SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang dirangkaikan dengan penggeledahan kamar hunian, sosialisasi bahaya narkoba, serta pelaksanaan test urine bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (08/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Serbaguna Lapas Kelas IIB Sukabumi tersebut merupakan tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-150 tanggal 6 Mei 2026. Isinya tentang Instruksi Pelaksanaan Ikrar dan Penguatan Pengawasan Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Perintah Harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Apel dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, A.Md.IP., S.H., M.H., dan dihadiri unsur TNI, Polri, serta BNNK Sukabumi sebagai bentuk sinergi penguatan pengawasan di lingkungan pemasyarakatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan yang diikuti seluruh pejabat manajerial, pegawai, hingga peserta magang di lingkungan Lapas Sukabumi. Dalam amanatnya, Kalapas Sukabumi Budi Hardiono menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen moral dan institusi dalam menjaga integritas serta marwah organisasi pemasyarakatan. “Tidak ada toleransi terhadap keterlibatan petugas maupun warga binaan dalam peredaran handphone ilegal, narkoba, maupun praktik penipuan di dalam Lapas. Integritas adalah harga mati dan seluruh petugas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penggeledahan kamar hunian bersama unsur TNI, Polri, dan BNNK Sukabumi sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan handphone ilegal maupun narkoba di kamar hunian warga binaan. Namun demikian, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang seperti gunting, korek api gas, botol kaca, alat pencukur, tali kain, serta barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Seluruh barang tersebut langsung didata dan diamankan sesuai prosedur yang berlaku. Selain razia kamar hunian, BNNK Sukabumi juga memberikan sosialisasi bahaya narkoba kepada petugas dan warga binaan guna meningkatkan pemahaman terkait dampak negatif penyalahgunaan narkotika. Sosialisasi tersebut disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Pertama sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sukabumi, Erza Nur Afrilia, S.K.M. Sebagai bentuk penguatan komitmen Zero HALINAR, kegiatan ditutup dengan pelaksanaan test urine terhadap 20 petugas dan 30 warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba. Budi Hardiono menegaskan, sinergi bersama aparat penegak hukum akan terus diperkuat demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan berintegritas. “Hari ini kami bersama unsur TNI, Polri, dan BNNK melaksanakan penggeledahan kamar hunian warga binaan, sosialisasi bahaya narkotika, serta test urine bagi petugas dan warga binaan,” ujarnya. Hal ini selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, 21 Perintah Harian Dirjen Pemasyarakatan, serta penguatan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan,” pungkasnya. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Warga Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria muda dalam kondisi meninggal dunia di dalam sebuah minimarket pada Jumat (8/5/2026) pagi. Korban diketahui bernama Andiansyah (24), warga Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon. Korban sehari-hari bekerja sebagai karyawan minimarket tersebut. Peristiwa itu terjadi di sebuah gerai Alfamart yang berada di Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban masuk kerja seperti biasa pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah aktivitas toko selesai, korban bersama rekannya, Ismail Mardiansyah (22), beristirahat di dalam minimarket. Namun pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB, saksi mencari korban karena tidak berada di tempat istirahatnya. Saat dilakukan pengecekan ke area dalam toko, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di dekat rolling door minimarket. Korban ditemukan dengan tali rapia plastik berwarna coklat yang terlilit di leher dan terikat pada bagian atas rolling door. Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera melaporkannya ke Polsek Kalibunder. Petugas kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Kalibunder kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi jasad korban, serta pemeriksaan awal. Kapolsek Kalibunder, Dodi Irawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari masyarakat. “Setelah menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan di TKP bersama tim medis,” ujarnya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Wihdatul Ummah di Asrama Haji Pusbangdai Cikembang, Kabupaten Sukabumi, Kamis pagi (7/5/2026). Menjelang pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah, para calon jamaah haji Kloter 13 asal Kabupaten Sukabumi mendapatkan pembekalan spiritual dari Ustadz Badrudin Abu Rusydi. Dalam arahannya, Pelaksana Pengadministrasian Perkantoran pada Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi itu mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan rohani selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, ada tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan setiap jamaah, yakni syukur, sabar, dan tawakal. “Kesempatan menunaikan ibadah haji adalah nikmat luar biasa dari Allah SWT. Karena itu jamaah harus selalu bersyukur, bersabar menghadapi berbagai situasi selama di Tanah Suci, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh tawakal,” ujar Ustadz Badrudin di hadapan jamaah. Ia juga mengajak seluruh calon jamaah untuk menjaga sikap, akhlak, serta kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji agar perjalanan berlangsung lancar dan memperoleh predikat haji mabrur. Setelah pengarahan berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Subuh berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ustadz Badrudin Abu Rusydi. Para jamaah tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan. Pembekalan keagamaan tersebut menjadi bagian dari proses persiapan keberangkatan jamaah haji Kabupaten Sukabumi, sebagai upaya memperkuat kesiapan spiritual selain administrasi dan kesehatan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi menggelar pembinaan rohani bagi aparatur melalui kegiatan Majlis Taklim yang berlangsung di Mushola Al-Badr Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai dan para kepala bagian sebagai bagian dari penguatan mental serta spiritual aparatur. Dalam kesempatan itu, KH. Iwan Setiawan menyampaikan tausiyah bertema Muhasabah dan Muraqabah. Materi yang disampaikan menyoroti pentingnya evaluasi diri serta menjaga kesadaran bahwa setiap tugas dan tanggung jawab harus dijalankan dengan penuh kejujuran dan amanah. Menurutnya, aparatur pemerintahan tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus memiliki akhlak dan nilai moral yang kuat. Dengan muhasabah, pegawai diajak untuk terus memperbaiki sikap dan kinerja, sedangkan muraqabah menjadi pengingat agar setiap pekerjaan dilakukan secara bertanggung jawab. “Ketika seseorang merasa selalu diawasi Allah SWT, maka ia akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan menjalankan pekerjaannya,” ujarnya di hadapan peserta majlis ta’lim. Sekretaris DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan tersebut rutin dilaksanakan sebagai upaya membangun budaya kerja yang positif di lingkungan Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi. Ia menilai penguatan spiritual memiliki peran penting dalam menciptakan aparatur yang disiplin, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Selain menjadi sarana menambah wawasan keagamaan, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta kebersamaan antarpegawai. Suasana kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan dan khidmat hingga akhir acara. Melalui kegiatan tersebut, Sekretariat DPRD Kabupaten Sukabumi berharap nilai-nilai religius dapat terus tertanam dalam keseharian aparatur, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Surade kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali pasangan muda dengan pemahaman menyeluruh sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Bimbingan diikuti para calon pengantin dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya BKKBN, Puskesmas, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Daldduk), serta Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar). Kepala KUA Kecamatan Surade, Drs. H. Solihin Mansur, M.Ag., mengatakan pernikahan bukan hanya sebatas seremoni, tetapi merupakan ibadah sekaligus pondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. Menurutnya, pasangan suami istri harus memahami hak dan kewajiban masing-masing serta mampu menjaga komunikasi yang baik agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting. Perwakilan BKKBN memaparkan pentingnya perencanaan keluarga, pengelolaan ekonomi rumah tangga, hingga pencegahan stunting sejak dini. Sementara itu, pihak Puskesmas memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, kesiapan fisik dan mental menjelang pernikahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. Dari sisi administrasi, Daldduk menjelaskan tata cara pencatatan pernikahan dan kelengkapan dokumen kependudukan yang harus dimiliki pasangan. Sedangkan Motekar memberikan motivasi serta berbagi pengalaman mengenai cara menjaga keharmonisan rumah tangga dan memperkuat ketahanan keluarga di lingkungan masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga dan persiapan pernikahan. Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Surade berharap para calon pengantin memiliki kesiapan bukan hanya secara administrasi, tetapi juga secara mental, spiritual, dan sosial dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Kemunculan seekor buaya berukuran besar di Muara Kesik Urug, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, memicu keresahan warga. Kekhawatiran meningkat setelah seekor anjing yang berenang di lokasi tersebut diduga menjadi mangsa hewan liar itu. Laporan warga yang diterima pada Senin (4/5/2026) langsung ditindaklanjuti oleh tim Pengendalian dan Penanganan Bencana Hewan Liar (P2BK) Kecamatan Tegalbuleud. Petugas turun ke lokasi pada Selasa (5/5/2026) untuk melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi di lapangan. Kasi Trantib Kecamatan Tegalbuleud, Sumarna, menjelaskan bahwa muara tersebut merupakan kawasan dengan aktivitas tinggi. Warga kerap memanfaatkan lokasi itu untuk memancing, menjala ikan, hingga jalur transportasi perahu. Karena itu, keberadaan buaya dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Peninjauan juga dilakukan unsur TNI setempat. Petugas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, tidak berenang, serta menghindari area tepian air yang rawan. Salah seorang warga, Bah Enyol, mengaku kemunculan buaya sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Namun insiden terbaru membuat warga semakin waspada saat beraktivitas di sekitar muara. Saat ini, pemantauan terus dilakukan guna memastikan keamanan warga sekaligus menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Masyarakat diminta tetap tenang, namun segera melapor jika kembali melihat kemunculan buaya di lokasi tersebut. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Camat Caringin, Ridwan Agus Mulyawan, resmi terpilih sebagai Ketua Asosiasi Perangkat Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi (Apekkasi) masa bakti 2026–2029. Ia ditetapkan secara aklamasi dalam musyawarah yang digelar di Saung Hegar Rizky, Selasa (5/5/2026). Usai proses pemilihan, Bupati Sukabumi H. Asep Japar langsung mengukuhkan jajaran pengurus Apekkasi dalam kesempatan yang sama. Momentum ini menjadi titik awal penguatan peran camat sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah. Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya Apekkasi sebagai ruang strategis bagi para camat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas wilayah. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa berjalan optimal tanpa kekompakan seluruh elemen, terutama di tingkat kecamatan. “Apekkasi harus menjadi wadah untuk saling bertukar gagasan, memperkuat koordinasi, dan mendorong percepatan pembangunan di masing-masing wilayah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa peran aparatur sipil negara tidak hanya sebatas administratif, tetapi harus berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. “Kita semua memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Itu yang harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Apekkasi terpilih, Ridwan Agus Mulyawan, menyatakan kesiapannya mengemban amanah serta memperkuat organisasi melalui program kerja yang adaptif dan kolaboratif. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan daerah. “Kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon arahan dan dukungan agar Apekkasi bisa berkontribusi lebih dalam memajukan wilayah Kabupaten Sukabumi,” tandasnya. (Dicky)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Ratusan massa dari organisasi Gerakan Reformasi Islam (GARIS) Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Sukabumi, Selasa (5/5/2026). Pendemo menuntut pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2015 tentang larangan minuman beralkohol. Aksi yang dimulai sejak pagi itu dipimpin oleh Ade Saepulloh. Massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan penegakan hukum atas peredaran minuman keras yang dinilai masih marak di sejumlah titik di Kota Sukabumi. Dalam orasinya, Ade menegaskan bahwa persoalan utama bukan lagi pada keberadaan regulasi, melainkan lemahnya pengawasan dan konsistensi penegakan di lapangan. Menurutnya, Perda yang sudah berjalan lebih dari satu dekade seharusnya mampu menekan peredaran miras secara signifikan. “Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat. Regulasi sudah jelas, tinggal bagaimana implementasinya dilakukan secara konsisten,” tegasnya. Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi bergantian menyampaikan aspirasi, menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan akibat masih beredarnya minuman beralkohol. Mereka juga mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah kota, mulai dari pengawasan distribusi hingga penindakan terhadap pelanggaran. Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aparat dari Polres Sukabumi Kota diterjunkan dan berjaga di sejumlah titik strategis. Pengamanan dilakukan secara ketat namun tetap humanis guna memastikan jalannya aksi tetap tertib. Hingga siang hari, aksi berlangsung kondusif. Massa menyampaikan aspirasi tanpa insiden berarti, sementara arus lalu lintas di sekitar lokasi masih dapat dikendalikan. Aksi ini menjadi sinyal kuat dorongan publik agar pemerintah daerah tidak berhenti pada tataran regulasi, melainkan memastikan kebijakan berjalan efektif di lapangan demi menjaga ketertiban dan norma sosial di Kota Sukabumi. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – DPRD Kota Sukabumi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil reses masa sidang II tahun 2026, Kamis (30/4/2026). Forum ini menjadi wadah merangkum berbagai aspirasi masyarakat dari seluruh daerah pemilihan. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Feri Sri Astrina, menyampaikan seluruh anggota dewan telah turun langsung ke wilayah masing-masing untuk menyerap aspirasi warga. Hasilnya kemudian dibahas dalam rapat paripurna sebagai bagian dari fungsi representasi DPRD. “Hasil reses tersebut akan dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD yang menjadi referensi penting dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, mulai dari RKPD, KUA-PPAS hingga APBD tahun berikutnya,” ujarnya. Ia menegaskan, paripurna ini juga menjadi jembatan komunikasi strategis antara masyarakat dan pemerintah daerah. Sejumlah isu krusial yang dihadapi warga, terutama terkait infrastruktur dan layanan dasar, disampaikan untuk segera ditindaklanjuti. “Fokus aspirasi masyarakat masih didominasi kebutuhan pembangunan infrastruktur lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan UMKM, penanganan banjir, serta pengentasan kemiskinan,” terangnya. Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan seluruh hasil reses telah diterima dan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan daerah. Ia mengungkapkan, sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, sejalan dengan hasil reses dan musrenbang. Pemerintah Kota Sukabumi akan memfokuskan pembangunan tiga tahun ke depan pada perbaikan jalan, drainase, trotoar, penerangan, hingga pengelolaan sampah. Selain itu, penataan kawasan perkantoran juga menjadi bagian dari rencana strategis, termasuk peningkatan fasilitas gedung DPRD dan sarana pemerintahan lainnya agar lebih representatif. Ayep menambahkan, sinergi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan, sekaligus memastikan program prioritas dapat terealisasi secara optimal dan tepat sasaran. (Usep)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Seluruh jajaran RSUD Jampangkulon menggelar aksi bersih-bersih lingkungan rumah sakit, Senin (4/5/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta program Jawa Barat Berseka (Bersih, Sehat, dan Nyaman). Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur rumah sakit, mulai dari pimpinan, tenaga medis dan paramedis, staf administrasi, hingga petugas kebersihan dan keamanan. Mereka bergotong royong membersihkan area pelayanan, ruang rawat inap, lorong, halaman, taman, saluran air, hingga titik pembuangan sampah. Direktur RSUD Jampangkulon, dr. Lusi Apriani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman dan nyaman. “Kondisi lingkungan yang bersih dan tertata memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan sekaligus proses pemulihan pasien,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kebersihan merupakan kewajiban bersama seluruh elemen, bukan hanya petugas kebersihan. Selain itu, program Jabar Berseka dinilai menjadi pemicu untuk terus menjaga standar kebersihan yang tinggi sebagai cerminan kualitas pelayanan dan disiplin kerja di lingkungan rumah sakit. Aksi ini juga memperkuat kebersamaan antarpegawai. Suasana gotong royong yang terbangun dinilai mampu meningkatkan kekompakan di tengah aktivitas pelayanan yang padat. Usai kegiatan, lingkungan RSUD Jampangkulon tampak lebih bersih, rapi, dan terawat. Manajemen rumah sakit memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari budaya kerja, guna mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. (Dicky)