JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –8-juni-2025 Aksi balap liar yang meresahkan warga di wilayah Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, akhirnya berhasil dibubarkan oleh Tim Patroli Presisi Siraju Polres Jepara pada Sabtu malam (7/6/2025). Dalam razia yang dilakukan di Jalan Raya Soekarno-Hatta, polisi mengamankan delapan unit sepeda motor yang ditinggal kabur oleh para pelaku saat petugas datang. Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Katim Patroli Siraju, Ipda Eko Sutrisno, mengatakan bahwa operasi ini merupakan respons cepat dari laporan masyarakat yang mengeluhkan maraknya balap liar di kawasan tersebut setiap malam Minggu. “Kami menerima laporan dari masyarakat melalui WhatsApp Siraju dan Call Center Polri 110. Setelah itu kami langsung bergerak bersama Polsek Tahunan dan warga setempat untuk membubarkan kegiatan tersebut,” jelas Ipda Eko pada Minggu (8/6/2025). Pelaku Kabur, Motor Disita Saat mengetahui kedatangan petugas, para pelaku balap liar langsung melarikan diri dan meninggalkan motor mereka di lokasi. Motor-motor tersebut kini diamankan di Mapolres Jepara untuk proses lebih lanjut. “Mayoritas pelaku masih anak-anak muda. Mereka melarikan diri, namun kami berhasil mengamankan delapan motor yang digunakan,” tambahnya. Menurutnya, aksi balap liar dan penggunaan knalpot tidak standar (knalpot brong) masih sering ditemukan di sejumlah titik di Jepara. Selain mengganggu kenyamanan warga, aktivitas tersebut juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Imbauan Kepada Masyarakat Polisi mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan bila menemukan aksi serupa. Ipda Eko juga mengajak peran serta orang tua dalam mengawasi anak-anaknya, terutama di malam hari. “Balap liar umumnya dilakukan oleh remaja usia sekolah pada malam hari di jalanan yang sepi. Kami harap orang tua lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya,” ujarnya. Polres Jepara berkomitmen untuk terus melakukan patroli dan razia secara berkala demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(Wely-jateng) Sumber:humas polres jepara

JATENG-Bidik-kasusnews.com Jateng –8-juni-2025 Pemerintah menetapkan standar baru tarif perjalanan dinas bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk tiket pesawat dan akomodasi hotel, yang menuai perhatian publik karena nilainya yang fantastis. Tiket pesawat untuk penerbangan internasional kelas eksekutif tercatat mencapai US$23.128 (sekitar Rp375 juta) untuk rute Caracas, Venezuela, sementara tarif domestik tertinggi dilaporkan mencapai Rp22 juta sekali jalan. Sementara itu, untuk penerbangan domestik, rute Palu – Poso menjadi yang termurah dengan harga Rp1.423.000. Di sisi internasional, destinasi Dili, Timor Leste mendominasi tarif termurah di semua kelas, mulai dari US$350 (ekonomi) hingga US$747 (eksekutif). Tak hanya tiket pesawat, tarif penginapan juga masuk sorotan. Pemerintah menetapkan bahwa biaya hotel bisa mencapai Rp9,3 juta per malam, tergantung dari lokasi dan jenis perjalanan dinas. Di tengah sorotan mengenai tingginya angka tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap tugas negara yang diemban ASN. Dalam keterangannya, pemerintah menyatakan bahwa: > “Kebijakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendukung kinerja ASN dan menjamin kenyamanan saat menjalankan tugas negara, baik di dalam maupun luar negeri,” (dikutip dari ayobandung.com 7-juni-2025) Meski begitu, pemerintah menekankan bahwa seluruh penerapan kebijakan ini tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Dengan kata lain, alokasi anggaran perjalanan dinas tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan urgensi penugasan, bukan sebagai bentuk pemborosan. Sejumlah pengamat anggaran menilai bahwa kebijakan ini harus terus diawasi agar tidak disalahgunakan. Mereka juga meminta adanya transparansi dan laporan berkala terkait realisasi penggunaan anggaran perjalanan dinas.