JATENG – Bidik-kasusnews.com | Bupati Pati, Sudewo, memimpin rapat intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 bersama para camat dan anggota PASOPATI di Kantor Bupati Pati pada Minggu (18/5/2025). Dalam rapat tersebut, disepakati penyesuaian tarif PBB-P2 sebesar ±250%, mengingat tarif sebelumnya belum mengalami kenaikan selama 14 tahun. Bupati Pati menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah guna mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. “Kami saat ini sedang berkoordinasi dengan para camat dan PASOPATI untuk membicarakan soal penyesuaian Pajak Bumi Bangunan (PBB). Telah disepakati bersama bahwa kesepakatannya itu sebesar ±250% karena PBB sudah lama tidak dinaikkan, 14 tahun tidak naik,” ujar Sudewo. Ia juga menyoroti bahwa penerimaan PBB Kabupaten Pati saat ini hanya sebesar Rp 29 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Jepara yang mencapai Rp75 miliar, Kabupaten Rembang dan Kudus masing-masing Rp 50 miliar, padahal secara geografis dan potensi, Kabupaten Pati lebih besar dari ketiga kabupaten tersebut. “PBB Kabupaten Pati hanya sebesar 29 Miliar, di Kabupaten Jepara 75 miliar. Padahal, Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Jepara. Kabupaten Rembang itu 50 miliar, padahal Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Rembang. Kabupaten Kudus 50 miliar, padahal Kabupaten Pati lebih besar daripada Kabupaten Kudus,” tambahnya. Penyesuaian tarif PBB-P2 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, serta sektor pertanian dan perikanan yang membutuhkan dana besar. “Beban kami pembangunan infrastruktur jalan, pembenahan RSUD RAA Soewondo, pertanian, perikanan, semuanya membutuhkan anggaran yang sangat tinggi. Alhamdulillah, para camat dan kepala desa sepakat untuk melaksanakan ini,” kata Sudewo. Bupati Pati juga meminta dukungan dari seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Pati atas kebijakan ini, yang semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pembangunan daerah, bukan untuk kepentingan pribadi. “Mohon dukungan seluruh pihak dan masyarakat Kabupaten Pati, ini adalah upaya untuk meningkatkan pembangunan, tidak untuk pribadi saya,” ujarnya. Dengan penyesuaian ini, Pemerintah Kabupaten Pati berharap dapat meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan, sehingga berbagai program pembangunan dapat terlaksana dengan lebih optimal demi kesejahteraan masyarakat. (Kasnadi)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 18 Mei 2025 – Organisasi Masyarakat (Ormas) Squad Nusantara Kabupaten Jepara menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan menyalurkan bantuan kepada dua warga yang sedang mengalami kondisi kesehatan serius akibat stroke. Kedua penerima bantuan tersebut adalah Ibu Sutipah dan Bapak Rukan, warga RT 03 RW 01, Desa Mambak Gesing, Kecamatan Pakis Aji. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Mei 2025, dengan dihadiri oleh sejumlah pengurus Ormas Squad Nusantara, termasuk Kepala Bidang Sosial dan Wakil Kepala Bidang Sosial, Bapak Wahyudi dan Ibu Dian. Turut hadir pula Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang secara langsung memberikan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Squad Nusantara yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi sakit atau memerlukan uluran tangan. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan pokok, tetapi juga semangat dan perhatian yang tulus dari para relawan. “Ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap warga yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga serta menjadi penyemangat dalam proses pemulihan,” ujar Bapak Wahyudi dalam sambutannya. Ibu Riana Shofa juga menambahkan bahwa peran perempuan dalam kegiatan sosial sangat penting. “Kami dari Srikandi Squad Nusantara akan terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Semoga semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” ujarnya. Dengan adanya kegiatan ini, Squad Nusantara Kabupaten Jepara berharap dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya untuk terus berbagi dan peduli terhadap sesama.