HSU – BIDIK-KASUSNEWS.COM Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan melalui pemantauan perkembangan tanaman jagung di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Pada Senin (19/10/2026), Polsek Babirik melaksanakan monitoring pertumbuhan jagung di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA tersebut berfokus pada pendataan kondisi tanaman jagung milik kelompok tani Berkat Setia yang diketuai Bahri. Lahan seluas 3 hektare itu ditanami jagung pakan menggunakan benih varietas Bisi 18.
Berdasarkan data monitoring, penanaman dilakukan pada 21 Juli 2026. Saat pemantauan berlangsung, tanaman tercatat berusia 90 hari setelah tanam (HST), dengan tinggi mencapai sekitar 185 sentimeter. Panen diperkirakan berlangsung pada 21 November 2026.
Tanaman Jagung Capai Tinggi 185 Sentimeter
Pemantauan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan tanaman, luas lahan, penggunaan benih, serta sarana pendukung budidaya yang digunakan petani.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok tani Berkat Setia menggunakan sebanyak 75 kilogram benih jagung Bisi 18. Untuk pemupukan, petani menggunakan NPK Mutiara 16-16-16, sedangkan pengendalian gulma dilakukan menggunakan herbisida Basmilang. Adapun pengolahan dan pemeliharaan lahan masih menggunakan peralatan manual.
Data hasil monitoring ini menjadi bagian dari pencatatan perkembangan pertanaman jagung pada kuartal III sekaligus memberikan gambaran mengenai proses budidaya yang sedang berjalan di tingkat petani.
Monitoring Dukung Ketahanan Pangan Daerah
Pemantauan pertumbuhan jagung merupakan salah satu langkah untuk mengetahui perkembangan kegiatan pertanian serta mendukung pendataan potensi produksi jagung di wilayah setempat.
Jagung pakan memiliki peran penting dalam menunjang kebutuhan bahan baku pakan ternak. Oleh karena itu, perkembangan lahan pertanian jagung menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung ketersediaan bahan baku pakan.
Melalui kegiatan monitoring secara berkala, perkembangan tanaman dan perkiraan waktu panen dapat terdokumentasi dengan lebih baik. Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan program pertanian dan upaya peningkatan produksi jagung.
Polsek Babirik menempatkan kegiatan monitoring ini sebagai bagian dari pendataan perkembangan pertanaman jagung di wilayah yang menjadi sasaran pemantauan, dengan harapan upaya tersebut dapat mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.
(Agus)