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-Donorojo, 7 Juni 2025 – Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antaranggota, PAC Squad Nusantara Donorojo kembali menunjukkan aksi nyata dalam menjalin silaturahmi dan semangat kebersamaan. Hari ini, Sabtu, 7 Juni 2025 pukul 09.00 WIB, rombongan PAC Donorojo melaksanakan kunjungan sosial ke rumah salah satu anggota yang sedang sakit di RT 03 RW 08, Dukuh Slempong, Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo. Kegiatan ini merupakan agenda kemanusiaan yang rutin dilaksanakan, sebagai wujud rasa empati dan dukungan moral bagi anggota yang sedang mengalami kondisi kurang sehat. Rombongan diterima dengan hangat oleh pihak keluarga yang merasa sangat terbantu dan terharu atas perhatian dari rekan-rekan PAC. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan donasi secara simbolis sebagai bentuk bantuan dan dukungan. Donasi diserahkan langsung oleh Sekretaris PAC Donorojo, Ubu Kholisotin, yang dengan penuh kehangatan menyampaikan pesan semangat dan doa agar anggota yang sakit segera diberi kesembuhan dan kekuatan. “Ini bukan hanya soal donasi, tapi soal rasa kekeluargaan. Kita ini satu keluarga besar. Kalau satu sakit, yang lain harus ikut peduli,” ujar Ubu Kholisotin dengan penuh semangat (dan sedikit gaya khas beliau yang mengundang senyum, hehe). Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan rasa haru. Tak lupa, seluruh anggota yang hadir turut mendoakan secara bersama-sama untuk kesembuhan anggota yang sedang sakit. Melalui kegiatan ini, PAC Squad Nusantara Donorojo kembali menegaskan bahwa keberadaan komunitas tidak hanya sebatas kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan, kepedulian, dan saling menguatkan dalam suka maupun duka. Semoga anggota yang sakit segera pulih, dan semoga semangat solidaritas ini terus hidup dalam tubuh PAC Squad Nusantara Donorojo.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang, 7 Juni 2025 – Mantan Camat Gajahmungkur, Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengungkap fakta mengejutkan dalam sidang kasus gratifikasi proyek penunjukan langsung di Kota Semarang. Ia menyebut suami mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yakni Alwin Basri, menerima uang Rp2 miliar dari Ketua Gapensi Semarang, Martono. Dilansir dari Viva.co.id, Rabu, 4 Juni 2025, Ade Bhakti bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang untuk terdakwa Martono. Dalam kesaksiannya, ia mengatakan: > “Yang terkait Gapensi dan Pak Alwin, beliau (Martono) sempat menyerahkan uang sebesar Rp 2 miliar ke Pak Alwin, setahu saya,” ujar Ade Bhakti di hadapan majelis hakim. Menurut Ade, proyek-proyek penunjukan langsung itu tersebar di 16 kecamatan di Kota Semarang dan semula merupakan permintaan langsung dari Alwin Basri kepada para camat. Permintaan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan camat di Kota Salatiga. Dari rencana awal permintaan anggaran sebesar Rp20 miliar, akhirnya disepakati total proyek senilai Rp16 miliar. Proyek tersebut digarap oleh kontraktor yang tergabung dalam Gapensi Semarang. Masih dari keterangan Ade Bhakti sebagaimana dikutip Viva.co.id, para camat menyetujui penunjukan langsung proyek karena menganggap Alwin sebagai perpanjangan tangan dari Wali Kota Semarang saat itu, Mba Ita. Tak hanya soal proyek, Ade juga menyebut adanya kewajiban penyetoran fee sebesar 13 persen kepada terdakwa Martono untuk setiap proyek yang dikerjakan. Namun ia mengaku tidak mengetahui untuk siapa atau ke mana fee tersebut akhirnya disalurkan. Dugaan gratifikasi dan praktik penunjukan langsung tanpa mekanisme lelang ini menambah panjang daftar persoalan hukum yang menyeret nama Hevearita Gunaryanti Rahayu dan lingkaran terdekatnya.(Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara-7-juni-2025 Dalam dunia jurnalisme yang terus bergerak cepat, menemukan ide berita yang segar dan relevan adalah tantangan tersendiri. Namun, dengan pendekatan yang tepat, ide-ide tersebut bisa muncul dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Berikut adalah tujuh cara cerdas untuk menemukan ide berita yang bisa menarik perhatian pembaca: 1. Amati Tren di Media Sosial Media sosial adalah barometer tren masyarakat saat ini. Lihat apa yang sedang ramai dibicarakan di Twitter, TikTok, atau Instagram. Perhatikan tagar populer, komentar netizen, atau isu viral yang bisa dikembangkan menjadi berita dengan sudut pandang mendalam. 