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-Kasusnews.com Jepara –18-mei-2025, Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Ormas Squad Nusantara Kabupaten Jepara melalui kegiatan sosial penyaluran bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi di RT 01 RW 05, Desa Kancilan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan semangat solidaritas, dengan dihadiri langsung oleh Kabid Sosial dan Wakadid Sosial, Ibu Dian dan Bapak Wahyudi. Mereka turut menyampaikan empati dan dukungan kepada korban yang terdampak musibah kebakaran. Hadir pula Ketua Srikandi Squad Nusantara, Ibu Riana Shofa, yang memimpin jalannya penyaluran bantuan bersama para ketua PAC dari berbagai kecamatan seperti Bangsri, Mlonggo, Pakis Aji, dan Donorojo. Tidak ketinggalan, Humas Pemuda dan Olahraga – Bapak Gayor, Sulistiyo, Santo, dan Iswanto – ikut serta dalam mendampingi kegiatan ini. Keluarga besar PAC Kembang beserta para anggota Srikandi juga tampak aktif memberikan dukungan moril dan materiil. Bantuan yang disalurkan kepada korban berupa paket sembako dan sejumlah uang tunai, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas dari seluruh jajaran Ormas Squad Nusantara. “Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tapi sebagai keluarga besar yang siap membantu saudara-saudara kami yang sedang mengalami musibah,” ujar salah satu perwakilan PAC dalam kegiatan tersebut. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban korban kebakaran dan mempererat hubungan antaranggota serta masyarakat luas. Ormas Squad Nusantara terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata dan kegiatan positif.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Polrestabes Semarang melakukan inspeksi dan patroli di Terminal Penggaron, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, pada Minggu (18/5/2025) dini hari. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Operasi Aman Candi 2025 untuk mengantisipasi aksi premanisme dan kejahatan jalanan seperti 3C (curat, curas, dan curanmor). Dalam inspeksi tersebut, polisi menemukan dua orang yang melakukan pungutan liar terhadap para pengunjung karaoke di Terminal Penggaron. Kedua orang tersebut berinisial HS (30) dan HP (36), yang bekerja sebagai juru parkir. Mereka melakukan pungutan terhadap pengunjung karaoke sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil dari pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 69.000. Polisi melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap kedua orang tersebut, serta memberikan pembinaan untuk tidak melakukan pungutan liar lagi. Selain inspeksi, polisi juga melakukan patroli perintis presisi di sepanjang Jl. Penggaron Semarang Tengah untuk mengantisipasi aksi premanisme dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kegiatan patroli ini dipimpin oleh Kanit Turjawali AKP I Nengah Suamba, SE, dengan melibatkan 30 personel. Polisi akan terus melakukan patroli dan inspeksi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Semarang.(Wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG:Bidik-kasusnews.com JEPARA:Mayong, 16 Mei 2025 – Wujud solidaritas dan rasa kekeluargaan kembali ditunjukkan oleh PAC Squad Nusantara Mayong dalam kegiatan sosial yang berlangsung hari ini, Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini berupa kunjungan ke rumah sakit untuk menjenguk istri dari salah satu anggota, Mas M. Ababil, yang merupakan Sekretaris PAC Squad Nusantara Mayong. Istri beliau, Rena Pancarena, yang berasal dari Desa Pelang RT 01/RW 02, Mayong, Jepara, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Mayong. Kabar mengenai kondisi kesehatan Mbak Rena langsung ditindaklanjuti oleh jajaran pengurus dan anggota PAC Mayong sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral terhadap keluarga yang sedang diuji. Ketua PAC Mayong memimpin langsung rombongan kunjungan ini bersama sejumlah anggota. Dalam suasana yang penuh empati dan haru, mereka memberikan santunan kepada Mbak Rena sebagai bentuk dukungan moril dan materiil. Santunan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban yang tengah dihadapi oleh keluarga Mas M. Ababil. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap keluarga besar PAC Squad Nusantara. Kami ingin menunjukkan bahwa dalam suka maupun duka, kami selalu hadir dan saling menguatkan,” ujar Ketua PAC Mayong dalam kesempatan tersebut. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa PAC Squad Nusantara tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga hadir secara langsung di tengah anggotanya yang membutuhkan. Semangat kebersamaan dan solidaritas menjadi nilai utama yang terus dijaga oleh seluruh anggota. Doa pun dipanjatkan bersama agar Mbak Rena segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Masyarakat Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, diimbau untuk tidak takut dan ragu untuk melaporkan apabila melihat atau mengalami tindak premanisme. Pelaporan dapat dilakukan secara langsung ke kantor kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110 yang siap melayani 24 jam secara gratis atau WhatsApp Siraju di nomor 08112894040. Hal itu disampaikan langsung Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno saat menggelar kegiatan Jumat Curhat di Rumah Bpk wawan Desa Cepogo,barat RT:03 RW:09 Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, pada Jumat (16/15/2025). Selain Wakapolres, dalam kegiatan Jumat Curhat ini juga diikuti pejabat utama dan personel Polres Jepara, Forkopimcam Kembang, Petinggi Desa Cepogo beserta perangkat desa, Banser, Tomas, Toga, Toda hingga masyarakat desa setempat. Mengawali sambutannya, Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno mengatakan, bahwa Jumat Curhat merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memberikan wadah bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan masukan terkait berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polres Jepara dalam melayani dan menyerap aspirasi warga. “Jumat Curhat ini merupakan sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat, menyerap keluhan, saran dan masukan dari warga terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujar Kompol Edy Sutrisno. Tak hanya itu, Wakapolres Jepara juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberantas segala bentuk aksi premanisme untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, sejuk, dan kondusif. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak diam bila melihat tindakan premanisme. Segera laporkan ke Call Center 110 atau WhatsApp Siraju di nomor 08112894040. Layanan ini gratis dan tersedia 24 jam. Untuk identitas pelapor akan dirahasiakan,” ucapnya. Wakapolres Jepara juga menegaskan, premanisme merupakan tindak kejahatan yang meresahkan masyarakat dan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya juga terus melakukan berbagai kegiatan rutin yang ditingkatkan atau KRYD sebagai langkah preventif di seluruh wilayah hukum baik Polres Jepara maupun Polsek jajaran. “Personel kami rutin melaksanakan patroli, razia, dan sambang ke titik-titik rawan. Ini adalah upaya untuk mencegah aksi premanisme maupun gangguan kamtibmas lainnya,” tambahnya. Selain itu, kata Kompol Edy Sutrisno, pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam memberikan informasi sangat penting demi menciptakan lingkungan yang aman, sejuk, dan nyaman. Sementara itu, Petinggi Desa Cepogo Sunaryo yang turut hadir dalam kegiatan Jumat Curhat tersebut mengapresiasi Polres Jepara. Menurutnya, kegiatan Jumat Curhat itu sangat bermanfaat. “Kami berharap kegiatan ini terus ditingkatkan, karena sangat positif bagi masyarakat, terima kasih kepada Polres Jepara,” ucapnya. (Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng- Kota Semarang | Jajaran Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap kasus Premanisme yang berkedok sebagai wartawan. Empat orang pelaku berhasil diamankan usai memeras korban dengan mengaku sebagai jurnalis dari sejumlah media. Hal ini disampaikan Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio didampingi Kabid Humas Kombes Pol Artanto dalam sebuah Pers Conference ungkap kasus di Loby Mako Ditreskrimum Polda Jateng pada Jumat, (16/5/2025) siang. Dalam keterangannya Kombes Dwi Subagio mengungkapkan bahwa para pelaku terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, yakni HMG (perempuan) (33), AMS (26), KS (25), dan IH (30), seluruhnya berasal dari daerah Bekasi, Jawa Barat. “Rombongan ini berjumlah tujuh orang. Empat orang berhasil kita amankan, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran,” jelas Kombes Dwi Subagio Dari keterangan pelaku dan bukti percakapan di Handphone di ketahui ternyata para pelaku adalah kelompok dari suatu jaringan besar dengan modus serupa. Jaringan tersebut diduga memiliki 175 anggota aktif dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan karyawan swasta. “Wilayah operasi jaringan tersebut di seluruh pulau jawa mulai Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur,” lanjutnya. Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan yang didapat dari para pelaku, jaringan ini telah beroperasi sejak tahun 2020 dan telah melakukan aksi pemerasan di berbagai kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, Malang, dan Surabaya. Modus yang digunakan adalah mengintai korban yang umumnya merupakan publik figur dan tokoh masyarakat. Saat keluar dari hotel bersama pasangannya, para pelaku kemudian mendekati korban, mengaku sebagai wartawan, dan mengancam akan memberitakan aib pribadi atau skandal korban di media massa jika tidak menyerahkan sejumlah uang. “Salah satu korban yang melapor sempat diminta uang hingga ratusan juta rupiah, Namun setelah ber negosiasi, korban akhirnya mentransfer Rp. 12 juta ke rekening pelaku. Dari laporan inilah penyelidikan kami berkembang dan berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku di rest area KM 487 Tol Boyolali,” lanjut Dwi Subagio. Saat dilakukan penangkapan, pelaku sempat kembali mengaku sebagai wartawan dari media-media terkenal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, mereka tidak dapat menunjukkan kartu identitas resmi dari media tersebut. Sebaliknya, ditemukan sejumlah kartu pers dari media yang tidak terdaftar di Dewan Pers, seperti Morality News, Nusantara Merdeka, Mata Bidik, dan Siasat Kota, serta kalung lencana bertuliskan Persatuan Wartawan Indonesia. “Dari hasil pengecekan yang kami lakukan ternyata seluruh media tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers. Sudah di cek oleh Pak Kabid Humas ke Dewan Pers ternyata tidak terdaftar secara resmi,” tegasnya. Dari para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa kartu pers, kartu ATM, handphone, dan satu unit mobil Daihatsu Terios warna hitam. Para tersangka kini dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara. Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian komitmen Polda Jateng dalam upaya memberantas aksi premanisme di Jawa Tengah. “Kami berkomitmen akan membongkar jaringan dalam kasus ini dan semoga tidak terjadi di daerah lain. Masyarakat harus waspada, terutama jika menemukan orang-orang yang mengaku wartawan tapi melakukan intimidasi atau pemerasan segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Kombes Artanto.(wely-jateng) Sumber:humas polda jateng

JATENG – Bidik-kasusnews.com | Pati, Jawa Tengah – Jajaran Satuan Samapta Kepolisian Resor Pati menggelar serangkaian patroli dialogis dan preventif pada Jumat (16/5/2025), menyasar berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Pati. Fokus awal patroli tertuju pada kalangan pelajar yang rentan terlibat aksi tawuran. Anggota Sat Samapta menyambangi para siswa-siswi SMK Bani Muslim yang tengah berkumpul. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan himbauan tegas mengenai bahaya dan konsekuensi hukum dari tindakan tawuran serta bentuk-bentuk kejahatan lainnya seperti premanisme. Harapannya, edukasi dini ini dapat menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan belajar yang aman. Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi melalui Kasatgas Samapta Kompol Purwito menjelaskan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah proaktif kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, dapat memberikan rasa aman dan mencegah potensi terjadinya pelanggaran hukum. Kegiatan patroli kemudian berlanjut ke wilayah Kecamatan Margorejo. Di sana, petugas menyasar masyarakat umum dengan memberikan sosialisasi dan himbauan terkait bahaya premanisme. Polisi berinteraksi langsung dengan warga, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Tak hanya menyasar masyarakat umum, patroli juga menyambangi kawasan industri di Kecamatan Margorejo. PT. Anugrah Grafika menjadi salah satu sasaran patroli dialogis. Petugas berinteraksi dengan para pekerja dan pihak manajemen perusahaan, menyampaikan himbauan mengenai pencegahan tindakan premanisme dan intimidasi di lingkungan kerja. Kehadiran polisi di tengah aktivitas industri ini diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan. Kompol Purwito menerangkan bahwa respons positif ditunjukkan oleh masyarakat terhadap kehadiran anggota Polri di tengah-tengah mereka. Warga merasa lebih tenang dan terlindungi dengan adanya patroli rutin yang dilaksanakan. Mereka mengapresiasi upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan. Lebih lanjut, Kompol Purwito menegaskan bahwa patroli bergerak menuju wilayah Kecamatan Sukolilo, yang dikenal sebagai salah satu lokasi rawan terjadinya perselisihan antar kelompok masyarakat. Di sana, petugas melakukan dialog dengan para pemuda yang berkumpul, menyampaikan pesan-pesan damai dan mengajak mereka untuk menghindari segala bentuk provokasi yang dapat memicu terjadinya tawuran, pungkasnya.(Kasnadi) Sumber:Humas Resta Pati

