Rumah Tahanan Kelas llB Jepara JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara –3-Aprel-2025 Sebanyak 201 narapidana yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Jepara, Jawa Tengah, akan menerima remisi atau pengurangan masa tahanan dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M. Remisi ini diberikan kepada para warga binaan yang telah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menurut Kepala Rutan Kelas IIB Jepara, Anton Heru Susanto, melalui Kepala Satuan Pengamanan, Beny Pelayanan Tahanan, dari 201 warga binaan yang mendapatkan remisi, sebanyak 196 orang merupakan narapidana laki-laki, sedangkan 5 lainnya adalah perempuan. Mayoritas penerima remisi berasal dari kasus narkotika. “Kalau sesuai SK (Surat Keputusan), ada 201 warga binaan yang mendapat remisi. Remisi diberikan pada saat hari besar keagamaan bagi mereka yang sudah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Beny pada Kamis, 3 April 2025. Pemberian remisi ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa hukuman. Remisi bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para warga binaan agar terus memperbaiki diri dan menjalani hukuman dengan disiplin. Remisi yang diberikan bervariasi, tergantung pada lamanya masa tahanan dan catatan perilaku narapidana selama menjalani hukuman. Dengan adanya pengurangan masa tahanan ini, diharapkan para narapidana dapat segera kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas. Pemberian remisi juga menjadi salah satu upaya dalam mengurangi jumlah penghuni di lembaga pemasyarakatan yang sering mengalami kelebihan kapasitas. Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan program pembinaan agar narapidana dapat kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat. Dengan adanya remisi ini, diharapkan narapidana yang menerima pengurangan masa tahanan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya dan kembali berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.(Wely-jateng)
Gerbang Tol(GT)Kalikangkung JATENG:Bidik-kasusnews.com Polda Jateng-Kota Semarang | Guna mengantisipasi lonjakan arus mudik kendaraan di H+1 hingga hari ini, (Rabu, 2/4/2025), Polda Jawa Tengah melakukan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Solo-Jogja. Kepadatan ini terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat yang menuju Yogyakarta setelah puncak arus mudik pada 28-29 Maret 2025. Dalam keterangan nya di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung pada pukul 10.30 WIB, Dirlantas Polda Jateng, Brigjen Pol Sonny Irawan, menyampaikan bahwa lonjakan arus kendaraan di jalur Solo-Jogja mulai meningkat setelah puncak arus mudik. Oleh karena itu, Polda Jateng melakukan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol Prambanan untuk mengurai kepadatan. “Kami melihat bahwa arus kendaraan yang masuk ke Jogja meningkat drastis, sehingga diperlukan penyesuaian pola rekayasa lalu lintas agar pergerakan kendaraan tetap lancar. Rekayasa ini diperlukan karena jalur arteri Klaten-Jogja memiliki kapasitas jalan yang lebih kecil dan rentan terjadi kemacetan jika tidak ditangani dengan baik,” ujar Brigjen Pol Sony Irawan. Salah satu langkah rekayasa yang dilakukan adalah mengubah arah lalu lintas di Taman Martani, yang sebelumnya digunakan untuk arus balik, kini dialihkan untuk arus mudik ke Jogja. Hal ini dilakukan karena volume kendaraan yang menuju Yogyakarta lebih tinggi dibandingkan yang menuju Solo. Sebagai bagian dari upaya ini, sterilisasi jalur dilakukan agar perubahan arah dapat berjalan dengan lancar. Rekayasa ini bertujuan untuk menghindari penyumbatan arus kendaraan di jalur arteri Klaten-Jogja yang memiliki kapasitas jalan lebih kecil dibandingkan jalur tol. Dari evaluasi sementara yang dilakukan terhadap arus mudik dan balik Lebaran 2025 ini, pihaknya menemukan adanya fenomena anomali pergerakan kendaraan, di mana arus mudik dari wilayah Jakarta-Cikampek hingga Kalikangkung serta tol Solo-Jogja pasca hari raya Idul Fitri 1446 H mengalami peningkatan. Fenomena ini diduga sebagai akibat dari aktivitas mudik lokal masyarakat dalam rangka Syawalan yang melintasi antar kabupaten. “Peningkatan ini terjadi hanya di wilayah aglomerasi (antar kabupatan) saja. Sebagai contoh di GT Kalikangkung pada siang hari ini arus kendaraan yang masuk cukup berimbang, yang keluar dari arah timur didominasi kendaraan dari aglomerasi semarang kendal demak, sedangkan yang masuk aglomerasi dari wilayah barat,” ungkap Brigjen Pol Sony