2. Dengarkan Suara Masyarakat Isu penting sering kali datang dari keluhan atau harapan masyarakat sehari-hari. Dengarkan percakapan di pasar, warung kopi, atau forum diskusi lokal. Hal-hal kecil seperti naiknya harga bahan pokok atau masalah transportasi bisa menjadi berita menarik jika digarap dengan sudut pandang yang tepat. 3. Ulas Kebijakan Pemerintah Secara Kritis Kebijakan baru dari pemerintah—baik pusat maupun daerah—bisa menjadi sumber berita penting. Tugas jurnalis bukan hanya melaporkan, tapi juga mengulas dampaknya terhadap masyarakat secara objektif. Jangan hanya menyalin siaran pers—analisis adalah kunci. 4. Ikuti Kalender Peristiwa Gunakan kalender nasional dan internasional untuk mencari momentum. Hari besar, peringatan tertentu, atau musim-musim khusus (seperti musim ujian, musim mudik, atau musim hujan) bisa menjadi pintu masuk bagi cerita yang relevan. 5. Lacak Perubahan di Komunitas Lokal Kadang, berita terbaik ada di lingkungan terdekat. Perubahan tata ruang, konflik warga, proyek pembangunan, atau kegiatan sosial di kampung halaman bisa menjadi berita dengan daya tarik tinggi, terutama untuk media lokal atau regional. 6. Wawancarai Narasumber dari Berbagai Latar Belakang Jangan hanya mewawancarai pejabat atau pakar. Ajak juga pedagang kaki lima, pelajar, pekerja informal, atau lansia untuk berbicara. Perspektif mereka sering kali segar dan mewakili suara yang jarang terdengar. 7. Jadikan Data sebagai Sumber Cerita Data bukan hanya angka. Jika diolah dengan baik, data bisa menjadi awal dari berita yang kuat. Misalnya, peningkatan angka pengangguran, kenaikan kasus DBD, atau hasil survei perilaku remaja bisa memicu ide cerita yang tajam dan informatif. Penutup Mencari ide berita bukanlah soal menunggu inspirasi, tapi tentang kepekaan dan kemauan untuk terus mengamati. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menghasilkan berita yang bukan hanya informatif, tetapi juga berdampak bagi masyarakat. Jadi, tetaplah penasaran dan teruslah menggali cerita di balik setiap kejadian. (Wely-jateng)

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 7 Juni 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, Mushola Sabilulhuda yang berada di RT 01/RW 01 Desa Kelet, Kabupaten Jepara, kembali melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk pengamalan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Kegiatan qurban kali ini diikuti dengan antusiasme tinggi dari warga sekitar. Mushola Sabilulhuda berhasil menyelenggarakan penyembelihan dua ekor sapi yang menjadi simbol rasa syukur dan kepedulian sosial antar sesama. Proses penyembelihan dilakukan pada Sabtu, 7 Juni 2025 pukul 08.00 WIB, bertempat di halaman Mushola Sabilulhuda. Panitia qurban yang diketuai oleh Bapak Roni mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Penyembelihan hewan qurban dilakukan oleh Bapak Abdul Mutolib selaku juru sembelih yang berpengalaman dan terpercaya dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan syariat Islam. Warga RT 01/RW 01 menunjukkan rasa kebersamaan dan kegembiraan yang tinggi dengan hadir dan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya sebagai saksi, warga juga membantu dalam proses pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat yang berhak menerima, khususnya warga kurang mampu di lingkungan sekitar. Ketua panitia, Bapak Roni, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan qurban tahun ini. “Alhamdulillah, kami bersyukur Mushola Sabilulhuda bisa kembali menyelenggarakan qurban dengan lancar dan diikuti antusiasme warga yang luar biasa. Semoga qurban ini menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar warga, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Mushola Sabilulhuda menjadi tempat yang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang positif. Semoga ibadah qurban tahun ini menjadi motivasi bagi warga untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian kepada sesama. Dan semoga Mushola Sabilulhuda terus menjadi tempat yang membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat RT 01/RW 01 Desa Kelet.(Wely-jateng)