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 15 Mei 2025 — Bentuk kepedulian dan solidaritas kembali ditunjukkan oleh Srikandi Squad Nusantara melalui aksi nyata membantu sesama anggota. Pada kesempatan kali ini, rombongan Srikandi mengunjungi salah satu anggota Squad Nusantara, Bapak Iwan, yang sedang menjalani perawatan di Puskesmas Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Bapak Iwan merupakan warga Desa Damarwulan, Kecamatan Keling. Ia tengah menjalani pengobatan akibat kondisi kesehatan yang menurun dalam beberapa waktu terakhir. Sebagai bentuk dukungan moral dan kepedulian sosial, para anggota Srikandi mendatangi langsung tempat beliau dirawat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Srikandi Squad Nusantara, Bendahara Ibu Dian, serta anggota Srikandi PAC Keling. Dalam kunjungan tersebut, mereka menyerahkan bantuan berupa kebutuhan harian serta dukungan semangat agar Bapak Iwan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Ketua Srikandi Squad Nusantara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjalin hubungan kekeluargaan yang erat di antara para anggotanya. “Kami tidak hanya hadir dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, tapi juga ingin menjadi bagian dari setiap suka dan duka anggota kami. Semoga kehadiran kami ini bisa menjadi penyemangat bagi Pak Iwan dan keluarga,” ujarnya. Semangat gotong royong dan rasa empati yang tinggi menjadi ciri khas Srikandi Squad Nusantara dalam membangun komunitas yang tidak hanya kuat dalam kebersamaan, tetapi juga tangguh dalam menghadapi cobaan. Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari keluarga Bapak Iwan, yang merasa sangat terbantu dan terharu atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Dengan kegiatan seperti ini, Srikandi Squad Nusantara terus menegaskan perannya sebagai organisasi yang tak hanya aktif di masyarakat, tetapi juga peduli terhadap sesama, terutama di saat-saat sulit.(Wely-jateng)

JATENG – Bidik-Kasusnews.com | Polda Jateng- Kota Semarang | Polda Jawa Tengah menangkap tiga orang pelaku aksi premanisme berkedok debt collector (DC). Pengungkapan ini dilakukan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Operasi Aman Candi 2025 Polda Jawa Tengah berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban penarikan paksa sepeda motor di kawasan Jalan Ahmad Yani, depan Dealer Suzuki, Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kab. Tegal pada Rabu (16/4/2025). Hal ini disampaikan Kasatgas Gakkum Ops Aman Candi 2025 AKBP Suryadi, dalam keterangan di Mapolda Jateng, Kamis (15/5/2025) siang. Dalam laporannya, AKBP Suryadi menjelaskan bahwa ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial GN (50), PS (44), dan MP (45). Ketiganya diduga kuat terlibat dalam kasus penipuan dan/atau penggelapan kendaraan bermotor sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan/atau 372 KUHP. “Para pelaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura sebagai petugas penagihan dari sebuah perusahaan pembiayaan. Mereka menghentikan korban di jalan, lalu membawa motor korban dengan dalih tunggakan angsuran, namun setelah ditelusuri, unit tersebut tidak pernah diserahkan ke perusahaan pembiayaan terkait,” terang AKBP Suryadi. Kamis (15/5) Kronologi kejadian bermula saat korban, seorang perempuan bernama Nur Laelah (49) warga Getaskerep Kec. Talang, Kab. Tegal, dihentikan oleh lima orang tak dikenal yang datang secara bergelombang menggunakan beberapa sepeda motor saat melintas di kawasan Slawi. Salah satu pelaku mengaku dari pihak pembiayaan dan menyatakan bahwa motor korban akan ditarik karena menunggak angsuran. Korban yang merasa terintimidasi menuruti kemauan pelaku dan menyerahkan kendaraannya. Namun setelah dicek langsung ke kantor pembiayaan OTO Finance, diketahui bahwa tidak pernah ada instruksi penarikan unit tersebut. “Unit yang ditarik tidak diserahkan ke perusahaan pembiayaan, namun malah digelapkan oleh para pelaku dengan cara digadaikan ke pihak lain,” jelasnya. Dari hasil pengungkapan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor korban, beberapa unit kendaraan lain yang digunakan para pelaku, tujuh buah handphone, surat penarikan, serta dokumen kepemilikan motor. Menanggapi kejadian ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku sebagai debt collector, apalagi jika menggunakan cara-cara intimidatif atau tanpa prosedur resmi. Ia juga menegaskan bahwa Polda Jateng berkomitmen menindak tegas segala bentuk premanisme, termasuk yang berkedok penagihan hutang, demi menjaga rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat. “Penarikan kendaraan secara paksa secara ilegal adalah tindakan melawan hukum serta termasuk dalam kategori aksi premanisme. Kami minta masyarakat untuk segera melapor jika menemukan kejadian serupa,” ungkap Kombes Pol Artanto. Kabid Humas mengungkapkan bahwa dengan menggelar Operasi Aman Candi 2025, Polda Jateng berkomitmen memberantas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat serta memberikan jaminan keamanan terhadap perkembangan iklim investasi di daerah. “Melalui Operasi Aman Candi 2025, kami tegaskan komitmen Polda Jateng untuk memberantas segala bentuk premanisme demi menjamin rasa aman masyarakat serta mendukung iklim investasi yang kondusif di Jawa Tengah,” tegas Kombes Pol Artanto.(Kasnadi)