JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –24-Maret-2025 Pemerintah Kabupaten Jepara mencatat berbagai pencapaian positif dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024. Infrastruktur menjadi salah satu sektor unggulan dengan tingkat kemantapan jalan mencapai 88,18 persen, serta kawasan pemukiman rawan banjir yang telah sepenuhnya terlindungi oleh infrastruktur pengendalian banjir. Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menyampaikan laporan tersebut dalam Rapat Paripurna di Graha Paripurna DPRD Jepara pada Senin (24/3/2025). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan DPRD telah mengantarkan Jepara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-14 kalinya secara berturut-turut. Kemajuan Infrastruktur dan Pengendalian Banjir Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Jepara sepanjang tahun 2024. Berdasarkan laporan, terdapat 753,109 kilometer jalan dalam kondisi mantap, setara dengan 88,18 persen dari total panjang jalan di wilayah Jepara yang mencapai 854,027 kilometer. Selain itu, seluruh kawasan pemukiman rawan banjir seluas 10.677,12 hektare telah mendapatkan perlindungan dari infrastruktur pengendalian banjir. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Selain infrastruktur, capaian positif juga terlihat dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang naik menjadi 74,32 pada tahun 2024, meningkat 0,47 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif ini juga tercermin dari penurunan angka kemiskinan dari 6,61 persen menjadi 6,09 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka mengalami sedikit penurunan dari 3,35 persen menjadi 3,34 persen. Kemajuan di Sektor Pendidikan dan Kesehatan Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jepara berhasil meningkatkan angka partisipasi pendidikan. Partisipasi warga usia 7-12 tahun dalam pendidikan dasar telah mencapai 100 persen. Sementara itu, angka partisipasi pada jenjang pendidikan menengah pertama mencapai 92,14 persen, dan pendidikan kesetaraan sebesar 90,61 persen. Sektor kesehatan juga mencatat kemajuan yang signifikan. Seluruh rumah sakit rujukan tingkat kabupaten telah terakreditasi 100 persen. Rasio daya tampung rumah sakit terhadap jumlah penduduk mencapai 0,987 persen, dengan total kapasitas 12.671 tempat tidur untuk melayani 1.283.687 jiwa penduduk. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Dalam aspek ketenteraman dan ketertiban umum, sepanjang tahun 2024 terdapat enam pengaduan pelanggaran yang semuanya berhasil diselesaikan. Penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) juga mencapai 100 persen. Selain itu, layanan informasi rawan bencana berhasil menjangkau 95.919 jiwa, sementara penyelamatan dan evakuasi korban bencana mencakup 17.565 warga. Keberhasilan Pengelolaan Keuangan Daerah Dari sisi keuangan, Kabupaten Jepara mencatat pendapatan daerah sebesar Rp2,54 triliun atau 102,33 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, belanja daerah terealisasi sebesar 95,48 persen, menyisakan Sisa Lebih Anggaran (Silpa) sebesar Rp173,97 miliar. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan optimisme terhadap kepemimpinan Bupati Witiarso Utomo. Ia juga menambahkan bahwa pembahasan LKPJ akan dilakukan oleh komisi-komisi DPRD pada 25-26 Maret 2025 untuk memastikan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Kami optimis bahwa Bupati Jepara memiliki strategi yang tepat untuk membawa daerah ini semakin maju ke depannya,” ujar Agus Sutisna. Dengan berbagai pencapaian ini, Kabupaten Jepara menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pembangunan daerah. Ke depan, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan bagi seluruh warga Jepara.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-Kasus.com Menjelang Idul Fitri 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menggelar program mudik gratis bagi perantau asal Jepara yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengurangi biaya transportasi sekaligus memperlancar arus mudik dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya. Total 11 Bus Disiapkan Menurut Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Ferry Yudha Adhi Dharma Rahardjo, program mudik gratis ini dikoordinasikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan rutin diselenggarakan setiap tahun menjelang Lebaran. Tahun ini, Pemkab Jepara menyediakan dua bus yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dengan anggaran sekitar Rp 24 juta. Selain dua bus dari Pemkab Jepara, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah juga menyediakan satu bus. Dukungan lainnya datang dari PT Jasa Raharja yang menyediakan satu bus dan Kementerian Perhubungan yang menyiapkan tujuh bus. Dengan demikian, total ada 11 bus yang akan mengangkut pemudik menuju Jepara. Jadwal dan Lokasi Keberangkatan Mudik gratis ini dijadwalkan berangkat pada Rabu, 26 Maret 2025, dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Acara pelepasan secara resmi akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Lutfi pada pukul 10.00 WIB. Sementara itu, bus yang disediakan oleh Kementerian Perhubungan akan diberangkatkan pada tanggal 27 dan 28 Maret 2025 melalui terminal yang telah ditentukan. Koordinasi teknis untuk keberangkatan bus-bus ini akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara. Sesampainya di Jepara, dua bus yang disediakan oleh Pemkab Jepara akan berhenti di dua lokasi, yaitu Terminal Jepara dan Terminal Bangsri. Prioritas untuk Kelas Menengah ke Bawah Program ini diprioritaskan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, seperti asisten rumah tangga, pengemudi ojek online, dan buruh pabrik. Namun, Pemkab Jepara tidak memberikan batasan spesifik bagi peserta. Semua warga Jepara yang ingin memanfaatkan program ini dapat mendaftar selama kuota masih tersedia. “Pendaftaran telah dibuka sejak satu bulan lalu, dan kami tidak membatasi secara khusus siapa saja yang boleh ikut, selama kuotanya masih ada,” ujar Ferry. Bentuk Kepedulian bagi Perantau Program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian Bupati Jepara H. Witiarso Utomo terhadap warga Jepara yang bekerja atau merantau di Jakarta dan sekitarnya. Diharapkan, program ini bisa membantu para pemudik agar bisa kembali ke kampung halaman dengan nyaman, aman, dan tanpa biaya. Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai mudik gratis ini, dapat menghubungi Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah melalui nomor telepon 021-7395238 atau WhatsApp di 0813-1871-2523. Dengan adanya program ini, diharapkan perjalanan mudik menjadi lebih lancar dan aman, serta memberikan kebahagiaan bagi para perantau yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan dengan mengeluarkan Surat Edaran Ketua KPK Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya. Dalam edaran tersebut, KPK mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyelenggara Negara (PN) untuk menolak segala bentuk gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, terutama dalam momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446H. Larangan Penerimaan Gratifikasi KPK menekankan bahwa permintaan dana, hadiah, atau tunjangan hari raya (THR) dalam bentuk apapun, baik secara individu maupun atas nama institusi, dari masyarakat, perusahaan, atau sesama ASN/PN adalah tindakan yang dilarang. Praktik ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan bertentangan dengan peraturan serta kode etik, bahkan dapat berujung pada tindak pidana korupsi. Lebih lanjut, KPK juga mengimbau agar pimpinan kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/PD) serta BUMN/BUMD melarang penggunaan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh digunakan untuk keperluan kedinasan, bukan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam perayaan hari besar keagamaan. Tanggung Jawab Perusahaan dan Masyarakat Selain mengingatkan ASN dan PN, KPK juga meminta pimpinan perusahaan, asosiasi, serta masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan korupsi dengan tidak memberikan atau menerima gratifikasi dalam bentuk apapun yang bisa dikategorikan sebagai suap atau uang pelicin. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan budaya kerja yang bersih dan transparan di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Mekanisme Pelaporan Gratifikasi Jika dalam kondisi tertentu ASN atau PN tidak dapat menolak gratifikasi, maka mereka wajib melaporkannya kepada KPK dalam waktu maksimal 30 hari kerja setelah penerimaan. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi Gratifikasi Online (GOL) yang dapat diakses di https://gol.kpk.go.id, atau melalui email pelaporan.gratifikasi@kpk.go.id. Selain itu, masyarakat dan ASN juga dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengendalian gratifikasi dan pencegahan korupsi melalui platform https://jaga.id, layanan konsultasi via WhatsApp +6281145575, atau menghubungi Call Centre KPK di nomor 198. Mewujudkan Budaya Antikorupsi Dengan adanya edaran ini, KPK berharap semua pihak, terutama ASN dan PN, dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menolak gratifikasi dan menerapkan budaya antikorupsi dalam setiap aspek kehidupan. Transparansi dan integritas harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara, sehingga dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dalam pengawasan, sehingga praktik gratifikasi dan suap tidak lagi menjadi bagian dari budaya birokrasi di Indonesia. Dengan kerja sama semua pihak, upaya pemberantasan korupsi dapat semakin efektif dan berdampak positif bagi kemajuan bangsa.(Wely-jateng) Sumber:www.kpk.go.id(15/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara Sekelompok pemuda di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), berhasil dibubarkan aparat kepolisian lantaran nekat pesta minuman keras (miras) ketika bulan suci Ramadan pada Sabtu (22/3/2025) malam. Pembubaran tersebut terjadi setelah Tim Presisi Siraju Polres Jepara menerima laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju (08112894040) dan Call Center 110 Polri. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pembubaran dilakukan Tim Patroli Polres Jepara terkait adanya aduan dari masyarakat bahwa di sekitar jembatan cinta dan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara sering terjadi kegiatan pesta miras. Pesta Miras yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini menjadi sorotan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar maupun melalui Layanan Aduan Polres Jepara yakni WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri. “Setelah tiba di lokasi, Tim Siraju langsung melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan minum-minuman keras itu,” ujarnya. Di dua lokasi tersebut, polisi pun menyita tiga botol Miras berbagai merk. “Sekelompok pemuda yang terlibat dalam pesta miras ini langsung kami didata identitas diri dan diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” sambung Kasihumas. “Pesta miras yang dilakukan sekelompok pemuda ini sangat mengganggu kenyamanan warga. Ini yang dikeluhkan warga. Bisa jadi terjadi keributan atau perkelahian yang dipicu miras, terlebih saat ini memasuki bulan suci ramadan,” papar dia. AKP Dwi pun mengapresiasi respons cepat dari Tim Patroli Siraju Polres Jepara dalam menindaklanjuti aduan dari warga. “Hal ini sebagai langkah antisipasi bertujuan untuk menciptakan situasi kondusif dan meminimalisir tindak kriminal, dimana perbuatan tindak pidana yang biasanya terjadi berawal dari minuman keras yang dikonsumsi pelaku,” tambahnya. Untuk itu, Kasihumas mengimbau pada warga untuk tidak melakukan aktifitas yang dapat mengganggu kamtibmas diwilayah hukum Polres Jepara seperti minum-minuman keras. “Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan di wilayah Kabupaten Jepara untuk mencegah terulangnya kegiatan negatif seperti ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kegiatan yang mencurigakan atau melanggar hukum,” jelasnya. AKP Dwi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar demi terciptanya suasana yang aman dan nyaman ditengah-tengah masyarakat, terlebih saat ini bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M. Selain membubarkan pesta miras, tim Patroli Siraju ini juga berhasil membubarkan sekelompok anak muda pengguna roda dua yang melakukan aksi konvoi dan blayer-blayer motor dikawasan Jalan Pemuda Jepara. Hal itu, berawal dari laporan masyarakat melalui WhatsApp Siraju dinomer 08112894040 dan panggilan telepon darurat Call Center 110 Polri yang menyebutkan kehadiran mereka dinilai meresahkan hingga mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat di sekitar lokasi tersebut. “Oleh karena itu, Tim Patroli Siraju langsung turun untuk membubarkan kerumunan secara persuasif,” ucapnya. Para pemuda pun juga diberikan imbauan untuk membubarkan diri dengan kesadaran sendiri. Berkat pendekatan yang humanis, situasi dapat dikendalikan, dan para pemuda meninggalkan lokasi tanpa insiden. Kegiatan berlangsung kondusif dan mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Selain itu, Tim Patroli Siraju jugamelakukan kegiatan patroli antisipasi aksi balap liar di wilayah SPBU Kalitekuk Tahunan hingga jalan raya Rengging-Pecangaan, hal ini untuk memastikan situasi lingkungan masyarakat tetap kondusif.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Karimunjawa memiliki potensi besar dalam sektor budi daya rumput laut. Selain menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat pesisir, sektor ini juga berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis maritim. Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen untuk mendukung pengembangan budi daya rumput laut agar lebih produktif dan berkelanjutan. Dukungan Penuh dari Pemerintah Kabupaten Jepara Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budi daya rumput laut di Karimunjawa. Saat berdiskusi dengan para pembudidaya di Dukuh Mrican, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, pada Sabtu (22/3/2025), ia menargetkan peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin program rumput laut di Karimunjawa ini dan di Jepara wajib hukumnya sukses berkelanjutan,” ujar Bupati, yang akrab disapa Mas Wiwit. Menurut warga setempat, budi daya rumput laut di Karimunjawa telah berlangsung selama 25 tahun. Melihat potensi besar ini, pemerintah berencana memberikan bantuan berupa bibit dan peralatan guna mengembangkan lahan seluas lebih dari 500 hektare. Mas Wiwit meminta pembudidaya mengajukan proposal agar bantuan dapat disalurkan secara merata. “Saya sudah berbincang dengan Pak Petinggi, kira-kira ada lebih dari 500 hektare yang bisa kita kelola untuk pengembangan budi daya rumput laut di Kemujan. Silakan ajukan proposalnya agar bantuan dapat disalurkan,” tambahnya. Potensi Budi Daya Rajungan dan Solusi Kendala Pembudidaya Selain rumput laut, pemerintah juga melihat potensi budi daya rajungan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Pemkab Jepara berencana memberikan bantuan berupa kompartemen budi daya rajungan dengan kajian bahan yang lebih ramah lingkungan. Namun, tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya adalah faktor cuaca dan hama. Untuk mengatasi kendala ini, Mas Wiwit mengusulkan agar pembudidaya belajar dari daerah lain yang lebih maju dalam sektor ini, seperti Wakatobi. “Jika para petani rumput laut ingin belajar ke Wakatobi, kami siap memfasilitasi. Dengan begitu, sebelum investasi dari Pemerintah Pusat datang, kita sudah memiliki pengalaman, termasuk dalam pengendalian hama,” jelasnya. Integrasi dengan Wisata Edukasi Selain meningkatkan produksi, pengembangan industri berbasis rumput laut juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin menjadikan budi daya rumput laut sebagai daya tarik wisata edukasi, di mana wisatawan dapat melihat langsung proses pembudidayaan, panen, hingga pengolahan rumput laut. “Saya ingin nanti wisatawan yang datang ke sini tidak hanya menikmati pantai, tapi juga bisa melihat langsung proses budi daya, pemanenan, hingga pengolahan rumput laut. Dengan begitu, sektor wisata dan perikanan bisa saling mendukung,” kata Mas Wiwit. Dengan konsep ini, diharapkan ada peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat serta menarik lebih banyak wisatawan ke Karimunjawa. Target Kontribusi untuk Produksi Nasional Mas Wiwit menegaskan bahwa program ini harus berkelanjutan dan bukan sekadar seremoni. Pemerintah daerah menargetkan kontribusi 10 persen dari total 10 ribu hektare yang dicanangkan secara nasional. “Kemarin saya menjanjikan akan mengecek berapa hektare yang siap dikelola. Pemerintah Pusat mencanangkan 10 ribu hektare, kalau saya bisa mencapai seribu, itu berarti 10 persen dari target nasional. Harapannya, Jepara bisa menjadi penyumbang utama komoditas rumput laut,” tegasnya. Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Mereka mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan kementerian serta membuka peluang pasar yang lebih luas. “Terima kasih sudah menjembatani ikhtiar kami agar sukses. Dengan adanya dukungan ini, kami optimis bisa meningkatkan produksi dan kesejahteraan,” ujar salah satu pembudidaya.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng) JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kunir, Dukuh Jehan RT 01 RW 04, Kecamatan Keling, mengakibatkan tanah longsor yang menutup akses jalan utama. Material berupa lumpur, tanah, dan batu membuat jalan tidak bisa dilewati oleh warga sekitar. Menanggapi kejadian ini, Squad Nusantara PAC Keling dengan sigap turun tangan untuk melakukan kerja bakti membersihkan material longsoran. Dipimpin oleh Bendahara DPC dan Wakorcam Keling, yaitu Bapak Sunajil dan Bapak Topan, tim bersama warga setempat bekerja sama untuk menyingkirkan lumpur dan bebatuan yang menghalangi jalan. Menurut salah satu anggota Squad Nusantara, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat agar akses jalan bisa kembali digunakan. “Kami berusaha secepat mungkin membersihkan jalan supaya aktivitas warga tidak terganggu. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami,” ujarnya. Selain anggota Squad Nusantara, warga sekitar juga turut serta dalam kegiatan gotong royong ini. Dengan alat seadanya, mereka bahu-membahu mengangkut tanah dan batu yang menutupi jalan. Berkat kerja sama yang solid, jalur yang sempat tertutup akhirnya bisa kembali digunakan. Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi. Diharapkan juga adanya tindakan lanjutan dari pemerintah setempat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, seperti pemasangan talud atau sistem drainase yang lebih baik. Aksi cepat tanggap seperti ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di tengah masyarakat. Salut untuk Squad Nusantara PAC Keling dan semua pihak yang terlibat dalam kerja bakti ini!(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 23 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis Aji sejak pukul 15.00 hingga 17.30 WIB mengakibatkan tanah longsor di Desa Gronggong, Desa Tanjung. Longsor tersebut menimpa rumah salah satu warga, Bapak Agus, yang tinggal di RT 30/04. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara bersama anggota dan didampingi PAC Pakis Aji segera bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPC Srikandi Squad Nusantara, Bapak Eko Basuki, Ketua Harian Bapak Wawan, serta anggota lainnya, termasuk Bapak Sugeng, Bapak Inggi Tanjung, dan Bapak Harianto. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Inggi menyampaikan apresiasi terhadap gerak cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara. Ia berharap sinergi antara anggota PAC Pakis Aji dengan masyarakat di Desa Tanjung bisa semakin erat, sehingga ke depan dapat lebih cepat dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi darurat. “Kami sangat bangga dengan inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara. Semoga para anggota di PAC Pakis Aji semakin aktif bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial di Desa Tanjung,” ungkap Bapak Inggi. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan longsor. Dukungan dan kerja sama antara berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membantu warga yang terdampak serta memperkuat solidaritas dalam menghadapi situasi sulit. Srikandi Squad Nusantara DPC Jepara terus mengajak seluruh masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan selalu siap siaga dalam menghadapi bencana. Semoga kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara:23-Maret-2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Senggrong, Kecamatan Pakis Aji, mengakibatkan tanah longsor yang menimpa rumah salah satu warga. Kejadian yang terjadi pada Minggu sore, pukul 17.00 WIB, mengakibatkan kerusakan di rumah milik Bapak Agus yang berlokasi di RT 29/04, Dukuh Gronggong, Desa Tanjung. Longsor terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta posisi rumah yang berada di bawah tebing. Material tanah yang longsor menyebabkan kerusakan pada bagian rumah, meski beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mendengar kabar tersebut, Srikandi Squad Nusantara segera turun ke lokasi untuk meninjau kondisi korban dan memberikan bantuan darurat. Kehadiran tim ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam. Selain memberikan bantuan, tim juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan warga sekitar serta mencegah longsor susulan Upaya Tanggap Darurat dan Imbauan Tim relawan dan warga sekitar bekerja sama untuk membersihkan puing-puing akibat longsor. Selain itu, pihak berwenang juga melakukan asesmen terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor lanjutan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor. Langkah-langkah pencegahan seperti menjaga kelestarian vegetasi di daerah perbukitan serta menghindari pembangunan rumah di lereng curam sangat disarankan guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Srikandi Squad Nusantara mengajak semua pihak untuk saling membantu dalam menghadapi bencana alam serta terus meningkatkan kesadaran akan mitigasi bencana demi keselamatan bersama.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, bersama Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, serta jajaran kepala daerah, melakukan tinjauan langsung terhadap kondisi infrastruktur di Karimunjawa pada Sabtu (22/3/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran aksesibilitas ke kawasan wisata Karimunjawa, yang semakin berkembang sebagai destinasi unggulan. Dalam tinjauan tersebut, Bupati Jepara menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa kondisi jalan di Karimunjawa dan akan segera melakukan perbaikan setelah Lebaran. “Kami akan melakukan penanganan melalui klinik jalan secara menyeluruh pada ruas jalan kabupaten di Karimunjawa sepanjang 25 kilometer, dengan menggunakan material yang lebih baik dan tahan lama,” ujar Bupati saat memeriksa kondisi jalan. Selain penambalan jalan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan proposal pengajuan perbaikan infrastruktur kepada pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Jika disetujui, maka perbaikan ini akan dilanjutkan dengan pengaspalan total pada tahun 2026. Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, memberikan dukungan penuh terhadap upaya tersebut. “Kami akan mendukung langkah-langkah Bupati dalam menyelesaikan masalah infrastruktur di Karimunjawa. Tanpa infrastruktur yang baik, pengoptimalan sektor wisata akan sulit tercapai,” kata Agus Sutisna. Komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di Karimunjawa diharapkan dapat memperlancar akses wisatawan dan masyarakat setempat. Dengan akses jalan yang lebih baik, potensi wisata Karimunjawa dapat berkembang secara maksimal, memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus berupaya mengembangkan sektor pariwisata dengan berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan fasilitas pendukung dan promosi wisata yang lebih luas. Dengan adanya perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan, Karimunjawa semakin siap menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 22 Maret 2025 – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Papasan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, menyebabkan terjadinya tanah longsor pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 17.15 WIB. Longsoran tanah dari tebing setinggi 7 meter mengakibatkan tembok rumah milik Ibu Suni (55 tahun) jebol. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian materil yang diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-. Kepala Desa papasan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan whatsap Sabtu(22/03/2025)Menyampekan Menurut kesaksian warga sekitar, Suluri (44 tahun) dan Sholeh (33 tahun) yang tinggal di RT 02 RW 01, kejadian ini berlangsung tiba-tiba. Saat itu, Suluri mendengar suara gemuruh dari arah rumah Ibu Suni. Merasa curiga, ia bersama Sholeh segera mengecek asal suara tersebut. Ketika mereka sampai di lokasi, tembok rumah Ibu Suni sudah dalam keadaan jebol akibat dorongan tanah longsoran. Diduga, kondisi tanah yang labil akibat curah hujan yang tinggi menjadi penyebab utama longsor tersebut.ujar kepala desa Kerugian dan Tindak Lanjut Kerugian yang dialami oleh Ibu Suni diperkirakan mencapai Rp. 8.500.000,-, mencakup kerusakan tembok rumah dan perabotan yang terkena dampak longsor. Warga setempat bersama pihak terkait segera melakukan pembersihan dan gotong royong untuk membantu korban membersihkan puing-puing. Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan bantuan serta solusi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di daerah yang rawan longsor. Masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan dengan curah hujan tinggi. Kesimpulan Bencana tanah longsor di Desa Papasan, Bangsri, Jepara menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah berbukit untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Tindakan pencegahan, seperti memperkuat struktur tanah dan membangun sistem drainase yang baik, menjadi langkah penting guna menghindari kejadian serupa di masa depan. Semoga korban dapat segera mendapatkan bantuan, dan pemerintah setempat dapat mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi bencana serupa.(Wely-jateng)