S.Pt. Menyampaikan materi tentang kepemimpinan dan kewirausahaan, yang diharapkan mampu mendorong anggota menjadi pribadi yang berjiwa pemimpin dan mandiri secara ekonomi. Luluk Bahiroh DPA Kabupaten Jepara yang mengupas pentingnya pemberdayaan perempuan dalam organisasi dan masyarakat. H. Najib Hakim senior Kabupaten Jepara dari DEPAG, yang memberikan pemahaman tentang peran keadilan dan etika dalam berorganisasi. Susunan Pimpinan Sidang Ketua Sidang: H. Purwanto Wakil Ketua: Didik Ahmadi Sekretaris: Akhmad Siswanto Pembagian Komisi Untuk mempermudah pembahasan, RAKERCAM dibagi menjadi dua komisi: Komisi A: Fokus pada kaderisasi, keanggotaan, kehumasan, bela negara, pemuda dan olahraga, serta bidang perekonomian. Komisi B: Membahas bidang sosial, agama, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan perempuan. Hasil dan Kesepakatan Melalui RAKERCAM ini, telah disepakati beberapa poin penting sebagai langkah strategis untuk menghidupkan organisasi dan memberikan manfaat, tidak hanya bagi anggota tetapi juga untuk masyarakat secara luas. RAKERCAM menjadi ajang konsolidasi dan pembekalan yang penting, serta diharapkan mampu memperkuat sinergi antar anggota, membangun semangat kebersamaan, dan menciptakan program kerja yang berdampak positif.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan sektor kelautan. Salah satu langkah konkret diwujudkan dalam kegiatan Panen Raya Rumput Laut yang digelar di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, pada Kamis (26/6/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan harapannya agar panen tahun ini membawa manfaat besar dan menjadi titik awal penguatan ekonomi pesisir. “Hari ini bertepatan dengan tahun baru 1447 Hijriyah. Saya berharap panen tahun depan lebih melimpah, lebih berkah, dan diridhoi Allah SWT,” kata Bupati Witiarso. Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung sepenuhnya kebutuhan para petani rumput laut, tidak hanya di Desa Bondo, tetapi juga di seluruh wilayah pesisir Kabupaten Jepara. “Kami akan terus mendorong dan memenuhi kebutuhan para petani rumput laut. Pemerintah siap membantu agar kesejahteraan masyarakat pesisir terus berkembang,” tegasnya. Dukungan Penuh DPRD Jepara Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah yang memprioritaskan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), kami dari DPRD Jepara siap mendukung langkah Bupati untuk mewujudkan Jepara MULUS,” ujar Agus Sutisna. Ia menambahkan bahwa DPRD akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang menyeluruh, baik di sektor ekonomi, infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Harapan Ekonomi Pesisir Tumbuh Berkelanjutan Kegiatan panen raya ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi lokal sebagai sumber ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Jepara optimis bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan penguatan sektor kelautan, diharapkan pendapatan para petani rumput laut meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir Jepara dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara

JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Pati – Suasana sore di kawasan dermaga Pabrik Es PT. Nelayan Mina Lestari, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati mendadak dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia dalam keadaan tidak bernyawa. Korban diketahui bernama Yatin bin M. Senok (74), warga Desa Karang, Juwana, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga kapal. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mesin KM. Berkah Lumintu GT. 99 pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh Parmono bin Parto Paimin (52), seorang nelayan asal Desa Trimulyo, yang sebelumnya sempat bertemu korban pada pagi harinya di sebuah warung milik Mbah Nah dekat lokasi kejadian. Menurut Parmono, korban biasanya selalu kembali ke warung tersebut untuk beristirahat dan menjalankan ibadah salat Asar. Namun pada sore hari, korban tidak tampak seperti biasanya. “Saya sudah curiga karena Pak Yatin tidak kelihatan sore itu. Biasanya beliau pasti datang untuk salat dan minum kopi. Setelah dicari-cari, ternyata beliau ditemukan sudah tergeletak di kamar mesin kapal,” tutur Parmono. Saksi lainnya, Suki bin Suripto (46), juga nelayan asal Bajomulyo, ikut serta dalam pencarian dan menjadi orang kedua yang menyaksikan langsung kondisi korban. Bersama Parmono, ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor Sat Polairud Polresta Pati. Mendapat laporan, personel Sat Polairud Polresta Pati langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Langkah awal yang dilakukan antara lain mengamankan lokasi, melakukan pengecekan awal terhadap kondisi korban, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Satreskrim Polresta Pati dan tenaga medis dari Puskesmas Juwana untuk proses identifikasi dan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Kapolresta Pati melalui Kasat Polairud Kompol Hendrik Irawan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian ini dan menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur secara menyeluruh. “Begitu kami menerima laporan, kami langsung lakukan evakuasi dan identifikasi bersama tim medis. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik. Luka-luka yang ada pada tubuh korban kemungkinan besar diakibatkan oleh benturan saat terjatuh dari dek kapal ke ruang mesin yang dalamnya sekitar 3 hingga 4 meter,” jelas Kompol Hendrik. Dalam pemeriksaan medis, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka robek di tulang kering kaki kanan, patah tulang di lengan kanan bawah, luka lebam di mata kanan, serta luka di dahi dan hidung. Namun, berdasarkan kesimpulan tim medis, luka tersebut bukan disebabkan oleh tindakan kekerasan melainkan akibat kecelakaan tunggal akibat jatuh. Petugas juga menemukan barang-barang pribadi korban di saku celananya, seperti handphone, uang tunai pecahan berbagai nominal, dan permen Kopiko. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka setelah dilakukan pemeriksaan luar dan diserahkan kepada pihak keluarga. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi melalui surat pernyataan resmi. Kompol Hendrik menambahkan, kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, memverifikasi kronologi terakhir keberadaan korban, serta mengamankan area kapal untuk memastikan tidak terjadi tindak pidana. “Kami mengimbau kepada para pemilik kapal dan pengelola pelabuhan untuk lebih peduli terhadap keselamatan dan kesehatan pekerjanya. Terutama bagi mereka yang bertugas di area berisiko tinggi seperti kamar mesin,” imbuhnya. Sebagai bagian dari upaya preventif, Sat Polairud Polresta Pati juga terus menjalankan program Si Pola Cekal (Polisi Polairud Cegah Kebakaran dan Kecelakaan Kapal). Program ini mencakup edukasi, pengecekan keselamatan kapal, hingga penanganan darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di sektor kelautan. : (Kasnadi) Sumber:Humas Polresta Pati