Amuntai Tengah, Bidik-kasusnews.com            Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung milik kelompok tani di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kamis (10/9/2026). Monitoring yang berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan kondisi lahan pertanian yang menjadi bagian dari kegiatan budidaya masyarakat. Dalam pemantauan tersebut, lahan jagung yang berada di Desa Pinangkara memiliki luas sekitar 3 hektare dan dikelola oleh Kelompok Tani Berkat Setia dengan Bahri sebagai pemilik sekaligus ketua kelompok tani. Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 21 Juli 2026. Saat dilakukan monitoring, tanaman tercatat berusia 51 hari setelah tanam (HST). Jenis jagung yang dibudidayakan merupakan jagung pakan dengan menggunakan benih Bisi 18 sebanyak 75 kilogram atau 75 bungkus. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman, kelompok tani menggunakan pupuk NPK Mutiara 16.16.16. Sementara pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Proses pengolahan lahan dan pemeliharaan tanaman masih dilakukan secara manual. Berdasarkan hasil monitoring, masa panen diperkirakan pada 21 November 2026. Pemantauan secara berkala diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan tanaman hingga memasuki masa panen. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan serta membangun komunikasi dengan masyarakat, khususnya para petani di wilayah hukum Polsek Babirik. Melalui monitoring di lapangan, kepolisian dapat mengetahui secara langsung kondisi pertanian masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan kelompok tani dalam mendukung produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Amuntai Utara, Bidik-kasusnews.com              Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Amuntai Utara. Pada Kamis (10/9/2026), personel Polsek Amuntai Utara melaksanakan patroli dialogis dan sambang warga di Desa Tayur, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 Wita tersebut diisi dengan komunikasi langsung bersama masyarakat sekaligus penyampaian imbauan terkait pencegahan Karhutla. Selain memberikan edukasi, petugas juga membagikan dan menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan serta bahaya pembakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan sejak dini, khususnya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran. Patroli dilaksanakan oleh tiga personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Khairil, Aipda Hendra, dan Bripka Eko. Dalam pelaksanaannya, personel menggunakan dua unit kendaraan roda dua Bhabinkamtibmas. Kapolsek Amuntai Utara melalui kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas maupun kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan patroli dialogis dan sosialisasi berlangsung aman dan lancar. Berdasarkan laporan kegiatan, selama pelaksanaan patroli tidak ditemukan adanya kejadian Karhutla di wilayah hukum Polsek Amuntai Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasuanews.Com          Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Danau Panggang, Polres Hulu Sungai Utara (HSU). Personel kepolisian menggelar patroli dialogis sekaligus menyosialisasikan Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang pencegahan karhutla kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 09.00 WITA dengan menyasar warga Desa Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam kegiatan yang dikemas melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) tersebut, petugas menyampaikan imbauan terkait pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Tiga personel Polsek Danau Panggang yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Aipda A. Saipul Hadi, S.Sos., Briptu M. Kamil Musyaffa’, dan Bripda Putra Fajar Alam. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan satu unit kendaraan roda empat Polsek Danau Panggang. Selain menyampaikan sosialisasi karhutla, patroli dialogis juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di wilayah hukum Polsek Danau Panggang. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat kewaspadaan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Melalui kegiatan rutin tersebut, kepolisian juga terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan maupun tindak kejahatan di lingkungan sekitar. Polsek Danau Panggang menilai komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan publik serta menciptakan hubungan yang semakin baik antara kepolisian dan warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Danau Panggang terpantau aman dan terkendali. Kegiatan berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com          Polres Hulu Sungai Utara (HSU) terus mendorong peningkatan pemahaman hukum di lingkungan internal kepolisian. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum kepada personel serta ASN Polres HSU, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Apel Polres Hulu Sungai Utara setelah pelaksanaan apel pagi. Sosialisasi berlangsung sekitar pukul 07.45 hingga 08.00 WITA dan diikuti seluruh personel serta ASN yang mengikuti apel. Dalam kegiatan tersebut, materi yang disampaikan berupa pembacaan Buku Kesatu Aturan Hukum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya Pasal 12, Pasal 13, dan Pasal 14. Kegiatan dipimpin oleh PS. Kasikum Polres Hulu Sungai Utara, Ipda Ngatiman, S.H., bersama staf. Sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Kabidkum Polda Kalimantan Selatan Nomor B/2127/VIII/HUK 11.1./2026/Bidkum tertanggal 26 Agustus 2026 tentang petunjuk dan arahan pelaksanaan sosialisasi KUHP kepada personel. Penyuluhan hukum menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran personel terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan pemahaman hukum yang baik, personel diharapkan dapat menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum dalam pelaksanaan tugas kepolisian maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selama pelaksanaan, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Polres Hulu Sungai Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembinaan, termasuk penguatan pemahaman terhadap aspek hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepolisian. (Agus)

Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com    Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) kembali melaksanakan kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) bagi personel yang beragama Islam, Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.15 WITA tersebut digelar di Masjid Al-Hidayah Polres HSU dan diikuti jajaran pimpinan hingga personel kepolisian. Sejumlah pejabat utama (PJU) Polres HSU, Wakapolres HSU, personel Polres HSU, anggota Polsek jajaran, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres HSU turut mengikuti kegiatan tersebut. Binrohtal dipimpin oleh Ustaz Asrani. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan internal kepolisian melalui pendekatan keagamaan, khususnya dalam membangun dan memelihara mental serta spiritual personel. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, personel diharapkan senantiasa memiliki landasan moral dan spiritual dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan Binrohtal berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga selesai. Polres Hulu Sungai Utara terus mendorong pembinaan personel tidak hanya dari sisi profesionalitas dalam menjalankan tugas, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 berlangsung dalam balutan budaya Sunda yang kental, Kamis (10/9/2026), Kegiatan Sekar Budaya di Alun-alun Palabuhanratu, berlangsung meriah dengan pernak-pernik atraksi yang ditampilkan oleh para peserta. Selain itu juga makin meneguhkan kembali identitas dan nilai-nilai budaya sebagai bagian dari perjalanan pembangunan daerah. Penggunaan bahasa Sunda, busana adat, hingga berbagai prosesi budaya membuat suasana peringatan HJKS terasa semakin kuat dengan nuansa kearifan lokal. Salah satu prosesi yang menjadi perhatian adalah pengumpulan air dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. Air tersebut kemudian disatukan ke dalam sebuah kendi sebagai simbol persatuan. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas, pembangunan Kabupaten Sukabumi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh wilayah dan elemen masyarakat. Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, peringatan HJKS ke-156 bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan panjang Kabupaten Sukabumi yang telah melewati berbagai fase sejarah, perjuangan, hingga pembangunan. Menurutnya, rasa syukur atas perjalanan tersebut harus diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata. Jejak perjuangan para pendahulu juga harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi saat ini untuk meneruskan pembangunan dengan semangat kebersamaan. “Semangat, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujar Asep Japar. Ia menegaskan, tantangan pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya. Arah pembangunan, kata dia, harus terus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong dinilai menjadi modal penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Kebersamaan tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata agar kemajuan Kabupaten Sukabumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan perlindungan dalam setiap ikhtiar kita untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” tandasnya. Sekar Budaya HJKS ke-156 pun menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang menjaga jati diri daerah. Budaya, persatuan, dan gotong royong menjadi kekuatan yang diharapkan terus mengiringi langkah Kabupaten Sukabumi menuju masa depan. (Dicky)

CIREBON – Bidik-kasusnews.com,. Polresta Cirebon kembali menorehkan prestasi di bidang kehumasan dengan meraih Juara 2 PPID Satwil kategori Keaktifan Website Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tingkat Polda Jawa Barat Tahun 2026. Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Asistensi dan Monitoring serta Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Polda Jabar Tahun 2026 yang digelar di Aula Herman Polda Jabar, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Karo PPID Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Saptono Erlangga Waskitoroso, M.I.Kom. beserta Tim Monev. Kegiatan dibuka langsung oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H. diwakili Kasi Humas Polresta Cirebon Ipda Toga Marolop, S.Sos., CPHR. Turut hadir para Kasi Humas Polres jajaran serta perwakilan operator dari Polres jajaran se-Polda Jawa Barat. Capaian Juara 2 PPID Satwil kategori Keaktifan Website KIP menjadi bukti komitmen Polresta Cirebon dalam mengoptimalkan keterbukaan informasi publik melalui pengelolaan website dan kanal informasi yang aktif, informatif, serta mudah diakses masyarakat. Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Polresta Cirebon untuk terus meningkatkan kualitas kinerja kehumasan, khususnya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, transparan, dan bertanggung jawab. Menurutnya, keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Karena itu, jajaran Polresta Cirebon akan terus mendorong pengelolaan informasi publik yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. “Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas publikasi, pengelolaan media, dan pelayanan informasi kepada masyarakat. Keterbukaan informasi merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional, modern, dan terpercaya,” ujar Kombes Pol. Imara Utama. Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh personel, khususnya jajaran Seksi Humas dan para operator yang secara konsisten mengelola serta menyajikan informasi kegiatan kepolisian kepada masyarakat. “Kami akan terus berkomitmen menghadirkan informasi yang edukatif, aktual, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi terkait pelayanan maupun kegiatan Polresta Cirebon,” tuturnya. Polresta Cirebon juga menjadikan evaluasi dan asistensi KIP sebagai momentum untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan, baik dalam aspek publikasi, pengelolaan media digital, maupun pelayanan informasi publik. Melalui capaian tersebut, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan informasi yang transparan dan responsif sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang semakin dekat, terbuka, dan dipercaya masyarakat. (Asep Rusliman)

Palembang, Bidik-kasusnews.com              Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumatera Selatan turut hadir dalam Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat RI-RDTL Yonarmed 15/Cailendra Kodam II/Sriwijaya ke wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Dermaga Non-Petikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang. Dalam kegiatan tersebut, Danden Gegana Kompol Gana Yudha Pratama, S.I.K., M.H., hadir bersama unsur TNI-Polri serta para pejabat dan undangan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas pengamanan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara pemberangkatan tersebut menjadi momentum penting dalam melepas personel Yonarmed 15/Cailendra Kodam II/Sriwijaya yang akan melaksanakan tugas negara di wilayah perbatasan darat RI-RDTL, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Keberadaan Satgas Pamtas memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan. Selain melaksanakan tugas pengamanan, personel Satgas juga diharapkan mampu membangun komunikasi serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat di wilayah penugasan. Kehadiran Kompol Gana Yudha Pratama dalam kegiatan tersebut mencerminkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas negara, termasuk menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, seluruh personel yang diberangkatkan diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme, serta senantiasa menjaga nama baik satuan dan institusi selama berada di wilayah penugasan. “Selamat bertugas kepada seluruh personel Satgas Pamtas Darat RI-RDTL Yonarmed 15/Cailendra. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, profesional, dan tetap utamakan keselamatan selama menjalankan amanah negara,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan pemberangkatan tersebut. Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat. Selanjutnya, Satgas Pamtas Darat RI-RDTL Yonarmed 15/Cailendra diberangkatkan menuju wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL Tahun Anggaran 2026. (Agus)

Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com        Harapan warga Kampung Lubuk Upi, Kelurahan Sukarame 2, Kecamatan Teluk Betung Timur, untuk memiliki akses penghubung yang lebih layak mulai menemukan titik terang. Kodim 0410/KBL bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung melaksanakan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII, Rabu (9/9/2026). Peletakan batu pertama berlangsung di Jalan R. Imba Kesuma Yudha RT 09 LK 2, Kampung Lubuk Upi. Kegiatan tersebut dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., dan dihadiri Asisten I Pemerintahan Kota Bandar Lampung Wilson Faisol, S.E., M.M., yang mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemerintahan wilayah turut hadir, di antaranya perwakilan Kejaksaan Negeri, Wakapolsek Teluk Betung Timur Iptu Erwin, serta Camat Teluk Betung Timur Angga Dwiansyah, S.Sos., M.M. Pembangunan jembatan sepanjang sekitar 30 meter tersebut merupakan bagian dari program Jembatan Perintis Garuda yang digagas Kodam XXI/Radin Inten. Kehadiran jembatan diharapkan dapat membuka akses masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan medan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bagi warga Lubuk Upi, akses tersebut memiliki arti penting karena berkaitan dengan mobilitas ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial masyarakat. TNI Dorong Akses Warga Semakin Mudah Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan mengatakan pembangunan jembatan menjadi salah satu bentuk kehadiran TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya dalam mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan akses dan infrastruktur. “Pembangunan jembatan ini adalah bukti bahwa TNI AD selalu hadir untuk rakyat. Kami tidak hanya berdiam di markas, tetapi turun langsung membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat,” ujar Roni. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas dan aktivitas perekonomian warga Kampung Lubuk Upi. “Kami berharap dengan adanya akses ini, roda ekonomi masyarakat di Kampung Lubuk Upi dapat bergerak lebih cepat dan lebih baik,” katanya. Sementara itu, Asisten I Pemerintahan Kota Bandar Lampung Wilson Faisol menyampaikan apresiasi atas pembangunan yang dilakukan melalui sinergi TNI AD dan pemerintah daerah. Ia menilai pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung merupakan bagian penting dari upaya pemerataan pembangunan. “Kami sangat mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian TNI AD melalui Kodim 0410/KBL. Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam membangun infrastruktur yang merata,” kata Wilson. Pemerintah Kota Bandar Lampung, lanjutnya, akan terus mendukung dan bersinergi agar proses pembangunan dapat berjalan dengan baik hingga selesai. Babinsa Kawal Koordinasi Bersama Warga Selain keterlibatan unsur pimpinan dan pemerintah daerah, proses persiapan pembangunan juga mendapat pendampingan dari Babinsa Kelurahan Sukarame 2 Serka Novriadi. Sejak tahap awal, Babinsa turut melakukan monitoring, koordinasi, serta pendampingan bersama masyarakat di lokasi pembangunan. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan komunikasi antara aparat dan warga tetap berjalan selama proses pembangunan. Ground breaking yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut diikuti sekitar 30 orang dari unsur TNI, Polri, pemerintah wilayah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII di Kampung Lubuk Upi. Warga berharap jembatan tersebut nantinya dapat memberikan akses yang lebih mudah dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Melalui pembangunan tersebut, sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada seremoni peletakan batu pertama, tetapi berlanjut hingga jembatan selesai dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Program tersebut sekaligus memperkuat semangat “TNI AD Hadir untuk Rakyat” melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat wilayah. (Agus)

SUKABUMI-BIDIK-KASUSNEWS.COM – Pembangunan infrastruktur Desa Kutasirna Kecamatan Cisaat tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki akses jalan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka pergerakan ekonomi masyarakat. Bendahara Desa Kutasirna Azis Dwi Julianto atau biasa disapa Ajo mengatakan, salah satu titik pembangunan berada di Kampung Kotasirna, RT 08/RW 03, dengan ruas jalan sepanjang sekitar 470 meter dan lebar 2,5 meter. “Ruas tersebut menggunakan konstruksi jalan beton yang kemudian dilapisi aspal atau hotmix,” ujarnya, Kamis, (10/9/2026). Sementara titik lainnya kata dia, berada di Kampung Cirenged, RT 16/RW 06 atau wilayah RW 05, berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mendukung akses jalan lingkungan. Kedua pembangunan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026. Di balik pembangunan jalan tersebut, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup potensial. Akses yang lebih baik dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi barang dan jasa dari wilayah desa menuju pasar yang lebih luas. Dia menambahkan, salah satu sektor yang berkembang adalah industri makanan rumahan. Masyarakat yang sebelumnya banyak bergerak pada kerajinan anyaman bambu kini mulai beralih ke produksi makanan ringan, seperti tiktak, sukro, hingga produk olahan sayuran. Sedikitnya terdapat empat sentra atau pabrik tiktak di wilayah tersebut. Masing-masing mempekerjakan sekitar 25 orang, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Dengan demikian, aktivitas produksi tersebut sedikitnya membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 100 warga. Selain industri rumahan, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Komoditas sayuran menjadi salah satu hasil pertanian yang dikembangkan, sementara di sektor perikanan terdapat sekitar lima kelompok pembudidaya ikan. Hasil produksi masyarakat bahkan tidak berhenti di pasar lokal. Sebagian hasil pertanian dan perikanan dikirim ke kawasan industri dan pasar luar daerah, termasuk Jakarta dan Cikarang. Kondisi tersebut membuat keberadaan infrastruktur jalan memiliki posisi strategis. Jalan bukan hanya menjadi sarana keluar-masuk warga, tetapi juga menjadi jalur yang menghubungkan sentra produksi dengan konsumen dan pasar. Desa Kotasirna sendiri terdiri atas 18 RT dan enam RW yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Babakan Jampang, Dusun Kotasirna dan Dusun Cirenged. Jumlah penduduknya tercatat lebih dari 6.000 jiwa berdasarkan data pendataan terakhir. Dengan potensi tersebut, pembangunan infrastruktur diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kondisi fisik jalan. Lebih jauh, infrastruktur diharapkan mampu memperkuat rantai ekonomi desa, menekan hambatan distribusi, serta membuka ruang lebih besar bagi usaha masyarakat untuk berkembang. Bagi warga Kotasirna, jalan yang semakin baik berarti akses yang semakin terbuka. Bukan hanya untuk bepergian, tetapi juga untuk membawa hasil produksi desa menuju pasar yang lebih luas. (Usep)