Bidik-kasusnews.com Jakarta-6-juni-2025 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan kembali menggelar lelang barang rampasan negara pada 11 Juni 2025 mendatang. Lelang ini terbuka untuk umum dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai barang bernilai dengan harga yang menarik. Dalam lelang kali ini, KPK menawarkan 80 paket barang rampasan dengan jenis yang sangat beragam. Mulai dari properti, kendaraan bermotor, tas bermerek, barang elektronik, hingga aset-aset menarik lainnya—semuanya siap dilepas kepada peserta lelang. Barang-barang yang dilelang ini merupakan hasil rampasan dari kasus tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap. Melalui lelang ini, KPK tidak hanya mengembalikan aset negara yang hilang, tetapi juga mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi. Lelang akan dilakukan secara online melalui platform lelang resmi yang ditunjuk. Masyarakat bisa melihat daftar barang, harga awal, serta tata cara mengikuti lelang melalui situs resmi KPK atau laman penyelenggara lelang. KPK berharap, kegiatan ini bisa menjadi cara untuk meningkatkan kesadaran publik bahwa korupsi tidak membawa keuntungan jangka panjang bagi siapa pun. Justru, lewat proses hukum, aset-aset hasil korupsi akan dikembalikan kepada negara dan masyarakat bisa ikut berperan aktif dalam proses tersebut. Kalau kamu sedang mencari barang berkualitas dengan harga kompetitif sekaligus ingin terlibat dalam gerakan antikorupsi, ini saat yang tepat. Jangan lewatkan lelang pada 11 Juni 2025! (Wely) Sumber:kpk.go.id

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, melaksanakan penyembelihan hewan kurban di hari raya Iduladha 1446 Hijriyah/2025 Masehi. Total hewan kurban berjumlah 7 ekor sapi dan 4 ekor kambing, dimana penyembelihan hewan kurban tersebut berlangsung di halaman belakang Mapolres setempat, pada Jumat (6/6/2025). Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso yang diwakili oleh Wakapolres Jepara Kompol Edy Sutrisno menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban didampingi pejabat utama, panitia kurban, personel Polres Jepara, Bhayangkari serta petugas pemotongan. Menurutnya, Iduladha menjadi momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan berkurban. Dirinya juga bersyukur, Polres Jepara dapat berkurban sebagai wujud ketaqwaan dan amal ibadah personel yang beragama islam serta membagi kebahagiaan kepada yang berhak menerima daging hewan kurban tersebut. “Pelaksanaan pemotongan hewan kurban ini merupakan kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahunnya di Polres Jepara. Dimana, menyembelih hewan kurban bertujuan untuk melaksanakan perintah Allah SWT, sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujar Kompol Edy Sutrisno. Disebutkan Wakapolres Jepara, daging dari hasil penyembelihan hewan kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. “Dengan berkurban dan berbagi daging akan meningkatkan tali persaudaraan dengan sesama, sekaligus bentuk kepedulian dan perhatian, utamanya bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ucapnya. Mantan Wakapolres Kendal ini berpesan kepada seluruh panitia kurban agar daging yang disembelih betul-betul sampai kepada tangan yang berhak menerimanya. “Semoga kegiatan ini mendapat ridho dari Allah SWT dan mendapat barokah serta melalui kegiatan ini semoga bisa mendekatkan Polres Jepara dengan warga masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, Kasihumas Polres Jepara AKP Dwi Prayitna menyebutkan, tahun ini pihaknya melakukan penyembelihan hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 4 ekor kambing. Ia menambahkan bahwa setelah dilakukan pemotongan, dagingnya akan didistribusikan langsung oleh Personel Polres Jepara yang sudah ditunjuk sebagai panitia kurban. “Daging kurban dibagikan kepada panti asuhan, Ponpes, komunitas Tuna Netra, PP Polri dan Warakawuri, fakir miskin, yatim piatu, kaum duafa serta masyarakat yang berdomisili di sekitar Polres Jepara,” terang AKP Dwi Prayitna. Ditempat terpisah, bapak Khamid (45) salah satu warga yang menerima mengaku senang atas perhatian Polres Jepara dan jajaran yang telah menyalurkan daging kurban kepada warga khususnya Kelurahan Potroyudan. “Terima kasih daging kurbannya pak. Semoga bermanfaat bagi kami,” kata Khamid.