Irawan. Meski arus mudik dan balik di Jawa Tengah secara umum disebutnya masih berjalan aman dan lancar, dirinya mengungkap masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam penanganan bencana alam seperti genangan air di beberapa daerah. “Meski penanganannya yang dilakukan secara sinergi dengan stakeholder terkait telah cukup baik namun perlu kami evaluasi sehingga ke depan dapat lebih maksimal dalam penanganannya.,” tegasnya. Dir lantas mengimbau seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Jika terjadi kepadatan lalu lintas, di harapkan bersabar, tetap tenang, serta patuhi rambu-rambu lalu lintas dan instruksi petugas di lapangan. Untuk menghindari kemacetan, di harapkan bijak dalam memilih waktu perjalanan dan, jika memungkinkan, hindari bepergian pada jam-jam sibuk (peak hours). “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu bersikap sabar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kepadatan kendaraan memang dapat terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. Namun, dengan disiplin dan kesadaran dalam berlalu lintas, kita dapat mencegah kemacetan yang lebih parah dan menghindari potensi kecelakaan. Keselamatan adalah prioritas utama, mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang lebih tertib dan nyaman untuk semua.” Pungkasnya(wely-jateng) Sumber:humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara, 2 -April- 2025 Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jepara menyelenggarakan pelayanan penitipan barang dan kunjungan tatap muka langsung bagi warga binaan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 2 April 2025, dari pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB dan berjalan dengan aman serta tertib. Kepala Rutan kelas llB jepara Bapak Anto melalui Kepala Satuan Pengamanan Rutan bapak beny Menyapaikan kepada wartawan Rabo(02/03/2025) Pelaksanaan dan Jumlah Pengunjung Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Pelayanan Pemasyarakatan dan Aula Ratu Kalinyamat Rutan Kelas IIB Jepara. Untuk memastikan kelancaran pelayanan, Rutan Kelas IIB Jepara menugaskan 8 personel yang terdiri dari pejabat struktural dan staf pelayanan tahanan. Selama kegiatan berlangsung, tercatat total 579 orang pengunjung yang datang untuk bertemu dengan 157 warga binaan. Rincian jumlah pengunjung adalah sebagai berikut: Laki-laki: 207 orang Perempuan: 223 orang Anak-anak: 149 orang Sedangkan jumlah warga binaan yang menerima kunjungan adalah: Laki-laki: 148 orang Perempuan: 9 orang Pengawasan dan Keamanan Kepala Rutan Kelas IIB Jepara turut hadir dalam kegiatan ini untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan tetap mengutamakan keamanan serta kenyamanan bagi warga binaan dan pengunjung. Selama pelaksanaan, suasana tetap kondusif, dan setelah kegiatan berakhir, seluruh warga binaan kembali ke blok hunian masing-masing tanpa kendala.ujar Beny(02/03/2025) Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada surat edaran Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah nomor WP.13.UM.01.01 – 204 tanggal 21 Maret 2025 tentang layanan kunjungan warga binaan pada Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M. Dengan antusiasme tinggi dari para pengunjung dan kesiapan petugas, pelayanan kunjungan ini dapat berlangsung dengan sukses dan tertib. Diharapkan, kegiatan serupa di masa mendatang dapat terus ditingkatkan guna memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk tetap menjalin hubungan baik dengan keluarga mereka, yang merupakan bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa pidana.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Tradisi halalbihalal menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi setelah perayaan Idulfitri. Pada hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit) bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar) serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar open house di Pendopo Kartini, Senin (31/3/2025). Acara ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Jepara. Open house ini turut dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Warga berbondong-bondong datang ke Pendopo Kartini untuk bersalaman dan beramah tamah dengan pemimpin daerah mereka. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Melalui halalbihalal ini, kami ingin semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan sinergi dalam membangun Jepara ke depan,” ujar Bupati. Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar menambahkan bahwa momen Idulfitri adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan. “Semoga dengan adanya silaturahmi ini, kita dapat bersama-sama menjaga keharmonisan dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Jepara,” ungkapnya. Masyarakat yang hadir pun mengapresiasi kegiatan ini. Mereka merasa senang bisa bertemu langsung dengan pemimpin daerah dalam suasana yang penuh kehangatan. “Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu setiap tahunnya. Bisa bersalaman langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati adalah kebanggaan tersendiri bagi kami,” kata salah satu warga. Acara open house halalbihalal ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kabupaten Jepara. Diharapkan, tradisi ini terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.(Wely-jateng) Sumber: Diskominfo jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Polres Jepara | Objek wisata di Kabupaten Jepara mulai ramai dikunjungi di hari kedua lebaran 1446 H/2025 M, Selasa (1/4/2025). Kondisi tersebut membuat petugas kepolisian mulai bersiaga dan diterjunkan untuk melakukan pengamanan hingga menggelar kegiatan patroli. Saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasihumas AKP Dwi Prayitna mengatakan, bahwa pihaknya telah menerjunkan personel gabungan untuk melaksanakan pengamanan sekaligus menggencarkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dengan peningkatan patroli. Sasarannya, kata dia, yakni lokasi yang menjadi tempat salat Idulfitri 1446 Hijriah. Sasaran lainnya, yakni tempat-tempat objek wisata. Di antaranya, objek wisata Pantai Teluk Awur, Pantai Bandengan, Pantai Kartini, Pulau Panjang dan objek-objek wisata lain yang memang pada libur Lebaran ini diprediksi ramai pengunjung. Adapun khusus objek wisata pantai maupun wisata air menjadi perhatian khusus. Sehingga nantinya akan disiagakan personel pengamanan setiap harinya yang tergabung dalam Operasi Ketupat Candi 2025 di lokasi tersebut. Kasihumas mengingatkan warga Kabupaten Jepara dan sekitarnya yang hendak berwisata air untuk memastikan keamanannya, terutama yang hendak menaiki speedboat atau perahu wisata harus memakai jaket pelampung (life jacket). ”Kami berharap budaya keselamatan di wisata perairan menjadi budaya semua pihak,” ujar AKP Dwi Prayitna. Selain itu, Kasihumas juga mengimbau pengelola dan operator perahu wisata air untuk tidak menaikan penumpang melebihi kapasitas muat perahu wisata, sebab membahayakan penumpang. Dia pun mengajak semua pihak memahami pentingnya keselamatan saat berwisata di perairan dan menjadikannya sebagai kebutuhan dalam pemenuhan aspek keselamatan. Lebih lanjut, AKP Dwi Prayitna juga mengimbau warga yang hendak berpergian untuk memastikan tempat tinggalnya terkunci dengan aman serta memastikan colokan listrik dan regulator kompor gas telah dicabut. Sebelumnya, dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Jepara telah menyiapkan ratusan personel. Selain itu, ada bantuan personel TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait. “Personel Polres Jepara yang dilibatkan dalam Ops Ketupat Candi 2025 sebanyak 250 personel, dan total bersama stakeholder terkait melibatkan sebanyak 364 personel gabungan,” ungkap Kasihumas. AKP Dwi Prayitna melanjutkan, dalam Operasi Ketupat Candi tahun 2025, Polres Jepara juga mendirikan Pos Rest Area, Pospam Obyek Wisata, Pospam Konflik Sosial dan Pospam Jalur. Untuk Pos Rest Area terdiri dari Pos Terpadu Alun-Alun 1 Jepara, Pospam Mayong dan Pospam Sambungoyot. Kemudian, Pospam Obyek Wisata terdiri dari Pospam Pulau Panjang, Pospam Pantai Bandengan, Pospam Pantai Kartini, Pospam Benteng Portugis dan Pospam Teluk Awur. Lalu, Pospam konflik sosial yakni strong point Bendan Pete. Selanjutnya, Pospam jalur terdiri dari Pospam jalur Welahan, Pospam jalur Pecangaan dan Pospam jalur Kalinyamatan.(Wely-jateng) Sumber:Humas polres jepara
JATENG:Bidik-kasusnews.com Jepara – Masyarakat di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, kembali dibuat resah oleh dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Sebuah gudang yang berada di Desa Kecapi diduga menjadi tempat penimbunan solar subsidi, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro. Aktivitas ini disebut telah berlangsung lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat hukum. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, beberapa kendaraan tampak mengisi BBM jenis solar bersubsidi dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jepara, lalu membawanya ke gudang yang diduga milik seorang pria berinisial E alias Edy. Edy disebut-sebut sebagai sosok yang memiliki jaringan luas dalam praktik distribusi ilegal BBM ini. Keresahan warga semakin meningkat setelah sebuah video beredar di media sosial, memperlihatkan aksi arogan seorang pengawal truk tangki yang diduga membawa solar subsidi. Dalam video tersebut, pengawal tersebut tampak menantang warga yang mencoba menghentikan kendaraan tersebut. Kejadian yang terjadi pada Selasa (4/3/2025) itu memicu kemarahan masyarakat yang sudah lama menduga adanya praktik ilegal di wilayah mereka. Praktik penimbunan dan distribusi ilegal BBM bersubsidi jelas melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pasal 55 undang-undang tersebut menyebutkan bahwa pelaku penyalahgunaan BBM subsidi dapat dikenakan hukuman penjara hingga enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar. Namun, hingga saat ini, belum ada tindakan tegas yang terlihat dari pihak kepolisian ataupun instansi terkait. Beberapa warga menduga bahwa adanya oknum aparat yang melindungi praktik ini, sehingga aktivitas ilegal tersebut tetap berjalan tanpa hambatan. Dugaan adanya aliran dana kepada pihak tertentu semakin memperkuat asumsi bahwa hukum belum benar-benar berjalan sebagaimana mestinya. Warga berharap agar aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menyelidiki dan menindak tegas para pelaku. Jika praktik ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi yang seharusnya menjadi hak mereka. Keseriusan pemerintah dan aparat dalam memberantas mafia BBM akan menjadi bukti nyata apakah hukum benar-benar bisa ditegakkan tanpa pandang bulu.(Wely-jateng) Sumber:www.laksamana.id(05/03/2025)
JATENG:Bidik-Kasusnews.com .Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengungkap kendaraan yang keluar Jakarta masih tinggi hingga Selasa (1/4/2025) pagi. Tercatat sebanyak 1,9 juta kendaraan telah keluar Jakarta pada masa mudik Lebaran Idulfitri 2025 ini. “Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idul Fitri 21 Maret 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 1 April 2025 pukul 06.00 WIB, total lalu lintas keluar Jakarta 1.963.152 kendaraan,” ujar Kakorlantas, Selasa (1/4/2025). Jumlah tersebut berdasarkan penghitungan di 4 gate tol utama, yaitu Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Angka tersebut meningkat 25,5% terhadap arus lalin pada hari normal. Jumlah kendaraan keluar Jakarta tersebut juga lebih tinggi 0,5% dibanding periode yang sama (H-10 hingga H+2) masa mudik Lebaran 2024. Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Transjawa melalui GT Cikampek Utama Tol Jakarta-Cikampek berjumlah 726.565 kendaraan atau meningkat 139,1% dari lalu lintas di hari normal. Namun jumlah itu menurun 0,4% dibanding pada masa mudik 2024. Kemudian, lalu lintas menuju arah Merak melalui GT Cikupa jalan Tol Tangerang-Merak ada sebanyak 491.987 kendaraan. Jumlah tersebut lebih rendah -38% dibanding masa mudik 2024. Sedangkan lalu lintas keluar Jakarta menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 368.924 kendaraan. Jumlah itu meningkat 3,3% dibanding hari normal dan juga lebih tinggi 3,2% dibanding pada masa mudik 2024. Terakhir, lalu lintas yang meninggalkan Jakarta menuju arah Puncak Bogor melalui GT Ciawi mencapai 375.676 kendaraan. Angka tersebut lebih rendah 0,3% dibanding hari normal dan lebih tinggi 5,7% dibanding mudik Lebaran 2024. Kakorlantas juga menyampaikan, puncak arus mudik terjadi pada Jumat (28/3) atau H-3 Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat itu ada 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut 63,1% lebih tinggi dibanding hari normal dan 11,6% lebih tinggi dibanding masa mudik 2024.(Wely-jateng) Sumber:Humas polda jateng
JATENG:Bidik-kasusnews.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan perubahan batas akhir pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk periode tahun 2024. Semula dijadwalkan berakhir pada 31 Maret 2025, kini batas akhir pelaporan diperpanjang hingga 11 April 2025. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, terutama terkait dengan efisiensi pelaporan. Salah satu pertimbangan utama adalah adanya periode libur dan cuti bersama dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang dapat mempengaruhi kelancaran proses pelaporan. “Pengunduran batas akhir ini diharapkan dapat memberikan kesempatan dan waktu yang cukup kepada seluruh penyelenggara negara untuk menyelesaikan proses pelaporan harta kekayaan periode 2024 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Tessa melalui keterangan tertulis pada Minggu (30/3/2025). Lebih lanjut, Tessa menekankan bahwa KPK berharap perpanjangan waktu ini dapat meningkatkan kepatuhan penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. Kepatuhan ini mencakup ketepatan waktu pelaporan serta kelengkapan dan kebenaran isi laporan. KPK juga mengimbau setiap pimpinan maupun satuan pengawas internal di berbagai institusi, baik kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun BUMN/BUMD, untuk ikut serta dalam mengawasi dan memantau kepatuhan para penyelenggara negara dalam pelaporan LHKPN. “LHKPN menjadi bagian penting dalam transparansi pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara, yang merupakan salah satu instrumen pencegahan korupsi yang efektif,” tandas Tessa. Dengan adanya perpanjangan waktu ini, diharapkan para penyelenggara negara dapat lebih optimal dalam menyampaikan laporan mereka, sehingga upaya pemberantasan korupsi di Indonesia semakin kuat dan transparan.(Wely-jateng) Sumber:RM.id(30/03/2025)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Malam takbiran selalu menjadi momen yang penuh suka cita bagi umat Islam di seluruh dunia. Gema takbir yang berkumandang menjadi pertanda datangnya Hari Raya Idul Fitri, hari kemenangan yang dinanti-nantikan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Dalam suasana penuh kebahagiaan ini, DPC Srikandi Squad Nusantara Jepara dengan tulus menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H, serta memohon maaf lahir dan batin. Idul Fitri merupakan momen istimewa untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan. Hari yang penuh berkah ini mengajarkan kita pentingnya saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan menebarkan kebaikan kepada sesama. Tidak hanya sekadar perayaan, Idul Fitri juga menjadi refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Sebagai bagian dari komunitas yang peduli terhadap kebersamaan dan persatuan, DPC Srikandi Squad Nusantara Jepara ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen Idul Fitri ini sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan, menjalin kembali silaturahmi yang mungkin sempat terputus, serta menyebarkan semangat kebersamaan. Kami juga berharap agar semangat Idul Fitri ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, memberikan kedamaian, serta menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan berbuat baik. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadan dan memberikan keberkahan di hari yang fitri ini. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua senantiasa diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan di hari-hari yang akan datang.(Wely-jateng)
JATENG:Bidik-kasusnews.com Semarang – Kota Semarang |Ribuan umat Muslim memadati halaman Mapolda Jateng untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1446 H/2025, Senin (31/3/2025). Kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat. Shalat Ied dihadiri langsung oleh Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, didampingi Wakapolda, Pejabat Utama (PJU) Polda Jateng, serta personel dan warga sekitar Mapolda Jateng. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Prof. Dr. KH. Rosihan, M.Ag., dengan bilal Ustadz Sohibul Muharom. Dalam khotbahnya, KH. Rosihan menyampaikan bahwa takbir dan tahmid yang dikumandangkan merupakan tanda kemenangan setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. “Kewajiban kita saat ini adalah menjaga kesucian jiwa hingga sebelas bulan ke depan. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan tahun depan,” ujar KH. Rosihan. Beliau juga mengingatkan tiga sumber dosa yang harus dihindari, yakni sifat sombong, iri atau cemburu, serta serakah. Di akhir khotbah, KH. Rosihan mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan, bersyukur, dan memperbanyak sedekah. Shalat Idul Fitri berlangsung dengan khidmat dan lancar, menciptakan suasana kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menegaskan bahwa momen Idul Fitri menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Semoga dengan perayaan Idul Fitri ini, kita semua menjadi hamba yang lebih bertakwa dan meraih kemenangan. Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Kombes Pol. Artanto. Setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal, di mana seluruh jamaah bersalaman sebagai wujud kebersamaan dan saling memaafkan.(Wely-jateng)