Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepolisian Sektor (Polsek) Banjang terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Salah satunya dilakukan melalui patroli dialogis sekaligus sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan personel Polsek Banjang pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 12.00 Wita dengan menyasar warga di Desa Banjang, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Banjang menyampaikan imbauan mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan mudah terbakar. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dengan mengedepankan patroli dialogis. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah preventif kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Banjang. Briptu Abdul Wahid Mudzakir menjadi personel yang melaksanakan kegiatan sosialisasi tersebut dengan menggunakan satu unit kendaraan roda dua milik Polsek Banjang. Selain mencegah terjadinya karhutla, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Melalui pendekatan dialogis, polisi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya aparat penegak hukum. Polsek Banjang menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya indikasi kebakaran hutan maupun lahan. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman dan lancar. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Banjang selama kegiatan terpantau aman dan kondusif. Upaya sosialisasi dan patroli secara berkala tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mencegah terjadinya karhutla yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat. (Agus)
Amuntai, Bidik-kasusnews.com Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), personel Polsek Amuntai Utara Polres Hulu Sungai Utara (HSU) melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan patroli sambang sekaligus memberikan imbauan serta sosialisasi Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang larangan dan pencegahan Karhutla kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, mulai pukul 10.00 Wita hingga 12.00 Wita, dengan menyasar masyarakat di Desa Teluk Daun, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran pada musim kemarau. Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Amuntai Utara mengedepankan pendekatan dialogis dengan menyambangi dan berkomunikasi secara langsung dengan warga. Melalui patroli sambang tersebut, personel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan yang dapat berpotensi menimbulkan kebakaran dan meluas ke area lainnya. Selain memberikan imbauan secara lisan, personel juga melakukan pembagian Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan tentang Karhutla kepada masyarakat. Maklumat tersebut disosialisasikan agar masyarakat memahami ketentuan, larangan, serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan, baik terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aspek hukum. Personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. Warga diminta lebih berhati-hati terhadap sumber api, terutama ketika berada di kawasan perkebunan, lahan kosong maupun area yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan terjadinya Karhutla. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh empat personel Polsek Amuntai Utara, yakni Aiptu Ferry, Aiptu A.M. Ansari, Aipda Sri Sugiarto dan Brigadir Erry Dian Saputra. Dalam pelaksanaan patroli, personel menggunakan dua unit kendaraan roda dua (R2) Bhabinkamtibmas Polsek Amuntai Utara untuk menjangkau lingkungan dan permukiman masyarakat di wilayah Desa Teluk Daun. Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur menyampaikan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam melakukan pencegahan Karhutla melalui langkah-langkah preemtif dan preventif. “Pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dampaknya dapat merugikan banyak pihak dan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maupun kesehatan,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Lebih lanjut disampaikan, Polres HSU melalui jajaran Polsek akan terus meningkatkan kegiatan patroli, sambang dan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya mendeteksi serta mencegah sedini mungkin potensi terjadinya Karhutla. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga diharapkan dapat membangun komunikasi yang baik sehingga setiap potensi gangguan maupun kejadian Karhutla dapat segera diinformasikan dan ditangani. “Kami mengharapkan masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga lingkungan. Apabila melihat adanya titik api, kepulan asap atau kegiatan pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat atau melalui layanan kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya. Dengan dilaksanakannya patroli dialogis, patroli sambang, serta sosialisasi Maklumat Kapolda Kalsel tersebut, Polsek Amuntai Utara berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan potensi terjadinya Karhutla dapat ditekan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Dalam upaya pencegahan dini terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Bandar Lampung, jajaran Koramil 410-05/Tanjung Karang Pusat (TKP) Kodim 0410/KBL bersama unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB) melaksanakan patroli terpadu dan sosialisasi di Kelurahan Sukadanaham, Jumat (04/09/2026). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menyasar kawasan Jalan H. Agus Salim, RT 06 LK 01, yang dinilai memiliki potensi rawan kebakaran. Dipimpin langsung oleh Babinsa setempat, patroli ini tidak hanya bertujuan untuk melakukan pemantauan titik api, namun juga sebagai langkah preventif untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Pencegahan adalah kunci utama dalam penanganan Karhutla. Kami bersama Linmas turun langsung untuk memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memicu kebakaran, sekaligus memberikan pemahaman kepada warga tentang dampak buruk asap bagi kesehatan dan lingkungan,” ujar Danramil 410-05/TKP dalam keterangannya. Patroli dan sosialisasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, khususnya Babinsa sebagai ujung tombak kewilayahan, dengan pemerintah kecamatan dan Linmas. Kolaborasi lintas sektor ini sejalan dengan upaya Polda Lampung dan pemerintah daerah yang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau . Selain patroli, Babinsa juga aktif melakukan komunikasi sosial (Komsos) untuk menggugah kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan . Kegiatan patroli di Kelurahan Sukadanaham berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif. Dengan adanya pemantauan rutin dan deteksi dini seperti ini, diharapkan potensi kebakaran lahan di wilayah binaan dapat ditekan seminimal mungkin dan masyarakat pun dapat terhindar dari bencana kabut asap yang mengganggu aktivitas sehari-hari. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD HSU, Manggala Agni dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Selasa (1/9/2026). Kebakaran diketahui setelah masyarakat melaporkan adanya titik panas (hotspot) di kawasan tersebut. Tim kemudian melakukan pengecekan langsung ke lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi dan luasan area yang terdampak. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu titik hotspot dengan luasan lahan terbakar yang diperkirakan mencapai 11,43 hektare. Pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 14.30 WITA. Wakapolres HSU Kompol Sony F. L. Gaol, S.E., M.M., turut turun langsung memimpin penanganan di lokasi bersama Kasat Reskrim Polres HSU AKP Firdaus Tarigan, S.H., M.M., Kasat Intelkam AKP Agus Murti Widodo, Kasat Sabhara AKP Sutopo, serta Plh. Kapolsek Banjang AKP Didik Suryanto, S.H. Penanganan juga melibatkan personel Koramil Amuntai Tengah/Banjang, Satgas Karhutla Polres HSU, BPBD HSU, Manggala Agni, Tim Inafis Polres HSU dan warga setempat. Sesampainya di lokasi, petugas langsung mengecek titik api sekaligus berkoordinasi dengan aparatur desa dan masyarakat. Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah kobaran api menjalar ke kawasan lain. Sejumlah peralatan dikerahkan dalam proses pemadaman, mulai dari pompa portable milik Polres HSU, BPBD HSU dan Manggala Agni hingga peralatan manual berupa gepyok. Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan kondisi relatif lembap. Vegetasi yang terdampak meliputi semak belukar, bondong dan purun. Sementara status fungsi kawasan disebut berada dalam Areal Penggunaan Lain (APL). Menurut keterangan masyarakat, api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WITA. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi petugas karena bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah. Keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Untuk mengatasinya, personel gabungan menggunakan pompa portable sekaligus melakukan pemadaman secara manual. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, Manggala Agni, TNI dan masyarakat terus dilakukan hingga titik-titik api berhasil dikendalikan. Selain pemadaman, Tim Inafis Polres HSU turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bahan keterangan terkait peristiwa kebakaran. Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan. Sekitar pukul 19.00 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih menemukan kepulan asap kecil di sejumlah bagian lahan sehingga dilakukan pemantauan dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya api kembali. Berdasarkan hasil pengecekan bersama, total lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 11,43 hektare. Polres HSU Tekankan Pentingnya Respons Cepat Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si. melalui Kasi Humas Polres HSU IPTU Asep Hudzainur menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat serta sinergi lintas instansi. Menurutnya, setiap laporan masyarakat terkait titik api harus segera ditindaklanjuti agar potensi kebakaran tidak berkembang menjadi lebih luas. “Polres HSU bersama TNI, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat akan terus bersinergi dalam melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla. Setiap informasi mengenai titik api maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti agar api tidak berkembang dan meluas,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Ia menambahkan, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam mencegah aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. “Pengendalian Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tambahnya. Polres HSU mengingatkan bahwa dampak Karhutla tidak hanya berupa kerusakan lahan dan lingkungan. Asap yang ditimbulkan juga dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi mudah terbakar. Gerak cepat tim gabungan di Desa Pulau Damar menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengendalikan Karhutla sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lainnya. Polres HSU kembali mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Laporan sedini mungkin diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas. (Agus)
Hulu Sungai Utara, Bidik-kasusnews.com Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan jajaran Polsek Amuntai Tengah di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Sebagai langkah pencegahan, personel Polsek Amuntai Tengah membagikan masker secara langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026) mulai pukul 09.30 Wita hingga selesai, berlokasi di Simpang 3 Kampus STIA Amuntai, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Kapolsek Amuntai Tengah bersama personel turun langsung dalam kegiatan tersebut. Masker diberikan kepada warga yang melintas maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak paparan asap. Selain membagikan masker, petugas juga menyampaikan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diingatkan untuk menggunakan masker dengan benar. Apabila kondisi udara semakin terganggu akibat kabut asap, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Tak hanya berkaitan dengan kesehatan, personel Polsek Amuntai Tengah memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah terjadinya karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto, S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas IPTU Asep Hudzainur mengatakan, pembagian masker merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. “Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker sebagai perlindungan terhadap saluran pernapasan, terutama ketika kondisi udara dipengaruhi oleh kabut asap,” ujar IPTU Asep Hudzainur. Menurutnya, jajaran Polres HSU bersama seluruh Polsek akan terus melakukan berbagai upaya menghadapi ancaman karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui pencegahan, edukasi, pemantauan wilayah hingga respons cepat apabila ditemukan kejadian kebakaran. IPTU Asep juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. “Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan segera laporkan kepada pihak berwenang apabila melihat adanya titik api. Pencegahan sejak dini sangat penting untuk menghindari meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat,” tambahnya. Polsek Amuntai Tengah berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, tetapi juga meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya pencegahan karhutla. Kepolisian menilai upaya pencegahan akan lebih efektif apabila didukung partisipasi masyarakat. Dengan kepedulian dan kewaspadaan bersama, risiko meluasnya kebakaran serta dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan di Kabupaten HSU diharapkan dapat ditekan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Babinsa Kelurahan Sukamaju, Pelda Ari S, Koramil 410-03/TBU, bergerak cepat membantu pemadaman kebakaran lahan kosong di kawasan Gunung Hatta, Jalan RE Martadinata RT 01 LK II, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Timur (TBT), Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2025). Kebakaran yang menghanguskan lahan kosong seluas kurang lebih 1 hektare tersebut diketahui setelah Babinsa menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.25 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa segera berkoordinasi dengan Damkar Pos TBT untuk mempercepat penanganan. Sekitar pukul 13.35 WIB, petugas Damkar Kota Bandar Lampung tiba di lokasi dengan mengerahkan 3 unit mobil pemadam dan 18 personel. Babinsa bersama petugas Damkar dan unsur terkait bahu-membahu melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.30 WIB. Diduga kebakaran terjadi akibat adanya aktivitas pembakaran lahan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali, Babinsa bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan di lokasi. Kehadiran Babinsa dalam penanganan tersebut merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian TNI AD terhadap keselamatan masyarakat serta upaya mencegah meluasnya kebakaran lahan di wilayah binaan. (Agus)
Muara Enim, Bidik-kasusnews.com Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan bersama jajaran Kepolisian melaksanakan kegiatan pemadaman lahan yang terdapat titik api di seputaran Dusun 1, Desa Lembak Sumur, LKT-01 milik PT Pertamina, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Jumat (28/8/2026). Kegiatan penanganan titik api tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran lahan serta meminimalisir dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah Pejabat Utama (PJU), di antaranya Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H. Dirsamapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan Raja Dewa, serta Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra. Kehadiran para PJU di lokasi menjadi bentuk keseriusan Polri dalam melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memastikan proses pemadaman berjalan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel dan masyarakat. Personel di lapangan bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan pada area yang terdampak guna memastikan titik api dapat dikendalikan serta tidak kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi antarpersonel serta pihak terkait. Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menegaskan bahwa personel Brimob siap mendukung setiap upaya penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan. “Personel akan terus bergerak cepat dalam menangani setiap titik api. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat, personel, serta berupaya agar api tidak meluas ke wilayah lainnya,” ujarnya. Penanganan karhutla ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat penanganan setiap kejadian kebakaran lahan di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan pemadaman titik api di wilayah Desa Lembak Sumur berlangsung dengan aman dan terkendali. Personel terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api. (Agus)
Palembang, Bidik-kasusnews.com Penyuluhan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bertujuan untuk membangun kesadaran, mengubah perilaku masyarakat, serta memperkuat kesiapsiagaan bersama dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran lahan. Hal tersebut disampaikan Brigjen TNI Bayu Sudarmanto, S.E., M.Han. selaku Ketua Tim Penyuluhan Karhutla di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jum’at (28/8/2027) Dikatakannya terdapat sebelas perwira menengah dari perwakilan tiga matra yakni TNI AD, AL dan AU yang turut serta dalam kegiatan tersebut. “Mereka mulai hari ini sudah turun ke empat Koramil di wilayah Kodim 0402/OKI untuk mengetahui kondisi terkini dan menemukan kendala – kendala yang dihadapi masyarakat”, terangnya. Lebih lanjut dikatakannya selain memberikan penyuluhan, tim juga akan menyampaikan materi yang aplikatif dan mudah dicerna, mencakup pemetaan titik panas (hotspot), pengenalan karakter lahan gambut, serta respons cepat penanganan dini. Kegiatan ini merupakan salah satu strategi komunikasi publik untuk mengubah kebiasaan tradisional membakar lahan menjadi kepedulian kolektif dalam menjaga kelestarian ruang hidup. “Selain itu, diharapkan kedepannya masyarakat akan memiliki kemandirian dalam memantau, mendeteksi dini, dan melaporkan potensi karhutla di wilayahnya”, tegasnya. “Menjaga hutan dari ancaman karhutla adalah tanggung jawab kolektif. Tanpa sinergi solid antara pemerintah, daerah, aparat keamanan baik TNI dan Polri serta masyarakat luas, pencegahan tidak akan optimal”, tandasnya. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kesigapan Babinsa dalam merespons laporan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Serda Yul Haidir, Babinsa Kelurahan Keteguhan Koramil 410-03/TBU, saat membantu penanganan kebakaran lahan kosong di Jl. RE Martadinata RT 05 LK 02, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026). Kebakaran yang menghanguskan lahan kosong seluas kurang lebih 15 meter persegi tersebut diketahui setelah Babinsa menerima laporan warga terkait munculnya asap di sekitar lokasi. Mendapat informasi tersebut, Serda Yul Haidir segera berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Telukbetung Timur untuk mempercepat penanganan. Tak lama kemudian, satu unit mobil Damkar dengan tiga personel tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Berkat sinergi antara Babinsa, petugas Damkar, aparat kelurahan, Linmas, serta masyarakat, api berhasil dipadamkan hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 18.50 WIB. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembakaran sampah oleh warga yang kemudian merambat ke lahan kosong. Kehadiran Babinsa dalam penanganan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat sekaligus bentuk kesiapsiagaan dalam mencegah kebakaran meluas. Babinsa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka yang berpotensi memicu kebakaran. Sinergi dan respons cepat aparat bersama masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas serta menjaga keamanan lingkungan. (Agus)
Bandar Lampung, Bidik-kasusnews.com Kepedulian dan respons cepat Babinsa terhadap laporan masyarakat kembali ditunjukkan oleh Sertu Ripian, Babinsa Kelurahan Rajabasa Jaya, Koramil 410-06/KDT, dengan membantu penanganan kebakaran lahan kosong di Jalan Soekarno Hatta RT 04 LK 02, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Jumat (28/8/2025). Kebakaran terjadi di lahan kosong dengan luas sekitar 10.000 meter persegi. Sekitar pukul 16.10 WIB, Sertu Ripian menerima informasi dari masyarakat mengenai kepulan asap yang terlihat dari area lahan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Babinsa segera berkoordinasi dengan Damkar Pos Labuhan Ratu untuk mempercepat proses pemadaman. Tidak berselang lama, sekitar pukul 16.25 WIB, petugas Damkar tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam dan delapan personel. Bersama Babinsa, aparat kewilayahan, serta masyarakat, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pengendalian titik api agar tidak meluas ke area sekitar. Berkat respons cepat dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, pada pukul 16.45 WIB api berhasil dipadamkan. Langkah cepat tersebut sekaligus mencegah kobaran api meluas dan berpotensi membahayakan lingkungan maupun masyarakat di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran tumpukan sampah di area lahan kosong. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat kondisi lingkungan mudah terbakar. Dalam penanganan tersebut turut hadir Lurah Rajabasa Jaya, Babinsa, aparat terkait, Kaling/RT, Linmas, serta petugas Damkar Kota Bandar Lampung. Kehadiran Sertu Ripian dalam penanganan kebakaran menjadi wujud nyata peran Babinsa sebagai aparat kewilayahan yang senantiasa sigap merespons setiap laporan masyarakat, membantu mengatasi kesulitan warga, serta membangun sinergi dengan seluruh unsur terkait demi menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan. (Agus)