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 6 Juni 2025 – Ada suasana berbeda di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Tak seperti hari-hari biasa, halaman rutan tampak lebih ramai dan penuh semangat. Bukan karena kunjungan tamu istimewa, tapi karena datangnya hewan kurban: seekor sapi dan seekor kambing! Yang membuat momen ini lebih istimewa, hewan kurban tersebut berasal dari Bupati Jepara, Wiwit Witiarso, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, RA Dhini Ardhany. Sapi disumbangkan langsung oleh Bupati, sementara kambing berasal dari Kajari Jepara—sebuah bentuk kepedulian yang jarang terlihat, namun begitu bermakna. Kepala Rutan Jepara, Renza Maisetyo, menyambut penuh rasa syukur. “Ini bukan sekadar hewan kurban, tapi simbol perhatian dan kepedulian dari para pemimpin daerah terhadap warga binaan. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya. Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga binaan untuk dinikmati bersama, sementara sebagian juga akan disalurkan kepada warga sekitar rutan. Momen berbagi ini menjadi oase kebahagiaan di tengah kehidupan yang terbatas di balik jeruji besi. Yang tak kalah penting, peristiwa ini menjadi kesempatan emas bagi rutan untuk mempererat hubungan dengan stakeholder dan masyarakat. “Kami ingin Rutan Jepara bukan hanya tempat menjalani hukuman, tapi juga tempat pembinaan dan harapan baru,” tambah Renza. Warga binaan pun tampak gembira. Beberapa bahkan ikut membantu dalam proses persiapan penyembelihan, sebagai bagian dari pelatihan kerja dan pembinaan spiritual. Melalui momen ini, Idul Adha di Rutan Jepara bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga penyemai nilai—tentang kepedulian, kebersamaan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan.(Wely-jateng) .

JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024. Penghargaan ini diserahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis (5/6/2025). Dalam acara tersebut, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, secara langsung menyerahkan dokumen hasil audit kepada Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo, dan Ketua DPRD Jepara, H. Agus Sutisna. Opini WTP ini menandai keberhasilan Kabupaten Jepara dalam mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara konsisten selama 15 tahun berturut-turut. Prestasi ini menjadi bukti nyata atas komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik. Bupati Jepara, yang akrab disapa Mas Wiwit, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. > “Alhamdulillah, Jepara kembali mendapat WTP. Ini buah kerja keras seluruh perangkat daerah. Semoga menjadi semangat untuk mewujudkan Jepara yang makmur, unggul, lestari, dan religius,” ujar Mas Wiwit.   Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, H. Agus Sutisna, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil audit BPK mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan pengelolaan anggaran yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab. > “Kami mendukung penuh upaya pemda dalam membangun Jepara yang lebih maju dan sejahtera,” ungkapnya.   Menanggapi capaian ini, Plt. Inspektur Kabupaten Jepara, Moh Khafid, menjelaskan bahwa strategi mempertahankan opini WTP dilakukan melalui evaluasi menyeluruh dan penguatan fungsi pengawasan internal. > “Inspektorat akan memaksimalkan peran APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk mencegah temuan berulang dan menjaga standar yang sudah tercapai,” tegas Khafid. Dengan perolehan opini WTP ini, Kabupaten Jepara dinilai mampu menjaga kepercayaan publik dalam pengelolaan keuangan daerah yang tertib, terbuka, dan akuntabel. Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara